00:02Intro
00:08Anda kembali di Breaking News Kompas TV, saya Sri Gunawan
00:12Saudara sebuah kereta rel listrik atau KRL tujuan Bekasi
00:16ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur Senin Malam
00:22Gerbong wanita ringsek akibat tabrakan tersebut
00:26sejumlah penumpang masih terjebak di gerbong perempuan
00:30evakuasi masih terus berjalan
00:56lepaskan terjebak di dalam yang masih terlihat
01:07ini adalah jam 45, tapi kita belum tahu sampai jauh mana
01:11korban yang mungkin berjalan terus bertambah
01:14diakinkan betul bahwa semua rumah saya
01:17yang lebih penting adalah bagaimana kita menyesuaikan percualian
01:24cintaran struktura. Tadi sudah saya sampaikan ke Pak Ketua
01:29Dapur, Pak Dasko, memang di lokasi ini akan dibangun playoffer.
01:38Pembebasanlah sudah selesai oleh pemerintah kotabungasi
01:41kurang lebih hampir 100 miliar lebih dan Pak Dapur
01:45akan membantu pembangunannya. Memang pembangunan ini
01:48dilakukan secara bertahap, mana tahun ini akan
01:50dilaksanakan sekitar 30 miliar. Oleh karena itu tadi Pak Dasko
01:54memerintahkan saya untuk menyiapkan surat
01:57dan besok pagi diangkat kemudian
02:00sehingga nanti proses pembangunan akan segera dilaksanakan.
02:04Jadi mudah-mudahan 6 bulan ke depan
02:05perlintasan ini bukan lagi menjadi jalur neraka
02:09karena ini kejadian ini terus berulang
02:11hanya yang paling besar adalah hari ini.
02:14Jadi oleh karena itu paling penting adalah kita menyelesaikan
02:17setiap itu terkait dengan problema
02:20dua perlintasan yang berkata Ampera dan juga
02:24Pulau Mata.
02:26Terima kasih dan kami Tersakaan Sambai,
02:29Pak Apores, Pak Adandim, untuk memastikan bahwa
02:32suruh korban hari ini bisa diikut,
02:36dievakuasi, dan diselamatkan, dan dengan tenaga medis yang
02:40ada kebetulan ini. Terima kasih.
02:46Yang terbaca baru tiga hari ini.
02:49Jadi RSUD, Primaya, dan juga di Rumah Sakit Bela.
02:55Data terakhir yang saya dapat, 36 ada di RSUD,
02:594 meninggal dunia, kemudiannya di Bela, dan juga di Primaya.
03:04Masih dalam proses pengobatan.
03:06Kenapa penangkapan sendiri, penangkapan penelitiannya?
03:09Jadi kita pastikan bahwa mereka semua dilayani dengan baik.
03:12Mereka mendapatkan perawatan dengan cepat,
03:15dengan jumlah tenaga medis yang terseakan kita tambah.
03:20Menyesuaikan terkait dengan jumlah pasien yang kemudian
03:23jumlah korban yang harus kita lakukan evakuasi.
03:26Dari kebetulan yang meninggal, saya belum dapat datang.
03:31Tandikan keretanya juga kereta perjalanan jauh.
03:40informasi yang saya dapatkan kan semua
03:42TNI, Pohri, Basarnas, dan kemudian teman-teman dari BBPD,
03:47Kota Bukasi, pemadam kebakaran juga mereka sudah
03:49standby sehingga begitu mendapatkan laporan awal.
03:54Nah, hari ini mereka sedang menjadi format
03:55bagaimana kemudian agar kereta ini bisa segera di-evakuasi.
04:07Pak Daswo, Pak Ketua TPR RI,
04:11mengatakan bahwa
04:13perkamanya akan berubah ya
04:15agar mempercepat proses pembangunan
04:17yang ada di flyover di
04:19bulat kapal dan juga yang ada di APR.
04:22Jadi mudah-mudahan
04:23beliau menyatakan nanti akan menggunakan
04:25anapan pres, sehingga prosesnya
04:27bisa diakini bahwa akan lebih cepat
04:29pembangunan.
04:30Terima kasih, Pak Wares.
04:32Terima kasih, Pak Wares.
04:36Terima kasih, Pak Wares.
04:38Terima kasih, Pak.
04:38Terima kasih, Pak.
04:39Terima kasih, Pak.
04:40Terima kasih, Pak.
04:42Baru saja pernyataan terkini disampaikan
04:44oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adianto,
04:48tadi menyatakan bahwa seluruh korban
04:51dipastikan mendapatkan perawatan yang sebaik-baiknya.
04:55Total ada 38 korban yang sudah dievakuasi
04:59ke 3 rumah sakit terdekat, salah satunya DRSUD Bekasi Kota,
05:04dan ada 4 orang yang dinyatakan meninggal dunia.
05:08Hingga saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung,
05:13terpantau sudah dimulai sejak pukul 9 malam tadi,
05:18hingga pukul 12 lewat 9 saat ini.
Komentar