00:01Pertengahan April lalu, warga kampung Babakan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten dikejutkan oleh penemuan jenazah WD, seorang ibu rumah tangga berusia
00:1045 tahun di dalam rumahnya.
00:12Diketahui, korban meninggal dengan mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
00:17Saat kejadian, suami korban sedang bekerja.
00:21Kematian WD awalnya diketahui sang suami saat pulang kerja pada hari Jumat sekira jam 7 malam.
00:27Jumri mengetuk pintu, tapi tak ada sahutan dari sang istri.
00:33Begitu masuk rumah, Jumri terkejut, menemukan jenazah istrinya tergeletak di lantai dengan luka di beberapa bagian tubuh.
00:42Beberapa warga yang mendengar suara Jumri segera mendatangi TKP.
00:48Jumri memberitahu pemilik kontrakan agar segera lapor pengurus lingkungan dan polisi.
00:55Minta tolong ke warga sekitar, dalam arti yang punya kontrakan, dari orang kontrakan laporan ke saya.
01:01Saya langsung menuju ke TKP.
01:05Saat kejadian, warga tak mendengar suara keributan.
01:08Hanya ada suara musik yang terdengar keras dari dalam rumah korban.
01:12Warga tak curiga.
01:14Lantaran korban dan suaminya sehari-hari dikenal mengamen baduk sambil memutar lagu.
01:20Kerjaan dia kan satu suaminya, ya maka aja bangunan.
01:24Tapi kalau dikala ini dia juga suka ngamen, buah salon.
01:28Kalau gitu berarti emang mereka keluarga pengamen gitu Pak?
01:31Apa gimana?
01:31Keluarga pengamen.
01:32Yang pengamen dua-duanya?
01:34Dua-duanya.
01:35Korban dan suami istri?
01:36Oh, suami istri.
01:39Setelah melakukan penyelidikan kurang dari 24 jam, polisi mengungkap.
01:43NS, anak teri korban, merupakan pelaku pembunuhan.
01:46Pemuda 25 tahun tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
01:53Kini, NS telah ditetapkan sebagai tersangka.
01:57Kita identifikasi bahwa dugaan anak tiri dari korban yang melakukan dugaan tindak pindana pembunuhan.
02:05Syukur Alhamdulillah, dalam waktu 10 jam, pada pukul 5 pagi, tanggal 18 April 2026,
02:14Satres Krim Polres Tanglang Satan dapat menangkap terduga pelaku di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
02:22Polisi menemukan fakta lain sebelum kejadian tersangka mengonsumsi narkoba.
02:29Kami temukan bahwa tersangka positif urin, yaitu mengandung zat metamfetamin, amfetamin, dan benzodiazepam.
02:40Berdasar keterangan polisi, pembunuhan berawal saat pelaku NS yang biasa mengamen,
02:45hendak mencari kunci nada lagu melalui ponsel sambil bermain gitar.
02:51Lantas, pelaku meminjam ponsel korban.
02:54Namun, korban serta-merta menolak meminjamkan ponselnya.
02:59Cekcok pun terjadi.
03:03Pelaku emosi, hilang kendali hingga tega membunuh ibu tiri yang telah merawatnya.
03:11Usai kejadian, pelaku kabur sambil membawa ponsel korban dan motor ayahnya.
03:17Dan pada saat itu, si korban sedang memotong sayur, kemudian tersangka datang untuk meminjam HP,
03:27namun tidak diberikan oleh korban.
03:30Akhirnya, pelaku melakukan dugaan tidak pidana tersebut dengan menunggakan palu dan pisau.
03:38Setelah melakukan tindak pidana tersebut, sempat berupaya melarikan diri
03:43dengan membawa kendaraan motor bapak dan HP.
03:49Pembunuhan terhadap WD yang dilakukan anak tirinya terjadi karena tersangka NS emosi.
03:55Korban tidak bersedia meminjamkan ponsel, malah memarahinya.
03:58Polisi menyebut, tersangka juga menyimpan dendam, karena sebelumnya sering dimarahi korban.
04:04Kini, tersangka NS dijerat pasal tentang pembunuhan.
04:08Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun.
04:12Untuk motif sendiri bahwa memang si korban ini memiliki dendam pribadi terhadap ibu tiri korban.
04:18Saat ini, tersangka telah dilakukan penahanan di Polres Tangerang Selatan
04:24dengan ancaman pidana yaitu pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
04:33Pembunuhan yang dilakukan NS terhadap ibu tirinya menunjukkan ada hubungan tidak harmonis dalam keluarga korban.
04:40Kriminolog menilai akar permasalahan dalam kasus ini bukan karena korban tidak meminjamkan ponsel pada pelaku.
04:47Motif dendam muncul karena ada permasalahan berlarut-larut yang belum selesai antara pelaku dan sang ibu tiri.
04:56Kejadian kekerasan atau agresi di dalam rumah itu termasuk ranah KDRT.
05:00Ini tidak ujuk-ujuk terjadi dalam satu malam, kemarahan satu malam.
05:04Makanya tadi disampaikan oleh pihak kepolisian bahwa ini ada motif dendam.
05:08Nah dendam itu biasanya sudah terasa laten, sudah lama di dalam kondisi keluarga yang kriminogenik.
05:16Di mana ada konflik yang tidak terselesaikan dalam waktu yang lama.
05:20Pinjam handphone itu bukan masalah utama, akar permasalahan adalah relasi yang tidak sehat.
05:27Justru agresi itu bisa terjadi dalam hubungan yang intens, karena kemarahan itu terpupuk dari hari demi hari.
05:36Jadi agresi ini bisa terjadi pada orang bahkan yang paling dekat hubungannya termasuk orang tua sendiri.
05:45Konflik berkepanjangan dalam rumah tangga dapat berujung tindak pidana.
05:49Secara umum, ada beberapa faktor yang bisa jadi pemicu.
05:53Di antaranya ketidakmampuan seseorang menyelesaikan masalah karena tak bisa mengelola emosi.
05:58Hingga adanya tekanan ekonomi dalam keluarga.
06:02Faktor individu, faktor individu itu berarti ketidakmampuan menyelesaikan konflik.
06:08Atau tidak punya regulasi emosi.
06:10Nah regulasi emosi ini harus dilatih dari kecil sampai dia dewasa.
06:15Artinya ada pengasuhan yang salah mungkin dalam keluarga ini, sehingga emosi tidak terselesaikan dengan cara yang baik.
06:24Ketika ada masalah kecil, diabaikan.
06:26Padahal masalah-masalah kecil ini kalau menumpuk bisa jadi iceberg gitu ya, atau jadi gunung es gitu, yang setiap saat
06:35bisa meledak.
06:36Yang kedua, faktor ekonomi.
06:38Faktor ekonomi itu sampai saat ini menjadi faktor yang besar pula dalam konflik-konflik dalam keluarga, terutama KDRT.
06:46Karena tekanan hidup itu membuat seseorang menjadi tidak bisa mengontrol emosinya.
06:52Emosi dan dendam bercampur dengan pengaruh narkoba makin membuat tersangka NS hilang akal.
06:59Spontan membunuh sang ibu tiri yang seharusnya ia hormati dan sayangi.
07:05Narkoba yang dikonsumsi oleh pelaku ini, ini membuat kemampuan untuk melakukan agresi atau kejahatan itu menjadi semakin besar.
07:14Jadi keberaniannya menjadi berlipat-lipat, bisa memicu agresivitas.
07:19Jadi tidak hanya berbahaya untuk yang mengkonsumsi, tapi ternyata berbahaya untuk orang lain, terutama yang ada masalah dengan pihak yang
07:28mengkonsumsinya.
07:34Terima kasih telah menonton!
Komentar