JAKARTA, KOMPAS.TV - Usai mengumumkan keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, mengklaim PSI sudah banyak ditakuti lawan politiknya, walaupun statusnya masih sebagai partai baru.
Apa makna pesan politik Jokowi dan kepada siapa pesan ini ditujukan? Kita bahas bersama Kamaruddin Komar, juru bicara PSI, dan Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno.
Baca Juga Jokowi: "Hati-Hati", PSI Disebut Akan Jadi Partai Besar dan Banyak yang Ketakutan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/692954/jokowi-hati-hati-psi-disebut-akan-jadi-partai-besar-dan-banyak-yang-ketakutan-sapa-malam
#jokowi #psi #politik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692975/kamaruddin-komar-adi-prayitno-baca-makna-pernyataan-jokowi-klaim-psi-ditakuti-pesan-untuk-siapa
Apa makna pesan politik Jokowi dan kepada siapa pesan ini ditujukan? Kita bahas bersama Kamaruddin Komar, juru bicara PSI, dan Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno.
Baca Juga Jokowi: "Hati-Hati", PSI Disebut Akan Jadi Partai Besar dan Banyak yang Ketakutan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/692954/jokowi-hati-hati-psi-disebut-akan-jadi-partai-besar-dan-banyak-yang-ketakutan-sapa-malam
#jokowi #psi #politik
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692975/kamaruddin-komar-adi-prayitno-baca-makna-pernyataan-jokowi-klaim-psi-ditakuti-pesan-untuk-siapa
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang, Saudara.
00:03Jokowi Dodo menyebut keberadaan PSI saat ini mulai diperhitungkan dan ditakuti oleh lawan-lawan politiknya.
00:14Pernyataan ini, Saudara, disampaikan Jokowi usai mengumumkan keanggotaannya di PSI dalam rapat koordinasi DPD Kota Bandung.
00:23Jokowi menekankan bahwa posisi PSI sebagai partai baru tidak menjadi penghalang untuk bertarung di panggung politik nasional.
00:31Jokowi juga meminta kader PSI untuk aktif turun ke masyarakat dan membangun jaringan dengan berbagai komunitas dan tokoh.
00:42Sudah, sekarang saya bacakan di sini, meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan.
01:04Uang sama partai baru saja kok takut.
01:10Ini partai baru, tapi juga hati-hati.
01:16Meskipun partai baru, hati-hati.
01:20Ini akan menjadi partai besar.
01:26Sementara itu, Saudara, juru bicara Partai Gerindra,
01:29Bahtera Bandung menilai bergabungnya Jokowi ke PSI bukanlah ancaman bagi pemerintah Presiden Prabowo
01:37karena saat ini PSI adalah rekan koalisi.
01:40Gerindra menilai bergabungnya Jokowi ke PSI sebagai sebuah sinergi untuk bersama-sama pemerintah membangun bangsa.
01:52Kami bersahabat baik, PSI juga bagian dari partai koalisi pemerintah,
01:57jadi menurut hemat kami itu sesuatu yang baik dan tugas kita ke depan adalah bagaimana berkontribusi,
02:03terus membangun Indonesia ke arah yang lebih baik,
02:06dan ini yang menjadi harapan semua masyarakat,
02:08terutama bahwa kita harus berlomba-lombanya itu dalam hal kebaikan,
02:14bahwa kita harus menghadirkan yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara,
02:19dan di mana memang masyarakat membutuhkan kehadiran para tokoh-tokoh, para elit-elit kita.
02:28Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai,
02:31pernyataan Jokowi sebagai sebuah pesan khusus kepada lawan politiknya yang saat ini
02:36melakukan serangan demi serangan politik untuk kasus ijazah dan gugatan soal pencalonan Gibran ke Mahkamah Konstitusi.
02:45Agung juga menilai bergabungnya Jokowi ke PSI sebagai bentuk strategi
02:49guna mengamankan Jokowi efek agar bisa disalurkan melalui parpol.
03:17Terima kasih.
03:25Bukan hanya sekedar relawan lagi, tapi ini sudah menginstitusi secara elektoral
03:29lewat sebuah partai yang punya nafas, bisa memastikan kekuatan Jokowi efek itu tetap berefek,
03:36kemudian keluarga Solo bisa terlindungi sekaligus seperti itu.
03:41Usai mengumumkan keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia atau PSI,
03:47Presiden ke-7 Indonesia Jokowi Dodo mengklaim,
03:49PSI sudah banyak dikatekuti oleh lawan politiknya,
03:54walaupun statusnya masih sebagai partai baru.
03:57Apa makna pesan politik Jokowi dan kepada siapa pesan ini ditujukan?
04:02Kita bahas bersama dengan juri bicara PSI, Bang Kamarudin Komar,
04:05dan juga Direktur Sekutif Parameter Politik,
04:08Mas Adi Priyant Prayitno. Selamat petang semuanya.
04:12Selamat petang, Mas.
04:15Mas Kamarudin.
04:16Siap, selamat petang.
04:17Suaranya jelas ya semuanya ya.
04:18Saya ke Bang Kamarudin dulu nih.
04:19Bang Kamarudin, ini partai baru sudah diperhitungkan dan juga ditakuti.
04:25Emang yang dimaksudkan oleh Jokowi Dodo ini siapa, Bang?
04:29Sebenarnya begini ya, Pak Jokowi enggak bermaksud ke siapapun.
04:34Tapi harus diingat bahwa ketika Pak Jokowi masuk PSI,
04:40Pak Jokowi ini mempunyai kekuatan politik tersendiri.
04:47Artinya Pak Jokowi sudah terinstitusional,
04:51menjadi kekuatan politik dalam hal ini adalah PSI.
04:56Sebenarnya Pak Jokowi sudah lama masuk PSI sekitar Oktober 2025 ya.
05:04Jadi sekarang sudah jelas dan terang-menerang.
05:08Pak Jokowi PSI, PSI Pak Jokowi.
05:12Oke, saya tegas sekali lagi,
05:14tapi tidak ada maksud apa-apa ya.
05:17Diperhitungkan, ditakuti ini tidak menyasar ke sosok siapapun
05:20atau partai politik siapapun ya, Bang Kamarudin ya.
05:23Iya, tapi yang harus dipahami bahwa PSI ini sudah menjadi rumah besar Pak Jokowi ya.
05:30Di bawah Pak Jokowi merupakan representasi relawan-relawan ya.
05:36Kita juga ingin relawan-relawan juga segera-segera ya bergabung dengan PSI.
05:42Karena Pak Jokowi sebentar lagi juga akan dideklarasikan.
05:47Apa jabatan Pak Jokowi?
05:49Banyak yang bertanya, apa sih jabatan Pak Jokowi di PSI?
05:53Tunggu tanggal mainnya saja gitu.
05:56Nanti DPP dan Mas Ketu mengumumkan apa jabatan Pak Jokowi.
06:00Saya kira Pak Jokowi tidak menyasar siapapun.
06:03Tetapi ya Pak Jokowi ingin mengatakan bahwa PSI ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
06:11Pak Jokowi sudah menginstitusi ke PSI, saya kira itu.
06:16Oke, kalau dari Bang Adi sendiri melihat hal yang sama, apa yang disampaikan sudah diperhitungkan, sudah mulai ditakuti oleh pihak
06:22lain.
06:22Ini memang tidak ada menyasar orang lain.
06:25Tapi Anda membacanya seperti apa?
06:28Saya membaca dua hal.
06:30Pernyataan Jokowi bahwa PSI sekalipun partai baru, tapi banyak pihak yang kemudian ketakutan.
06:36Sepertinya Pak Jokowi itu ingin mengatakan satu hal, bahwa jika ada pihak-pihak yang selama ini suka nyerang Jokowi, suka
06:43nyerang Gibran,
06:45suka mendowngrade dan mendiskreditkan kekuatan politik Jokowi dan keluarga besarnya,
06:49adalah mereka yang berharap bahwa di masa-masa yang akan datang, 2029 dan seterusnya, kekuatan politik Jokowi sirna dan akan
06:58lenyap.
06:58Pak Jokowi sepertinya ingin kasih pesan bahwa ketika Jokowi berkabung dengan PSI,
07:03itu adalah satu penegasan bahwa di tengah begitu banyak kritik yang muncul dari berbagai kalangan,
07:10Jokowi terus ingin menunjukkan bagaimana eksistensi dan kekuatan politiknya.
07:13Bagi saya, si Jokowi ingin bilang kepada orang yang merasa mendowngrade Pak Jokowi dengan berbagai serangan dan Gibran dan keluarga
07:23besarnya,
07:23adalah mereka yang disebut ketakutan oleh Pak Jokowi sepertinya.
07:27Nah yang kedua, sepertinya ini juga akan menyasar pihak-pihak yang selama ini misalnya mengusulkan soal kenaikan ambang batas parlemen.
07:35Kan sekarang saat ini kan cukup santar di kawan-kawan politisi Senayan soal usulan ambang batas parlemen itu dari 4
07:43kemudian dinaikkan menjadi 5, 6, 7 dan semacamnya.
07:47Kenapa? Karena selalu muncul bahwa kenaikan ambang batas ini kan selama bagai upaya untuk menghambat.
07:52Bagaimana partai-partai non-parlemen yang selama ini memang susah payah bekerja keras untuk lolos ke parlemen akan semakin dihambat.
08:01Jadi dalam konteks itulah saya sebut Mas Yasir dua hal, sepertinya Jokowi juga ingin kasih pesan.
08:07Jika ada pihak-pihak yang berupaya...
08:09Nah itu pihak-pihak ini siapa Mas Adi? Anda membacanya pihak-pihak ini masih terselubung atau memang terlalu dini untuk
08:15diungkapkan ke publik?
08:17Ya itu kalau soal yang mengusulkan ambang batas kan kita bisa tracking satu kawar satu di medsos.
08:23Ataupun di media mainstream ada yang mengusulkan 5, ada yang mengusulkan 6, dan ada yang mengusulkan 7.
08:28Bahkan secara eksplisit gitu ya, itu disebutkan sebagai upaya untuk menghambat PSI agar tidak lolos ke parlemen untuk yang kesihkan
08:36kalinya.
08:37Padahal kalau kita mau jujur, soal isu kenaikan ambang batas parlemen ini terjadi sejak 2004, 2009, 2014, 2019, 2024, dan
08:46seterusnya.
08:46Dan ini akan selalu menjadi perdebatan yang tidak berkusuran.
08:50Tapi setidaknya kalau kita mau tafsirkan pernyataan Pak Jokowi soal siapa yang ketakutan, tadi itu orang yang suka serang Jokowi
08:56dan keluarga besarnya.
08:58Dan yang kedua adalah orang yang mencoba untuk menghambat supaya PSI lolos ke parlemen.
09:02Tapi persisnya tentu hanya Allah SWT dan Pak Jokowi tadi yang tahu soal itu.
09:07Tapi saya mau tanya juga ke jubirnya PSI nih Bang Kamarudin, masa iya nggak tahu siapa-siapa yang memang ingin
09:14menyerang Jokowi, bahkan juga menyasar soal ambang batas karena PSI juga sebagai partai baru.
09:21Kita ya PSI dan Pak Jokowi terkait dengan ambang batas, kita akan tunduk pada keputusan anggota DPR dalam merumuskan rancangan
09:33Undang-Undang Perubahan, Undang-Undang Pemilu.
09:35Apapun hasilnya nanti, apakah 5%, apakah 8%, apakah 10%.
09:41Tapi yang harus dipertimbangkan adalah ada putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan Parlement Resort.
09:49Ada kemudian sekian juta suara rakyat yang terabaikan di Pemilu 2024 yang tidak bisa terkonversi menjadi kursi.
10:00Ini menjadi pertimbangan, semoga ini menjadi pertimbangan, karena ini adalah suara rakyat.
10:06Suara rakyat adalah suara Tuhan, bagaimana kemudian DPR secara arif dan bijaksana untuk mempertimbangkan dua hal ini.
10:14Yang pertama adalah putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan ambang batas.
10:19Kemudian terkait dengan hilangnya suara rakyat di setiap pemilu karena adanya ambang batas.
10:29Jadi PSI masih belum mencari solusi.
10:31Jadi PSI sendiri meskipun nanti menghormati putusan dari DPR, tapi masih berharap tetap mempertimbangkan ambang batas yang tadi dimaksud ya?
10:41Kami, PSI dan Pak Jokowi, apakah 5%, apakah 6%, apakah 7%, kami siap saja.
10:49Tetap kami merujuk pada undang-undang hasil perubahan yang dilakukan oleh DPR saat ini.
10:55Tapi yang paling penting dipertimbangkan dua hal tersebut.
10:58Yang pertama adalah putusan Mahkamah Konstitusi, yang kedua terkait dengan hilangnya suara rakyat.
11:06Rakyat memilih kemudian ingin ada keterwakilan di DPR, tetapi ini sirna akibat ambang batas.
11:14Oke, kalau dari Mas Adi sendiri melihat itu seperti apa?
11:17Menyatakan bahwa sudah diperhitungkan, kemudian ditakuti.
11:21Ini tentu akan mendapat respons dari mereka-mereka yang tadi seperti yang Mas Adi sampaikan, pihak-pihak.
11:27Nah, itu respons yang Anda baca, mereka akan seperti apa?
11:31Ya, kalau kita menghitung rata-rata secara umum, per hari ini belum ada statement dari partai-partai politik, khususnya yang
11:37ada di parlemen.
11:38Terkait dengan kenyataan Mbak Jokowi bahwa ada yang merasa terancam ataupun ketakutan.
11:43Tapi pastinya ketomong-ketomong dan elit-elit partai yang ada di parlemen selalu mengatakan bahwa baik-baik saja dan mereka
11:50sangat siap berkompetisi dengan apapun.
11:53Dalam logika elit partai dan kompetisi secara umum, saya kira PSI itu bukan hanya bersaing dengan satu, dua, ataupun kelompok
12:01tertentu, tapi saling bersaing satu sama yang lainnya Mas.
12:04Jadi bukan hanya pihak yang lain yang merasa terancam, tapi pihak PSI pun juga harus khawatir bahwa di kemudian hari
12:11kalau memang PSI tidak perform,
12:13kerjanya tidak merakyat, tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan tidak mungkin yang dulunya berharap besar ke PSI justru akan pindah
12:20ke lain hati.
12:21Makanya kan Pak Jokowi selalu mengatakan PSI akan besar, tapi dengan catatan dekat dengan rakyat dan bekerja untuk masyarakat.
12:28Kalau itu tidak dilakukan, bukan tidak mungkin harapan-harapan besar terhadap PSI supaya kakinya nyentuh ke tanah, memberikan kontribusi penting
12:36ke rakyat,
12:36tapi tidak dirasakan, orang kemudian galau dan justru akan pindah ke lain tempat.
12:42Jadi bagi saya, soal goda-menggoda, soal takut-menakut, saya kira ini akan berlaku kepada siapapun,
12:49dan potensi hijrah antar pendukung itu sangat mungkin, karena dalam sistem bagaimana pemilu kita dilakukan secara langsung,
12:56terutama pilek dengan sistem proporsional terbuka, ini kan seperti pasar bebas, siapa kuat maka dia akan dapat.
13:02Nah ini yang menarik nih Bang Adi, karena kalau kita lihat ada juga pengamat yang menyatakan bahwa sebenarnya
13:07salah satu serangan yang dilakukan oleh lawan politiknya adalah terkait dengan gugatan ijasa Gibran dan juga ijasa Jokowi
13:15yang saat ini masih tengah berlangsung. Ini yang ingin saya tanyakan ke Bang Komar, betul demikian?
13:24Saya kira serangan ke Pak Jokowi kan bukan hanya saat ini ya, serangan ke keluarga Pak Jokowi dilakukan
13:32bukan hanya saat ini, sudah sangat lama ya, orang-orang yang sakit hati dan benci Pak Jokowi menyerangnya sudah sangat
13:39lama.
13:39Saya kira ketika orang-orang itu menyerang, tapi tingkat keterpuasan terhadap Pak Jokowi itu makin meningkat gitu loh.
