- 2 jam yang lalu
- #iran
- #trump
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Setelah sempat dibuka selama beberapa jam, militer Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.
Keputusan Iran ini karena Trump tetap memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Bagaimana situasi saling sandera ini bisa diakhiri? Karena semakin merugikan perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Dan bagaimana peluang negosiasi tahap selanjutnya akan terlaksana?
Kita bahas bersama Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo dan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno yang hadir secara daring.
Baca Juga Rilis Video Serangan, Israel Klaim Hancurkan 70 Infrastruktur Hizbullah di Lebanon Selatan di https://www.kompas.tv/internasional/663858/rilis-video-serangan-israel-klaim-hancurkan-70-infrastruktur-hizbullah-di-lebanon-selatan
#iran #trump #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663860/pakar-dan-dosen-unud-soal-iran-tutup-kembali-selat-hormuz-imbas-blokade-trump-peluang-damai-sempit
Keputusan Iran ini karena Trump tetap memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Bagaimana situasi saling sandera ini bisa diakhiri? Karena semakin merugikan perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Dan bagaimana peluang negosiasi tahap selanjutnya akan terlaksana?
Kita bahas bersama Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo dan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno yang hadir secara daring.
Baca Juga Rilis Video Serangan, Israel Klaim Hancurkan 70 Infrastruktur Hizbullah di Lebanon Selatan di https://www.kompas.tv/internasional/663858/rilis-video-serangan-israel-klaim-hancurkan-70-infrastruktur-hizbullah-di-lebanon-selatan
#iran #trump #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663860/pakar-dan-dosen-unud-soal-iran-tutup-kembali-selat-hormuz-imbas-blokade-trump-peluang-damai-sempit
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Intro
00:02Setelah sempat dibuka selama beberapa jam,
00:06militer Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu 18 April waktu setempat.
00:11Keputusan Iran ini karena Trump tetap memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
00:16Bagaimana situasi saling sandra ini bisa diakhiri karena semakin merugikan perekonomian dunia,
00:22termasuk Indonesia.
00:23Dan bagaimana peluang negosiasi tahap selanjutnya akan terlaksana.
00:27Kita bahas bersama pakar geopolitik dan keamanan nasional Wibawanto Nugroh Widodo
00:32dan dosen ilmu politik Universitas Udayana Evata Filomeno yang hadir secara daring.
00:37Selamat pagi, Bapak-Bapak.
00:39Selamat pagi, Ma.
00:42Trump itu sebelumnya sempat bilang kalau semua berjalan sangat baik dengan Iran.
00:46Tapi kemudian bilang kalau gencata-senjata bisa jadi nggak diperpanjang.
00:50Blokade tetap dilakukan, bahkan juga ada ancaman akan menjatuhkan bom di Iran.
00:54Pak Wibawanto, sebenarnya Trump itu maunya apa sih?
00:58Oke, sekarang salah satu lagi, Mbak.
01:00Jadi kita harus melihat fenomena dari fenomena kuantum yang sering saya sampaikan ya.
01:04Yang pertama itu kondisi uncertain.
01:07Kita tidak pernah tahu exactly apa yang menjadi intention dan capability Presiden Trump
01:11dan akhirnya aktor-aktor lain.
01:13Yang kedua, akhirnya semuanya itu, semua aktor yang terlibat,
01:16negara, aktor non-negara itu mengambil posisi superposition gitu loh.
01:20Mereka siap dalam segala skenario.
01:22Ya, karena kondisi uncertain.
01:23Yang ketiga, ini kondisi entanglement, melibatkan semua orang.
01:26Akhirnya semua jadi kena impact-nya.
01:28Karena konflik Iran dan Amerika.
01:32Dan yang keempat, itu adalah probability.
01:34Jadi, semua itu mungkin.
01:36Semua itu mungkin, kita tidak bisa melihat kemungkinan dari nol atau satu.
01:39Tapi semua keadaan itu mungkin terjadi.
01:41Eskalasi mungkin, manage tension mungkin, perang dunia juga mungkin gitu.
01:45Dan interaksi ini penting.
01:47Jadi, satu langkah salah, itu juga impact-nya besar-besar.
01:49Itu ya poin satu.
01:50Poin kedua, secara geopolitik sebenarnya saat ini, Mbak, ya.
01:54Hormuz itu masih tertutup.
01:55Secara teknik saja terbuka.
01:57Nah, jadi kenapa sih bilang tertutup?
02:00Karena, walaupun Iran sudah mengatakan bahwa Selat Hormuz itu dibuka untuk kepentingan global commerce.
02:06Kan gitu, ya.
02:07Tetapi faktanya, Amerika tetap mendeploy pasukannya secara ketat.
02:12Dengan surveillance-nya ketat.
02:13Dengan tujuan yang menurut Pentagon adalah targeted economic warfare kepada Iran.
02:17Jadi, perang ekonomi memberikan strategic pressure kepada ekonomi Iran.
02:21Melalui pengawasan kapal-kapal Iran yang keluar masuk di situ.
02:24Nah, bagi Iran, ini adalah tindakan ilegal, melanggar perjanjian ceasefire, dan juga sesuatu yang seperti pirasi, gitu.
02:35Nah, jadi ada tiga poin of view dari sini, ya.
02:38Poin of view yang pertama, ya.
02:39Kita harus mengakui bahwa Iran itu mempunyai, bukan hanya Hormuz, ya.
02:43Kumpulan geografis dalam halnya Hormuz.
02:45Tetapi Hormuz itu adalah geopolitical, namanya geopolitical chokehold, gitu loh.
02:52Jadi, hanya bisa dibuka kalau Iran mau buka.
02:55Kan itu kan, Mbak, faktanya, kan.
02:56Kalau Iran mau buka, ya nggak bisa dibuka, gitu.
02:58Nah, pertama.
02:59Yang kedua, buat Iran, kalau ditekan seperti ini terus,
03:02nah, Iran akan menaikkan leverage-nya.
03:04Dan bagi Iran, tidak perlu memenangkan perang,
03:06di mana secara militer Amerika sudah perang.
03:09Udah-mudah menang, ya.
03:10Tetapi bagi Iran, ya cukup saja membuat kondisi menjadi uncertain.
03:13Karena dengan adanya deployment pasukan laut di situ, ya,
03:17pasukan pemulti apa, joint force Amerika di situ,
03:20itu membuat banyak orang merasa uncertain,
03:22dan secara psikologis itu mengganggu, gitu loh.
03:25Ya, mengganggu.
03:26Walaupun menurut Amerika, mereka hadir di international waters,
03:29dan hanya melakukan surveillance dan targeted economic warfare spesifik pada Iran.
03:33Nah, akhirnya itu mengganggu perdagangan, ya.
03:35Dan akhirnya yang impact adalah global energy supply,
03:39dan juga global economic conditions.
03:41ya, rantai supply, dan lain-lain.
03:43Itu mengganggu semuanya.
03:44Nah, yang ketiga, yang ketiga, Pentagon.
03:47Pentagon ini juga mempunyai pandangan yang contradicting, ya, sekarang, ya.
03:51Yang saya analyze di sini, ya.
03:53Yang pertama adalah, mereka itu tidak siap untuk eskalatif sebenarnya.
03:57Tetapi mereka juga tidak siap untuk meninggalkan blokade itu begitu saja, gitu.
04:03Nah, sementara kalau blokade itu dilakukan,
04:05itu juga memberikan tekanan kepada Iran yang bisa menimbulkan suasana uncertain.
04:09Salah langkah sedikit, Iran juga bisa menaikkan eskalasi dan terbukti menutup, akhirnya.
04:13Nah, ini yang terjadi.
04:14Itu yang terjadi.
04:15Nah, sementara dari perspektif global community, ini tidak bisa ditolerir.
04:21Itu loh.
04:22Harus segera diselesaikan.
04:23Nah, sementara dari domestic politics Amerika,
04:26itu juga sudah terganggu, ya.
04:27Contohnya USPS saja, yang di social postal service,
04:30itu sudah memberikan charge lebih untuk pengiriman barang dalam hal gas.
04:35Karena Amerika sendiri juga belum cukup untuk menutup kekurangan supply gas-nya, gitu.
04:41Secara domestik, gitu.
04:42Itu poinnya, tuh.
04:43Oke, kalau misalnya sebenarnya adalah upaya dari Amerika Serikat juga memberikan tekanan ekonomi untuk Iran.
04:48Nah, kalau menurut Anda, Mas Evata, Iran beneran tertekan nggak dengan strategi IS ini?
04:54Ya, pertama, bahwa kita harus memahami blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini tidak secara menyeluruh, ya.
05:03Jadi memang hanya ada, kalau tercatat ya, ada 10 kapal lebih ya,
05:07merchant ship yang akhirnya ditolak dan juga disuruh putar barik.
05:10Tetapi ada satu strategi Iran yang cukup menarik,
05:13yaitu Iran kali ini memanfaatkan negara-negara yang beraliansi dengan China.
05:17Nah, kita mendapatkan data bahwa ternyata kapal-kapal yang berbendera Malaysia itu boleh saja masuk dan mensuplai minyak
05:24dan kadang-kadang juga ada berapa catatan-catatan mensuplai bahan-bahan khusus yang bisa nanti digunakan oleh militer dari Iran
05:31itu sendiri.
05:32Jadi, kalau ditanya bagaimana blokade Amerika, sebenarnya blokade ini cukup efektif ya dalam berapa titik.
05:38Akan tetapi, kali ini blokade itu ternyata cukup sulit.
05:41Karena apa?
05:42Rute perdagangan ini kan diatur oleh Iran itu sendiri.
05:44Saya tidak bermasuk untuk membela Iran secara total ya,
05:48tetapi kita bisa lihat bahwa sebenarnya strategi yang dimainkan oleh Iran justru sangat lentur sehingga mengikuti apa yang dikendaki oleh
05:54Amerika Serikat.
05:55Nah, dalam posisi seperti ini, ada dua rute.
05:57Satu rute yang ketika masuk itu lewat belakang Pulau Larak ya,
06:02dan rute baliknya itu bisa lewat tengah gitu.
06:04Nah, ini ada rute yang aman menurut Iran itu sendiri.
06:06Dan kita bisa melihat bahwa ternyata daya kemampuan negosiasi dari Amerika untuk membeli minyak dengan harga murah,
06:13ini juga mengalami kesulitan.
06:15Karena apa?
06:15Saat ini di atas kertas menurut brand ya kurang lebih 90.
06:19Tetapi kalau pada saat di on the spot, itu harganya 144 gitu.
06:24Jadi ini ada sesuatu kondisi yang cukup-cukup serius yang dialami oleh kedua pihak,
06:30baik dari Iran maupun dari Amerika Serikat.
06:32Tetapi dalam posisi seperti ini, Cina akhirnya mengeluarkan stok.
06:36Mereka mengeluarkan stok oil mereka,
06:38dan ini yang akhirnya disuplai dengan saat baik oleh kedua belakang pihak,
06:41meskipun dalam tekanan seperti ini.
06:43Salah satu faktor yang paling krusial adalah,
06:45Amerika Serikat saya lihat ternyata sedang menunggu perpecahan politik di dalam tubuh Iran itu sendiri.
06:51Kita lihat, Galibaf ini kan struktur IRGC, dia merupakan warisan dari IRGC ya.
06:56Jadi pemimpin politik, tetapi dengan kultur militer yang sangat kuat.
06:59Nah sedangkan si Pajaskian dan juga Argaci, ini kan teknokrat gitu loh.
07:04Mereka merasa bahwa kita harus hentikan perang.
07:05Tapi Galibaf mengatakan tidak, kita harus melakukan tekanan secara maksimal.
07:09Nah maka dalam posisi seperti ini, meskipun diblokade oleh Amerika,
07:12Amerika tahu bahwa sampai di mana Iran ini bisa bertahan dalam situasi politik dan tekanan yang seperti ini.
07:18Meskipun tadi secara ghost fleet ya, istilahnya ghost fleet itu kan boleh saja melintas.
07:22Karena Amerika juga tidak berani melakukan tekanan, nanti yang bereaksi adalah Cina.
07:25Nah maka dari itu yang dilakukan oleh Amerika adalah melebarkan ya, overview mereka
07:31sampai akhirnya menguasai berapa selat-selat yang nantinya ke depan itu akan mensupply minyak kepada Cina itu sendiri.
07:37Jadi nanti yang pasti akan diajak bicara oleh Amerika Serikat adalah Cina begitu.
07:40Untuk meminta Iran juga menghentikan tekanan-tekanan mereka.
07:44Meskipun kita tidak bilang bahwa Cina itu mengontrol Iran.
07:47Tetapi kita bisa melihat bahwa mereka berada pada satu stance yang sama ya,
07:50dan kepentingan yang cukup berat ya hari ini sedang ditahan oleh Amerika Serikat.
07:55Saya lihat demikian Pak.
07:56Perpecahan yang ditunggu oleh Amerika Serikat ini sebenarnya bisa kita lihat dari ini enggak?
08:00Ketika pembukaan slatormus disampaikan oleh pemerintah Iran, tapi penutupannya oleh IRGC.
08:06Itu bisa dilihat sebagai bumbu-bumbu atau sinyal-sinyal memang perpecahan di dalam Iran?
08:11Ya, tentu ya.
08:13Jadi memang ada dua kubu.
08:15Dan kita bisa lihat bahwa cheese fire ini gagal itu karena struktur komando di dalam Iran yang bersifat otonom itu
08:21ternyata sulit juga untuk dikendalikan oleh pemerintah yang sah begitu ya.
08:24Jadi ketika diberitahu bahwa ada cheese fire, masih ada rudal-rudal yang menembak.
08:29Nah ketika rudal-rudal yang menembak ini, malah mengancam ya kedua belah pihak dan juga etiket baik dari genjatan senjata.
08:34Maka ketika hal ini disampaikan oleh dua pihak ya yang berbeda,
08:38sebenarnya garis koordinasi politik di antara kedua belah pihak ini juga tidak clear begitu.
08:43Dan maka dari itu, bisa saja ini yang disampaikan oleh Amerika,
08:47regime change itu sudah pelan-pelan baunya mulai terlihat begitu.
08:49Nah Amerika Serikat ini waktunya sampai hanya bulan Mei.
08:53Nanti di bulan Mei, Amerika Serikat harus bertanggung jawab terhadap 200 miliar yang dikeluarkan oleh Kongres tersebut ya.
09:00200 miliar dolar terhadap dari Kongres untuk mengamankan wilayah Timur Tengah.
09:04Kalau ini tidak terjadi, maka akan sangat sulit.
09:06Tetapi Amerika masih ada waktu.
09:08Jadi dia masih melihat apakah ini masih bisa diajak bicara.
09:11Dan kita lihat bahwa sebenarnya Iran ini kan hampir semua persyaratan itu mau disetujui.
09:17Maka kita harus hitung juga bahwa negosiasi ini sebagai alat perang.
09:20Kalau tiba-tiba Iran mengatakan setuju, bisa saja leverage dari Iran ini kan meskipun secara kewilayan mereka pegang.
09:27Tapi kalau lama, dan kita harus terbuka bahwa Amerika ini kan sudah mengadakan pembersihan terhadap berapa drone-drone laut mereka.
09:35Terus juga fasilitas-fasilitas terkait dengan ranjau laut itu sudah terjadi sampai hari ini.
09:40Nah maka kalau ini dibiarkan perang panjang, maka bisa saja Amerika yang akhirnya memegang kendali.
09:45Tapi untuk saat ini kita akan melihat bahwa kedua masih berada pada titik tekan dan situasi politik masih tidak terkendali
09:50di dalam tubuh Iran itu sendiri.
09:52Oke, kalau misalnya Slator Rus masih saling apa ya, masih ada saling sandra antara Iran dan Amerika Serikat.
09:58Kalau menurut Anda Pak Wibawanto, sebenarnya siapa yang akan memiliki daya tawar paling tinggi?
10:02Apakah jangan-jangan sebenarnya bisa jadi bumerang juga buat Amerika Serikat belok ada ini?
10:07Ya itu pasti ya, tadi saya sudah jelaskan.
10:10Jadi kedua belah pihak ini, mereka itu menghindari eskalasi itu prinsipnya.
10:16Tetapi keduanya masih memegang tombol untuk menjadikan kondisi ini eskalatif.
10:22Jadi kuantum kan, kondisinya kan, uncertain kan, itu harus dipegang tuh.
10:27Nah, poin yang kedua adalah ini tidak akan lepas dari interaksi antara masalah struktural di dalam regional security complex
10:38yang dicoba oleh Presiden Trump untuk diselesaikan dengan pendekatan high intensity conflict setelah sudah 47 tahun penyelesaiannya dilakukan dengan special
10:49operation and low intensity conflict.
10:50Dan variabel kedua ada di sini, yaitu great power politics antara ruling power Amerika melawan rising power China.
10:58Dapat dilihat dari bagaimana United States military dalam hal ini US Navy dan joint force Amerika itu melakukan targeted economic
11:09warfare
11:10dengan spesifik secara operasional, yaitu men-surveillance dan juga menyaring kapal-kapal Iran dan yang terasosiasi dengan China.
11:18Karena dicurigai itu juga membawa bahan baku atau persenjataan yang akan memperkuat Iran.
11:25Itu poinnya.
11:26Jadi selama masih ada negosiasi, selama masih ada blokade, di situ juga chancenya tidak akan kurang dari 50% ini
11:33akan menjadi eskalatif dan bahkan bisa menjadi regional war dan atau bahkan perang dunia.
11:39Nah Pak Bebanto, kalau kemarin kan di Paris ada peluhan negara yang hadir untuk dialog membahas gimana nih biar Slat
11:46Hormuz bisa dibuka.
11:48Ditambah juga sekutu AS di Asia, tidak ada yang mendukung penutupan atau blokade di Slat Hormuz ini.
11:54Apakah negara-negara ini bakal didengar sama Trump?
11:57Ya ini makanya Amerika, Presiden Trump versus everybody in the world.
12:03Jadi Presiden Trump dalam hal ini mendapatkan tekanan dari domestic politics, bukan hanya dari dunia internasional, domestic politics juga.
12:11Domestic politics di sini pertama adalah masyarakat sipil di Amerika, komunitas think tank di Washington DC, bipartisan politics baik Parti
12:21Republikan dan Partai Demokrat.
12:22Yang keempat oleh Pentagon sendiri yang ada perbedaan pendapat bagaimana menyelesaikan waktu ini di dalam time frame yang sempit sebelum
12:31Mei 2026.
12:33Yang which is hanya less than one month.
12:34Nah yang kedua adalah dari faktor global politics, ini adalah center of gravity-nya Amerika.
12:44Iran tahu betul itu, bahwa jika ini terus terjadi hal seperti ini, ya blokade seperti ini dan Iran menutup balik
12:51gitu,
12:51ini akan mengganggu stabilitas, harga minyak, harga rantai supply, dan ekonomi global.
12:57Dan itu ujung-ujungnya akan backfire ke Amerika.
13:00Nah jadi ini mereka di dalam kondisi yang uncertain, dalam kondisi yang semuanya mungkin, ya salah langkah sedikit ini bisa
13:08menjadi eskalatif.
13:08Jadi ini lebih kepada managed sanction bukan deeskalasi, harus diperhatikan tuh gitu.
13:13Nah jadi poin saya adalah buat Iran, mereka tidak perlu unggul atau menang secara militer, tapi cukup membuat kondisi ekonomi
13:22dan supply ini volatile.
13:24Kenapa saya bilang blokade itu berpengaruh?
13:26Walaupun blokade itu dilaksanakan dengan sangat procedural, ya saya cukup mengerti US military bagaimana bekerjanya gitu ya,
13:33dengan apa yang saya pelajari nih ya.
13:34Mereka berusaha seminal minimal mungkin memenuhi apa yang disebut dengan dalam tanda kutip,
13:39tidak mengganggu aktivitas sipil di situ.
13:42Ya itu poin satu tuh.
13:43Poin kedua, berusaha menerapkan pendekatan proporsional.
13:46Jadi just in below lah, ya istilahnya ya.
13:49Dan tidak akan menggunakan kekuatan yang lethal di situ, ya.
13:53Tapi hanya memberikan tekanan psikologis.
13:56Tetapi itu impact-nya tidak hanya ke Iran, impact-nya juga kepada semua aktor negara dan non-negara yang terlibat
14:03di dalam aktivitas global commerce di Slat Hormus tersebut.
14:06Akhirnya menjadi uncertain, menjadi psychologically impacting gitu.
14:11Akhirnya itu juga mengganggu stabilitas.
14:13Jadi kehadiran militer di situ itu seperti kehadiran banyak, bah.
14:17Gimana sih, ya kan, maksudnya ini kan aktivitas global commerce, ya, civilized activity, di mana militer hadir di situ gitu.
14:24Serapi apapun militer hadir di situ, tetap saja menimbulkan dampak psikologis yang signifikan kepada global actors yang terlibat di dalam
14:33global commerce di Slat Hormus itu.
14:36Gitu loh.
14:36Nah, kalau dari kacamata Iran, Mas Evata, apakah juga pertemuan dari kepala negara di Paris, puluhan negara, organisasi internasional, ini
14:45akan bisa melunakan Iran juga untuk membuka Slat Hormus?
14:48Atau ya, semua tergantung ke Amerika Serikat pokoknya?
14:50Itikat dari Amerika Serikat?
14:53Ya, saya melihat bahwa Amerika juga pasti melakukan assessment, ya.
14:57Amerika melakukan assessment dan dia tahu bahwa dia harus mengadakan satu perubahan politik, ya, di dalam tubuh Iran untuk menghentikan
15:05agresi ini.
15:07Bahwa, kalau kita lihat, center of gravity serangan dari Amerika ini kan udah macam-macam.
15:11Baik dari fasilitas nuklir, fasilitas-fasilitas drone mereka, ya, terus teknologi militer, bahkan tempat-tempat sipil juga, segala macam, sudah
15:20mereka lakukan begitu.
15:21Bahkan yang terakhir juga mereka berencana untuk menghancurkan pangkalan ini ya, listrik mereka, ya.
15:28Terus juga mereka berupaya semaksimal mungkin untuk menghancurkan jembatan, gitu.
15:30Tapi center of gravity-nya ini kan belum ditemukan oleh Amerika.
15:34Maka dari itu mereka hanya berharap bahwa aliansi dunia ini mengatakan Iran harus tunduk kepada Amerika.
15:39Inilah yang menyebabkan kenapa diplomasi ini akhirnya begitu sangat sulit.
15:44Tetapi poin dasarnya adalah Amerika memang tidak serius dalam negosiasi ini.
15:48Itu bisa kita lihat begitu ya.
15:50Bahwa penutupan, pembukaan, dan lain sebagainya, itu dipicu oleh faktor-faktor untuk melihat situasi overview di dalam politiknya Iran, begitu.
15:58Nah berarti Mas Akata, kalau gitu apakah pintu dialog jilid dua ini artinya sudah tertutup kalau misalnya Amerika Serikat tidak
16:04serius dan Iran melihat ini, maka itu tidak percaya?
16:08Ya, karena kedua belah pihak, ini malah mempersiapkan eskalasi ya.
16:13Ada beberapa catatan ya, salah satu, Iran akhirnya mulai menggali titik-titik di mana rudal mereka ini selama ini tersimpan,
16:19gitu ya.
16:19Ada kurang lebih sekitar lima puluhan persen lah ya, rudal mereka, gitu ya, yang tidak pernah dipakai itu akhirnya mulai
16:27mereka gali, gitu.
16:28Nah ini maksudnya apa? Terus Amerika juga terdapat beberapa dokumen bocor bahwa mereka nanti akan melakukan serangan darat.
16:34Israel sudah siap, ya kan?
16:35Amerika juga sudah siap, negara-negara teluk juga akhirnya mereka sepakat untuk melakukan tekanan lebih kuat lagi kepada Iran itu
16:43sendiri, ya.
16:43Dan kita lihat bahwa Amerika sudah beberapa kali melakukan rengosiasi bahkan dengan Cina, begitu.
16:47Nah ini kan berarti tanda, bisa saja ada persiapan yang jauh lebih besar disiapkan dan timeline dari Amerika ini memang
16:54masih ada cukup, gitu.
16:55Maka dari itu, dalam posisi seperti ini, tentunya Iran nanti ke depannya akan menegosiasikan kembali ya kepentingan mereka dan mulai
17:04berpikir ya bahwa poin-poin apa yang nanti akan dikurangi?
17:08Apakah nuklir? Ataukah pengendalian hormus secara bersama?
17:11Nah pengendalian hormus secara bersama ini sulit, karena drone ranjau pintar itu ternyata juga sulit untuk diangkat oleh si Iran
17:18itu sendiri, gitu.
17:19Itu faktanya. Nah maka dari itu, semua pihak itu akhirnya bekerjasama dalam hal ini.
17:24Meskipun tekanan ini terlihat secara politik ya, sangat tidak baik.
17:27Tetapi pada dasarnya, bad channel ini kan sebenarnya sudah aktif semuanya.
17:30Semua saling berbicara, dari Pakistan juga sama.
17:34Nah meskipun saat ini ada di Paris ya, ada di Perancis ya.
17:37Maka dari itu, semua pihak akhirnya mulai ya merestruksisasi dan juga mengatur posisi bargaining mereka ya untuk segera membuka.
17:46Karena harga minyak kali ini itu tidak stabil dan tidak jelas begitu.
17:49Minyak on the spot dengan minyak yang dibeli dengan di atas kertas ini beda semua.
17:53Ini kan akan terjadi oil shock dan akhirnya membuat dunia ini mengalami inflasi dan sudah diprediksi The Fed nanti akan
17:58melakukan ya.
18:00Satu langkah-langkah penyelamatan ekonomi Amerika yang bocor itu ya.
18:03Demikian.
18:04Kalau menurut Pak Wibawanto, kira-kira gimana nih nasib gencatan senjata yang akan berakhir sebentar lagi?
18:09Mungkinkah diperpanjang atau kayaknya ya sesuai tadi prediksi Mas Evata, kayaknya skalasi lagi?
18:17Pak Wibawanto?
18:20Ya, jadi dalam kondisi seperti ini, kondisi wartime seperti ini, national security decision making process ya atau proses pengambilan keputusan
18:29di dalam masalah national security dan kondisi perang seperti ini harus didasarkan kepada objektivitas kepada analisa intelijen.
18:37Itu yang disampaikan oleh Admiral William McRaven, mantan komender dari US Special Operations Command yang pernah menangkap Osama Bin Laden.
18:46Bahwa presidensial ego atau bias itu tidak boleh lebih daripada assessment dan juga kepentingan national security Amerika dalam hal ini.
18:55Dalam perspektif Amerika, perang itu adalah salah satu cara ya, salah satu cara untuk mencapai tujuan grand, yang tujuan besar
19:05yaitu mengubah keadaan menjadi sangat baik gitu akhirnya gitu, berbalik keadaan ya.
19:11Nah, makanya di dalam just in bello, just in bello itu assessment bahwa perang itu akan berhasil, itu harus diperhitungkan
19:20gitu.
19:21Nah, ini kan kemarin sudah diperhitungkan, ternyata ada retaliasi dan memanjang perangnya.
19:26Dan yang berikutnya perang itu juga harus merupakan langkah terakhir dan tidak ada resort lain yang bisa menyelesaikan itu.
19:32Nah, sekarang ini juga Presiden Trump harus objektif kepada apa yang intelijen sampaikan, itu poinnya tuh ya.
19:40Nah, poin yang kedua yang harus dicatat ya adalah Amerika itu sekarang kemungkinan besar ya,
19:49baik CIA atau United States Special Operation Command in Tampa, Florida, itu melakukan kemungkinan ya,
19:55melakukan operasi khusus ya, atau disebut dengan irregular warfare atau apapun lah ya, operasi khusus untuk memunculkan simpati,
20:08winning heart and mind di dalam stakeholders Iran, baik itu civil society, baik itu kelompok elit ya.
20:16Dengan tujuan untuk apapun akhirnya itu mengubah orientasi geopolitik negara Iran ya,
20:24baik dengan pergantian rezim secara ekstrim, pergantian rezim secara bertahap, atau paling tidak ada moderasi di dalam negosiasi ini.
20:33Di mana moderasi ini ya, itu bukan hanya menjadi kewajiban Iran, Amerika harus melakukan moderasi.
20:39Dalam kondisi yang quantum seperti ini, semuanya, semua aktor yang terlibat harus fleksibel, adaptif,
20:45dan juga harus siap untuk moderate. Itu poinnya tuh mbak ya, harus moderate ya.
20:50Yang berikutnya, tekanan dari pemimpin-pemimpin global north lainnya,
20:55itu hanya merupakan salah satu faktor yang memperkuat tekanan global yang tadi saya bilang.
21:02Bahwa Presiden Trump harus objektif, karena tekanan itu bukan hanya datang dari dalam,
21:07tetapi juga dari luar. Dan ini Iran tahu persis keadaan ini.
21:11Dan Amerika tidak siap hancur bersama-sama, itu harus di garis bawah itu.
21:16Tapi Iran siap hancur sama-sama dengan seluruh dunia lainnya.
21:20Jadi kalau mereka tidak ditekan, mereka tidak siap menekan ekonomi stabilitas dunia,
21:26dan juga suplai energi dan suplai change dunia.
21:31Sementara Amerika tidak siap untuk hancur sama-sama.
21:34Apalagi rakyat Amerika tidak mau hancur sama-sama.
21:37Ya silahkan saja Presiden Trump.
21:38Kira-kira begitu ya poinnya.
21:40Idealnya kan memang harus sama-sama fleksibel, luas, mau kompromi,
21:44untuk jangan sampai tetap jadi tanda tanya.
21:46Nasib dari gencatan senjata juga.
21:48Nah tapi kalau Mas Evata, dengan kondisi yang masih sangat tidak pasti di Selat Hormuz,
21:53kalau kita kan masih ada dua kapal tanker minyak juga yang masih tertahan di sana.
21:57Apakah situasi ini artinya membuat peluang kapal tanker Indonesia untuk bisa melintas
22:03semakin alat nih untuk negosiasinya, semakin lama untuk bisa melintas?
22:10Baik.
22:11Iran belum memasukkan Indonesia sebagai sahabat dekat ya.
22:16Tetapi kita tidak juga mengatakan ini sebagai bagian dari tekanan ya secara full.
22:22Kita harus melihat bahwa kapal kita ini tersandra lah gitu.
22:26Ini salah satu strategi yang dimainkan juga.
22:28Karena Pertamina ya dan juga kapal-kapal yang lainnya ya mungkin nanti bernasib sama,
22:34itu tidak bersedia dinaikan preminya kurang lebih ya 6 sampai 7 kali lipat lah begitu.
22:39Nah maka kalau kita hitung, Pak ya,
22:42Iran ini kan memproduksi kurang lebih 10 sampai 15 persen kebutuhan nasional kita.
22:47Saudi Arabia ini kurang lebih 200 sampai 250 barat per hari ya.
22:52Nah kalau kita kalkulasi semua hitung itu 60 persen dari import yang kita butuhkan begitu.
22:56Nah ketika blokade ini dilakukan, maka tekanan terhadap pressure politik kita juga akhirnya terasa begitu ya.
23:03Ini kan lebih kepada pressure politik.
23:04Ini tidak terlihat seperti bahwa kita mengirimkan warship,
23:08terus habis itu ditembak berarti kita melakukan eskalasi.
23:10Tetapi inilah choke point yang akhirnya dipegang oleh Iran.
23:13Dan choke point ini menunjukkan bahwa ada satu deterensi.
23:16Mereka menyampaikan bahwa kalau memang ingin lewat dengan sangat aman ya,
23:20maka Anda harus melakukan negosiasi.
23:22Padahal negosiasi sudah dilakukan, semua sudah dilakukan,
23:25ya ini lebih kepada tekanan yang tadi saya sampaikan.
23:28Bahwa secara overview sekarang, Amerika melakukan operasi global ya
23:32untuk melihat straight-straight apa saja atau selat-selat mana saja
23:35yang mensupply minyak itu sampai ke Cina gitu.
23:38Yang merupakan khaliasi utama dari Iran.
23:41Maka tekanan ini kan akhirnya kita lihat secara bergandengan begitu ya.
23:44Tidak dalam satu pihak saja, Iran saja yang melakukan kesalahan.
23:47Padahal sebenarnya ada banyak pihak.
23:49Nah maka dalam kondisi seperti itu, kapal kita juga bisa saja menjadi bagian dari upaya mereka
23:54untuk melakukan tekanan-tekanan demikian.
23:56Dan kita berharap semoga dalam situasi global seperti ini, mereka bisa memberikan kepastian.
24:03Sebenarnya kepastiannya kemarin kan harusnya melintas.
24:05Tetapi ternyata dari Amerika Serikat melakukan penutupan dan dibalas juga oleh energi ACR
24:10yang merembak berapa kapal begitu.
24:12Nah ini kan sebagai tanda bahwa belum, ini belum selesai.
24:14Dan negosiasi ini harus mencapai titik yang terbaik untuk nanti dibicarakan
24:18mana saja yang boleh dan mana saja yang tidak selama ada etiket baik.
24:21Kalau belum ada ya berarti akan ada lagi tekanan-tekanan yang lebih lanjut
24:24dan juga pola-pola yang bisa saja makin sama, bisa saja sama
24:27atau dengan pola-pola yang mungkin lebih ekstrim lagi dengan tekanan militer secara penuh lagi.
24:33Demikian.
24:34Oke dan dampaknya dari blokade atau saling tutup selat hormus ini harga minyak
24:39jadi makin fluktuatif dan termasuk juga Indonesia.
24:42Ini dampak bagi Indonesia yang harus diantisipasi.
24:44Mas Evata Filomeno dan Pak Wibawanto Nugroh Widodo
24:48Terima kasih sudah berbagi bersama kami di Sampai Indonesia Pagi.
24:50Saya selalu semuanya.
Komentar