Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gejolak geopolitik akibat perang Amerika SerikatIsrael vs Iran disertai ketegangan di Selat Hormuz membuat Indonesia harus makin kerja keras mengantisipasi krisis ekonomi dan energi.

Mendesak adanya kebijakan pemerintah yang menyatukan kebijakan moneter, fiskal, dan ketahanan energi.

Ketahanan energi yang kuat akan mengurangi beban impor BBM dan akan menjaga ketersediaan devisa negara serta berujung pada stabilitas rupiah. Situasi krisis memerlukan soliditas koordinasi dan kepemimpinan.

Kemenkeu RI sebagai otoritas fiskal harus kompak dengan Bank Indonesia selaku otoritas moneter.

Kemenkeu harus bisa menjaga disiplin fiskal. Secara bersamaan, otoritas moneter alias Bank Indonesia harus terus menjaga stabilitas rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.300 per satu dolar Amerika Serikat.

Kebijakan Bank Indonesia menjaga suku bunga agar daya tarik aset keuangan domestik tetap baik perlu terus diupayakan maksimal, selain juga menjaga inflasi di angka 2,5 persen plus minus 1 persen.

Sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan pemerintah dalam menjaga cadangan devisa harus terus dijaga di tengah dinamika perkembangan konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat.

Laporan JPMorgan Chase yang menyebutkan Indonesia masuk peringkat kedua dunia dalam indeks ketahanan energi jangan membuat terlena. Akselerasi diversifikasi dan program energi baru terbarukan harus berjalan tanpa polesan data alias ditampilkan secara nyata.

Situasi krisis menuntut kecermatan dan kecepatan pengambilan keputusan yang didasari angka logis agar tidak salah arah. Skema jaring pengaman sosial harus disiapkan secara matang agar daya beli masyarakat miskin tetap terjaga.

Ketegangan geopolitik akan semakin menekan inflasi global yang berdampak ke perekonomian domestik, salah satunya kenaikan harga-harga.

Baca Juga Menkeu Purbaya Curhat Sakit Pinggang: Disuntik 8 Titik, Kalau Tidak, Tak Bisa Berdiri di https://www.kompas.tv/nasional/665344/menkeu-purbaya-curhat-sakit-pinggang-disuntik-8-titik-kalau-tidak-tak-bisa-berdiri

#ekonomi #rupiah #bi #kemenkeu

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665369/rupiah-tertekan-pemerintah-dan-bi-harus-kompak-di-tengah-dinamika-konflik-timteng
Transkrip
00:00Gejolak geopolitik akibat perang Amerika-Israel versus Iran
00:03disertai ketegangan di Selat Hormuz
00:05membuat Indonesia harus makin kerja keras
00:08mengantisipasi krisis ekonomi dan energi
00:11mendesak adanya kebijakan pemerintah
00:13yang menyatukan kebijakan moneter, fiskal, dan ketahanan energi.
00:19Ketahanan energi yang kuat akan mengurangi beban impor BBM
00:23dan akan menjaga ketersediaan devisa negara
00:27dan berujung pada stabilitas rupiah.
00:30Situasi krisis memerlukan soliditas koordinasi dan kepemimpinan.
00:35Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal
00:38harus kompak dengan Bank Indonesia
00:39selaku otoritas moneter.
00:42Kementerian Keuangan harus bisa menjaga disiplin fiskal.
00:46Secara bersamaan, otoritas moneter alias Bank Indonesia
00:50harus terus menjaga stabilitas rupiah
00:53yang sempat menyentuh Rp17.300 per satu dolar AS.
01:06Kebijakan Bank Indonesia menjaga suku bunga
01:09agar daya tarik aset keuangan domestik tetap baik
01:12perlu terus diupayakan maksimal.
01:15Selain juga menjaga inflasi di angka 2,5% plus minus 1%.
01:21Sinergi Kebijakan Bank Indonesia dengan pemerintah
01:24dalam menjaga cadangan devisa
01:27harus terus dijaga di tengah dinamika perkembangan konflik di Timur Tengah
01:32yang melibatkan Amerika Serikat.
01:39Laporan JP Morgan yang menyebutkan Indonesia
01:42masuk peringkat kedua dunia dalam indeks ketahanan energi
01:46jangan membuat terlena.
01:48Akselerasi diversifikasi dan program energi baru terbarukan
01:52harus berjalan tanpa polesan
01:55alias ditampilkan secara nyata datanya.
02:07Situasi krisis menuntut kecermatan
02:10dan kecepatan pengambilan keputusan yang didasari
02:14angka logis agar tidak salah arah.
02:17Skema jaring pengaman sosial harus disiapkan secara matang
02:21agar daya beli masyarakat miskin tetap terjaga.
02:25Ketegangan geopolitik akan semakin menekan inflasi global
02:29yang akan berdampak ke perekonomian domestik
02:32salah satunya kenaikan harga-harga.
Komentar

Dianjurkan