00:02Saudara Jarunjam terus berdetak menuju berakhirnya masa gejatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berakhir pada Rabu 22 April
00:12mendatang.
00:13Tapi tensi konflik antara keduanya justru makin memanas karena saling ngotot berebut selat hormus.
00:21Trump kekeh saudara memblokade selat hormus.
00:24Sementara Iran langsung balik merespons dengan kembali menutup selat hormus.
00:28Tak berhenti di situ, Trump memperkeruh situasi dengan menyerang dan menyita secara paksa kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman
00:36pada minggu 19 April lalu.
00:38Mungkinkah ada keajaiban damai di tengah situasi perang yang sengit ini?
00:49Kapal perang AS ini menembaki hingga menyita kapal kargo berbendera Iran Tosca yang coba menembus blokade pasukan Amerika Serikat di
00:58Teluk Oman.
00:59Trump mengklaim kapal berbendera Iran itu mengabaikan perintah peringatan untuk segera menghentikan kapal saat berupaya berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas
01:09di Iran.
01:23Ini merupakan rekaman yang dirilis oleh Departemen Perang Amerika Serikat di platform media sosial X pada Senin.
01:29Sejumlah helikopter dari USS Tripoli terlihat lepas landas saat dikerahkan oleh Sankom.
01:36Sankom juga bilang pada minggu malam pasukan AS mencegat dan merebut kapal kargo Tosca setelah mengeluarkan sejumlah peringatan bahwa kapal
01:44tersebut melanggar blokade Amerika Serikat.
01:47Setelah 6 jam tak mendapat respons, kapal USS French segera meminta kapal kargo Iran itu untuk mengevakuasi ruang mesin.
02:01Sementara itu Saudara Ketua Parlemen Iran mengecam blokade yang dilakukan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz selain dianggap melanggar kesepakatan
02:10gencatan senjata.
02:11Iran menilai blokade AS sebagai keputusan yang ceroboh dan tidak bijaksana.
02:16Menurutnya masyarakat internasional menggunakan perairan tersebut demi kepentingan ekonomi.
02:21Namun Amerika Serikat justru datang membuat ulah dengan memblokir kapal-kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Iran.
02:36Terima kasih telah menonton!
02:57Jelang gencatan senjata berakhir Saudara, Iran malah memberi isyarat menolak rencana negosiasi tahap 2.
03:03Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bage bilang sejauh ini Iran belum berencana duduk di kursi perundingan.
03:10Meski keinginan gencatan senjata di Lebanon sudah dipenuhi, namun Iran punya ganjalan di Selat Hormuz.
03:17Iran juga menegaskan selama masih berada di bawah tekanan dan ancaman, terutama terikat blokade di Selat Hormuz, Iran menolak bernegosiasi.
03:26Terima kasih telah menonton!
04:14Terima kasih telah menonton!
04:16Terima kasih telah menonton!
04:28Terima kasih telah menonton!
04:40Terima kasih telah menonton!
04:52Terima kasih telah menonton!
04:58Terima kasih telah menonton!
05:00Terima kasih telah menonton!
05:19Terima kasih telah menonton!
05:31Terima kasih telah menonton!
06:04Terima kasih telah menonton!
06:21Terima kasih telah menonton!
06:54Terima kasih telah menonton!
06:57Terima kasih telah menonton!
07:06Terima kasih telah menonton!
07:15Terima kasih telah menonton!
07:16total kerugian perang yang ditanggung Iran mencapai 270 miliar dolar Amerika Serikat
07:23atau setara 4.625 triliun rupiah.
07:29Ajazirah melaporkan 7.000 lebih orang tewas sejak Israel mulai menggempur Lebanon pada Maret lalu, Saudara.
07:36Ketua Mahkamah Agung Iran bahkan menginstrusikan seluruh pejabat Iran
07:40untuk mengambil semua langkah yang diperlukan
07:43guna menjamin hak-hak rakyat Iran yang jadi korban serangan Amerika Serikat dan Israel.
08:10Masa gencatan senjata yang kian menekati batas akhir
08:14justru menunjukkan peluang damai lewat jalur diplomasi kian menipis.
08:18Perundingan yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pintu damai
08:21kini tersendat bahkan terancam gagal.
08:24Setelah Iran menolak, melanjutkan dialog dan menuding adanya pelanggaran
08:29dari pihak Amerika Serikat.
08:31Kompromi besar dari kedua pihak diperlukan
08:34untuk mencapai win-win solution dari konflik yang mulai berkepanjangan ini.
08:39Mata dunia menunggu siapa yang akan jadi kesatria berhati besar
08:44yang sedia mengakhiri konflik demi kepentingan warga dunia.
Komentar