00:00Perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat Israel terhadap Iran
00:04menekan ekonomi global tak terkecuali Indonesia.
00:08Ketegangan di Sulat Hormuz membuat Indonesia harus makin kerja keras
00:12mengantisipasi krisis ekonomi dan energi.
00:15Mendesek adanya kebijakan pemerintah yang menyatukan kebijakan moneter,
00:20fiskal, dan ketahanan energi.
00:22Inilah catatan Kompas TV.
00:24Rupiah tertekan, pemerintah BI harus kompak.
00:37Perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat Israel terhadap Iran
00:41menekan ekonomi global tak terkecuali Indonesia.
00:45Bank Sentral mengambil langkah strategis untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.
00:50Rabu lalu, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Red di level 4,75%.
00:57Keputusan dilakukan dalam meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur
01:02suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah
01:07dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah.
01:13Memutuskan untuk mempertahankan BI Red sebesar 4,75%,
01:21suku bunga deposit fasiliti sebesar 3,75%,
01:26dan suku bunga lending fasiliti sebesar 5,5%.
01:32Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas
01:39strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter
01:45dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah
01:48dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.
01:55Kedepan, BI siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter
02:00yang diperlukan untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi.
02:06Sementara itu, ketahanan ekonomi Indonesia optimis terjaga.
02:10Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.
02:13Purbaya menegaskan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang relatif kuat
02:18dibandingkan negara lain terutama daya tahan terhadap kuncangan energi global.
02:22Laporan JP Morgan Asset Management menyebutkan Indonesia berada di peringkat kedua dunia.
02:27Meski demikian, Purbaya tak menampik RI tengah dalam kondisi survival mode.
02:34Kita di atas semua negara, kita di atas Australia, kita di atas Korea Selatan,
02:40bahkan di atas Jepang kalau saya nggak salah.
02:42Cuman belum nggak bisa dipublish itu.
02:44Untung ada JP Morgan yang itu untuk mengimbangnya.
02:47Tapi laporan JP Morgan itu bukan satu-satunya lembaga yang melihat kondisi kita.
02:54ADB juga sama.
02:55Kita nggak ada ruang atau nggak ada luxury untuk bermain-main lagi
03:00dengan segala peluang yang kita bisa buat.
03:04Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira gitu.
03:08Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain.
03:12Jadi kita survival mode, kontribusi domestik diman terhadap perekonomian kita 90 persen,
03:20yang 10 persen globalnya.
03:22Jadi saya bukannya belaga nggak peduli sama asing, peduli.
03:26Tapi kan kita nggak bisa apa-apa.
03:28Memang kita bisa berhentiin perang itu.
03:31Selain kebijakan untuk menghadapi ketidakpastian,
03:34perilaku masyarakat juga memengaruhi ekonomi.
03:37Ekonom meminta masyarakat tak panik
03:39dan mendorong pemerintah memberikan bantalan ekonomi bagi kelompok rentan hingga kelas menengah.
03:45Kondisi Indonesia yang survival mode ini,
03:48kita sebagai masyarakat relatifnya harus tetap kalem.
03:53Jangan panik, jangan panik baying,
03:56jangan panik menarik uang gitu ya,
04:01sehingga nanti akan terjadi krisis.
04:04Nah, dari sisi pemerintah, ini yang harus dilakukan adalah
04:08memberikan bantalan-bantalan ekonomi.
04:13Artinya, kelompok masyarakat yang terdampak ini kan tidak hanya kelas
04:21yang berpendapatan rendah saja gitu,
04:24tetapi juga kelas menengah juga gitu.
04:27Ketahanan ekonomi Indonesia ditopang domestik.
04:30Pemerintah didorong untuk melakukan percepatan belanja
04:33dan memberikan stimulus bagi masyarakat.
04:35Yang juga penting, program perlindungan sosial hingga kontribusi investasi
04:40tumbuh sebagai pendorong utama pertumbuhan nasional.
04:43Tim Liputan, Kompas TV
04:45Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar