Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menilai ruang publik seharusnya diisi komunikasi yang memberi rasa nyaman bagi masyarakat.

Lukman menegaskan karakter pribadi pemimpin adalah satu hal, namun cara berkomunikasi sebagai pejabat publik merupakan hal lain yang perlu dibenahi.

Menurut Lukman, pemerintah tidak seharusnya memosisikan rakyat sebagai pihak yang berseberangan.

Ia juga meminta kritik publik dipandang sebagai bentuk kepedulian, bukan ancaman.

Menanggapi hal itu, Kepala Bakom RI M Qodari menegaskan Presiden Prabowo adalah sosok patriot yang memiliki kecintaan besar kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

Qodari menilai kecintaan itu tercermin dari berbagai program yang berpihak kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua kritik datang dengan niat baik, sehingga pemerintah tetap harus waspada terhadap beragam kepentingan.

Meski demikian, Qodari sepakat komunikasi program-program pemerintah perlu terus diperkuat agar manfaat kebijakan dapat dipahami publik.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/T6p9C7jEQzE



#prabowo #reshuffle #menteri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/666127/eks-menag-lukman-soroti-gaya-komunikasi-presiden-prabowo-qodari-prabowo-cinta-rakyat-satu-meja
Transkrip
00:00Dan ada tuduhan untuk menjelekan kita sebagai bangsa
00:04Jadi begini ya
00:06Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang
00:09Jangan merusak seluruh bangsa
00:14Kalau tidak suka sama Prabowo
00:16Silahkan
00:182029
00:22Bertarung
00:25Iya kan
00:31Masih di Satu Meja The Forum
00:35Mas Lukman
00:36Tadi kan relate dengan yang tadi sampai
00:38Ini kan
00:39Kita diskusikan
00:43Bukanya pelan
00:45Tapi
00:46Ini saya perhatikannya
00:48Memang ciri khasnya
00:51Hati-hati kita dengan kalimat pertama
00:53Karakteristiknya tidak harus dilihat
00:55Tapi ini penting juga
00:57Apakah Mas Lukman melihat
00:59Ya seharusnya seorang presiden mungkin bisa menahan
01:02Tapi kalau sudah bicara karakter
01:03Mungkin emang karakternya seperti itu
01:06Padahal mungkin substansinya ya
01:08Hatinya baik dan sebagainya
01:09Mas Lukman melihat bagaimana dalam konteks posisi presiden
01:11Justru disinilah pentingnya komunikasi
01:13Karena ada ilmunya
01:15Ada strateginya dan seterusnya
01:17Jadi
01:17Oke karakter satu hal
01:20Tapi cara berkomunikasi
01:21Apalagi bagi pejabat publik itu
01:23Hal lain yang harus dibenahi
01:25Jadi poin penting saya tadi itu cinta
01:28Jangan menganggap rakyatnya sendiri sebagai
01:32Lawan musuh atau sesuatu yang ingin mengancam
01:36Terkesan begitu ya
01:37Itu kan tadi resistannya tinggi sekali gitu
01:39Jadi saya sangat berharap
01:43Ya anggap sekeras apapun itu adalah
01:46Tanda cinta gitu kan
01:48Orang kalau gak punya cinta
01:50Tugasnya Pak Kom
01:51Dia cuekin tuh gak perlu kritik gitu
01:54Tadi di Cilacap juga
01:56Pada saat peresmian hilir
01:57Sama ada statement juga
01:58Mungkin ya
01:59Kepala Bakom sudah monitor tuh
02:00Kalau yang gak setuju sama saya
02:02Keluar gitu
02:03Ya itu
02:04Nah cara-cara seperti ini menurut saya
02:06Ya ini nanti Pak Kodari lah
02:08Ya nanti coba kita denger
02:09Gimana
02:10Gimana rencananya
02:11Kepala Bakom yang baru
02:12Mengubah konsep
02:13Atau profil politik
02:15Komunikasi politiknya seorang presiden
02:17Pertama
02:17Bapak presiden adalah seorang patriot
02:19Yang cintanya sangat besar
02:21Pada bangsa dan negara
02:22Dan rakyat Indonesia
02:23Ini baru
02:24Ini salah satu
02:25Kenapa ditunjuk jadi Kepala Bakom ya ini
02:27Karena bisa membuat formulasi kalimat
02:29Justru karena
02:30Beliau sangat cinta
02:32Maka lahirlah program-program
02:33Yang sangat berpihak kepada
02:35Rakyat Indonesia
02:37Contohnya sekolah rakyat
02:39Anak yang tidak bisa sekolah
02:41Dari keluarga tidak mampu
02:43Diberikan sekolah
02:44Diberikan pendidikan
02:46Diberikan hidup
02:47Supaya apa
02:48Mereka bisa punya masa depan
02:49Yang lebih baik
02:50Satu contoh
02:50Nah yang kedua
02:52Memang kita juga gak bisa naif
02:53Kalau Mas Lukman yang ngomong
02:55Saya menyampaikan pendapat ini
02:58Masukan ini karena cinta
02:59Saya percaya kepada beliau
03:02Tapi apakah semua
03:03Yang mengatakan seperti itu
03:05Adalah seperti Mas Lukman
03:06Tentu tidak
03:08Kita tidak boleh naif
03:10Mas Lukman kebetulan pernah
03:12Mas Lukman memang pernah
03:13Di P3
03:14Pernah menteri agama
03:16Tapi beliau ini
03:17Dalam kacamata saya
03:18Beliau ini nada dasarnya
03:20Adalah seorang ustad
03:21Seorang kiai
03:22Jadi ada
03:23Selalu dalam
03:23Kalau yang lain kenapa?
03:25Yang lain kenapa?
03:25Kita lihat juga kan
03:26Yang lain-lain itu ada politisi
03:28Oh
03:28Ada yang kalkulasi elektoral
03:31Ada juga kekuatan luar negeri
03:34Dalam negeri
03:34Ada pengamat ini
03:35Prof. Gun-Gun
03:36Ada juga
03:36Prof. Gun-Gun
03:37Beliau seorang akademisi
03:39Dengan cinta juga
03:41Saya bisa menanggapi
03:42Saya lanjutkan lagi
03:43Saya akan sedikit saja
03:44Lo selesai
03:45Lo selesai
03:46Poinnya
03:47Supaya
03:48Supaya
03:48Kelir
03:49Bisa ngomong
03:50Setelah saya sampaikan
03:51Oh cukur susu
03:52Saya tadi sudah
03:53Sudah dengarin
03:54Mas Lukman
03:54Jadi
03:55Bahwa ada
03:576.000 hektare
03:59Sawah
04:00Sawah
04:01Eh
04:01Kebun sawit ilegal
04:02Yang
04:03Ditindak oleh
04:05Bapak Presiden
04:06Dan itu kan kita tahu
04:07Bahwa apakah kemudian
04:09Yang punya
04:10Kebun sawit itu
04:11Akan selamanya
04:13Disita
04:14Lalu kemudian
04:15Dikembalikan kepada negara
04:16Uangnya
04:17Untuk
04:17Saya menanggap
04:18Maksudnya
04:18Kalau yang tadi
04:19Poin-poin tadi
04:19Itu clear
04:20Poinnya dan nuansa itu
04:21Jangan menuansakan
04:23Bahwa Presiden
04:24Seorang pemimpin itu
04:25Seolah-olah itu
04:27Asal rakyat berbeda
04:28Kemudian
04:28Jadi yang disantarkan oleh
04:29Pak Kodari
04:30Sebenarnya benar
04:31Benar sebenarnya
04:32Yang dimasukkan bukan Pak Lukman
04:34Tapi kita juga
04:36Tidak boleh naib
04:37Bahwa
04:38Agenda
04:39Itu banyak
04:41Dan bermacam-macam
04:42Aktor juga banyak
04:42Dan macam-macam
04:43Dan yang terakhir
04:44Kalau ada yang menyerang
04:46Atau kemudian
04:48Mengatakan sesuatu
04:48Yang tidak benar
04:49Hemat saya
04:49Ya harus dijawab
04:50Karena itu juga
04:52Saya jawab
04:53Kita menjawab
04:54Itu yang saya bilang
04:54Your words
04:55Against my words
04:56Gitu loh
04:57Saya yakin
04:58Dengan ya
04:59Niat Presiden
05:00Yang penuh cinta
05:01Kepada rehat Indonesia
05:02Dengan program-program
05:04Yang begitu luas
05:05Dengan manfaat yang nyata
05:06At the end of the day
05:07Mayoritas masyarakat Indonesia itu
05:09Akan mendukung
05:10Apa yang dilakukan oleh Bapak
05:11Saya nanggep poinnya Pak Kodari
05:13Dan kata-kata
05:14Frekuensi
05:15Frekuensi
05:16Kemudian juga
05:18Frekuensi
05:18Serta intensitasnya
05:20Itu yang mungkin
05:20Harus ditambahkan oleh Presiden
05:22Karena program-program yang banyak
05:23Itu harus disampaikan
05:25Mas Rukman silahkan
05:26Mas Rukman silahkan
05:28Mas Rukman silahkan
05:28Ya jadi saya
05:30Bersepakat dengan
05:31Poinnya
05:32Tapi maksud saya
05:33Ini kan tema kita
05:35Tentang komunikasi
05:36Strategi komunikasi publik
05:38Untuk kebaikan lah ya
05:39Jadi Bapak Presiden
05:40Betul
05:41Tidak semua orang punya niat baik
05:43Punya tindakan baik
05:44Apalagi ranah politik
05:45Macam-macam
05:46Tidak semuanya di latar belakang
05:47Bapak Presiden kan punya aparatus
05:51Yang ada intelijen
05:52Kalau memang ada tindakan-tindakan
05:55Ada niat menseria
05:56Yang betul-betul melanggar undang-undang
05:59Tindakan yang bisa melakukan itu semua
06:01Tapi poin saya bukan disitu
06:03Adalah bagaimana ruang publik itu
06:06Diisi dengan komunikasi
06:09Yang lebih memberikan rasa nyaman
06:14Kepada semuanya
06:15Jadi tidak konfrontatif begitu
06:18Supaya rakyat itu memahami
06:21Bahwa
06:22Oh resistensinya tidak
06:24Tidak tinggi
06:25Oh
06:26Kepada cara ya
06:27Cara merespon
06:28Rakyat ini kan
06:29Ingin didengar sebenarnya
06:31Jadi
06:33Ya
06:34Ditampung lah
06:35Didengar lah gitu
06:36Walaupun nanti tindak
06:38Lanjutnya seperti apa
06:39Jangan sejak awal
06:41Sudah resisten
06:42Ini yang lalu kemudian menimbulkan
06:44Anak-anak masalah baru gitu
06:46Oke
06:46Jadi begini
06:47Karena keduanya sudah
06:48Saya boleh ke akademisi dulu
06:49Jadi kita jadi aja
06:50Bapak
06:50Jadi itu pidatonya banyak dan panjang
06:53Oke
06:53Isinya berisi tentang
06:55Hal-hal dan program-program yang
06:57Beliau bangun untuk kemandrian bangsa
06:59Untuk peningkatan kesejahteraan
07:02Kalau ada satu dua item ya
07:05Yang nadanya seperti itu
07:07Maka itu
07:08Ya itulah
07:09Itulah bagian dari
07:10Cara beliau untuk
07:11Karakter
07:11Bukan substansi
07:13Untuk mengingatkan
07:14Untuk mengingatkan kita semua
07:16Tidak boleh naif
07:17Oke
07:17Indonesia ini negara kaya
07:19Banyak yang berkepentingan disini
07:51Semenjak ratusan tahun yang lalu
08:18Kemen of reflasi
08:21Komunikasi
08:21Itu bisa jadi niatnya baik
08:23Iya kan
08:24Tapi momentumnya
08:25Oke
08:26Tidak pas
08:27Itu juga harus dibaca sebagai
08:29Cara mengelola CPM
08:30Terus contoh misalnya
08:33Mungkin juga
08:33Kalau gimana dengan
08:35Kes-kesnya pidato presiden
08:36Ya termasuk
08:37Misalnya soal
08:38Kata menertibkan
08:40Meskipun tadi
08:41Apa namanya
08:42Ada semacam narasi
08:44Pra dan
08:45Pascanya
08:46Artinya ada kalimat
08:48Tetapi kemudian kan
08:49Itu harus
08:50Yakin akan dibaca
08:52Dalam konteks
08:53Satu pilihan diksi
08:56Yang mungkin
08:56Bisa
08:57Bisa punya
08:58Potensi
09:00Merusak
09:01Dari keseluruhan narasi
09:02Yang dibangun disitu
09:04Karena apa
09:05Orang sudah
09:06Mungkin punya memori kolektif
09:07Di masa lalu
09:08Soal
09:09Bagaimana ditertibkan itu
09:11Oke
09:11Sama juga misalnya
09:12Inflasi pengamat
09:13Itu kan menciptakan musuh baru
09:16Menciptakan musuh baru
09:18Kenapa
09:18Pengamat itu
09:19Menurut saya
09:20Harus jadi mitra
09:21Mitra kritis
09:23Kenapa
09:24Karena demokrasi
09:25Kalau kata-kata
09:26Inflasi
09:26Seolah ada kelebihan
09:27Ada peningkatan
09:28Meluncakan
09:29Ya apalagi kan ditambah
09:30Dengan kalimat penjelasnya
09:31Iya kan
09:32Misalnya
09:32Tidak sesuai backgroundnya
09:34Itu akan kemudian
09:35Backfire
09:35Ke pemerintah
09:37Contohnya banyak menteri
09:38Yang tidak
09:38Pas
09:39Backgroundnya
09:40Hal seperti ini kan
09:41Menyangkut
09:42Communication
09:43Privacy Management
09:44Sebenarnya
09:45Belum lagi
09:46Kalau kita bicara
09:47Karena begini
09:48Komunikasi hari ini
09:49Ditandai selain oleh
09:50CPM
09:51Itu oleh
09:51Narasi
09:52Narasi
09:53Sudah kita bahas
09:54Bagaimana misalnya
09:55Memformulasikan
09:56Narasi
09:57Pemerintahan Prabowo
09:58Dan saya yakin
09:59Bakom
10:00Salah satu
10:00Kekuatannya
10:02Harusnya disitu
10:03Bagaimana
10:03Mengorkestrasi
10:04Narasi
10:05Pemerintah
10:05Lewat
10:06Kementerian
10:06Membaga
10:07Dan Daerah
10:07Supaya kemudian
10:08Itu ada satu
10:09Benang merah
10:10Yang dibaca oleh publik
10:11Sebagai benang merah
10:12Yang koheren
10:13Yang padu
10:14Nah yang ketiga
10:16Dari hal yang
10:17Paling penting
10:17Dalam komunikasi
10:18Itu adalah
10:19Simbolic
10:21Convergence
10:21Jadi penyatuan
10:23Kesadaran bersama
10:24Lewat satu
10:25Simbol-simbol
10:25Tertentu
10:26Yang kemudian
10:26Diberikan oleh
10:28Pemerintah
10:28Menjadi sinyal
10:29Menjadi
10:30Stimulan
10:31Menjadi
10:31Rangsangan
10:32Yang positif
10:33Nah kalau kemudian
10:35Ada
10:35Simbol
10:37Baik kata-kata
10:38Maupun tindakan
10:38Yang
10:39Menyiratkan
10:40Bahwa pemerintah
10:41Itu memang
10:42Sangat
10:43Akomodatif
10:44Pada kehendak publik
10:45Saya yakin
10:46Tidak muncul
10:46Fenomena-menomena
10:48Letupan
10:48Seperti
10:49Agustus
10:50Yang lalu
10:50Terima kasih
10:51Makin banyak
10:52Catatan buat
10:53Bakom yang baru ini
Komentar

Dianjurkan