Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan proses perizinan masih berlangsung untuk mengeluarkan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan KBRI Teherandan pemerintah Teheran.

Dua kapal tersebut, Pertamina Pride dan Gamsunoro, diupayakan dapat segera keluar dari Selat Hormuz.

Baca Juga Iran Membalas! Ancam Blokir Teluk Persia hingga Laut Merah Jika AS Tak Cabut Blokade di https://www.kompas.tv/internasional/663577/iran-membalas-ancam-blokir-teluk-persia-hingga-laut-merah-jika-as-tak-cabut-blokade

#pertamina #selathormuz #iran #kapalminyak

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663578/update-dua-kapal-pertamina-tertahan-di-selat-hormuz-kemlu-proses-perizinan-ke-iran
Transkrip
00:00Saudara, sementara Kementerian Luar Negeri Indonesia bilang proses perizinan masih terus berlangsung untuk mengeluarkan dua kapal tanker Pertamina yang masih
00:10tertahan dan tak dapat melewati Selat Hormuz.
00:14KMLU RI terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran dan pemerintah Teheran terkait izin agar dua kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro bisa
00:25keluar dari Hormuz.
00:31Intinya proses perizinan ini masih terus berjalan, kita terus koordinasi erat antara KMLU, KBRI Teheran dan juga dengan Pertamina sekali
00:42lagi ya proses perizinannya masih terus berjalan.
00:45Dan kalau ditanya negosiasinya ada progres yaitu proses perizinan masih terus berjalan dan apakah terkait overflight ini berpengaruh?
00:54Kami tidak menerima laporan khusus terkait ada pengaruhnya di sini yang dapat kami tekankan sekali lagi.
01:00Proses terus berjalan dan kita menunggu untuk detail mekanisme selanjutnya juga dari pihak Iran.
01:07Terima kasih.
01:07Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan