- 2 hari yang lalu
Ratusan nelayan di pesisir Jakarta melakukan aksi demo menyuarakan kekhawatiran pembangunan yang mengancam wilayah mata pencaharian mereka.
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:24Nasi pelayan di Teluk Jakarta kian hari, kian memprihatinkan laut yang sudah sejak lama,
00:29menjadi tempat bersandar bagi para nelayan, kini tak hanya terselibuti oleh lautan, namun juga terkepung oleh pembangunan daratan.
00:38Kawanan nelayan melakukan perlawanan bukan dengan unjuk rasa di jalanan, namun suara-suara lantang berkema di atas lautan.
00:46Pembangunan tol laut dan reklamasi yang kian marak di daerah Teluk melahirkan kekhawatiran bagi warga pesisir yang kian merasa tersingkir.
00:53Lalu bagaimana peran negara untuk memastikan hamparan laut tetap menjadi sandaran hidup bagi para nelayan?
01:00Ini live episode ke-69, Dipo Investigasi.
01:03Saya Dipo Terbahagia, saya akan menelusuri dan mencari bukti secara langsung dari pesisir utara Teluk Jakarta.
01:31Apakah hanya tol laut satu-satunya yang kemudian diprotes oleh para nelayan atau justru proyek reklamasi?
01:38Reklamasi, betul. Karena itu.
01:40Nelayan-nelayan makin nyari ikannya makin jauh, apalagi kalau misalkan ada tol laut kita jalan atau keluar ke Kalibaru,
01:46sudah makin banyak minyaknya yang dituarin, pastinya.
01:49Berdampak, Pak, pada pendapatan?
01:51Minyaknya banyak proyek, ibaratnya pendapatan juga kalian yang mengimbangkan,
01:55tidak sesuai dengan perbatalan.
01:59Mengapa pada akhirnya para nelayan memutuskan untuk melakukan aksi di tengah laut?
02:04Karena sosialisasi buat kita tidak ada, tahu-tahu sudah jadi.
02:08Dari keresahan teman-teman nelayan, itu kesusahannya sama, akses jalan.
02:13Dan itu tiang pancangnya.
02:14Dan ini yang disebut oleh para nelayan, mempersepit akses pada saat melaut.
02:25Ya, itu bisa dilihat ya, proses dari pemancangan tiang pancang dari tol laut yang saat ini terus berjalan,
02:32meskipun sudah ada protes ya, yang dilayangkan oleh para nelayan.
02:36Saya akan coba datangin ya, saudara, pihak PT PF2 yang sedang melakukan pembangunan tol laut.
02:42Pak, izin, Pak.
02:43Dari Kompas TV, boleh ngobrol sebentar, Pak.
02:51Dulu, waktu sebelumnya ada reklamasi ini,
02:55ibaratnya nelayan bisa untuk mencari ikan di lokasi daratan ini.
02:58Sekarang, semenjaknya ada reklamasi ini, nelayan nggak bisa untuk mencari napka.
03:02Bisa dilihat itu ada beberapa ekskavator ya, yang sedang menguruh.
03:08Jara-jara tiang yang kecil-kecil pun ada yang kuat sampai 5 meter,
03:12supaya kapal-kapalnya tidak berang kecil.
03:14Kita bisa selamatkan.
03:16Setahu saya, Ambilal itu sudah diperoleh berkandung tahun 2023.
03:29Ketika proyek-proyek reklamasi berjalan di sepanjang Teluk Jakarta,
03:34itu pasti akan menambah jauh jarak tempuh mereka untuk melakukan kegiatan penangkapan berikanan.
03:41Apakah bisa dikatakan bahwa saat ini nasib nelayan kita masih dianaktirikan oleh pemerintah?
03:47Kalau bilang dianaktirikan, pasti iya.
03:52Penyampaian pendapat oleh warga Indonesia itu merupakan salah satu bagian demokrasi.
03:59Semua masukan akan kami tampung.
04:01Mengapa proyek yang dibangun di Teluk Jakarta seolah menganaktirikan nelayan sehingga melahirkan sebuah masalah?
04:12Terus saya berada di kawasan Tanjung Priuk Jakarta Utara, lokasi yang selalu dipenuhi oleh kendaraan.
04:18Saya akan tunjukkan, lokasi ini juga selalu dipadati oleh kendaraan truk kontainer ataupun truk bermuatan besar.
04:26Saya akan tunjukkan, saudara. Ini adalah antrean truk yang akan menuju ke pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
04:35Bahkan pada tahun lalu, ataupun tepatnya pada April 2025,
04:40kemacetan parah di area ini sempat terjadi bahkan hingga dua hari, saudara.
04:46Oleh karena itu, pemerintah dan juga pihak-pihak terkait akhirnya mencari sebuah solusi
04:53dengan membangun jalan tol laut ataupun New Priuk Eastern Access
04:59yang nantinya diberfungsikan untuk mengurai kemacetan yang ada di sepanjang Jalan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
05:09Dan menariknya, saudara, pembangunan tol laut yang bersanding manis dengan proyek reklamasi
05:13pembangunan pelabuhan dermaga PIR-3 Marunda mendapat protes dari nelayan.
05:20Bahkan mereka melakukan aksi demonstrasi tidak di daratan, saudara, namun di atas lautan.
05:28Pada selasa 14 April 2026, para dekapal nelayan terlihat berjejer
05:33mengarah keluar dari Muara Cilincing, Jakarta Utara.
05:37Kapal ini bukan bertujuan mencari ikan,
05:39namun mereka berlayar untuk melakukan aksi demonstrasi yang tak biasa.
05:43Mereka menggelar aksi demonstrasi di atas lautan.
05:48Tak hanya bersuara lantang di atas laut,
05:50para nelayan juga membentangkan sepanduk di tiang-tiang panjang tol laut
05:53yang bertuliskan, masyarakat pesisir tak akan terusir.
05:58Aksi yang tak biasa ini dilakukan sebagai bentuk protes dan perlawanan para nelayan
06:02terhadap pembangunan di sekitar Muara Cilincing,
06:05mulai dari pembangunan tol laut hingga reklamasi dermaga PIR-3 Marunda.
06:08Keberadaan proyek ini dinilai mengancam mata pencarian nelayan
06:13hingga membuat keberadaan mereka perlahan kian tersingkir.
06:17Pembangunan tol laut atau New Priuk Eastern Access
06:19merupakan proyek strategis pemerintah yang diprakarsai PT Pelindung
06:23dengan anggaran mencapai 6,6 triliun rupiah.
