00:00Kalimantan Timur menggelarunjuk rasa besar-besaran memprotes kebijakan Gubernur Rudi Mas'ud
00:04yang dinilai tidak menunjukkan efisiensi.
00:06Kita akan bahas bersama pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti,
00:10Trubus Rahadiyarensah.
00:11Selamat malam, Pak Trubus.
00:14Iya, selamat malam, Mas.
00:15Ini lagi-lagi ya, Gubernur, Pejabat Daerah,
00:19memamerkan kekayaan dengan anggaran negara.
00:22Ini kan dari APBD.
00:23Menurut Anda, kebijakan-kebijakan Gubernur seperti ini,
00:26apa yang bisa mencegahnya sepertinya?
00:28Karena Pemerintah Pusat sendiri kan sudah bilang efisiensi,
00:31tapi kok seperti tidak diindahkan?
00:33Iya, menurut saya yang harus mencegah ya publiknya sendiri,
00:38masyarakat yang ada di Kalimantan Timur melakukan tekanan-tekanan.
00:41Jadi demonstrasi ini sebagai bentuk keresahan yang sudah memuncak
00:46di mana kemudian saluran-saluran aspirasi demokrasi selama ini tidak didengar.
00:52Artinya selalu mereka berpegang teguh kepada bahwa apa yang dilakukan kebijakannya itu
00:56sudah sesuai prosedur, kemudian juga sah legalitasnya diakui dan sebagainya.
01:01Nah ini menurut saya juga hal yang menjadi mencederai masyarakat karena apa?
01:07Karena publik melihat bahwa tidak ada konsultasi publik,
01:10tidak ada duali publik yang ada adalah semua kebijakan dibuat secara top-down.
01:15Nah inilah menurut saya menjadi potret di mana kemudian
01:19ini serasa memang membawa durungan perubahan lah yang begitu kuat
01:25kepada para elit atau pejabat yang ada di daerah tersebut.
01:29Pak Trubus masih segar dalam ingatan kita unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan di Pati,
01:33saat mantan Bupati-Bupati ya, Sudewo itu pada saat itu juga dinilai sama.
01:39Ini punya sifat yang tangan besi begitu, tidak bisa diberikan masukan oleh publik,
01:43sehingga ada tindakan aksi unjuk rasa yang juga besar-besaran.
01:46Menurut Anda adakah kesamaan dengan gerakan di Pati Jawa Tengah
01:49yang terjadi di Kalimantan Tibur ini?
01:53Kalau dilihat akar persoalannya mirip sama mas,
01:56meskipun kalau di Pati kan akarnya pada kenaikan ini pajak kan pada daerah.
02:02Tapi kalau di Kalimantan Tibur ini lebih kepada persoalan infrastruktur ya sebenarnya
02:08yang awalnya itu dimana karena gubernur kemudian istilahnya pengadaan
02:13mobil mewah, kemudian istrinya juga istilahnya berbau, inilah gimmick lah atau flexing.
02:20Nah ini kemudian yang menyebabkan ada persoalan-persoalan di daerah Kalimantan Timur
02:26misalnya sekolah-sekolah, puskemas-puskesmas itu fasilitasnya sangat memprihatinkan.
02:31Kemudian jalan juga banyak yang rusak.
02:33Nah ini yang kemudian masyarakat merasa istilahnya tidak diperhatikan.
02:38Nah ini yang kemudian memunculkannya.
02:39Yang kedua memang gini mas, masyarakat di Kalimantan Timur ini kan saya lihat yang demo kan mahasiswa.
02:45Ada penyandang disabilitas.
02:47Berarti mereka sudah istilahnya melek huruf dalam arti cerdas lah gitu ya.
02:52Punya keserdasan sosial yang baik, punya kesadaran yang tinggi terhadap demokrasi
02:57dan mereka-mereka adalah interaktor yang terdidik.
02:59Karena itu menurut saya menjadi perhatian kita semua atau khususnya pemerintah daerah di setempat
03:05agar memperhatikan komunitas-komunitas dan anak-anak muda yang memang memiliki keterampilan,
03:12memiliki pengetahuan karena mereka kuliah, mereka sarjana dan mereka mungkin punya pendidikan lebih tinggi juga,
03:18aksesnya keluarga juga besar.
03:19Nah itu harus diperhatikan mas.
03:21Oke, Anda mengatakan Gubernur Kaltim tadi bermewah-mewahan dengan APBD,
03:25sementara banyak infrastruktur yang belum baik, masih jelek bahkan.
03:29Padahal di Kaltim sendiri, yang saya tahu ya, koreksi kalau saya salah,
03:32ini kaya akan sumber daya alam dan sedang menjadi sorotan nasional sebenarnya.
03:36Karena ada IKN juga di Kalimantan Timur.
03:38Nah, menurut Anda ini apakah mencerminkan kegagalan komunikasi kebijakan publik atau bagaimana?
03:43Iya, bisa saja.
03:44Memang itu kategorinya sebenarnya ada komunikasi kebijakan publik yang tidak tepat sasaran.
03:50Katakanlah seperti itu, sehingga terkesan bahwa ada persoalan satu sisi pembangunan IKN yang berjalan lancar gitu kan lah katakanlah.
03:58Tetapi di sisi lain, masyarakatnya merasa tertinggalan atau merasa termarginalisasi dengan pembangunan itu.
04:05Dan inilah kemudian yang muncul adalah mereka-mereka yang punya akses,
04:10istilahnya melakukan KKN, kemudian apa namanya, ya nepotisme lah secara keluarga,
04:16karena kebetulan kakak beradik dalam posisi puncak seperti itu.
04:19Itu kan pengambilan kebijakannya seolah-olah jadi bagaimana partisasi publiknya,
04:24bagaimana kemudian cara-cara menyelesaikan persoalan itu kecenderungannya memang dipaksakan gitu, mas.
04:30Itu yang kemudian memang kebijakannya terasa masyarakat tidak diajak.
04:37Eh diajak diajak juga, diajak ini juga, tidak merasa memiliki yang menjadi repot di situ, mas.
04:44Oke. Terakhir Pak Trubus, tadi laporan jurnalis kami di lapangan, Rizal Mustafa mengatakan,
04:50sampai malam hari bahkan ini pengunjuk rasa tidak ditemui oleh Gubernur Kaltim.
04:54Nah, bagaimana sebaiknya Gubernur Rudy Masud ini merespons protes hari ini secara kebijakan publik yang bijak,
04:58karena sampai akhir malam hari tadi, sampai akhir demo, tidak ada komunikasi yang dibangun oleh dirinya dengan para pengunjuk rasa.
05:06Ya, harusnya ini Pak Gubernur ini belajar dari kepala-kepala daerah lain,
05:11khususnya Pakti yang juga mengalami sama,
05:14sehingga harusnya ini segera menemui ada semacam dialog publik yang harus dilakukan,
05:19kenapa sih susahnya mengumpulkan ini, perwakilan mereka untuk diajak,
05:23ngomonglah gitu hal-hal apa, unek-unek apa yang ingin disampaikan,
05:26kemudian yang kedua, segeralah mengurangi perilaku-perilaku yang menurut publik itu,
05:33ya membawa luka, katakanlah mengecewakan, membawa kemarahan,
05:37itu dikurangi semua mas, dan hal-hal ini juga melakukan pembenahan birokrasinya,
05:41karena birokrasi Jepang Profnya itu juga memang itu penuh dengan korupsi itu,
05:46dan inilah yang menurut saya juga harus dibongkar dengan aparat penegak hukum,
05:50termasuk pemerintah pusatnya, jangan diem aja, jangan jadi penonton,
05:53itu juga mendorong kepada pemerintah daerah agar menunjukkan tanggung jawabnya,
05:59karena bagaimana itu dana publik mas, dana publik ini ya pacar rakyat,
06:02yang kemudian harus dipertanggung jawabkan, itu menurut saya pandangkan mas.
06:06Jangan sampai seperti Pati terulang kembali ya,
06:08dan seperti kita ketahui, Bupati Pati ini berujung di meja hukum gitu.
06:12Baik, terima kasih Pak Trubus Ruhardian Seah,
06:15yang telah berbagi perspektif di Sapa Indonesia Malam,
06:19pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti.
06:22Selamat malam Pak, sampai jumpa lagi, saya selalu.
06:24Selamat malam Mas.
06:25Saudara, dalam kurun waktu 13 hari terakhir,
06:28Polri menangkap 330 orang tersangka kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak BBM dan gas LPG.
06:33Kami kembali sesuatu lagi dengan informasinya.
06:35Sampai jumpa lagi, saya selamat menikmati.
Komentar