Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Iran untuk segera menandatangani kesepakatan damai.

Trump bahkan menuntut Iran untuk bertindak cerdas karena upaya Washington dan Teheran untuk mengakhiri permusuhan tampaknya menemui jalan buntu.

Dengan semakin gencarnya blokade AS terhadap kapal yang terafiliasi dengan Iran di Selat Hormuz, apakah Iran akan merespons?

Kita bahas bersama pengamat militer Center for Intermestic and Diplomatic Engagement atau CIDE, Anton Aliabbas.

#iran #as #perang

Baca Juga Potret Masjid Quba, Destinasi Favorit Jemaah Haji Indonesia di Madinah | iNDO UPDATE di https://www.kompas.tv/internasional/666113/potret-masjid-quba-destinasi-favorit-jemaah-haji-indonesia-di-madinah-indo-update



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/666115/full-pengamat-militer-cide-bahas-ketegangan-as-iran-soal-selat-hormuz-perang-tak-berujung
Transkrip
00:00Pada platform Truth Socialnya, Trump menuliskan,
00:03Iran can't get their egg together, they don't know how to sign a non-nuclear deal.
00:09They better get smart soon.
00:11Iran tak becus, mereka tidak tahu cara mendatangani kesepakatan non-nuclear,
00:15sebaiknya mereka harus cepat pintar.
00:18Ini yang dituliskan oleh Trump di Truth Socialnya.
00:21Ya, saudara, dengan semakin gencatnya blokade AS terhadap kapal yang terafiliasi dengan Iran di Selat Hormuz,
00:27apakah Iran akan merespons?
00:29Kita akan bahas bersama dengan pengamat Militer Center for Intermastic and Diplomatic Engagement atau CIDE,
00:35Anton Ali Abbas.
00:37Selamat malam, Mas Anton.
00:39Selamat, Mas Ibrahim.
00:41Mas Anton, ini kita tahu, Trump tarik ulur soal akhiri perang,
00:44tapi tampaknya blokade di Selat Hormuz masih ketat dilakukan oleh Trump di sana.
00:48Apa sebetulnya goal Trump dengan tekanan psikologis ke Iran seperti itu?
00:52Ya, Trump jelas masih mencoba memainkan kartu untuk memperpanjang blokade Selat Hormuz.
01:02Karena saya melihatnya bahwa kelihatannya strategi ini akan jauh lebih dipilih ketimbang kemudian memulai konflik lagi kembali,
01:14misalnya mengeskalasi.
01:15Karena tentu saja ketika misalnya itu dieskalasi kembali, harganya akan lebih mahal.
01:20Sejauh ini dalam 59 hari, misalnya sudah lebih dari 65 miliar USD yang sudah habis.
01:27Jadi, saya melihatnya bahwa strategi ini akan coba untuk diperpanjang.
01:32Apalagi kemudian kalau misalnya kita lihat dari tweetannya di media sosial,
01:38itu kan jauh, dia semakin untuk merendahkan Iran.
01:41Bagaimana misalnya Iran sedang menuju state of collapse,
01:45kemudian mereka tidak tahu pemimpinnya ini bagaimana,
01:48dan Iran mengemis-gemis terkait membuka Selat Hormuz, misalnya.
01:52Itu yang saya melihatnya bahwa kemudian meneruskan blokade Selat Hormuz,
02:00itu dugaan saya adalah kayaknya kelihatannya lebih rendah risikonya ketimbang
02:06misalnya mereka melanjutkan perangan kinetik Mas Ibrahim.
02:12Saya melihatnya seperti itu.
02:13Tapi ini kan kedua pihak, AS dan juga Iran ini masih bersikukuh dengan tuntutan masing-masing
02:19dalam proposal negosiasi.
02:22Sampai kapan mereka ini akan bertahan pada tuntutan masing-masing?
02:27Ya, kalau misalnya kita lihat ketika kita bicara deadline yang tanpa ada kepastian,
02:33jadi kan ini nggak ada deadline-nya ya.
02:34Jadi, kencatatan senjata ini seakan-akan tidak ada akhirnya.
02:37Kalau sebelumnya hanya dua minggu, tapi sekarang kan tidak ada deadline-nya.
02:40Walaupun itu saya melihatnya adalah itulah strategi Trump.
02:43Jadi, main tarik ulurnya, dia tidak ingin lihat bahwa dia terkesan ambigu,
02:48dia terkesan tidak jelas, dan lain-lain.
02:49Justru dia kemudian mencoba untuk melenturkan.
02:52Kapanpun dia ingin berhenti, ya saya tidak ada masalah.
02:54Itu satu.
02:55Kedua, memang jadi kelihatannya,
02:59jadi kelihatannya bahwa ketika kita bicara tentang gejatan senjata,
03:02ini gejatan senjata sebenarnya benar atau tidak benar.
03:05Kalau saya kan selalu duganya adalah paus, jeda.
03:07Jadi, bahwa masing-masing ini kemudian melakukan konsolidasi,
03:11baik dari Amerika Serikat maupun juga misalnya dari Iran.
03:15Bagaimana mereka kemudian mempersiapkan kekuatan bersenjatanya,
03:18itu satu.
03:20Kemudian, bahwa misalnya tetap kemudian diarahkan,
03:26lalu kemudian kapal-kapal perangnya juga tetap siaga,
03:31lalu hormus juga tetap menjadi salah satu titik pressure.
03:35Dengan kata lain, bahwa kalau misalnya apakah ini selangkah lagi menuju eskalasi,
03:40itu adalah salah satu potensi luaran yang kalau kita melihat kondisi seperti ini.
03:46Jadi, perdama apa namanya,
03:49jeda ataupun juga gencatan senjata,
03:51jadi seakan-akan ini sebenarnya ada atau tidak ada.
03:53Kenapa? Karena masing-masing pihak itu melakukan konsolidasi,
03:56walau ya ada etikat baik,
03:58misalnya Iran melakukan safari,
04:01pindah apa namanya, selama abad dan lain-lain.
04:04Tapi di sisi lain, mereka jelas tetap menyiagikan.
04:07Mas Anton, tapi apakah Iran ini juga ikut mengkalkulasi soal risiko
04:12jika AS melakukan blokade berkepanjangan?
04:14Begitu juga apakah AS juga mengkalkulasi
04:17seberapa kuat mereka menekan Iran di Selat Hormuz ini?
04:20Ya, ini kan memang jadi ketika kita bicara tentang blokade Selat Hormuz,
04:24sudah jadi aduk kuat.
04:25Siapa yang kuat terhadap tekanan?
04:29Jadi, ini kan bagi saya melihatnya,
04:32Iran masih ada dua kuncian lagi.
04:34Satu adalah dia menutup Selat Bab El-Mandeb melalui proksinya,
04:38Huti, di Eman, bagian bawah.
04:40Yang kedua adalah dia mengganggu kabel bawah laut.
04:42Masih ada dua kuncian lagi.
04:43Sementara Amerika Serikat cuma fokusnya adalah
04:46bagaimana dia cuma untuk memblokade itu pun,
04:49itu pun berada di Laut Arab.
04:51Walaupun misalnya kalau kita membandingkan dari aset,
04:54dia sudah ada tiga kapal induk nih di kawasan.
04:56Tapi kan dia tidak berani untuk merangsak.
04:58Kenapa?
04:59Apalagi kita melihat bahwa ini menjelang 1 Mei,
05:03ini sudah 60 hari.
05:04Ini kalau 60 hari,
05:05perpanjangannya butuh approval lagi.
05:07Nanti duitnya dari mana dan lain-lain.
05:08Nah, ini akan kemudian masih menjadi kalkulasinya.
05:12Jadi kalau dari Iran sendiri,
05:13Iran jelas berhitung.
05:15Tapi,
05:16jadi kan kalau misalnya Amerika Serikat
05:17soalnya mengklaim bahwa dia sudah jauh merosot kekuatan.
05:21Iya.
05:21Tapi dari sisi lain,
05:22kemampuan misalnya,
05:24misalnya ataupun juga
05:25unman-nya,
05:27drone-nya,
05:28itu drone bawah laut,
05:29drone permukaan,
05:30darah,
05:31itu masih cukup stabil.
05:32Berbeda dengan misalnya,
05:34ada banyak laporan menyebutkan bahwa
05:36ketika kita bicara tentang misalnya stok,
05:38misalnya Amerika Serikat itu menurutnya sudah cukup dalam,
05:4150 persen.
05:42Nah, ini kan juga Amerika harus berhitung.
05:44Mas Anton,
05:44apa yang bisa membuat Iran sepede ini
05:47dengan kalkulasinya?
05:49Kartu AS apa yang dimiliki Iran
05:50untuk menghadapi semua ini?
05:53Saya melihat Iran masih ada dua lagi.
05:55Kalau misalnya dia pengen apa?
05:57Mengganggu ya,
05:58mengganggu internasional,
05:58masih ada dua lagi.
05:59Karena kalau misalnya dia ganggu,
06:00setelah Bapak El-Manda,
06:01Pak Jimisalnya,
06:02itu tekanan yang akan dilakukan oleh negara Teluk
06:04akan jelas menjadi-jadi.
06:05Kenapa?
06:05Karena mereka memblok.
06:06Jadi,
06:07blok ada itu juga akan terdampak pada negara Teluk.
06:09Sehingga mereka tidak bisa melakukan ekspor-impor.
06:11Oke.
06:11Gitu ya.
06:12Baik.
06:15Lalu belum lagi,
06:16misalnya ada kuncian lain,
06:17ada yang gangguan bawah laut.
06:18Kedua,
06:20kenapa kemudian Amerika Serikat
06:21tidak mau berani ke dalam?
06:23Karena mereka juga berhitung.
06:24Satu,
06:25ada kemampuan perang ranjau.
06:26Kedua,
06:27ada perang,
06:28apa,
06:28swarm attack-nya.
06:29Yang ini kecil,
06:31tapi bergrombol,
06:32itu jelas membahayakan.
06:33Ini,
06:34alat-alat murah,
06:35itu akan menyerang alat-alat mahal.
06:37Ini juga jauh,
06:38mereka berhitung.
06:39Itulah kenapa kemudian,
06:41misalnya,
06:41blok ada itu kan dilakukan di Semenanjung A,
06:44di Laut Arab,
06:44dan Samudera India.
06:45Dia tidak mau berani meraksa ke dalam.
06:48Belum lagi,
06:48misalnya,
06:49kalau kita lihat,
06:50bagaimana kapal induk George Bush,
06:53misalnya,
06:53dia harus memutar ke bawah Afrika.
06:55Dia tidak mau,
06:56kenapa?
06:57Karena takut.
06:58Jadi,
06:58ada kalau diperhitungkan.
07:00sekalipun,
07:01misalnya,
07:01Iran itu dibilang sudah turun,
07:03apa namanya,
07:04kapabilitasnya,
07:05tapi tetap diperhitungkan oleh Amerika.
07:06Oke, kami tangkap.
07:07Dan itu sudah sehat aktif.
07:08Baik.
07:09Mas Anton,
07:10terima kasih untuk ulasannya di program Kompas Malam.
07:13Pengamat Militer Center for Intermastic and Diplomatic Engagement,
07:16atau CIDE Anton Ali Abbas.
07:18Terima kasih untuk ulasannya, Mas Anton.
07:19Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan