00:00Kami menolak adanya pembahasan di dalam, kami menolak adanya dui fungsi abri, teman-teman!
00:11Untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,
00:19saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, haluta kontinua panjang perjuangan.
00:38Kepala Auditorat Militer 207 Jakarta, Kolonel CHK Andri Wijaya menyebut,
00:44motif penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus, yakni dendam pribadi terdakwa.
00:51Hal ini disampaikan usai menyerahkan berkas perkara kasus penyiraman air keras Andri Yunus
00:56ke Pengadilan Militer 208 Jakarta pada 16 April.
01:02Kolonel CHK Andri Wijaya bilang, hingga pemeriksaan terakhir,
01:07keempat terdakwa, yakni Kapten MPD, Letu BHW, Letu SL, dan Serda ES,
01:14mengaku mereka menyimpan dendam pribadi kepada korban.
01:18Terdakwa menyiram air keras kepada Andri Yunus tengah malam, tanggal 12 Maret 2026,
01:24di daerah Salemba, Jakarta Pusat, hingga korban mengalami luka bakar 20 persen,
01:29dan masih menjalani perawatan di RSCM Jakarta.
01:56Tim Advokasi untuk Demokrasi menilai pelimpahan berkas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontrasi.
02:03Andri Yunus kepada Pengadilan Militer tidak transparan.
02:07Tim Advokasi mengkritik auditorat militer yang menyerahkan berkas perkara penyiraman air keras
02:12tanpa meminta keterangan dari korban, yakni Andri Yunus.
02:18Motif dendam pribadi yang menjadi alasan empat anggota TNI nonaktif menyiram Andri Yunus
02:23juga dinilai tidak tepat, karena Andri hanya menyampaikan pendapat kritis.
02:28Jadi ini adalah upaya hanya melokalisir di empat saja, kemudian juga menutup pintu siapa yang menyuruh,
02:35siapa yang memerintahkan, siapa yang mendanai, dan bahkan melakukan upaya pembelakan informasi
02:44dengan hanya melokalisir di dalam pribadi.
02:46Jelas sekali perkara Andri Yunus tidak ada masalah pribadi dengan aktor-aktor pelaku.
02:52Yang Andri Yunus lakukan adalah kerja-kerja kritik kepada proses buat undang-undang,
02:58kerja-kerja kritik kepada remitualisasi yang sangat terbahaya buat demokrasi.
03:02Tim advokasi untuk demokrasi mendesak agar dalang penyiraman air keras Andri Yunus terungkap.
03:09Pasalnya, dari hasil investigasi dan pemeriksaan sejumlah CCTV,
03:13diduga aksi ini sudah terorganisir oleh lebih dari empat orang.
03:17Pengadilan Militer 208 Jakarta memastikan,
03:21sidang kasus penyiraman air keras Andri Yunus terbuka untuk umum
03:25dan akan berlangsung pada 29 April mendatang.
03:28Tim Liputan, Kompas TV