Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
DENPASAR, KOMPAS.TV - Di sebuah sudut Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar, Bali, kehidupan sederhana dijalani Paidi bersama istrinya, Hamidah.

Setiap hari, sejak pagi keduanya menyiapkan dagangan sate ayam dan lontong. Pekerjaan yang menjadi tumpuan utama penghidupan keluarga mereka.

Di balik gerobak sate sederhana itu, Paidi dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Selain berjualan, pria 51 tahun ini juga mengemban tanggung jawab lain sebagai penjaga keamanan di sebuah taman kanak-kanak, serta aktif sebagai anggota linmas, yang menjaga keamanan, ketertiban dan penanganan jika terjadi bencana di desa.

Hari-hari Paidi penuh kegiatan. Pagi mempersiapkan dagangan, siang hingga sore bertugas di sekolah dan malam hari terkadang berpatroli keliling desa.

Bersama sang istri, Paidi menjalani rutinitas itu dengan satu tujuan yang ia rawat selama bertahun-tahun menunaikan ibadah haji.

Dari hasil berjualan sate, Paidi menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya. Proses itu tidak singkat, satu dekade ia jalani dengan disiplin dan kesabaran.

Upaya panjang itu akhirnya berbuah. Pada 2024, Paidi bisa melunasi biaya keberangkatan haji. Tahun ini, ia dan sang istri dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 8 Mei melalui embarkasi Surabaya.

Bagi putri Paidi, Elli Rohimah keberangkatan kedua orang tuanya menjadi sebuah kebanggaan. Ia menyaksikan sendiri, bagaimana kerja keras dan ketekunan orang tuanya mampu melewati berbagai tantangan ekonomi hingga akhirnya mengantarkan mereka ke Tanah Suci.

Di tengah segala keterbatasan, Paidi menjalani hidupnya dengan syukur. Ketekunan yang mengantarkannya berhaji, menjadi kisah pengingat, bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari langkah-langkah kecil, yang dijaga dengan konsisten, hari demi hari.

Baca Juga Kemenhaj Perkuat Pengawasan untuk Cegah Praktik Haji Ilegal di https://www.kompas.tv/nasional/666655/kemenhaj-perkuat-pengawasan-untuk-cegah-praktik-haji-ilegal

#haji #denpasar #haji2026

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666753/kisah-penjual-sate-di-bali-naik-haji-menabung-10-tahun-bersama-istri-kompas-siang
Transkrip
00:00Seorang penjual sate ayam gerobak bersama istrinya berhasil mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji.
00:07Pasutri yang tekun menabung selama 10 tahun itu bersyukur dan kini bersiap untuk berangkat menuju Tanah Suci.
00:18Di sudut desa Dengin Puriklot dan Pasar Bali, kehidupan sederhana di Jalanipaidi bersama istrinya, Hamidah.
00:26Setiap hari, sejak pagi, keduanya menyiapkan degangan sate ayam dan lontong.
00:33Pekerjaan yang menjadi tumpuan utama penghidupan keluarga mereka.
00:38Di balik gerobak sate sederhana, Paidi dikenal sebagai sosok pekerja keras.
00:43Selain berjualan, pria berusia 51 tahun ini juga mengemban tanggung jawab sebagai penjaga keamanan di sebuah taman kanak-kanak
00:53serta aktif sebagai anggota linmas yang menjaga keamanan, keterliban, dan penanganan jika terjadi bencana di desa.
01:01Hari-hari Paidi penuh kegiatan.
01:04Pagi mempersiapkan dagangan, siang hingga sore bertugas di sekolah, dan malam hari terkadang berpatroli keliling desa.
01:12Bersama sang istri, Paidi menjalani rutinitas itu dengan satu tujuan yang ia rawat selama bertahun-tahun.
01:21Menunaikan ibadah haji.
01:25Dari hasil berjualan sate, Paidi menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya.
01:31Proses itu tidak singkat.
01:33Satu dekade, ia jalani dengan disiplin dan kesabaran.
01:39Upaya panjang itu akhirnya berbuah.
01:42Pada 2024, Paidi bisa melunasi biaya keberangkatan haji.
01:47Tahun ini, ia dan sang istri dicatwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 8 Mei melalui emberkasi Surabaya.
01:58Alhamdulillah, ini semua mungkin sudah diatur sama yang maha kuasa.
02:03Mungkin kalau dibilang sama sesepuh orang-orang dulu itu mungkin yang banyak uangnya belum tentu,
02:12tapi kita ini saya rasa berusaha keras untuk bisa mencapai jita-jita haji.
02:21Ya, di samping itu uang itu nabung dalam bentuk rupiah kecil, 50 ribu, anggap 100 paling besar.
02:32Selama, ya mungkin kurang lebih 10 tahun.
02:37Bagi Putri Paidi, Eli Rohimah, keberangkatan kedua orang tuanya menjadi sebuah kebanggaan.
02:43Ia menyaksikan sendiri bagaimana kerja keras dan ketekunan orang tuanya
02:48mampu melewati berbagai tantangan ekonomi hingga akhirnya mengantarkan keduanya ke Tanah Suci.
02:57Apa ya, namanya ekonomi lah naik turun.
03:01Ada kadang-kadang ada sepinya, kadang ada ramenya gitu.
03:04Ya, mudah-mudahan menjadi haji yang makbur, terus pulang selamat, di sana nggak ada apa-apa, pada sehat semua.
03:17Di tengah segala keterbatasan, Paidi menjalani hidupnya dengan syukur.
03:22Ketekunan yang mengantarkannya berhaji menjadi kisah pengingat bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari langkah-langkah kecil
03:30yang dijaga dengan konsisten hari demi hari.
03:33Komang Suarabawa, Kompas TV, dan Pasar Bali
Komentar

Dianjurkan