- 2 hari yang lalu
- #israel
- #hizbullah
- #lebanon
- #tentaraperancis
KOMPAS.TV - Meski gencatan senjata, Lebanon masih memanas. Baik Israel dan Hizbullah masih saling serang. Salah satu dampaknya, seorang tentara perdamaian PBB asal Prancis gugur dan tiga tentara lainnya terluka. Prancis menuduh Hizbullah bertanggung jawab.
Peristiwa ini juga sempat terjadi untuk Indonesia, di mana tiga prajurit TNI di Lebanon gugur yang diduga akibat serangan Israel. Kita ulas situasi LebanonIsrael yang belum juga mereda hingga merembet menewaskan pasukan perdamaian PBB bersama Pengamat Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah.
#israel #hizbullah #lebanon #tentaraperancis
Baca Juga [FULL] Pernyataan Menkeu soal S&P Pertahankan Rating RI, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG? di https://www.kompas.tv/nasional/664064/full-pernyataan-menkeu-soal-s-p-pertahankan-rating-ri-bagaimana-pengaruhnya-ke-ihsg
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664065/pengamat-hi-soroti-gugurnya-tentara-perancis-di-lebanon-ditengah-konflik-israel-dan-hizbullah
Peristiwa ini juga sempat terjadi untuk Indonesia, di mana tiga prajurit TNI di Lebanon gugur yang diduga akibat serangan Israel. Kita ulas situasi LebanonIsrael yang belum juga mereda hingga merembet menewaskan pasukan perdamaian PBB bersama Pengamat Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah.
#israel #hizbullah #lebanon #tentaraperancis
Baca Juga [FULL] Pernyataan Menkeu soal S&P Pertahankan Rating RI, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG? di https://www.kompas.tv/nasional/664064/full-pernyataan-menkeu-soal-s-p-pertahankan-rating-ri-bagaimana-pengaruhnya-ke-ihsg
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664065/pengamat-hi-soroti-gugurnya-tentara-perancis-di-lebanon-ditengah-konflik-israel-dan-hizbullah
Kategori
đź—ž
BeritaTranskrip
00:00Saudara meskipun gejata-senjata Lebanon masih membarah, baik Israel dan Hisbullah masih saling serang.
00:07Salah satu dampaknya, seorang tentara perdamaian PBB asal Perancis gugur dan tiga tentara lainnya terluka.
00:14Perancis menuduh Hisbullah bertanggung jawab.
00:18Peristiwa ini juga sempat terjadi untuk Indonesia, dimana tiga prajurit TNI di Lebanon gugur yang diduga akibat serangan Israel.
00:26Kita langsung ulas situasi Lebanon-Israel yang belum juga meredah hingga merembet, menewaskan pasukan perdamaian PBB.
00:33Kita ulas bersama pengamat hubungan internasional dari Presiden Universiti, Teku Reza Syah.
00:39Pak Teku, selamat pagi.
00:41Selamat pagi, salam dari Presiden Universiti.
00:44Pak Teku, ini ada satu prajurit asal Perancis dari perdamaian ataupun misi perdamaian PBB yang tewas begitu di sana.
00:53Menurut Anda, kemarin juga Indonesia ada tiga prajuritnya yang tewas di sana.
00:58Apakah dampak besarnya akan seperti apa?
01:01Apakah ini akan meningkatkan tensi di tengah gencatan senjata antara Israel dan juga Lebanon?
01:07Terima kasih.
01:09Dunia sedang berduka ya.
01:11Berapa hari silam wafat Staff Surgeon Florion Montorio.
01:16Ini adalah anggota resimen parasut dari Perancis, wafat tanggal 18 April dalam suatu tembakan, dalam suatu kegiatan di Lebanon bagian
01:34selatan.
01:34Ini kegiatan, ini peristiwa ini sangat mengejutkan dunia karena beberapa hari sebelumnya telah wafat tiga personil dari Indonesia,
01:44yakni Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ihwan, dan Kopda Anumerta Farizal Ramadan.
01:54Juga gugur di lokasi yang sama.
01:56Konteks dari wafatnya para serdadu ini adalah kombinasi antara artileri, ledakan kendaraan, dan juga konflik bersenjata di tengah konflik yang
02:08terjadi antara Israel dan Hezbollah.
02:10Ini membuka mata dunia bahwa keadaan di Lebanon ini sangatlah serius.
02:17Dunia mempertanyakan keberadaan Israel yang tidak kunjung meninggalkan Lebanon bagian selatan.
02:22Dan dunia mempertanyakan juga kemampuan dari Unifil menjalankan tugas pokoknya,
02:27dan juga dunia mempertanyakan bagaimana nasib negara-negara lainnya yang memiliki personil dalam jumlah besar.
02:35Indonesia terbesar 755, kemudian Perancis 605, dan Itali 754.
02:42Walaupun keadaan ini sangat mengagetkan negara-negara yang memiliki personil dalam jumlah besar,
02:48tapi negara-negara yang memiliki personil dalam jumlah kecil juga was-was.
02:53Karena tidak mustahil peluru kendali itu tidak bisa membaca di mana orang berada.
03:03Sekali koordinat sudah dibuat, maka peluru kendali itu akan melesat.
03:07Jadi keadaan kegantinan juga diderita oleh delegasi dari Armenia,
03:14walaupun mereka hanya memiliki satu orang personil,
03:16dari Mongolia yang memiliki empat personil,
03:19Kenya dengan dua personil, dan juga Uruguay dengan tiga personil.
03:24Ini sangat menyentuh hati 47 negara sekaligus
03:30yang saat ini memiliki total personil di sana sekitar 7.505 personil.
03:36Jadi dalam keadaan ini dunia masih, dunia mengandalkan statement ya.
03:43Statement resminya dikatakan oleh Perancis bahwa
03:46pemerintah Perancis mengatakan ini dilakukan oleh organisasi bukan negara.
03:52Tapi media masa mengatakannya ini adalah tanggung jawab dari Hezbollah.
03:57Kemudian juga kalau kita berbicara organisasi non-negara,
04:01ini juga bisa berarti masyarakat sipil,
04:03ini juga bisa berarti organisasi-organisasi yang tidak terdaftar di PBB,
04:09tapi berada di sana.
04:11Ini suasana masih simpang syur,
04:13tapi saya pikir kita harus terbuka dengan mengikhlaskan
04:20agar penilaian dilakukan oleh otoritas Perancis,
04:23dilakukan oleh otoritas Unifil,
04:26terutama sekali Unifil,
04:27karena mereka memiliki tanggung jawab berada di Lebanon ini
04:31sesuai dengan resolusi nomor 425 tahun 1978
04:37dan juga resolusi nomor 426 tahun 2078.
04:43Tugas Unifil ini memang sangat berat ya.
04:46Mereka harus menjaga keamanan di Lebanon Selatan,
04:50memantau penghentian permusuhan,
04:51mereka mendampingi tentara Lebanon,
04:54mereka membantu akses kemanusiaan,
04:57mereka memantau perdamaian,
04:58kemudian mereka juga mengawasi penghentian permusuhan,
05:02kemudian juga mereka mengkonfirmasi penarikan mundur pasukan Israel dari wilayah tersebut.
05:08Ini adalah tugas sehari-hari dari Unifil,
05:12tidak terhitung lagi,
05:13misalnya jika mereka dimintai oleh masyarakat sipil
05:16untuk membantu kegiatan-kegiatan yang kritis menurut mereka,
05:20misalnya rumah-rumah meledak,
05:22kemudian ada anggota-anggota yang hilang.
05:25Ini adalah tugas mulia dari Unifil,
05:27di mana kita memiliki personil dalam jumlah yang terbesar saat ini.
05:32Jadi tugas Unifil itu selain dari mandatnya,
05:37adalah juga tugas-tugas kegiatan sehari-hari.
05:39Jadi misalnya terjadi keributan antara kelompok,
05:44itu kembali Unifil yang bertugas.
05:47Kemudian ada kegiatan-kegiatan misalnya,
05:50kebakaran, ada keributan antara penduduk.
05:52Mereka juga minta Unifil yang bertugas.
