Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
BEKASI, KOMPAS.TV - Setelah lebih dari 18 jam pasca kecelakaan, taksi listrik yang diduga menjadi penyebab tabrakan maut dua kereta di Stasiun Bekasi Timur akhirnya dievakuasi petugas pada Selasa (28/4/2026) sore.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan crane dan tali pengait untuk mengangkat bangkai kendaraan yang berada di pinggir rel dengan kedalaman lebih dari dua meter.

Petugas sempat kesulitan dalam upaya evakuasi lantaran banyaknya kabel untuk memindahkan ke titik yang lebih tinggi. Setelah lebih dari dua jam berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi bangkai kendaraan.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII Rieke Diah Pitaloka yang datang ke lokasi kecelakaan mengaku prihatin atas insiden yang banyak memakan korban. Dirinya juga meminta kasus kecelakaan maut yang diduga dipicu akibat taksi listrik diusut tuntas.

Video Editor: Joshua


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665952/taksi-listrik-diduga-pemicu-kecelakaan-kereta-dievakuasi-rieke-pdip-bilang-begini
Transkrip
00:01Lewat, lewat
00:33Tentu pertama mengucapkan turut bela Sungkawa untuk semua korban dan keluarganya
00:38Dan yang tewas semoga diterima di sisi Allah yang mahu kuasa
00:42Dan tentu saja ini adalah duka bagi Indonesia
00:46Namun demikian kita harus terus bergerak
00:49Dan saya mendesak agar persoalan ini diusul dengan tuntas
00:53Persoalan keselamatan penumpang adalah persoalan ham warga negara
00:58Karena setiap rakyat berhak untuk melakukan mobilitas dengan transportasi publik
01:04Terutama dalam keadaan aman
01:05Namun demikian tentu saja ini bukan hanya persoalan kecelakaan biasa
01:10Ada persoalan yang juga menurut saya harus segera diusul tuntas adalah terkait perusahaan Green SM-nya
01:17Kalau saya mencoba untuk menganalisis untuk sementara
01:21Saya menemukan beberapa persoalan yang saya kira perlu menjadi perhatian serius
01:26Bahwa perusahaan ini adalah perusahaan yang berkantor
01:30Kantor pusatnya ada di Vietnam kurang lebih seperti itu
01:33Dan kemudian mengajukan izinnya bulan Januari 2024
01:37Lalu kemudian 15 Maret 2024 sistem OSS secara resmi menerbitkan nomor induk berusaha
01:45Untuk PT.SAN HSM Green and Smart Mobility Indonesia
01:50Dan kalau saya tidak salah mereka sudah beroperasi bukan hanya di Jabodetabek
01:55Tetapi juga di Surabaya dan Makassar
01:57Dengan kejadian ini dan kalau kita lihat bagaimana teman-teman netizen juga menelusuri
02:03Bahwa ada beberapa kecelakaan yang melibatkan perusahaan taksi ini
02:09Dan kalau kita lihat ini sesuatu yang tidak bisa dianggap enteng
02:14Saya melihat ada satu kejanggalan
02:16Ada indikasi kejanggalan bagaimana di tengah taksi Indonesia sendiri
02:22Dalam keadaan cengap-cengap susah mau bertahan
02:25Tiba-tiba ada perusahaan taksi dari luar dengan izin yang mudah
02:29Januari diajukan 15 Maret kemudian keluar OSSnya
02:33Lalu kemudian sekitar Desember 2024 di tahun yang sama
02:37Launching untuk beroperasi
02:39Dan kalau kita telusuri saya belum menemukan izin operasionalnya keluarnya kapan
02:43Kalau izin operasionalnya keluar di akhir tahun 2025
02:48Berarti dari akhir tahun 2024 sampai 2025 ini juga ada persoalan
02:53Di sisi lain saya juga mendesak KPPU untuk segera menyelidiki
02:57Ada kemungkinan predatory pricing yang melibatkan perusahaan ini
03:04Ini masalah serius
03:05Jadi tidak bisa setengah-setengah
03:08Betul saya sangat mengapresiasi berbagai pihak
03:11Menyatakan bela Sungkawa dan kemudian KNTT sedang melakukan investigasi mendalam
03:17Kita hargai tapi kami mendesak
03:19Menurut saya saat ini adalah yang juga tidak kalah penting
03:23Bekukan izin operasi dari Green SM sampai jelas duduk perkara
03:28Persoalan yang melibatkan kecelakaan sampai meninggalnya 15 orang
03:33Terkejut gak warga?
03:41Satu langkah lebih dekat
03:42Satu langkah lebih mencerahkan
03:45Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda
03:51Terima kasih telah menonton!
03:51Terima kasih telah menonton!
03:52Terima kasih telah menonton!
03:52Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan