Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, bertemu dengan para pelaku sejarah perundingan damai Malino untuk Poso dan Maluku.

Pertemuan ini digelar untuk mengklarifikasi polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla di UGM yang berujung pada pelaporan ke polisi.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa ceramahnya di UGM membahas proses perdamaian dunia dan nasional, serta berharap masyarakat tidak mudah dipecah belah melalui fitnah yang ditudingkan terhadap dirinya.

Dalam pembahasan tersebut, para tokoh perundingan damai Malino Poso dan Ambon sepakat tudingan tersebut harus dilawan dengan fakta dan kebenaran. Mereka juga menilai narasi Jusuf Kalla di UGM saat itu tidak mengarah pada penistaan agama.

#wapres #jusufkalla #ugm

Baca Juga Pakistan Siap Gelar Putaran Kedua Perundingan AS-Iran, Teheran Belum Pastikan Hadir | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/664450/pakistan-siap-gelar-putaran-kedua-perundingan-as-iran-teheran-belum-pastikan-hadir-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664452/jusuf-kalla-klarifikasi-polemik-ceramah-ugm-tokoh-malino-tegaskan-hal-ini-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Yusuf Kala bertemu dengan para pelaku sejarah perundingan Damai Malino untuk Poso
00:06dan Maluku.
00:08Pertemuan ini digelar untuk mengklarifikasi polemik potongan video ceramah Yusuf Kala di UGM yang berujung pada pelaporan polisi.
00:17JK menjelaskan bahwa ceramahnya di UGM membicarakan tentang proses perdamaian dunia dan nasional
00:23dan berharap masyarakat tidak mudah dipecah belah melalui fitnah yang ditudingkan terhadap dirinya.
00:30Dalam pembahasan para tokoh perundingan Damai Malino, Poso Ambon, sepakat tudingan tersebut dilawan dengan fakta dan kebenaran.
00:37Mereka pun sepakat bahwa narasi JK di UGM pada saat itu tidak ada mengarah ke penistaan agama.
00:46Saya mau menegaskan apa yang digembalkan oleh Pak Jika.
00:49Semua sepakat bahwa ini harus dilawan semua yang ngomong macam-macam.
00:53Agar masyarakat memahami jangan mau dipecah belah oleh orang-orang yang mengfitnah itu.
Komentar

Dianjurkan