Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi terkait permintaan Presiden Prabowo Subianto agar potongan aplikator ojol di bawah 10 persen.

Dia mengungkapkan bahwa BPI Danantara telah membeli sebagian saham aplikator ojol, sehingga kebijakan aplikator akan disesuaikan secara perlahan dan pasti terutama terkait potongan bagi pengemudi.

"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20% atau 10% ini, sehingga aplikator hanya akan mengambil 8% dari yang dikumpulkan," kata Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga Audiensi dengan Buruh, Dasco Sebut Pemerintah Simulasikan Penetapan Ojol Jadi Pekerja di https://www.kompas.tv/nasional/666470/audiensi-dengan-buruh-dasco-sebut-pemerintah-simulasikan-penetapan-ojol-jadi-pekerja

#ojol #dprri #presidenprabowo

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666582/dasco-ungkap-danantara-beli-sebagian-saham-aplikator-ojol-demi-potongan-jadi-8-persen
Transkrip
00:00Biaya yang diambil oleh aplikator, tadinya 20 atau 10 ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan.
00:14Kemudian tadi mengenai driver online, tadi juga sudah disampaikan bahwa karena ini aplikator,
00:22sebagian sudah diambil oleh pemerintah sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan.
00:33Tapi pasti karena ini menyangkut sistem dan lain-lain, paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator,
00:48tadinya 20 atau 10 ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan.
01:00Nah tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra itu masih disimulasikan.
01:08Nah nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan OJOL ini tetap akan diajak ngomong,
01:18akan diajak berembuk karena pemerintah melalui dana antara sudah masuk ke dalam aplikator,
01:28itu mengambil bagian saham.
01:35Nah termasuk dengan kemudian ratifikasi yang belum tentang masalah perlindungan terhadap pelecehan dan lain-lain,
01:44itu nanti kita bawa ke Satgas Mitigasi dan Kesejahteraan Buruh untuk kemudian didorong untuk dilakukan ratifikasi.
01:53Nah mungkin untuk yang lain-lain, masalah agraria dan lain-lain mungkin silakan kalau mau ditambahkan,
02:00kita masih punya cukup waktu.
02:31Selamat menikmati.
02:53Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
02:57Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
03:01Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan