00:00Tidak ada kata maaf, publik soroti klarifikasi Green SM usai tragedi di Bekasi Timur.
00:06Tragedi kesilakaan maut di stasiun Bekasi Timur Jawa Barat terus menjadi sorotan publik,
00:11tidak hanya karena jumlah korban, tetapi juga respon dari pihak yang diduga terlibat.
00:16Peristiwa yang terjadi pada Senin malam 27 April 2026,
00:20ketika dua rangkaian kereta api bertabrakan di jalur yang sama setelah sebuah kendaraan diduga mengganggu perjalanan KRL di perlintasan.
00:29Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan puluhan orang mengalami luka-luka,
00:33sehingga memicu perhatian luas dari masyarakat dan pemerintah.
00:37Salah satu pihak yang menjadi sorotan adalah perusahaan taksi listrik Green SM,
00:42karena salah satu armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kejadian sebelum tabrakan terjadi.
00:47Menanggapi hal tersebut, Green SM akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan resmi di media sosial.
00:53Mereka menyatakan keprihatinan atas insiden yang terjadi,
00:56serta menyatakan dukungan terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung.
01:01Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras dari publik.
01:05Banyak netizen menilai klarifikasi yang disampaikan terkesan formal dan kurang menunjukkan empati,
01:11terutama karena tidak secara eksplisit memuat permintaan maaf kepada para korban.
01:15Ketik ini semakin meluas di media sosial dengan sejumlah pihak mempertanyakan tanggung jawab moral perusahaan dalam situasi yang menimbulkan korban
01:23jiwa.
01:24Bahkan beberapa komentar menilai isi pernyataan tersebut lebih berfokus pada aspek prosedural dibanding rasa kemanusiaan.
01:32Hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyerahkan proses penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi
01:40untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
01:43Sementara itu, perhatian utama masih tertuju pada penanganan korban serta evaluasi keselamatan di perlintasan kereta api.
Komentar