Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/tekno/2026/04/12/162417/trump-ucap-alhamdulillah-klaim-iran-kalah-dan-proses-pembersihan-hormuz-dimulai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan usai mengunggah pernyataan kontroversial terkait konflik dengan Iran dan situasi di Selat Hormuz.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 April 2026, ketika Trump melalui akun media sosialnya menuliskan kata “Alhamdulillah” sambil mengklaim bahwa Iran telah kalah dalam konflik yang berlangsung. Ia juga menyebut bahwa proses pembersihan Selat Hormuz telah dimulai oleh militer Amerika Serikat.

Selengkapnya dalam video ini.

Creative/Video Editor: Zahwa/Adit
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Trump ucap Alhamdulillah, klaim Iran kalah dan Hormuz dibersihkan.
00:05Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan usai mengunggah pernyataan kontroversial
00:11terkait konflik dengan Iran dan situasi di Selat Hormuz.
00:15Peristiwa terjadi pada Sabtu 11 April 2026 ketika Trump melalui akun media sosial menuliskan kata
00:22Alhamdulillah sambil mengklaim bahwa Iran telah kalah dalam konflik yang berlangsung.
00:27Ia juga menyebutkan bahwa proses pembersihan Selat Hormuz telah dimulai oleh militer Amerika Serikat.
00:34Dalam unggahan tersebut, Trump bahkan menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh
00:40serta menyinggung kematian pemimpin tertinggi Iran dalam serangan sebelumnya.
00:46Pernyataan ini kemudian viral dan menuai beragam reaksi dari publik internasional,
00:51namun di sisi lain situasi di lapangan masih memanas.
00:54Amerika Serikat diketahui tengah melakukan operasi militer termasuk rencana blokade
00:59dan pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
01:05Pernyataan Trump tersebut pun mendapat kritik dari sejumlah pihak termasuk organisasi muslim
01:10seperti CAAR yang menilai penggunaan istilah religius dalam konteks konflik
01:15sebagai bentuk politisasi agama.
Komentar

Dianjurkan