06:27Tol laut Tanjung Priuk dibangun sepanjang 6,6 km
06:30menghubungkan jalan tol Cibitung-Cilincing ke terminal kali baru
06:33Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
06:35Pembangunan tol laut di Tanjung Priuk bertujuan untuk mengurai kepadatan
06:38seiring meningkatnya aktivitas truk kontainer
06:41yang hendak masuk atau keluar area pelabuhan.
06:44Sementara di sebelah tiang panjang tol laut
06:46reklamasi nampak mementang di pesisir kawasan Tanjung Priuk.
06:49Reklamasi tersebut merupakan pembangunan pelabuhan
06:52atau dermaga PIR-3 Marunda
06:54yang dibangun oleh PT Kare Citra Nusantara
06:56yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.
07:00Laut yang disulap menjadi daratan ini
07:02disebut oleh nelayan telah mempengaruhi penghasilan mereka.
07:16Setelah saya tiba di kampung nelayan Cilincing,
07:20Jakarta Utara yang menjadi lokasi tempat tinggal para nelayan
07:23yang tentu bekerja setiap hari di area pesisir.
07:26Tempat ini juga sedara,
07:27menjadi awal mula kegelisahan
07:30dari sejumlah pihak
07:31yang kemudian merasa kian tersingkir
07:34akibat sejumlah proyek yang dibangun di daerah pesisir.
07:37Saya akan melakukan investigasi, sodara,
07:40secara langsung untuk melihat seperti apa
07:42tiang-tiang panjang tol laut
07:44termasuk juga reklamasi pembangunan pelabuhan
07:47dermaga PIR-3 Marunda.
07:49Tapi saya tidak akan sendiri,
07:50saya bersama dengan Bang Edy,
07:53selaku ketua komunitas nelayan Cilincing,
07:54dan juga dengan Pak Wasran, nelayan dari
07:57kampung nelayan Cilincing.
07:59Bapak-bapak, terima kasih untuk waktunya.
08:01Pertama, saya ingin tanyakan dulu ke Bang Edy dan Pak Wasran.
08:04Bang Edy dan Pak Wasran pada 14 April
08:06mengikuti aksi demonstrasi di tengah laut?
08:08Ikut, saya ikut.
08:09Pak Wasran juga, Pak?
08:10Ikut.
08:10Yang menjadi pertanyaan adalah bahwa aksi tersebut
08:14tidak bisa dianggap biasa,
08:15karena suara-suara lantang itu tidak disuarakan di daratan,
08:19melainkan di atas lautan.
08:20Saya ingin tanyakan, apakah aksi tersebut
08:22menggambarkan kekhawatiran dari masyarakat pesisir
08:26yang seolah kian hari semakin terasa tersingkir dan terusir?
08:29Betul.
08:30Betul.
08:30Di sini kita ngerasanya itu,
08:32kita nggak dikasih akses untuk keluar masuk
08:34yang enak buat nelayan.
08:36Oke.
08:37Jadi akses tembok kiri-kanan 40 meter,
08:40tapi ujungnya kecil, jadi kayak corong.
08:42Walaupun ada dari pemerintah pembangunan,
08:46minimal ada sosialisasi juga buat kita nih, para nelayan.
08:50Mau dibuat apa kampung kita,
08:52mau dijadikan apa kampung kita.
08:53Pak Wasran, ketika melaut, Pak?
08:56Melaut.
08:57Tentu akses satu-satunya ini apa ya?
08:58Iya.
08:59Dan tol laut itu menganggu aktivitas Bapak dalam berlayar.
09:02Ibaratnya untuk nelayan itu,
09:04ya terasa terganggu.
09:05Terganggu?
09:06Kalau kampungnya dipersempit, gitu.
09:07Kalau bisa, akses keluar masuk itu jangan sampai dipersempit, gitu.
09:12Soalnya itu akses cuma satu-satunya,
09:14satu jalur doang untuk keluar masuknya nelayan.
09:17Karena di ujungnya kecil,
09:19terus angin bisa dari mana aja,
09:21water beach itu kan terbuat dari batu.
09:23Kapal kita kan dari kayu.
09:25Saat ada ombak yang nerpa,
09:27kena bisa ancur kapal kita.
09:30Saya ingin tanyakan,
09:31apakah hanya tol laut satu-satunya
09:33yang kemudian diprotes oleh para nelayan
09:35atau justru proyek reklamasi?
09:38Pembangunan dermaga PIR 3 Marunda
09:39juga menjadi keluhan masyarakat?
09:41Reklamasi, betul.
09:42Karena itu.
09:43Di sana dampak reklamasi itu kan pasti air,
09:46karena pengurukan itu bakal kemana-mana.
09:48Nelayan-nelayan makin nyarikannya makin jauh.
09:50Apalagi kalau misalkan ada tol laut sama reklamasi ini,
09:53tetap kita jalan akses keluar ke Kali Baru,
09:55udah makin banyak minyak yang dikeluarin, pastinya.
09:58Oke.
09:58Berdampak Pak pada pendapatan?
10:00Ya, tetap berdampak.
10:02Semenjaknya banyak proyek,
10:04istilahnya ada pembangunan yang lagi dibangun,
10:07ibaratnya pendapatan juga kayaknya
10:08nggak ngimbangin,
10:10nggak sesuai dengan perbakalan.
10:12Kalau dulu kita maunya risiko untuk perbakalan 200 itu,
10:16pendapatan kita kata kadang-kadang bisa-bisa 400,
10:18600, 600 itu kan bisa kita untuk nutupi perbakalan gitu.
10:22Masih ada lebihnya lah 200 kan gitu.
10:24Kalau sekarang kita udah modal ke tengah,
10:26biayanya 400,
10:28kadang-kadang penghasilannya belum tentu dapat peratus.
10:41Berapa orang Bang Indi dan Pak Waslan
10:43yang kala itu melakukan aksi demonstrasi 14 April 2026?
10:47Estimasi itu ada 15 sampai 20 perahu,
10:51tapi dalam satu perahu itu ada berbagai nelayan.
10:53Estimasi itu 80 sampai 100 orang kemarin.
10:5580 sampai 100 orang?
10:57Betul.
10:57Oke, ini akses masuk ya?
10:59Boleh kita lihat ya?
10:59Silahkan.
11:00Oke.
11:00Kita akan langsung menuju ke perahu
11:02agar bisa langsung melihat seperti apa
11:05tiang-tiang panjang tol laut
11:06yang ada di kawasan
11:07Ngora Cilincing ini, saudara.
11:17Saya lihat ini air laut ya?
11:20Bahkan berwarna hitam.
11:21Apa yang terjadi?
11:22Limbah.
11:23Limbah?
11:24Nah, kenapa nelayan lebih jauh sekarang nyarinya?
11:27Karena ya mungkin limbah dari mana kita nggak tahu nih.
11:29Dulu sebelum banyak perusahaan itu, kita masih bisa ada ikan di sini.
11:33Di sini masih bisa ada ikan?
11:34Masih, masih nggak ada ikan.
11:35Ubur-ubur masih banyak di depan ujung sana, itu ubur-ubur.
11:38Masih bisa mancing di ujung laut sana juga masih bisa banyak ikannya.
11:48Kita akan coba lebih mendekatnya untuk melihat seperti apa proyek dari pembangunan tol laut dan juga reklamasi pelabuhan dermaga PR3
11:57Marunda.
11:58Mengapa pada akhirnya para nelayan memutuskan untuk melakukan aksi di tengah laut?
12:05Karena sosialisasi buat kita nggak ada.
12:07Tahu-tahu udah jadi.
12:08Dari keresahan teman-teman nelayan, dari teman-teman nelayan yang ada di kampung nelayan 1, kampung nelayan 2 di sebelah
12:15sana,
12:15Nah, itu kesusahannya sama, akses jalan yang nanti bakal kita lewatin ini.
12:20Dan itu tiang panjang ya?
12:21Bang, ini di bawah sana.
12:22Betul.
12:23Dan ini yang disebut oleh para nelayan mempersepit akses pada saat melaut.
12:29Keluar masuk ya, bawah sana.
12:43Saya akan tunjukkan sekali lagi, saudara.
12:45Ini adalah proyek reklamasi pembangunan dermaga PR3 Barunda.
12:49Sementara di sampingnya persis adalah tiang panjang dari tol laut yang sudah terpasang ya.
13:00Di area laut ini.
13:01Oke.
13:03Dan ini kurang lebih berapa meter, Pak?
13:05Jarak dari pesisir ke tiang ini?
13:08Dari sini kemari, Pak.
13:09Ini sekitar berapa?
13:11Itu ada dari sekitar 20.
13:1420 sampai 30 meteran.
13:1620 sampai 30 meteran?
13:18Dari tembok sini ketemu?
13:20Ujung.
13:21Ujung yang panjang itu ya?
13:23Dan jarak kurang lebih 20 meter itu tidak cukup untuk jalur keluar masuk?
13:27Soalnya di sini kan ombaknya terlalu gede.
13:30Kalau musim barat ini kan ombak itu benturan gitu.
13:32Oke.
13:33Jadi posisinya perahu kan kalau menyedari ombak di sini kan nganemnya ke sana.
13:37Nganemnya ke sana, Pak.
13:38Karena misalnya ada dam.
13:40Sebenarnya kan perahu bentur dam itu.
13:43Jadi itu ada tulisan jalur perahu ya?
13:45Iya.
13:45Artinya hanya satu-satunya akses melalui jalan ini.
13:49Yang hanya memiliki lebar kurang lebih 20 meter.
13:51Dan itu ada sepanduk yang dipasang, Bang Edi, bertuliskan warga pesisir tak akan terusir.
13:59Apa maknanya?
14:00Sebelum jauh teman-teman yang bangun tol ini dan reklamasi itu, kita udah di sini.
14:07Jadi kita nggak pengen pindah.
14:09Kita nggak pengen pergi dari tempat kita.
14:11Karena yang dititipin sama orang tua kita jaga tempat kita, jaga laut kita.
14:16Ada juga tulisan-tulisan ada pekerjaan pemancangan dan juga ada instruksi untuk kemudian mengurangi kecepatan perahu ketika melintas.
14:25Ini sudah ada dari bulan?
14:28Sebelumnya kuasa pemancangan.
14:30Sebelum kuasa?
14:32Ya kalau mau pemancangan ini adanya di posisi pengaruhan itu aja lurus.
14:37Mending nggak terlalu kemari gitu.
14:40Dan sekali lagi, saya ingin tekankan karena klaim dari pihak PT PP ataupun PT Pelindo sudah melakukan sosialisasi kepada para
14:48nelayan.
14:48Ini dibantau oleh Pak Edi dan juga Pak Wasna.
14:51Pemberitahuan pertama aja, tanggal 8 Agustus di tahun kemarin, 2025.
14:56Kesini kita nggak ada sosialisasi lagi.
14:58Artinya hanya satu kali?
14:59Satu kali. Bukan sosialisasi dong itu.
15:01Pemberitahuan kalau itu.
15:02Hanya pemberitahuan?
15:03Hanya pemberitahuan.
15:03Tidak dijelaskan bagaimana kemudian mekanisme pembuatannya, termasuk jalur-jalurnya.
15:07Dan saya akan tunjukkan ya, itu memang kalau kita melihat dari tengah laut, terlihat jelas bahwa nampangnya rentang jarak 20
15:13meter itu memang tidak besar ya.
15:16Apalagi ketika ada ombak yang berada di daerah pesisir ini.
15:20Kita alam nggak ada yang tahu.
15:22Hujan, badai, angin itu, ya itu yang dibilang tadi sama Pak Wasna.
15:25Kalau misalkan ini ngebentur kan ada NC-NCD itu kan, di bawahnya ada water bridge.
15:30Nah, itu yang jadi masalah buat kita kalau misalkan kita kapal bisa kena sampah, kan berhenti tuh.
15:35Di tengah jalan situ dia minggir, minggir, minggir.
15:39Dan...
15:40Saya akan coba ajak Bang Edi dan Pak Wasna untuk lebih mendekat.
15:45Karena kalau kita lihat ini, sekali lagi, ada tiang pancang yang memang tidak terlalu tinggi.
15:49Kurang lebih mungkin hanya 2 atau 3 meter ya.
15:53Tetapi ada yang menjulang tinggi.
15:55Dan bisa dilihat ya dengan jelas bahwa sedang ada proses pengerjaan.
15:59Sudah ukuran segitu, mas.
16:01Dan itu bisa dilihat ya, proses dari pemancangan tiang pancang dari tol laut yang saat ini terus berjalan meskipun sudah
16:10ada protes ya, yang dilayangkan oleh para nelayan.
16:19Saya akan coba datangnya, saudara.
16:24Pihak PT. PP ataupun PT. Pelindung yang sedang melakukan pembangunan tol laut, saya akan tanyakan sejumlah hal yang kemudian menjadi
16:30kegelisahan dari para nelayan.
16:34Pak!
16:36Dari Kompas TV, Pak!
16:38Pak!
16:43Izin, Pak!
16:44Dari Kompas TV, boleh ngobrol sebentar, Pak!
16:52Kita akan coba tunggu ya, karena tadi ada 2 orang yang nampaknya mencoba kebagian dalam untuk berkoordinasi, tapi saya tidak
16:59tahu apakah saya diizinkan untuk berkomunikasi atau bahkan mungkin untuk turun ya.
17:05Saya sudah menunggu kurang lebih 5 menit sudah, tapi nampaknya belum ada pihak yang kembali lagi untuk memberikan konfirmasi kepada
17:13kami.
17:13Tapi saya akan coba datangnya lagi ya, ada suatu orang yang sedang duduk di pinggir dari tempat pembangunan proyek ya.
17:25Pak!
17:26Pak!
17:28Pak, izin, Pak!
17:29Dari Kompas TV, Pak! Boleh ngobrol sebentar, Pak!
17:31Bahwa seluruh kegiatan NPI dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran aktivitas nelayan, dan keberlanjutan lingkungan.
17:48Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk nelayan sebagai bagian dari penyempurnaan ke
17:59depannya.
18:00Pelindung menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita nelayan di wilayah Cilindri.
18:12Artinya daerah ini, Pak Waslan, dulunya masih daerah tangkapan?
18:15Wah, sebenarnya daerah kelemasi ini, ibaratnya nelayan bisa untuk mencari ikan di lokasi daerah kan ini.
18:20Masih bisa di sini?
18:21Iya, masih bisa di sini.
18:37Pak!
18:39Pak!
18:41Pak, izin, Pak!
18:42Dari Kompas TV, Pak! Boleh ngobrol sebentar, Pak!
18:48Kenapa?
18:50Nggak ada apa?
18:53Nggak ada pengurusnya?
18:55Oh, nggak ada pengawasnya?
18:57Tapi ini masih pembangunan ya, Pak, ya?
19:01Pembangunan sampai jam berapa?
19:05Kenapa?
19:06Jam 5.
19:07Dari jam?
19:10Oke, dari jam 8 ya?
19:13Oke.
19:16Tadi sudah saya coba tanyakan ya kepada salah satu petugas yang memang...
19:20Tampaknya tidak ada pengawas ya, tidak ada pengawas yang bisa memberikan keterangan, tapi tadi informasi yang kami dapat bahwa proses
19:26pemasangan tiang pancang ini dimulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore.
19:33Dan ini adalah proyek strategis nasional ya, yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2023 dan saat ini proses pengawasannya
19:40sedang berjalan.
19:41Artinya memang tidak bisa tidak bahwa jalan ini pasti akan dibangun.
19:47Pasti harus dibangun.
19:49Jaran-jaran tiang yang kecil-kecil pun ada yang buka sampai 6 meter supaya kapal-kapal lacak, kadangnya perang kecil,
19:54kita bisa kelamakan.
19:56Seluruh perizinan yang sebelumnya sudah diberikan dari penduduk kepada kami.
20:01Setahu saya, ambil itu sudah diperoleh Pelingkandu di tahun 2023.
20:07Kita membuka aspirasi selalu, jadi selain sosialisasi yang kita lakukan di awal,
20:13umumnya setiap sebulan hingga 12 selalu, karena kita melaksanakan pertemuan sepatu-sepatu yang memperkenalkan pertemuan yang untuk menjaga.
20:20Jadi kalau nanti ada aspirasi, bisa kita lakukan.
20:24Dan saya akan tunjukkan lagi ya, persis di sebelah dari pembangunan tol laut,
20:29langsung bertemu dengan reklamasi yang kemudian sedang dilakukan untuk membangun pelabuhan dermaga Pirtiga Marunda.
20:37Saya ingin tanyakan, bahwa ada klaim dari PT KCN yang menyebutkan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan di tengah laut oleh
20:45para nelayan tidak ditujukan kepada PT KCN.
20:48Katanya mereka karena pembangunan jembatan, tapi sebenarnya kita bukan ke sana, kita lebih ke sini.
20:58Justru malah lebih ke KCN.
21:00Karena nggak ada sosialisasi ke kita, apa, tahu-tahu sudah jadi.
21:04Kita tanya sama RW sebelum kita melakukan itu, kita investigasi juga, sama kita tanya-tanya juga.
21:09Sama RW, RW 04 itu nggak ada, termonitor ini bakal ada pembangunan perihal masalah KCN.
21:17Dan saya akan tunjukkan ya, segera melalui visual drone, bahwa ada alat-alat berat juga ya,
21:22yang terus melakukan reklamasi ataupun pengurukan agar tanah-tanah ini bisa betul-betul berdiri dan mengubah lautan menjadi daratan.
21:35Saya ingin tanyakan ke Pak Waslan. Pak Waslan, ketika tadi sudah jelas bahwa pembangunan tol laut itu menutup akses nelayan.
21:43Tapi untuk reklamasi ini, kerugian apa yang paling dirasakan nelayan?
21:47Ya, jelas merugian untuk pencarian nelayan kecil ini tidak bisa untuk menangkap ikan.
21:51Tidak bisa untuk menangkap ikan? Artinya daerah ini, Pak Waslan, dulunya masih daerah tangkapan?
21:56Waktu sebelum ada reklamasi ini, ibaratnya nelayan bisa untuk mencari ikan di lokasi daratan ini.
22:02Masih bisa di sini?
22:03Iya, masih bisa di sini.
22:03Udang-udang besar, udang-udang kecil, kepiting, itu kita masih bisa mengguguh tanpa ada jaring dan alat tangkap lainnya.
22:09Cuma sekedar tangan aja.
22:11Masih bisa nyari buat kita makan atau tengah ini.
22:13Sekarang, biaknya ada reklamasi begini, nelayan nggak bisa untuk mencari nafkah di daerah tangan begini.
22:18Itu yang tadi Pak Waslan bilang di awal bahwa daerah tangkapan itu menjadi jauh ke tengah.
22:25Iya.
22:26Karena apa? Karena di daerah tangan ini, lokasinya nggak ada ikan.
22:29Sudah kena reklamasi begini.
22:30Kalau pembangunan tiang panjang untuk tolaun itu baru beberapa bulan.
22:38Untuk reklamasi ini?
22:39Sebenarnya kita nggak tahu ya.
22:41Dari tahu itu setelah udah panjang ke sini, kita baru, teman-teman nelayan itu baru bilang.
22:46Karena belum berdampak.
22:47Karena kalaupun tolaun di sana itu dibangun, masih ada sisi sebelah kiri yang aturan pikiran nelayan masih bisa buat jalan.
22:57Nih, yang diuruk ini, pikiran nelayan, oh yaudah nggak apa, jalan kita ke sana kecil tapi ke sini kita lebih
23:03besar.
23:03Oke, tapi makin ke sini makin ditutup, nah itu ya jadi permasalahan nelayan.
23:08Artinya kalau pembangunan tiang panjang itu baru beberapa bulan, artinya beberapa bulan yang lalu reklamasi tidak sampai sejauh ini?
23:16Butuh waktu 10 hari dari tempat yang di ujung sana, ke sini itu sekitar estimasi 100 sampai 200 meter.
23:25Karena 10 hari?
23:27Dari KCN-nya sendiri, ngerasanya kita udah sosialisasi, kita udah sampaikan sama teman-teman nelayan yang ada di Marunda, di
23:35Kalibaru, di Cerinci.
23:37Karena dia ngambil beberapa paguyuban yang emang mungkin berfungsi dalam hal apa gitu, sampai dia bisa dipanggil gitu kan, tapi
23:46nggak menyeluruh.
23:48Kalaupun KCN sosialisasi mungkin RW saya tuh tahu, RW 04.
23:52Dan sebelum saya bikin aksi itu saya tanya, Pak, KCN ada sosialisasi nggak?
23:57Nggak, kalian?
23:58Nggak ada.
23:59Tidak ada sama sekali?
24:00Tidak ada.
24:00Terus bang, saya tanya lagi, Pak, Bapak tahu nggak ada pengurugan atau ada reklamasi?
24:06Nggak tahu.
24:09Ada satu tanggul beton.
24:11Betul.
24:12Yang pada akhir tahun lalu juga sempat menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincaan publik saat itu.
24:17Boleh kita ke sana?
24:18Boleh.
24:18Kita akan coba lihat ya.
24:20Karena ini masih ada korelasinya, masih dalam satu area pembangunan.
24:23Betul.
24:24Oke.
24:36Saya akan tunjukkan saudara ini adalah tanggul beton ya.
24:39Betul.
24:40Yang pada September 2025 lalu viral di media sosial karena berdampak secara langsung.
24:46Betul.
24:46Kepada para nelayan.
24:48Artinya benang merahnya adalah PT KCN yang membangun tanggul beton ini,
24:55termasuk juga reklamasi untuk membangun pelabuhan Dermaga Piri Tiga Marunga.
25:01Yang kita lihat, contohnya udah ada di sana, kapal tongkangnya.
25:05Itu kapal tongkang ya?
25:06Itu kapal tongkang.
25:09Dan bahwa ketika tanggul ini viral, sudah ada pertemuan dari PT KCN, termasuk juga Pemprov DKI Jakarta.
25:15Betul, betul.
25:15Untuk memastikan bahwa tidak ada kerugian, termasuk juga soal akses bagi para nelayan.
25:21Apakah ketika pertemuan tersebut, setelah itu sudah ada perbaikan nasib dari para nelayan?
25:25Kita ketemu aja enggak.
25:28Tidak pernah bertemu sama sekali?
25:29Sama sekali.
25:30Dibilang hanya segelintir orang yang memanfaatkan keadaan ini untuk ketemu sama pihak KCN.
25:37Ada yang mengatasnamakan 600 nelayan celincing mengiarkan pembangunan pelabuhan tampat labu KCN.
25:45Tapi kita enggak.
25:49Bukan enggak mau.
25:50Minimal kita dikasih sosialisasi ini loh yang mau kita buat.
25:54Kita bareng-bareng lah, ibaratnya, laut ini.
25:57Saya ingin tanyakan ke Pak Waslan, Pak.
26:00Tanggul beton ini sudah ada dari tahun lalu, dan viral September 2025.
26:06Ini juga memberikan kerugian kepada Bapak?
26:08Jelas merugikan, soalnya tanggul beton ini kan terlalu dampaknya kepada nelayan.
26:13Untuk akses mata pencarian setiap hari-harinya gitu.
26:17Dulu nelayan kali baru, pelincing, walaupun merundang ini lokasi untuk mata pencarian kita masyarakat nelayan.
26:25Ini juga artinya sama dengan titik reklama sih tadi bahwa ini area tangkap nelayan sebelumnya.
26:30Tangkap nelayan gitu.
26:32Untuk daerah tangkupan Pak Waslan masih jauh dari sini, Pak?
26:35Ya, kalau sekarang kita harus nyarikannya ke Pulau Edam.
26:39Karena di dalamnya udah enggak ada ikan sahabat sekali.
26:41Berapa jaraknya berapa dari pesisir mungkin?
26:44Dari pesisir, kalau kita ngitung waktu ya, makanya jam.
26:47Itu tiga jam kita perjalanin.
26:49Tiga jam?
26:50Tiga jam.
26:51Kalau sebelumnya kita paling satu jam lah, paling jauh-jauhnya satu jam atau setengah jam kita keluar dari tempat itu,
26:58kita udah bisa untuk menaik berjaring gitu.
27:02Terima kasih.
27:32Demo kemarin sebenarnya sudah menyurat, sudah disampaikan apa yang dimau kita, mungkin sudah disampaikan sama mereka.
27:39Tapi belum ada balasan sih ke sini.
27:41Belum ada balasan?
27:42Belum ada balasan.
27:43Mungkin Pak Waslan ada yang ingin disampaikan, Pak, melihat begitu sempitnya akses bagi para nelayan saat ini untuk melaut,
27:50ditambah lagi juga dengan daerah tangkapan yang semakin jauh.
27:53Apa yang ingin Bapak sampaikan, Pak?
27:55Ya kalau saya sebagai nelayan, harapan nelayan ini ibaratnya ya tolong akses keluar masuk perawi itu jangan sampai dia persempit.
28:04Kalau bisa, kami sebagai nelayan ini minta kebijakan dari perusahaan, tolonglah diperhatikan kepada orang-orang nelayan ini.
28:11Ini belum waktu musimnya barat.
28:14Kalau musimnya barat, itu tarwanya korban nyawa untuk keluar masuknya nelayan itu.
28:20Soalnya itu posisinya udah susah sekali.
28:22Sebelumnya ada tanggul itu juga, nelayan udah kesulitan untuk keluar masuknya.
28:32PT KCN pun mengatakan pihaknya telah mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan sehingga tidak menghalangi jalur aktivitas nelayan.
28:39Pihaknya juga mengaku telah melakukan sosialisasi awal tahap pembangunan tepatnya pada dua tahun lalu di bulan Januari dan April 2024.
28:51Jika berkaca pada aksi protes para nelayan, maka bisa dikatakan bahwa saat ini nasib nelayan kita masih dianaktirikan oleh pemerintah.
29:01Kalau bilang dianaktirikan.
29:03Kita, supaya kita bisa makan, bisa langgir, kita dikucing.
29:17Hamparan laut Nusantara menyimpan kekayaan alam yang tak terkira khasanahnya memeluk mimpi jutaan nelayan.
29:23Dasarkan data 2024, Kementerian Kelautan dan Perikaran mencatat ada 3,2 juta nelayan yang menggantungkan hidup pada lautan.
29:32Para nelayan harus bergelut dengan perubahan iklim, meningkatnya biaya operasional melaut, hingga menyempitnya ruang tangkap karena sejumlah peraya pembangunan berdampak
29:42pada kesejahteraan.
29:44Persoalan berat yang dihadapi nelayan ini tak bisa diabaikan sebab peragam masalah itu disinyalir jadi alasan bagi nelayan untuk menanggalkan
29:52profesinya.
29:52Data Badan Pusat Statistik menyebut sepanjang tahun 2010 hingga 2019 terjadi penurunan jumlah nelayan hingga 330 ribu orang.
30:02Tantangan yang dihadapi para nelayan jelas mempengaruhi pendapatan mereka.
30:07Data Kementerian Kelautan dan Perikanan 2019 lalu rata-rata pendapatan nelayan mencapai 3,85 juta rupiah per bulan.
30:16Jauh di bawah PDB Perkapita 2019 yaitu sekitar 59,1 juta rupiah atau 4,9 juta rupiah per bulan.
30:25Sementara berdasarkan survei lapangan yang dilakukan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan atau Kiara,
30:31pendapatan nelayan di pesisir Jakarta sepanjang 2022 hingga 2024 tak lebih dari 3 juta rupiah per bulan.
30:40Nelayan di Kecamatan Celincing, Jakarta Utara mengeluhkan sejumlah persoalannya membuat pendapatan mereka minim.
30:46Ruang melaut yang kian menyempit karena pembangunan di Muara Jakarta jadi tekanan nyata yang mereka hadapi setiap hari.
30:53Kami mohon itu untuk dibenahi lagi buat para pemerintah karena itu akan berbahaya buat bagi para nelayan.
31:04Pada saat musim gelombang itu kita kalau mau masuk agak susah karena akan ada benturan ombak.
31:11Teluhannya ini Pak agar kita ini nelayan kecil ini diberi akses jalan.
31:16Jangan sampai jalan itu ditutup.
31:18Ya kalau mereka menutup jalan akses kita sama aja menutup jalan makan kita sebagai rakyat kecil.
31:25Jika aspirasi tak kunjung didengar, nelayan Celincing akan tetap memperjuangkan aspirasinya.
31:32Sebelumnya pada September 2025, pemasangan tanggul beton di perairan Celincing sudah lebih dulu menjadi sumber keluhan para nelayan.
31:39Keberadaan tanggul beton ini membuat nelayan harus memutar hingga 1 km demi mencapai laut lepas.
31:45Jadi yang setahu saya ini yang bikin meresahkan jalannya aktivitas kita nelayan, perahu juga lewatnya kejauhan.
31:54Bahan bakar biasanya kita pakai 5 liter, sekarang pakai 10 liter karena kejauhan.
32:04Di sisi lain pihak PT Karya Citra Nusantara nyatakan pembangunan ini merupakan bagian dari proyek pelabuhan yang digagas pemerintah.
32:13Proyek ini digagas oleh pemerintah untuk menggandeng kolaborasi swasta di mana proyek ini adalah proyek non-APBN-APBD.
32:22Ini menjadi milik negara.
32:24Dalam hal ini kementerian perhubungan, jadi ini kami bukan bikin misalnya pulau lalu kami kapling-kapling dua.
32:33Bikin perumahan, tidak. Kami bikin pelabuhan.
32:38Sementara itu Kementerian Kelautan dan Perikaran menyebut proyek ini telah memenuhi seluruh aspek perizinan dan masih berada dalam koridor izin
32:45yang berlaku.
32:47Hasil pemeriksaan itu bahwa kegiatan PT KCN ini secara administrasi sudah dilengkapi oleh perizinan yang ditetapkan.
32:58Dari sisi KKP itu adalah PKK PRL, itu juga izin-izin lainnya dari kementerian ataupun lembaga terkait.
33:08Dalam lingkup nasional, deklamasi di Indonesia masif terjadi dalam 5 tahun terakhir.
33:12Data Kiara menunjukkan sekitar 41.000 hektare wilayah pesisir telah berubah menjadi daratan baru sejak 2021 hingga 2025.
33:22Kelimantan Timur menjadi wilayah dengan reklamasi terluas.
33:25Sementara itu, DKI Jakarta berada di urutan ke-9.
33:29Kondisi ini menegaskan terhimpitnya ruang hidup nelayan terjadi di penjurun sentara.
33:37Sebagai negeri maritim, pembangunan di wilayah pesisir perlu memperhatikan ruang hidup nelayan
33:42sebab di balik setiap proyek ada denyutnya di kehidupan nelayan yang harus dijaga.
33:47Pembangunan sejati-jati tak hanya megah secara fisik, tapi juga adil dan berkelanjutan.
33:58Sudara masifnya pembangunan di Teluk Jakarta melahirkan sebuah kekhawatiran dari nelayan
34:03karena mereka menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di laut.
34:07Lalu pertanyaannya, benarkah nelayan kita terancam, tersingkir dari wilayah pesisir?
34:12Saya akan tanyakan kepada Bapak Erwin Suryana, Deputi Pengelolaan Program dan Jaringan KIERA.
34:17Pak Erwin, terima kasih untuk waktunya, Pak.
34:19Bahwa pada tanggal 14 April 2026, Pak Erwin, ada satu aksi unjuk rasa yang tidak biasa,
34:25tidak dilakukan di daratan, tetapi di lautan.
34:27Tepatnya di tiang panjang pembangunan tol laut.
34:30KIERA melihat apa yang sesungguhnya terjadi di wilayah pesisir kita, khususnya di Teluk Jakarta?
34:34Ya, Teluk Jakarta kan menjadi tempat bagi masyarakat ya,
34:41untuk terutama mereka yang dipesisir dan berprofesi sebagai nelayan untuk mengembangkan penghidupan mereka di situ.
34:48Ketika proyek-proyek reklamasi berjalan di sepanjang Teluk Jakarta,
34:53itu pasti akan menambah jauh jarak tempuh mereka untuk melakukan kegiatan penangkapan perikanan.
35:00Akses mereka pasti akan semakin sulit ketika terjadi reklamasi ya,
35:05dan juga mereka harus memperhitungkan misalnya perubahan-perubahan pola arus,
35:08yang itu juga turut mempengaruhi hasil tangkapan mereka.
35:12Apakah KIERA memiliki catatan sebenarnya seberapa masif pembangunan di Teluk Jakarta?
35:17Yang bisa kita sebut sebagai kegiatan reklamasi, itu ada 29 PKPRL.
35:23Ada 29 PKPRL?
35:25Iya, dan luasannya kurang lebih ada 2.233.
35:30Ini apa ya, 2.233 hektare?
35:33Dan dia tidak secara eksplisit misalnya menyebutkan reklamasi,
35:37hanya beberapa, hanya sekitar 5 ya, yang menyebutkan benar-benar reklamasi.
35:43Sementara yang lainnya bentuknya bisa jadi pengembangan kawasan wisata,
35:47kemudian pelabuhan dan termaga, infrastruktur, ataupun bahkan proteksi pesisir.
35:53Oke, artinya catatan KIERA, dari proyek yang ada di Teluk Jakarta,
35:58mayoritas didominasi oleh reklamasi, pengembangan kawasan wisata, infrastruktur, pelabuhan dan terminal, dan juga energi.
36:05Oke.
36:06Terkait dengan izin bahwa betul PT Pelindo dan PT PP, termasuk juga PT KCN,
36:11menyebutkan perizinan ini sudah selesai, Pak.
36:14Artinya sudah lengkap. Tetapi, mengapa pertanyaannya masih melahirkan kekhawatiran di tengah nelayan?
36:20Nah, itu yang sebetulnya harus dipahami begini ya, ketika di PKPRL, mereka harusnya buka PKPRL-nya.
36:27Selalu di dalam PKPRL itu ada satu klausul di mana mereka punya kewajiban untuk menyelesaikan persoalan sosial.
36:33Dan itu terjadi di mana-mana.
36:35Nah, hampir semua PKPRL yang punya masalah, kami temukan ya, misalnya di Pulau Pari, di Menado,
36:44Mereka sebetulnya di dalam klausul, di dalam PKPRL-nya secara eksplisit,
36:49KKP menyebutkan bahwa mereka harus menyelesaikan persoalan sosial yang ada di wilayahnya.
36:53Dan itu menjadi tanggung jawab dari pihak pengembang?
36:55Iya. Jadi itu tanggung jawab pengembang sebelum mereka melakukan kegiatan tersebut.
37:00Seringkali kemudian hal-hal seperti itu diabaikannya.
37:03Saya ingin membahas soal apa yang kemudian terjadi di Muara Cilincing, Pak Irwin,
37:07bahwa kita tahu ini adalah rilis yang kemudian diberikan oleh PT KCN selaku pengembang dari pelabuhan.
37:16Dan di sebelahnya persis adalah New Priuk Eastern Access yang kemudian juga dibangun oleh PT Pelindo dan juga PT PP.
37:23Dan visualisasinya kurang lebih akan menjadi seperti ini.
37:25Dan yang menjadi menarik adalah ketika saya menanyakan persoalan ini kepada sejumlah nelayan,
37:30ada persoalan komunikasi.
37:32Dalam hal ini adalah sosialisasi yang tidak diberikan secara menyeluruh kepada nelayan kita.
37:38Apa yang sesungguhnya terjadi menurut Kiara?
37:41Mengapa tidak semua nelayan dalam tanda kutip dilibatkan dalam proses sosialisasi?
37:46Ya, sebagaimana biasanya ya dalam proyek-proyek besar ini kan soal partisipasi bermakna
37:54seringkali dihilangkan ya, atau ditinggalkan begitu.
37:58Terap kali memang pembangunan-pembangunan seperti ini justru sebetulnya jauh dari apa yang dibutuhkan oleh warga di pesisir dan nelayan
38:09itu sendiri.
38:09Di Teluk Jakarta ini juga kan bukan hanya mereka yang hidup sebagai warga Jakarta,
38:16jadi banyak juga mereka yang istilahnya nelayan Andon ya,
38:21yang mereka sebetulnya berasal dari luar wilayah dan kadang berlayar untuk kemudian masuk ke wilayah, ke TPI.
38:29Sehingga kemudian sebetulnya Jakarta sebagai wilayah perikanan memang Teluk Jakarta sendiri kondisinya sudah kurang baik ya,
38:41secara perikanan begitu ya. Nah ini sebetulnya data dari RZBP3K ya,
38:47Rencana Zonasi Wilayah Persisir dan Pulau-Pulau Kecil.
38:50Data ini, inilah yang digunakan sebagai acuan kemudian,
38:55di mana kemudian hampir di semua provinsi di Indonesia itu potensi-potensi untuk reklamasi itu selalu dibuka.
39:02Hampir di semua provinsi?
39:04Hampir di semua provinsi.
39:05Jika berkaca pada aksi protes para nelayan yang kerap kali bersinggungan dengan pembangunan proyek di daerah Teluk,
39:14termasuk juga tadi sudah disebutkan bahwa rencana reklamasi itu bahkan tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia,
39:21apakah bisa dikatakan bahwa saat ini nasib nelayan kita masih dianaktirikan oleh pemerintah?
39:27Ya, kalau bilang dianaktirikan pasti iya ya, karena kemudian kita melihat bahwa upaya penyingkiran nelayan dari wilayah-wilayahnya itu justru
39:38lebih kencar ya,
39:41ketimbang upaya misalnya apa yang digadang-gadang oleh KKP sendiri misalnya dengan kampung nelayan modern dan berbagai macam program mereka
39:51gitu.
39:52Dan harus diingat bahwa kita sebetulnya di tahun 2010 sudah ada putusan MK yang disitu terdapat tiga hak konstitusional nelayan
40:02yang sebetulnya harus dipenuhi oleh nelayan.
40:04Hak untuk atas perairan yang bersih dan sehat, hak untuk mengakses dan melintas perairan, hak atas lingkungan yang bersih dan
40:13sehat seperti itu.
40:14Jadi tiga hak konstitusional nelayan itulah yang sebetulnya menjadi mandat dari negara untuk harus dipenuhi.
40:25Penyampaian pendapat oleh warga Indonesia itu merupakan salah satu bagian demokrasi.
40:31Mengapa proyek yang dibangun di Teluk, Jakarta kerap kali dalam tanah kutip seolah menganaktirikan nelayan sehingga melahirkan sebuah masalah?
40:55Setelah saya sudah bersama dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Pemprov DKI Jakarta dengan Bapak Sudungan.
41:01Terima kasih untuk waktunya, Pak.
41:02Terima kasih.
41:03Pak, saya ingin langsung tanyakan bahwa pada tanggal 14 April 2026 ada ratusan nelayan, Pak, yang kemudian melakukan aksi demonstrasi
41:10bukan di daratan,
41:11tetapi di tengah laut, tepatnya di tiang-tiang panjang tol laut yang dinilai oleh mereka mempersempit akses ruang gerak mereka
41:19ketika mencari ikan ataupun ketika melaut.
41:23Tanggapan Anda, Pak Sudungan?
41:25Ya, jadi memang penyampaian pendapat oleh warga Indonesia itu merupakan salah satu bagian demokrasi.
41:31Jadi kami dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menerima apabila mungkin para nelayan perlu menyampaikan aspirasi
41:40ataupun harapan mereka terhadap pembangunan tol laut yang sedang dilaksanakan sekarang.
41:46Dan semua masukan akan kami tampung dan akan kami pelajari untuk diberikan atau dicarikan solusi yang lebih komprehensif.
41:55Ada satu hal, Pak, yang saya temukan ketika saya mewawancari para nelayan termasuk juga ketika melihat situasi di tol laut.
42:01Ada benang merah sosialisasi, Pak.
42:04Apa yang kemudian menjadi persoalan, Pak, sehingga tidak seluruh nelayan dalam tanda kutip dilibatkan dalam proses sosialisasi?
42:11Bahwa jumlah nelayan yang beroperasi di pelaut-pelaut Jakarta itu kurang lebih 29 ribu orang.
42:1629 ribu orang?
42:1729 ribu orang yang mungkin angkanya bisa dinamis, bisa berubah-berubah.
42:21Tetapi estimasi kami sekitar segitu.
42:23Cuman untuk yang menjadi perhatian juga, yang berkat TPDKI hanya 5 ribu.
42:28Hanya 5 ribu?
42:29Hanya 5 ribu.
42:29Jadi bisa kita bayangkan hanya berapa persen yang berkat TPDKI.
42:33Sementara proyek pembangunan tol laut itu berada di wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta.
42:39Jadi otomatis mungkin yang terlibat langsung adalah para nelayan yang ber-KTP Jakarta atau yang bersebuah solusi bagi nelayan yang
42:49mayoritas tidak ber-KTP DKI Jakarta untuk turut dalam tanda kutip sekali lagi diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta.
42:56Ya jadi sebenarnya kalaupun mereka beroperasi di wilayah Jakarta mau tidak mau juga kita ikut ya mengurusi mereka.
43:04Dalam tanda kutip juga kita harus mengelaksanakan intervensi agar para nelayan itu juga merasa bahwa mereka juga diperhatikan oleh pemerintah.
43:11Seperti itu. Tetapi yang paling penting sebenarnya kami juga memonitor ya kesepakatan antara pengembang dalam hal ini PTP Lindo dengan
43:20para nelayan terkait dengan kompensasi-kompensasi yang sudah disepekati.
43:25Jadi ada beberapa kompensasi sebenarnya ada beberapa tahapan yaitu jangka pendek dan jangka penah dan jangka panjang.
43:31Nah sementara jangka pendek memang sudah dilaksanakan, sudah direalisasikan oleh PTP Lindo maupun yang ada di Marunda yaitu PT KCN.
43:40Ada juga satu proyek Pak tadi sudah disinggung juga oleh Pak Sudungan tidak hanya terkait dengan pembangunan tol laut tetapi
43:46juga reklamasi pembangunan dermaga PIR 3 Marunda.
43:50Itu juga dikeluhkan oleh nelayan karena dianggap mengurangi hasil tangkapan mereka karena area tangkap Pak. Mereka jadi lebih jauh tangkapan
43:57dari Pemprov.
43:58Jadi sementara pembangunan reklamasi yang dilaksanakan oleh PT KCN itu adalah untuk sementara memang mau tidak mau ya mengganggu aktivitas
44:07dari para nelayan.
44:08Tetapi kami tetap memonitor dan menyampaikan kepada PT KCN bahwa untuk selanjutnya harus ada kompensasi ataupun ganti rugi dari para
44:22pengembang kepada para nelayan
44:24bahwa mereka juga harus bisa bekerja ya di laut seperti sedia kalah sebelum reklamasi itu dilaksanakan.
44:31Dan itu mungkin kemungkinan juga akan dilaksanakan di jangka panjang.
44:35Oke di jangka panjang ya Pak ya?
44:37Oke dan ketika kita membahas PT KCN kita tidak bisa tidak membahas soal tanggul beton yang viral pada tahun lalu
44:45tepatnya September 2025.
44:46Pertanyaan saya mengapa proyek yang dibangun di Teluk Jakarta kerap kali dalam tanah kutip seolah menganaktirikan nelayan sehingga melahirkan sebuah
44:56masalah?
44:57Ya jadi sebenarnya pembangunan-pembangunan yang ada di pesisir bukan hanya terjadi di Jakarta.
45:01Rata-rata di seluruh Indonesia juga terjadi halal seperti itu.
45:04Jadi memang mau tidak mau ketika dilaksanakan pembangunan untuk kepentingan yang lebih makro ya sementara secara tentatif mungkin terganggu aktivitas
45:13dari para nelayan tersebut.
45:14Tetapi kami dari pemerintah DKI Jakarta selalu berpatokan kepada Undang-Undang No. 7 tahun 2016 terkait dengan pemberdayaan para nelayan.
45:26Jadi kami harapkan para nelayan itu jangan sampai terganggu ketika melaksanakan aktivitas.
45:31Bukan hanya para nelayan tapi juga para...
Komentar