05:55Jadi ini adalah hal-hal yang terjadi setiap hari,
05:58dan untuk itu semua pasukan Unifil itu
06:02memang berada dalam keadaan siaga,
06:05tapi kondisi dilaporkan ini sangat-sangat balik.
06:09Juga cuaca yang berubah,
06:11kemudian sikap ketahanan mental juga teruji.
06:14Karena mereka yang berada di Unifil tersebut,
06:16juga harus memikirkan bagaimana keadaan keluarga mereka di tanah air.
06:21Karena biasanya keluarga ikut cemas.
06:23Ada misalnya delegasi Perancis yang meninggal,
06:26tentunya keluarga berpikir,
06:27apakah tidak mustahil ada delegasi dari negara lain yang terlibat?
06:31Bagaimana anak saya?
06:32Bagaimana suami saya?
06:33Jadi ini adalah hal-hal yang terjadi di kalangan Unifil tersebut.
06:38Oke, artinya ini Pak Tuku,
06:41bahwa pasukan perdamaian PBB Unifil ini dibayang-bayangi ancaman begitu ya,
06:46ancaman kematian,
06:48dan juga ancaman tadi ada serangan begitu.
06:50Sebetulnya apa yang perlu dilakukan dunia,
06:53khususnya apa yang perlu dilakukan PBB,
06:55agar tidak muncul,
06:57ataupun tidak timbul korban lagi dari pasukan perdamaian ini?
07:02Kita bisa melihat dari situasi keamanan
07:05dan juga situasi dari Lebanon itu sendiri ya.
07:09Misalnya keadaan di Lebanon itu,
07:11kalau kita lihat dari aspek keamanan,
07:13itu ceasefire atau gencatan senjata itu sudah terjadi dari tanggal 16 April silam.
07:19Tapi kita lihat dari tayangan dari Kompas,
07:23itu Israel tetap melakukan kegiatan-kegiatan kemiliteran kan.
07:28Kemudian pada saat yang sama,
07:29Israel juga memperlakukan aturan-aturan yang sangat unik,
07:33di mana praktek terbaik dari pendudukan Israel di Gaza,
07:36itu dipraktekan di Lebanon Selatan.
07:39Misalnya Israel memperkenalkan istilahnya Yellow Line,
07:43di mana dalam Yellow Line itu,
07:45kontrol itu berada dalam kendali Israel.
07:48Kemudian Israel juga mengatakan bahwa
07:51mereka tetap berada di Lebanon Selatan,
07:54dan mereka tidak akan mempedulikan
07:59pasukan Penifil yang mendekat ke situ,
08:01karena mereka sudah mengklaim kampung-kampung seperti
08:04Mais Al-Jabal itu adalah yang harus diawasi secara khusus.
08:08Kemudian Israel juga memiliki kawasan yang,
08:13juga mengawasi,
08:16membuat aturan yang membingungkan,
08:18misalnya selain ada Yellow Line,
08:20itu ada Red Line begitu.
08:22Ini tentunya kan membutuhkan pengetahuan yang lama dari masyarakat,
08:26masyarakat di Lebanon tersebut,
08:28karena mereka sedang terpecah-pecah sekarang.
08:31Ada masyarakat yang mengungsi keluar,
08:34ada masyarakat yang baru meninggal,
08:35dan juga ada masyarakat yang harus keluar,
08:37karena sangat khawatir akan ada peperangan lanjutan.
08:41Mereka itu jumlahnya sekitar 1,2 juta yang harus keluar,
08:47dan saat ini baru kembali lagi.
08:49Kemudian ada juga sebulan terakhir itu ada 2.000 anggota masyarakat yang meninggal.
08:56Dalam suasana kebingungan tersebut itu wajarlah semua bingung,
09:02masyarakat bingung, Israel juga bingung,
09:04kemudian pasukan Winifil juga bingung,
09:06karena seringkali perbenturan juga terjadi antara masyarakat dengan pasukan Israel
09:12di wilayah seperti di wilayah-wilayah perkebunan dan wilayah-wilayah pertanian.
09:17Karena konon, di kalangan Israel sendiri,
09:24mereka melihat bahwa ide-ide Israel Raya itu harus diwujudkan,
09:33dan antara lain diwujudkannya lewat penguasaan di wilayah Lebanon Selatan.
09:39Misalnya ada kelompok-kelompok yang nampil dari garis keras,
09:43dalam teks itu namanya Far Right Israeli Settlers,
09:47itu ingin segera masuk ke Lebanon Selatan,
09:50terutama sekali mereka mengincar wilayah Sungai Litani.
09:53Dan untuk itu kelompok-kelompok yang ingin masuk ke Lebanon Selatan itu
09:58sudah mulai mendapatkan dukungan di perbatasan dengan Israel,
10:03dari kelompok sipil Israel, dari kelompok militer Israel,
10:06kemudian juga mereka di Israel yang sadar bahwa sebenarnya mereka,
10:13Israel bisa lebih memenangkan perang ini kalau PBB tidak turun tangan.
10:19Maka karena itu sebagian masyarakat Israel berpikir Unifil ini adalah
10:24yang mengganggu prospek terwujudnya Israel Raya.
10:29Pada saat yang sama juga sebagian masyarakat Israel berpikir bahwa
10:35Unifil ini adalah sama-sama dengan Iran yang tidak perlu terhadap Israel Raya.
10:41Tapi dari hari ke hari masyarakat di perbatasan itu melihat
10:44Yellow Line dan Red Line ini makin panjang dan sudah menjangkau kampung-kampung.
10:50Saat ini sudah ada 55 kampung yang sudah dibatasin dengan Yellow Line dan Red Line.
10:56Oke Pak Teguh, kalau kita lihat ketika insiden ini terjadi,
11:01pasukan Unifil dari Perancis begitu yang tewas saat bertugas,
11:07Perancis langsung meresponsnya dan juga menduding Hisbullah yang melakukan ini.
11:10Tetapi langsung direspons juga oleh Hisbullah bahwa bukan mereka yang melakukannya.
11:14Menurut Anda penyelidikannya harus dimulai dari mana?
11:19Saya pikir Unifil memiliki peta lokasi.
11:26Dan Unifil ini memiliki juga pos-pos yang dilalui oleh pasukan Unifil tersebut.
11:33Dan tentunya kalau saya merujuk kepada statement Presiden Macron,
11:36itu dikatakan bahwa mereka memiliki data awal.
11:40Dan berdasarkan data awal itu mereka mengatakan Hisbullah yang bertanggung jawab.
11:44Tapi dalam hal ini tentunya diperlukan penelitian yang mendalam dan menyeluruh.
11:50Yang dikonsultasikan itu bukan hanya pos-pos,
11:54tapi pergerakan dari peacekeeper tersebut dari pos ke pos.
12:01Dan pergerakan dari pos ke pos itu kan tentunya melibatkan juga negara-negara lain.
12:06Misalnya tentunya negara-negara lain itu mengandalkan juga
12:09perangkat-perangkat komunikasi yang lebih spesifik,
12:14yang kemungkinan besar itu lebih canggih daripada yang dimiliki PBB.
12:19Di kalangan PBB memang ada alat monitoring yang standar.
12:23Tapi kan tidak mustahil negara-negara yang memiliki kemampuan teknologi tinggi
12:27seperti Cina.
12:29Cina memiliki 471 personel.
12:32Kemudian Irlandia memiliki 291 personel.
12:36Perancis sendiri memiliki 605 personel.
12:39Tentunya negara-negara yang kuat secara IT ini
12:41tentunya melengkapi juga fasilitas yang ada dengan fasilitas-fasilitas yang khusus.
12:47Misalnya fasilitas khusus itu dapat saja berupa handphone
12:50antar handphone yang berlaku internal dalam satu pos.
12:55Mungkin juga handphone kalau digunakan bergerak dari pos ke pos
12:59atau handphone untuk berhubungan mereka dengan keluarga mereka di kampung halaman.
13:05Kemudian pada saat yang sama,
13:07dalam menangani wilayah yang sangat kompleks ini,
13:12tentunya Perancis memiliki perangkat satelit.
13:15Remote sensing Perancis cukup tinggi.
13:17Kemudian Perancis merupakan anggota NATO.
13:19Tentunya NATO memiliki pengamatan khusus atas wilayah-wilayah yang sedang bersengketa.
13:26Saya pikir PBB hendaknya berlaku komprehensif,
13:32melakukan pendekatan yang multidisipliner.
13:35Mereka memiliki sistem pelaporan internal, itu pasti,
13:40tapi juga mereka hendaknya berkonsultasi juga dengan mereka yang berada di lapangan,
13:44negara-negara sekitar 47 negara tersebut,
13:47dengan total personel 7.505,
13:49dan juga dengan penduduk-penduduk di sekitar.
13:52Karena penduduk-penduduk sekitar itu tentunya memiliki informasi intelijen,
13:58misalnya kendaraan nomor berapa dari unifil yang lewat,
14:02kemudian kendaraan nomor berapa dari sipil yang lewat.
14:06Semua harus ditanya dengan metode penelitian ground and research.
14:10Artinya harus ada kerjasama begitu ya,
14:11PBB harus komprehensif melakukan pengusutan ini,
14:15dan juga mendengarkan negara-negara yang berada di lapangan,
14:20ataupun yang saat ini berada di lokasi tempatnya di Libanon.
14:23Kemudian yang jadi pertanyaan juga,
14:25ini Pak Teku soal Israel.
14:26Tadi sempat kita membahas,
14:28dan juga ada informasinya, ada beritanya soal Israel yang melakukan serangan,
14:32ada di rumah sakit, ada di perbatasan Libanon.
14:35Sementara ini masih dalam gencatan senjata.
14:38Apakah yang dilakukan Israel saat ini,
14:40adalah pelanggaran gencatan senjata,
14:43namun kita bahas usai jeda ya Pak?
14:45Tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
14:54Ada masih bersama kami di Breaking News Kompas TV,
14:57Saudara, dan kita lanjutkan perbincangan bersama pakar hubungan internasional
15:00dari Presiden University,
15:01Teku Rezasyah.
15:02Pak Teku, masih bersama kami?
15:07Pak Teku?
15:11Selamat pagi, salam dari Presiden University.
15:14Pak Teku, tadi kita sempat membahas terkait dengan Israel,
15:17yang masih melakukan serangan di sejumlah titik di Libanon.
15:20Tadi informasi terbaru adalah,
15:22melakukan pengeboman di salah satu rumah sakit di Libanon,
15:26dan sebelumnya juga ada informasi,
15:27melakukan serangan di perbatasan Libanon.
15:30Apa yang dilakukan oleh Israel saat ini,
15:33apakah termasuk pelanggaran gencatan senjata, Pak Teku?
15:37Tepat sekali, merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata,
15:41yang sebenarnya harus berlaku dari tanggal 17 April,
15:47tengah malam, jam 04.00 ya.
15:50Tapi kalau kita berbicara soal gencatan senjata,
15:53soal perang, kan, tentunya kita harus berpikir,
15:55apa yang ada dalam benak para pemikir-pemikir Israel tersebut, kan.
15:59Mungkin di satu sisi mereka berpikir,
16:01oke, kita catat-gitatan senjata,
16:03tapi kan siapa yang monitoring.
16:05Kemudian, apakah ada bukti bahwa kegiatan-kegiatan kami ini bisa terawasi?
16:09Apakah mungkin Unifil itu mengawasi pergerakan yang sampai ke detail-detail,
16:14pelosok-pelosok kampung?
16:15Ini kan hal yang sulit dibuktikan.
16:17Tapi paling tidak,
16:18di kalangan pemikir besar Israel,
16:20itu mereka memiliki satu skenario,
16:22namanya Israel Raya, ya.
16:24Ya, ini Israel Raya itu mencakup area yang luas,
16:27dari sungai Nil di Mesir,
16:29hingga sungai Efrat di Irak.
16:31Dan di dalam lok kotak ini,
16:33itu termasuk Jordania,
16:35Palestina,
16:36Lebanon,
16:37Syria,
16:38dan sebagian Arab Saudi.
16:39Jadi,
16:40Lebanon ini sebenarnya masuk dalam radar Israel
16:44untuk dikuasai, gitu.
16:47Dan kalau kita perhatikan,
16:48sejak adanya gencatan senjata,
16:51tanggal 17 April lalu,
16:53itu Donald Trump belum menganggap
16:56Hezbollah itu sebagai aktor yang berbahaya.
17:00Tampaknya Trump masih berpikir,
17:02Israel itu masih bisa mengawasi keadaan,
17:05dan Unifil melakukan berbagai perbaikan
17:08sejak wafatnya tiga personil dari Indonesia tersebut.
17:13Kalau boleh,
17:13saya hanya mengatakan bahwa,
17:15Trump itu mengatakan,
17:16saya berharap Hezbollah bertindak dengan baik dan benar
17:19selama periode waktu yang penting itu.
17:21Trump tidak menggunakan kata-kata yang sarkastik,
17:25misalnya pembunuhan,
17:27kemudian pelanggaran.
17:28Tidak,
17:28tapi hanya berkata,
17:29saya harap Hezbollah bertindak dengan baik
17:31dan benar selama periode waktu yang penting tersebut.
17:35Jadi,
17:35saya pikir kita harus merujuk kepada PBB
17:39yang melakukan pedalaman.
17:41Karena bagaimanapun juga,
17:43dalam suasana gencatan senjata,
17:45itu sangat terlarang
17:46dilakukan kegiatan yang menyasar
17:48manusia,
17:49pemukiman,
17:51lembaga pendidikan,
17:52kemudian pembakaran,
17:53pemboman,
17:54bahkan,
17:55bahkan,
17:57meracuni sumber-sumber air,
17:59itu juga sesuatu hal yang terlarang
18:01dalam hukum internasional.
18:03Tapi kalau hal ini sudah terjadi,
18:05siapa sih yang bisa,
18:06yang bisa menghakimi Israel?
18:07Karena bagaimanapun juga,
18:09menghakimi itu kan harus ada bukti-bukti awal.
18:11Dan bukti-bukti awal itu membutuhkan juga
18:13bukti forensik.
18:14Karena tidak bisa kita katakan,
18:17ini adalah pelakunya adalah Hamas,
18:19sorry,
18:20Hezbollah,
18:21ini pelakunya adalah Israel,
18:22ini pelakunya adalah settler,
18:24ini adalah pelakunya di wilayah desa,
18:25tidak bisa.
18:27Bolehlah informasi dasar itu diperoleh.
18:30Tapi informasi dasar hendaknya didukung
18:31dengan informasi,
18:34dengan data-data forensik
18:35yang cross-certified.
18:37Jadi ada paling tidak tiga referensi
18:42untuk mendukung sebuah fakta
18:44yang dapat dikatakan
18:45melanggar gencatan sejarah tersebut.
18:47Yang kita belum lihat adalah
18:49bagaimana satelit NATO itu memonitor begitu.
18:52Karena satelit NATO itu,
18:53kalau kita lihat ya,
18:54di Google Earth,
18:55mereka kan bisa memonitor rumah
18:57dari jam ke jam.
18:58Kemudian kenapa?
18:59Kenapa satelit NATO ini tidak digunakan?
19:02Kemudian kenapa juga satelit Uni Eropa
19:05tidak digunakan buat memetakan
19:07wilayah secara sangat detail.
19:09Karena kalau terjadi sesuatu,
19:10paling tidak 10 menit sebelumnya
19:12sudah ada gerakan gitu.
19:14Di mana penumpukan orang,
19:15di mana penumpukan senjata,
19:18di mana penumpukan handphone,
19:19kemudian apakah ada handphone
19:21yang terdaftar di Lebanon,
19:22apakah ada handphone
19:23yang terdaftar di Israel,
19:25atau ada handphone yang menggunakan satelit.
19:27Tentunya data-data ini
19:28yang harus dimiliki oleh Unifil.
19:31Sehingga mereka bisa memiliki
19:33data informasi yang benar,
19:35sehingga dunia juga tidak
19:37dengan serta-merta
19:38mengiakan apa kata Macron,
19:41dan juga tidak mengiakan
19:42apa kata Hezbollah,
19:43dan juga dengan tidak cepat-cepat
19:45mengatakan apa yang dikatakan
19:47oleh pemimpin Iran itu pasti benar.
19:48Tidak.
19:50Penelitian yang mendalam,
19:52penelitian yang sungguh-sungguh,
19:54itu memang memerlukan waktu.
19:55Maka untuk itu dunia
19:56hendaknya bersabar.
19:58Biasanya 2x24 jam itu
19:59Unifil bisa mendapatkan data yang sahih.
20:02Persis seperti ketika mereka mengatakan
20:05dua anak kita itu,
20:07yang pertama itu wafat karena
20:09ledakan kendaraan,
20:11dan anak kita yang kedua itu
20:12wafat di tengah konflik Israel-Hizbollah.
20:15Jadi data-data informasi seperti inilah
20:16yang harus dibuktikan oleh Unifil.
20:20Dan pada saat yang sama juga,
20:22Unifil hendaknya melakukan upgrading,
20:25melakukan pemberdayaan institusional,
20:27karena dengan demikian,
20:30Unifil itu dapat senantiasa relevan
20:32untuk bertugas di Lebanon
20:34dan juga menjadi pembelajaran
20:37bagi peacekeeping operation yang lain,
20:42yang bertugas di banyak benua,
20:43dan tidak mustahil akan ada
20:45kelak Unifil peacekeeping operation
20:49atau pasukan perdamaian
20:50yang bergerak di wilayah-wilayah konflik
20:52yang baru.
20:53Jadi kita,
20:54untuk itu tentunya PBB harus senantiasa
20:57siap melakukan revisi,
21:00siap melakukan revisi,
21:02kemudian juga restructuring.
21:06Karena seperti kita ketahui bersama,
21:08masalah keamanan itu
21:10berkaitan juga dengan masalah pembangunan.
21:13Kita ketahui bersama.
21:14Kita sudah berbicara masalah keamanan
21:16di wilayah Lebanon Selatan.
21:19Tapi kita juga sadar,
21:21bahwa Lebanon sebagai suatu negara,
21:23itu juga sangat kompleks pengurusannya.
21:25Ini urusannya yang sangat berkelindan begitu.
21:28Misalnya,
21:29dunia kenapa tidak mengkritisi?
21:31Lebanon mengalami economic collapse.
21:34Kemudian mata uangnya drop.
21:36Kemudian korupsinya tinggi.
21:38Kemudian juga infrastrukturnya tidak beres.
21:40Jadi ini juga hal-hal yang harus
21:42dipahami oleh dunia,
21:44tidak hanya fokus kepada masalah
21:45masalah kematian
21:47awak Unifil,
21:49tapi juga masalah-masalah
21:50makro di sekitarnya.
21:52Karena kalau masyarakat gelisah,
21:54masyarakat ada ketakutan,
21:56maka tentunya pergerakan dari tentera Israel
21:58yang sekecil apapun kan menakutkan.
22:00Sehingga terjadi efek berantai begitu.
22:02Dan kita jangan hanya melihat ujungnya saja.
22:05Tapi ini adalah sebab akibat
22:07dari proses panjang yang terjadi
22:09di level kenegaraan Lebanon sendiri.
22:12Oke, sentimen-sentimen termasuk makro
22:13juga perlu diperhatikan begitu oleh Unifil.
22:17Terkait juga dengan keselamatan
22:18pasukannya yang berada di lokasi.
22:20Kalau kita berbicara lagi soal Israel,
22:23ini Pak Tuku,
22:24kayaknya ini Israel bukan kali pertama
22:26melakukan pelanggaran genjatan senjata.
22:28Sebelumnya juga pernah
22:29hal serupa terjadi di jalur Gaza.
22:32Ada genjatan senjata,
22:33namun hari demi hari
22:35Israel masih melakukan serangan di jalur Gaza.
22:38Menurut Anda,
22:38apakah kesepakatan
22:40genjatan senjata dengan Israel
22:43adalah hal yang sia-sia
22:44kalau melihat tindakan sebelumnya?
22:49Kalau saya menempatkan diri
22:52dalam cara berpikir
22:53keralangan Timur Tengah,
22:55itu mereka melihat bahwa
22:56Israel dan Amerika Serikat itu
22:58kalau sudah berbicara
22:59masalah genjatan senjata itu
23:00tidak bisa dipercaya.
23:02Tapi bagaimanapun juga
23:03negara-negara dunia ini
23:04yang bertika ini
23:05juga memerdukan klaim
23:06bahwa mereka itu cinta damai.
23:09Jadi di satu sisi mereka
23:11menghendaki
23:13bebasnya genjatan senjata,
23:15tapi di sisi lain
23:16pelatuk di kalangan mereka
23:18juga dihidupkan.
23:21Dalam bayangan negara-negara
23:23di Timur Tengah,
23:24Israel dan Amerika Serikat itu
23:26kalau bicara itu
23:26tidak bisa dipercaya.
23:28Kemudian kalau terlibat
23:29dalam permufakatan,
23:30mereka akan ingkar.
23:31Dan kalau sudah sama-sama
23:32terlibat dalam operasi bersama,
23:34mereka itu akan
23:35menggunting dalam lipatan.
23:37Jadi ini adalah dalam bayangan
23:38negara-negara di Timur Tengah,
23:40terutama sekali Iran.
23:41Karena Iran sendirian.
23:43Negara-negara di Timur Tengah itu
23:44selama ini menderita
23:46dikotomi yang dibuat oleh
23:47kekuatan-kekuatan besar
23:49dunia,
23:49Sunni lawan Syiah.
23:51Tapi kalau sudah menyangkut
23:52pemahaman mereka
23:53atas perdamaian,
23:54itu pendapat mereka sama.
23:56Dan juga pada hari ini
23:57kita mulai melihat bahwa
23:58istilah Sunni dan Syiah itu
24:00sudah mulai
24:00sudah mulai menyatu.
24:02Karena mereka semuanya sadar
24:03bahwa musuh besar mereka itu
24:05adalah Israel
24:05dan juga Amerika.
24:07Jadi ini yang,
24:08ide-ide ini yang sebenarnya
24:09sudah ada di Timur Tengah.
24:11Jadi kalaupun Israel,
24:13Amerika Serikat,
24:14dan juga PBB
24:15mengharapkan gencatan senjata,
24:17tidak ada jaminan
24:19gencatan senjata itu akan
24:20akan
24:21karena
24:22Amerika Serikat dan Israel
24:23memiliki teknologi
24:24lebih tinggi untuk membuktikan
24:25dan membuktikan itu
24:26bisa benar-benar salah
24:27bahwa di dalam
24:28instalasi sipil
24:29itu terdapat kegiatan militer.
24:31Baik.
24:31Baik.
24:32Ini sangat berkelindan
24:34seperti yang disebutkan oleh
24:35Pak Tegu tadi
24:36bahwa memang banyak sekali
24:37yang harus diperhatikan
24:38ini baik internalnya
24:40maupun secara globalnya
24:42begitu sehingga
24:42mengetahui akar masalah
24:43yang tengah terjadi
24:44di Libanon ini
24:45termasuk juga
24:46dengan sejarah
24:47begitu ya Pak Tegu
24:48di mana Israel ini
24:49beberapa kali
24:50melanggar gencatan senjata
24:51bukan hanya di Libanon
24:52tetapi juga
24:53di jalur Gaza.
24:54Tapi terkait dengan hal lain
24:56ini Pak Tegu
24:56soal Selat Hormuz
24:58kita berbicara
24:59di Iran
25:01begitu yang masih
25:02melakukan
25:02blokade penutupan
25:04Selat Hormuz
25:04di mana keputusan ini
25:06juga dilakukan
25:07sebelumnya setelah ada
25:08klaim dari Amerika Serikat
25:09bahwa sepenuhnya
25:10Selat Hormuz dibuka
25:12kemudian Iran
25:13kembali memberikan
25:14statement bahwa
25:14tidak ada pembukaan
25:15Selat Hormuz
25:16dan Selat Hormuz
25:16kembali ditutup
25:17pada beberapa hari yang lalu
25:18namun kita bahas
25:19usai jeda
25:19Pak Tegu
25:20tetaplah bersama kami
25:21di Breaking News Kompas Tepi
25:22selamat menikmati
Komentar