Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Komando Pusat Amerika Serikat, CENTCOM pada hari Jumat (1/5/2026) merilis rekaman baru yang diklaim menunjukkan pasukan AS terus memberlakukan blokade angkatan laut ke pelabuhan-pelabuhan Iran.

Gangguan terhadap pengiriman di Selat Hormuz terus berlanjut.

Rekaman menunjukkan pasukan menaiki helikopter dan lepas landas, sementara beberapa kapal berpatroli di perairan.

Tanggal dan lokasi pasti dari rekaman tidak dapat diverifikasi secara independen.

Dalam pernyataan CENTCOM di akun X, hingga saat ini 45 kapal komersial telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan untuk memastikan kepatuhan.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan ada dua pilihannya terkait Iran, yakni 'menghancurkan mereka dan menghabisi mereka selamanya', atau 'mencoba membuat kesepakatan'.

Pernyataan Trump ini disampaikan di tengah laporan dari media Iran, bahwa Teheran telah mengirimkan tanggapan terbarunya terhadap revisi AS atas kesepakatan potensial melalui perantara Pakistan.

Dalam pernyataan yang dibacakan penyiar berita televisi, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Mojtaba Khamenei, bilang Republik Islam akan melindungi kemampuan nuklir dan rudal Iran sebagai aset nasional.

Mojtaba diyakini berusaha mengambil sikap tegas, setelah Presiden AS Donald Trump berupaya mencari kesepakatan yang lebih luas guna memperkuat gencatan senjata yang saat ini dinilai sedang rapuh.

Baca Juga Trump Tinjau Proposal Baru dari Iran Akhiri Perang: Mereka Terpukul di https://www.kompas.tv/internasional/666703/trump-tinjau-proposal-baru-dari-iran-akhiri-perang-mereka-terpukul

#trump #iran #selathormuz

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666759/as-lanjutkan-blokade-pelabuhan-iran-di-selat-hormuz-45-kapal-dipaksa-putar-balik
Transkrip
00:00Komando Pusat Amerika Serikat, Senkom, pada hari Jumat waktu setempat merilis rekaman baru
00:05yang diklaim menunjukkan pasukan Amerika Serikat terus memperlakukan blokade angkatan laut ke pelabuhan-pelabuhan Iran.
00:13Gangguan terhadap pengiriman di Selat Hormuz terus berlanjut.
00:21Rekaman menunjukkan pasukan menaiki helikopter dan lepas landas.
00:26Sementara beberapa kapal berpatroli di perairan.
00:30Tanggal dan lokasi pasi dari rekaman tidak dapat diverifikasi secara independen.
00:35Dalam pernyataan Senkom di akun X, hingga saat ini 45 kapal komersial telah diperintahkan untuk berbalik arah
00:43atau kembali ke pelabuhan untuk memastikan kepatuhan.
00:54Kepada wartawan di Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan,
00:57ada dua pilihannya terkait Iran, yakni menghancurkan mereka dan menghabisi mereka selamanya
01:04atau mencoba membuat kesepakatan.
01:08Pernyataan Trump ini disampaikan di tengah laporan dari media Iran
01:12bahwa Teheran telah mengirimkan tanggapan terbarunya
01:15terhadap revisi Amerika Serikat atas kesepakatan potensial melalui perantara Pakistan.
01:29Terima kasih telah menonton!
01:42Terima kasih telah menonton!
01:47On a human basis, I prefer not, but that's the option.
01:50Do we want to go in there heavy and just blast them away?
01:54Or do we want to do something?
01:56They're a very disjointed unership, as you can understand, Peter.
02:00Very disjointed.
02:01I mean, they're not getting along with each other.
02:05And it puts us in a bad position.
02:08One group wants to make a certain deal.
02:10The other group wants to make a certain deal, including the hardliners.
02:14The hardliners want to make a deal, too.
02:15Why wouldn't they?
02:16They have no navy, they have no air force, they have no anti-aircraft.
02:20They have no nothing.
02:24Dalam pernyataan yang dibacakan penyiar berita televisi,
02:28pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Mujtaba Khomeini bilang,
02:32Republik Islam akan melindungi kemampuan nuklir dan rudal Iran sebagai aset nasional.
02:38Mujtaba diakini berusaha mengambil sikap tegas.
Komentar

Dianjurkan