Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mengungkap adanya motif ekonomi di balik kekerasan dan perlakuan tak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta. Pengelola menerima sebanyak mungkin anak untuk mengejar pemasukan.

Polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka, dari ketua yayasan, kepala sekolah daycare, dan 11 pengasuh.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyatakan akan mendalami motif para pelaku yang tega pada anak-anak asuh.

Salah satu orang tua korban yang telah menitipkan anaknya sejak usia 2 bulan hingga 3 tahun menceritakan kejanggalan-kejanggalan, di antaranya terdapat luka.

Polisi masih mendalami kasus ini termasuk sosok pemilik yang diduga seorang hakim.

#hakim #daycare #kekerasan

Baca Juga Kasus Daycare di Yogya, PN TAIS: Hakim Akui Lalai Pinjamkan Data Pribadi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/666068/kasus-daycare-di-yogya-pn-tais-hakim-akui-lalai-pinjamkan-data-pribadi-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666069/kasus-kekerasan-di-daycare-menteri-pppa-ditarget-pemasukan-yang-banyak-kompas-petang
Transkrip
00:00Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyatakan akan mendalami motif para pelaku hingga tega pada anak-anak asu
00:09ini.
00:10Pertinya adalah motif ekonomik. Kemudian, kenapa begitu teganya?
00:17Ya, karena yang ditarjet adalah pemasukan yang banyak, sehingga dia menghalalkan beberapa ecak.
00:24Mungkin pertanyaan kita semua adalah, di mana hati menulani seorang perempuan?
00:32Dia punya anak, dia mungkin punya cucu, tetapi dia melakukan hal-hal yang seperti itu.
00:38Dan ini sedang kita dalam bersama.
00:42Salah satu orang tua korban yang telah menitipkan anaknya sejak usia 2 bulan hingga 3 tahun menceritakan kejanggalan-kejanggalan di
00:49antaranya terdapat luka.
00:52Anak kami kebetulan sudah 3 tahun dari usia 2 bulan, 3 tahun lebih 3 bulan sekarang, dari usia 2 bulan
01:00sudah kena di luka disana.
01:01Mas tadi kan sempat cerita ada luka juga ya, tadi disampaikan.
01:05Ada beberapa sih dari proses kami seluruh lebih 3 tahun memang ada beberapa berkaitan dengan luka-luka.
01:23Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk sosok dewan penasehat yang diduga seorang hakim.
Komentar

Dianjurkan