00:00Proses evakuasi para korban kecelakaan kereta api di Bekasi berlangsung dramatis dilakukan tim SAR gabungan.
00:07Sementara Presiden dengan tegas meminta investigasi menyeluruh soal penyebab kecelakaan kereta api Bekasi.
00:14Kita bahas di Kompas Petang bersama dengan Kepala Kantor SAR Jakarta, Desi Anakartika Bahari, dan Ketua Umum MTI, Haris Muhammadun.
00:24Selamat sore, Mas Haris. Mbak Desi, selamat sore.
00:28Selamat sore, Audrey. Selamat sore, Mbak Audrey. Selamat sore, Mbak Desi.
00:33Mbak Desi, tentu kami di sini ingin mengetahui proses evakuasi yang berjalan sejak Senin malam sampai Selasa, butuh waktu belasan
00:43jam.
00:44Seperti apa waktu itu kesulitan evakuasinya? Mbak Desi.
00:48Ya, baik. Baik, terima kasih dari info awal yang kami dapatkan itu sekitar pukul 21.24 ya, itu tanggal 27
00:57malam.
00:57Dan kami langsung merespon dari unit Siaga Sar Bekasi, unit kami yang terdekat itu jaraknya sekitar tidak sampai lah, pokoknya
01:0510 menit sudah sampai.
01:06Dan kami langsung melakukan asesmen di situ, dan ternyata ada beberapa korban yang masih selamat, dan itu kondisinya terhimpit atau
01:15terjepit oleh material dari kereta.
01:17Kemudian kami lakukan evakuasi segera mungkin dengan melihat juga kondisi, dengan kehati-hatian, dan kami juga memperhatikan ya agar supaya
01:28tidak ada istilahnya untuk kami evakuasi dalam keadaan utuh gitu ya, tidak ada yang teramputasi.
01:34Sehingga itu perlu pelan-pelan kami lakukan dari mulai jam 10 sampai dengan jam 7.30 sudah selesai semuanya, baik
01:42yang hidup dan meninggal.
01:43Mungkin itu yang bisa kami sampaikan sebentar.
01:47Oke, Mbak Desi ini kita sekarang putarkan kembali Mbak Desi dan kawan-kawan, ini pada saat apa nih, malam hari,
01:55dini hari atau gimana Mbak Desi, di visual ini Mbak Desi?
01:59Ya ini pada saat kita akan memotong itu material untuk mengangkat salah satu korban ya, kakinya masih terjepit material, itu
02:08ada yang di atas juga mungkin tampak reruntuhan yang memang tidak stabil ya, jadi kami bersihkan dulu, itu kan sambil
02:15kami nanti potong yang dibawa.
02:17Dengan alat ekstrikasi begitu.
02:19Oke, Mbak Desi, jadi pada saat melakukan langsung evakuasi ketika mendapatkan telpon, Tim Sar apakah juga menganalisa terlebih dahulu kesulitan
02:29-kesulitan?
02:29Karena kan secara kasat mata ini pasti sulit sekali ya Mbak Desi ya, untuk menyelamatkan sebanyak mungkin korban.
02:40Pastinya pada saat kami sudah ke lokasi itu membawa peralatan yang diduga itu kalau kres berarti kan ada yang terhimpit
02:48ya atau terjepit berarti yang kami bawa peralatan ekstrikasi dan juga beberapa alat medis untuk pertolongan pertama.
02:54Dan pada saat di lokasi memang itu kami lihat semua sudah beberapa sudah terevakuasi tinggal yang ada di gerbong yang
03:01dilihat sekarang ini yang perlu waktu karena materialnya juga cukup keras sehingga kami harus perlahan-lahan karena disitu ada kaki
03:10korban ya.
03:10Jadi supaya tidak mengenai itu harus dengan teknik yang khusus lah disini yang kami lakukan begitu.
03:16Mohon maaf mungkin tidak dimension terlalu detail Mbak Desi, tapi kalau kita lihat kan ada juga yang langsung mendapatkan tabung
03:24oksigen ya saat itu bagaimana cerita warga sesak nafaskah atau seperti apa?
03:30Ini juga teman-teman Tim Sar juga mendapatkan oksigen ya Mbak Desi?
