Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa isu bernuansa SARA yang beredar di masyarakat harus dilawan karena berpotensi memecah belah persatuan.

Hal itu disampaikan Jusuf Kalla usai pertemuan dengan sejumlah tokoh agama.

Menurutnya, para tokoh agama yang hadir sepakat bahwa narasi-narasi yang tidak benar harus diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Apa yang disampaikan itu adalah keadaan sebenarnya. Bahkan lebih berat dari yang dibayangkan, sehingga semua sepakat ini harus dilawan," ujar Jusuf Kalla usai pertemuan, Selasa (21/4/2026).

Terkait adanya laporan yang muncul akibat isu tersebut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak berkepentingan untuk meminta pencabutan laporan.

"Saya tidak ada urusan menarik atau tidak. Yang penting mereka paham bahwa yang dilaporkan itu tidak benar," kata dia.

Ia meminta agar semua pihak tidak menyampaikan informasi tanpa dasar yang jelas.

"Tugas kita semua, termasuk media, agar masyarakat memahami dan tidak mau dipecah belah oleh pihak-pihak yang menyebarkan fitnah," ujarnya.

Terkait kemungkinan langkah hukum, Jusuf Kalla kembali menegaskan bahwa hal tersebut diserahkan kepada masyarakat yang merasa dirugikan.

Ia menilai, jejak digital dapat digunakan untuk mengetahui siapa yang pertama kali membuat dan menyebarkan potongan informasi yang beredar luas di masyarakat.

"Kita minta polisi dan ahli IT meneliti dari mana asalnya, siapa yang memulai dan menyebarkan," ujarnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Galih

Baca Juga Hashim Djojohadikusumo Minta ABPEDNAS Ikut Kawal Program Makan Bergizi Gratis | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/664365/hashim-djojohadikusumo-minta-abpednas-ikut-kawal-program-makan-bergizi-gratis-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/664379/pesan-jusuf-kalla-soal-isu-sara-jangan-terpecah-belah-oleh-informasi-menyesatkan
Transkrip
00:00Lebih hebat lagi daripada keadaan, lebih susah lagi.
00:05Jadi apa yang saya sampaikan, ya keadaan pada waktu itu.
00:09Dan semua tadi menangis bahwa kalau saya tidak selesaikan, bayangkan mereka.
00:17Nah itu pembicaraan tadi.
00:20Dan semua sepakat bahwa ini harus dilawan semua yang mau macam-macam.
00:26Karena harapan yang ada di pertemuan tadi ini bisa membuat mereka para pelapor menarik dan mencabut laporan itu?
00:31Saya tidak perlu rusak menarik atau tidak pokoknya.
00:35Dia harus paham bahwa apa yang dilaporkan itu semua tidak benar.
00:40Apa yang pelakunya sendiri, ketua Sinode, Pak Imam, Ustadz yang ada waktu itu yang menyatakan bahwa begini keadaan, benar.
00:54Jangan ada Armando ngomong senaknya saja ya.
00:59Dibilang lagi bahwa diperintahkan.
01:01Siapa bilang perintahkan?
01:03Perintahkan mati.
01:05Nah, ada itu.
01:07Makin gila dia ngomongnya.
01:10Kalau di Pajika sendiri bagaimana langkah berikutnya setelah konversi pet hari ini?
01:14Ya, mereka, tadi teman-teman, para tokoh agama itu diharapkan untuk mensosialisasikan.
01:22Tentu lewat anda semua media semua.
01:25Untuk apa itu, agar masyarakat memahami jangan mau dipecah belak oleh orang-orang yang memfitnah itu.
01:36Nah, itu.
01:40Berkaitan yang memfitnah tadi, apakah akan dilakukan langkah hukum dari Pajika?
01:44Saya, masyarakatlah terserah.
01:47Kalau yang merasa dipecah belak akan mewujudkan, terserah saja.
01:52Kan sudah ada teman-teman dari Baluku, Tete, dari Sulawesi.
01:59Karena dia merasa dengan itu, mereka dipecah belak.
02:05Jadi, Pajika sendiri tidak akan mengambil langkah hukum?
02:08Serahkan saja kepada masyarakat.
02:11Pajika ada mencuri pandangan latihan itu dari para tokoh?
02:14Hah?
02:16Ya.
02:18Supaya dia tahu saja keadaan.
02:20Sebenarnya.
02:22Dugaan Pajika siapa yang mengorkestrasi semua susah ini?
02:25Kita bahagian, kita minta polisi dan minta juga ahli-ahli IT ingin meneliti.
02:34Ini dari mana asalnya ini?
02:37Kan semua lewat IT kan?
02:42Mengatakan siapa yang memasukkan dua kalimat itu?
02:48Yang 45 detik itu mengedarkan siapa?
02:53Mengedarkan.
02:54Ada pinggap yang Pajika curiga ini?
02:57Saya tidak mau duga.
02:59Tapi lagi sekarang akan diteliti lewat teknologi siapa itu.
Komentar

Dianjurkan