Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Nelayan di Pati memilih tidak melaut karena mengaku tidak lagi mampu membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional. Akibatnya, perahu-perahu nelayan teronggok di tepi laut.

Sejumlah nelayan mengaku harga solar yang mencapai Rp30.000 per liter, dari sebelumnya Rp17.000 per liter, sangat membebani mereka.

Kondisi ini membuat nelayan di Pati menghentikan aktivitas melaut, yang kemudian berdampak pada kegiatan pelelangan ikan yang turut berhenti beroperasi.

Para nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi, mengingat sekitar 70 persen biaya operasional mereka bergantung pada BBM.

#BBM #pati #jawatengah

Baca Juga Diterpa Kabar Sakit, Menkeu Purbaya Terlihat Jalan-Jalan di Mal Bareng Keluarga di https://www.kompas.tv/nasional/666798/diterpa-kabar-sakit-menkeu-purbaya-terlihat-jalan-jalan-di-mal-bareng-keluarga



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666804/harga-solar-naik-nelayan-pati-berhenti-melaut-dan-pelelangan-ikan-terdampak-kompas-malam
Transkrip
00:00Kita ke informasi lain, sodara nelayan di pati memilih tak melaut
00:03karena mengaku tak mampu lagi beli BBM untuk operasional.
00:07Perahu-perahu nelayan pun teronggok di tepi laut.
00:12Sejumlah nelayan mengaku harga solar mencapai Rp30.000 per liter
00:17dari harga semula Rp17.000 dan sangat membebani mereka.
00:22Nelayan di pati memilih tidak melaut hingga berdampak pada aktivitas pelelangan ikan
00:26yang ikut berhenti beroperasi.
00:29Nelayan berharap pemerintah memberikan solusi
00:31mengingat 70 persen operasional nelayan berasal dari BBM.
00:41Dikarenakan harga BBM yang terlalu mahal
00:45dan tidak bisa menjangkau untuk biaya operasionalnya.
00:51Dikarenakan semua ada sekitar Rp1.000 kapal yang tidak melaut.
00:56Ya, tidak ada, nganggur.
00:59Semoga pemerintah dapat menurunkan negara BBM
01:03dan nelayan bisa meraut
01:05seperti yang dulu-dulu di rumah.
Komentar

Dianjurkan