03:34Ya betul, pada saat itu memang banyaknya orang ya sebenarnya di sekitaran lokasi sehingga udara itu sangat sedikit yang masuk
03:42gitu pada malam itu sampai dengan linih hari dan dari damkar itu ada blower yang mereka juga bantu dan juga
03:49beberapa kipas angin itu bisa dilihat dari tangga dan untuk korban ini pakai oksigen memang tadi untuk sirkulasi udaranya dan
03:58juga dapat lebih fresh ya mereka sambil kami juga melakukan evakuasi.
04:03Juga dibantu dengan dokter disitu ada para medis yang memang stand by untuk menstabilkan korban dan juga memang ada beberapa
04:11yang korban menyampaikan sakit gitu ya mungkin sudah lama untuk ingin cepat pulang gitu ya cepat dievakuasi tapi kami harus
04:20lakukan ini perahan-lahan dulu karena tidak mudah gitu jadi bertumpuk-tumpuk disitu kondisinya itu di gerbong yang ini dan
04:27kebetulan semuanya wanita pula gitu.
04:31Pada saat secepat mungkin ya pasti tim SAR kan ingin kemudian menyelamatkan korban secepat mungkin supaya banyak korban yang selamat
04:39begitu ya tapi satu sisi juga tadi memang kendala yang dihadapi pada saat banyak sekali material-material yang membuat kesusahan
04:48tim evakuasi.
04:49Gimana Mbak Desi ketika banyak sekali yang ingin menyelamatkan kemudian ketepatan itu bagaimana caranya bisa memilih?
04:56Ya baik. Dengan kompetensi khusus disini juga langsung dipimpin oleh Kepala Basar Ras selaku SAR koordinator juga langsung menghandle semua
05:05bagaimana itu mulai dari proses pemotongan di posisi dekat korban sampai dengan selesai.
05:13Itu juga beberapa hal yang kita lakukan secara terus-menerus dengan penggantian shift dari tim yang kami sudah bagi jadi
05:21ada selalu kelelah gantian, lelah gantian seperti itu.
05:26Karena alatnya cukup berat juga untuk mereka pegang gitu.
05:29Oke, nah bukan hanya masalah evakuasi yang menjadi titik poin krusial pada saat menyelamatkan sebanyak mungkin korban kecelakaan tetapi juga
05:37harus mendalami dugaan penyebab pasti kecelakaan terjadi dan Presiden Prabowo pun sudah memerintahkan untuk menginvestigasi lebih lanjut dan harus juga
05:47diketahui seperti apa sebenarnya duduk permasalahannya.
05:50Saya mau nanya ke Mas Haris. Mas Haris ini berbagai spekulasi sudah bermunculan. Ada yang mengatakan bahwa karena dari taksi
06:00begitu yang mendadak mati di tengah rel kemudian juga ada spekulasi lainnya.
06:06Gimana cara memetakan bahwa apakah rangkaian demi rangkaian kecelakaan ini menjadi akhirnya linear artinya karena yang awal apakah ini bisa
06:16saling berkaitan dengan kejadian yang B?
06:20Ya, sebelum saya menyampaikan ulasan, saya pikir saya mesti disclaimer dulu karena KNKT sekarang juga sedang menyelidiki penyebab masalah terjadinya
06:33kecelakaan yang ada di stasiun Bekasi Timur.
06:36Namun demikian, kalau kita telusuri dari root cause-nya atau bakar masalahnya adalah sebetulnya kita akan tahu bahwa berdasarkan Undang
06:48-Undang Perkeretabian nomor 23 tahun 2007,
06:52kan persoalan perlintasan sebidang ini harus sudah tidak ada lagi sebetulnya dengan ada mandat daripada Undang-Undang Perkeretabian tersebut.
07:03Artinya adalah ketika ada pun harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, yaitu palang pintu, kemudian juga early warning system, kemudian
07:13juga petugas yang ada di sana.
07:16Nah, namun demikian tentunya tugas utama kita semua, artinya adalah di perlintasan sebidang ini memang membutuhkan anggaran yang cukup besar
07:29untuk menjadikan tim simpang tidak sebidang,
07:32apakah itu flyover maupun anggar terpas.
07:35Tapi intinya adalah itu merupakan mandat yang harus diselesaikan.
07:40Oke, tapi kalau menurut analisa Anda, Mas Haris, tanpa mendahului investigasi dari KNKT,
07:48kira-kira apakah ada keterkaitan yang sangat jelas Anda lihat antara satu peristiwa yang awal,
07:55yakni taksi ini kemudian berhenti di rel kereta, dengan peristiwa kedua?
08:01Ya, ya sudah bareng tentu pasti, karena gini, sebetulnya ketika ada sistem yang gagal di listrik, ya, kendaraan listrik,
08:12itu kan perlu ditelusuri apakah kegagalan sistem ini akibat human error dari pengemudi yang biasa atau tidak biasa
08:22menggunakan atau mengoperasikan mobil listrik tersebut, gitu ya.
08:28Ini berarti untuk pengomoditasi, ya?
08:31Ya, betul. Itu kan harus ditelusuri apakah itu human error atau dari kendaraan listriknya,
08:36atau mungkin dari sisi infrastrukturnya, yaitu perlintrasannya.
08:41Ini kan banyak hal yang menjadi penyebab itu.
08:44Tapi ketika itu pun sudah terjadi, misalnya, kan mestinya ada SOP, ya,
08:50SOP yang dikeluarkan oleh otoritas, apakah itu kementerian berhubungan,
08:55dalam hal ini dijen berhubungan darat, atau korlantas, misalnya.
08:59Kalau terjadi, misalnya, sistem gagal listrik di, apa, perlintasan sepedang,
09:04apa cara berpindaknya?
09:06Nah, ini kan mesti satu hal lagi.
09:09Nah, hal berikutnya adalah, ketika oke itu sudah ada gangguan di perlintasan sepedang,
09:15maka sistem yang bekerja adalah sistem persinyalan atau proteksi pengamanan dari operasional perkeretakan itu sendiri.
09:22Nah, ini yang tentunya, sistem yang kedua ini juga harus dilihat, gitu loh.
09:28Berarti antara satu peristiwa awal, Mas Haris, sorry,
09:32berarti antara satu peristiwa awal yang taksi itu,
09:34dan kemudian yang kedua ketika kereta Argo Bromo menabrak komoter lain,
09:39ini saling keterkaitan, Anda duganya seperti itu?
09:42Ya, betul.
09:43Karena gini, kalau satu sistem gagal, ya,
09:45katakanlah misalnya, oke ini sekarang sedang ada evakuasi, misalnya,
09:50atau sedang ada kerumunan,
09:52berarti kan ada obstacle dalam pergerakan perjalanan kereta api.
09:56Nah, mesti ada sistem yang kedua,
09:59yaitu proteksi keamanan perjalanan kereta api,
10:02yaitu persinyalan dan telekomunikasinya,
10:05itu harus jalan, gitu loh.
10:07Kan kita tahu nih,
10:08mesti ada upgrade lah,
10:10katakanlah sistem itu.
10:12Kita banyak sekali pelajaran lah,
10:14ketika misalnya kereta cepat Jakarta-Bandung misalnya,
10:19ada katakanlah biawak saja yang ada di jalur mereka,
10:23itu langsung berhenti,
10:24ada otomasi, ada alert, gitu loh.
10:26Nah, ini kan mestinya,
10:28karena ini belum upgrade,
10:30maka SOP-nya, standarnya,
10:33itu yang mestinya harus diinvestigasi lebih lanjut,
10:37apakah misalnya petugas-petugas
10:39yang harus berkomunikasi
10:40di Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur
10:42yang bertanggung jawab terhadap persinyalan,
10:44itu sudah bekerja sesuai dengan SOP enggak, gitu loh.
10:47Nah, ini kan perlu kita tunggu diinvestigasi KNKT.
10:50Berarti ini artinya masih menyeluruh
10:52dan kemudian masing-masing masih tanda-tanya ya,
10:56apakah ada hubungannya dengan SOP yang dijalankan sudah baik atau belum,
11:00persinyalan, termasuk juga dengan keadaan sopir
11:02dan kendaraan listrik taksi tersebut ya.
11:04Terima kasih kalau gitu untuk ulasannya,
11:06Mas Haris, Mbak Desi, selamat petang, Bapak dan Ibu.
11:10Terima kasih.
Komentar