13:47Sekarang tingkat keterpuasan kekuimpinan Pak Jokowi masih terekam di memori rakyat ya,
13:53sekitar 75-80 persen ya, rakyat mengakui ya, apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi selama 10 tahun
14:01itu bisa menyelesaikan banyak perusahaan-perusahaan rakyat dan perusahaan-perusahaan bangsa.
14:05Kalau terkait dengan serangan, saya kira Pak Jokowi sudah kebal ya,
14:09terkait dengan fitnah ya, pencemaran nambah baik, Pak Jokowi itu sudah sangat kebal ya.
14:14Kita bisa melihat ya, 10 tahun kepemimpinan Pak Jokowi diserang si kiri kanan atas belakang,
14:21tapi Pak Jokowi masih berkahan ya, di tingkat 80 persen tingkat kesukaan rakyat kepada beliau.
14:28Artinya beliau itu tidak perlu, saya kira tidak takut dengan hal-hal tersebut.
14:33Serangan ke Pak Gibran juga begitu ya, selama pencalonan sampai saat ini juga kena serangan yang bertubi-tubi.
14:39Jadi baik Jokowi Dodo maupun Gibran ini sebenarnya sudah tahan banting begitu istilahnya dengan serangan-serangan ini ya.
14:47Tapi pertanyaannya adalah, kalau seandainya, kalau sudah seperti yang tadi sudah disampaikan bahwa serangan-serangan ini sudah dilakukan,
14:54pertanyaan selanjutnya, PSI sendiri sudah punya pemetaan belum?
14:58Sebenarnya siapa sih yang melakukan serangan-serangan ini ataupun ada aktor di balik itu,
15:03atau ada pihak-pihak yang terorganisir begitu, Bang Komar?
15:08Semua orang sudah pada tahu ya, semua orang pada tahu ya, semua orang juga bisa melihat berita,
15:14bisa melihat media sosial ya, tanpa harus kita katakan, juga semua tahu.
15:20Siapa saja sih yang menyerang Pak Jokowi, kelompok mana saja sih yang menyerang Pak Jokowi.
15:24Siapa itu? Semua orang tahu itu siapa?
15:27Rakyat sudah pada tahu, tidak perlu saya sebutkan, juga ada pada tahu ya.
15:30Tapi yang paling penting, Pak Jokowi tetap istiqomah.
15:34Pak Jokowi ini kan seperti Umar bin Khattab.
15:37Kalau kata Mas Adi ini kan, Pak Jokowi seperti Umar bin Khattab.
15:41Baik, kalau seandainya Bang Komar bilang semua orang sudah tahu,
15:45dan melihat.
15:45Kalau Bang Komar bilang semua orang sudah tahu,
15:48mungkin kalau Bang, maaf saya potong Bang Komar,
15:50kalau Bang Komar bilang semua orang sudah tahu,
15:52mungkin Mas Adi tahu, saya ingin tanya pendapatnya.
15:56Bagaimana Mas Yaset? Apa pertanyaan spesifiknya?
16:00Semua orang sudah tahu, kalau tadi kata Bang Komar,
16:02semua orang sudah tahu kalau siapa-siapa saja yang menyerang Pak Jokowi dan juga Gibran.
16:07Bisa dilihat di media begitu.
16:09Saya tanyakan ke Bang Komar, Bang Komar bilang semua orang sudah tahu.
16:11Mungkin Mas Adi punya jawabannya?
16:14Ya tentu kalau memention nama dan kelompok,
16:17takut somasi, takut kenal panggungan ITE.
16:21Jadi paling mungkin secara eksplisit,
16:23hanyalah anasir-anasir dengan cara melihat,
16:26kira-kira siapa pihak-pihak yang selama ini cukup aktif dan agresif
16:30memberikan serangan, baik kepada Pak Jokowi,
16:33kemudian ke Pak Gibran dan keluarga besar Pak Jokowi secara umum.
16:36Kan itu kan sudah bisa di-tracking oleh publik.
16:39Kalau kita menggunakan bahasa masa medsos,
16:41orang-orang itu dianggap sebagai bagian terafiliasi dengan kekuatan politik tertentu.
16:45Punya hidden agenda yang dikait-kaitkan dengan kompetisi pilpres khususnya di 2029.
16:51Tapi Mas Adi, tentu saja kalau kita menyebut nama dan siapa orangnya,
16:55sangat riskan, ngerisik sekali sekarang dengan undang-undang ITE itu.
16:59Tapi publik secara common sense sebenarnya sudah melihat bagaimana pola-pola itu.
17:03Tapi persisnya kan bagi saya,
17:05soal serang menyerang, soal bully membuli,
17:07saya kira semua orang, semua vaksi, dan semua kelompok-kelompok politik di negara kita
17:12selalu juga merasa diserang tanpa henti.
17:15Saya kira yang dikritik bukan hanya Pak Jokowi dan Gibran,
17:18tapi ketomong-ketomong partai kan juga suka dibully dan suka dikritik.
17:21Presiden pun juga dikritik.
17:23Jadi bagi saya secara prinsip ketika Pak Jokowi bicara tentang ada
17:26begitu banyak orang yang ketakutan,
17:28ya ini menjelaskan betapa saling mengkritik dan saling membuli
17:32tujuannya adalah untuk mendiskreditkan
17:34supaya yang dikritik dan dibully itu
17:36aura politiknya di masa-masa yang mendatang tidak moncer
17:39dan kemudian kekuatan politiknya wassalam.
17:42Tinggal kita tunggu siapa yang kuat menari di atas badai
17:46begitu banyak kritik dan kemudian serangan-serangan ini.
17:49Hanya daya tahan politikilah yang kemudian akan menentukan segala-galanya,
17:53siapa yang akan terus eksis dan kemudian mendapatkan dukungan rakyat secara signifikan.
17:57Nah, salah satu yang juga jadi sorotan adalah terkait dengan ambang bantas
18:01yang tadi kita diskusikan.
18:02Yang Anda baca, respon dari PSI ataupun strategi dari PSI sendiri
18:07terkait dengan ambang bantas ini nanti akan seperti apa?
18:09Kalau soal ambang bantas ya, saya kira ini tidak perlu didramatisir
18:15hanya sebatas untuk mencegal PSI lolos ke parlemen.
18:19Setahu saya sejak menjadi peneliti dan dosen,
18:22soal kenaikan ambang bantas ini kan sebenarnya sejak 2004
18:25dan hingga 2024 terus bergulir dari 2 persen jadi naik 3 persen jadi 4 persen
18:31dan kini cukup ramai dinaikkan menjadi 5, 6 atau 7 persen.
18:35Katanya ingin menyederhanakan partai
18:36dan tentu dengan adanya usul terkait dengan kenaikan ambang bantas ini
18:40bukan hanya PSI yang merasa dirugikan
18:42tapi partai-partai non-parlemen seperti P3, seperti Hanura, seperti Perindo
18:47dan partai-partai baru yang lainnya
18:49tentu akan semakin struggle dan kesulitan untuk lolos ke parlemen.
18:54Jadi bagi saya kalau telunjuknya itu hanya diarahkan kepada PSI
18:58terkait dengan kenaikan ambang bantas
18:59terlampau dilebih-lebihkan secara umum
19:02partai politik non-parlemen, partai politik yang baru berdiri
19:06dan saat ini sedang berusaha
19:07supaya lolos sebagai peserta pemilu
19:10pastilah merasa dirugikan
19:12dengan adanya isu soal kenaikan ambang bantas ini
19:15apalagi kalau kawan-kawan DPR ini disahkan
19:18ambang bantas menaikkan jadi 5, 6, atau 7 persen
19:21tentu siapapun partai politiknya
19:23akan wajib usulnya untuk melakukan kerja keras
19:26untuk mendapatkan dukungan bayat mas
19:28ini gak main-main soal ambang bantas
19:30sehingga menarik untuk kita simak ya
19:31bagaimana putusan di DPR terkait dengan ambang bantas ini
19:35apalagi PSI ini sebagai partai baru non-parlemen
19:37ini juga menarik untuk ditunggu ya
19:39begitu ya Bang Komar
19:40terima kasih juri bicara PSI Bang Kamarudin Komar
19:44dan juga Direktur Eksekutif Parameter Politik
19:47Mas Adi Prajitnya telah bergabung bersama kami di Kompas Petang
19:49salam