00:02Saya langsung ke Mas Anton, dari sejumlah poin proposal negosiasi, mana yang kira-kira akan diaminkan ataupun ditolak oleh kedua
00:12pihak?
00:13Mas, gini loh, bahwa tadi dibilang, gak ada yang bilang bahwa 10 itu sudah disetujuin.
00:19Amerika sudah jelas, ngajuin 15. Iran 10.
00:24Walaupun kenapa kemudian 10 itu mendadak menjadi, wah ini disetujuin.
00:27Karena Trump sudah menyebutkan di media sosial bahwa 10 poin workable basis.
00:34Jadi dia mencatin, jadi dikira-kira bahwa nanti basisnya ini.
00:37Padahal enggak nih, 15 ketemu 10 dulu.
00:39Yang jelas-jelas beda.
00:42Saya pikir titik temu yang pertama adalah ketika percayaan negosiasi, ini dua-duanya sama-sama pengen damai.
00:49Itu dulu, jadi ada poin bahwa...
00:51Sama-sama pengen damai karena sama-sama kewalahan.
00:54Enggak kewalahan, tapi yaudah, kalau kita bisa break dulu atas nama perdamaian, enggak ada masalah.
01:01Bahwa besok-besok kita bisa saling perang lagi.
01:04Jadi poin pertama, kan itu kan jadi syaratnya itu.
01:07Berhenti dulu serangannya.
01:09Karena kan Iran sudah menunjukkan, kalau saya tidak diserang, saya enggak akan melakukan peserangan.
01:13Saya itu enggak pernah melakukan preemptif dalam sejarahnya Iran terhadap Israel.
01:16Jadi saya itu selalu bilangnya adalah retaliasi.
01:18Jadi itu kan syarat pertama.
01:21Jadi damai dulu.
01:22Jadi bisa jadi itu.
01:24Walaupun bagi saya kemudian setidaknya nanti ada tiga poin yang kemudian nanti bisa jadi cukup krusial.
01:35Yang pertama adalah terkait perang regional.
01:39Karena bagi Israel ini bakal dipisah.
01:42Oke nanti jangan-jangan yang bagian Hezbollah disetujuin, Hamas yang diserang.
01:46Lah kan enggak bicara nih ke tadi, kan kemana Lebaran lu ngomong.
01:49Sekarang Gaza kan enggak ada urusan ya.
01:51Dia bilang gitu, bisa jadi tanah kan kayak gitu.
01:53Namanya juga Israel.
01:55Ya kan?
01:56Satu.
01:56Kedua, nanti yang bisa bicara juga adalah tentang nuklir.
02:00Karena kan kemudian, apa namanya, Trump udah bilang tuh.
02:04Ketika dia sudah bilang, yang itu bisa dibicarakan, tiba-tiba kan enggak lama dia ditelepon.
02:11Kepada sama Netanyahu.
02:12Kok kayak gitu?
02:13Makanya kemudian Trump kemudian keluarin status baru.
02:16Enggak ada itu cerita tentang nuklir.
02:18Gitu.
02:19Itu yang kedua.
02:21Tapi dua itu bagi saya cukup kulit.
02:23Tapi yang mungkin bisa dinegosiasikan adalah terkait Selat Hormuz.
02:29Karena dari Iran sendiri kan bilang, ini sudah negara saya sudah dihancurkan.
02:34Ini butuh duit.
02:35Untuk perbaikan.
02:38Pilihannya cuma dua.
02:39Anda membayar atau izinkan saya mencari uang sendiri.
02:44Bagi saya kemungkinannya pilihan adalah mencari uang sendiri.
02:48Itulah kenapa kemudian ada proposal yang Hormuz itu lebih rinci dari sepuluh itu.
02:52Bahwa ini ada biaya lintas.
02:56Lalu kemudian ini nanti akan sharing sama Oman.
02:59Tapi duitnya adalah untuk kemudian membangun kembali Iran.
03:03Walaupun kemudian kenapa saya bilang bahwa poin Hormuz kemungkinan yang bisa jadi kemudian.
03:08Selain dari perdamaian tadi ya.
03:10Kita damai dulu sejenak.
03:11Abis itu ada Hormuz.
03:12Kenapa?
03:12Karena kemudian Iran pasca dari punggungan gencatan sejata sudah bilang.
03:17Jangan lewat jalur lama.
03:19Saya sudah tanamin ranjau.
03:21Kalau mau aman lewat jalur alternatif.
03:24Dia sudah bilang begitu.
03:26Artinya apa?
03:27Ketika dia bilang jalur alternatif itu lebih mendekat ke Iran.
03:31Ketika itu direalisasikan itu yang namanya Iran menang dalam konteks ini.
03:36Karena selama ini tadinya Iran itu cuma ibarat kata kalau pereman jatah parkir.
03:42Dia cuma ngeliat yang penting jangan ganggu.
03:44Ntar kalau gitu gue ganggu.
03:45Tapi kali ini dia menunjukkan eksistensinya.
03:48Ketika orang lewat Hormuz, lewat jalur alternatif.
03:52Itu kan dia bilang bahwa semua nanti yang lewat Hormuz harus koordinasi sama tentara Iran.
03:56Jadi bagi saya kemungkinan yang salah satu walaupun itu nanti akan sulit.
04:01Karena apakah iya nanti 2 juta USD per kapal.
04:05Lumayan juga nih.
04:06Jadi kalau ada berapa banyak gitu ya kan.
04:08Nah kemungkinan soal dana ini yang akan negosiable yang mungkin.
04:12Selebihnya ini akan jadi berat.
04:14Baik.
04:14Saya ngeliatnya sih itu.
04:15Baik.
04:15Saya kira Pak Mahfuz.
04:16Pak Mahfuz.
04:17Apakah kemungkinan ada mungkin sekitar 1-2 poin yang bisa dinegosiasikan.
04:21Sehingga mengkompensasi poin-poin lain yang mungkin sulit dinegosiasikan.
04:26Sehingga perundingan bisa jalan.
04:27Iya.
04:28Dari 10 plus 15 poin yang nanti diletakkan di meja perundingan ya.
04:33Walaupun ini perundingan ini kan gak langsung nih kan.
04:35Iya.
04:36Kalau kita bertanya mana yang paling mungkin untuk disepakati.
04:40Indikatornya adalah yang menyangkut kepentingan lebih banyak pihak.
04:45Itulah yang paling mungkin untuk bisa disepakati lebih awal.
04:48Dalam hal ini Hormuz?
04:49Dalam hal ini adalah pembukaan Selat Hormuz.
04:51Oke.
04:52Bukan saja pembukaan.
04:53Tapi manajemen pengelolaan Selat Hormuz.
04:57Dan manajemen pengelolaan ini kan dari berbagai aspek.
04:59Termasuk aspek ekonomi dan security-nya.
05:01Dan yang menarik adalah Iran telah memberikan proposal awalnya.
05:06Bahwa pengelolaan itu nanti akan dilakukan secara bersama-sama antara Iran dengan Oman.
05:13Dan kenapa itu disebutkan oleh Iran?
05:16Karena Iran tahu Oman ini adalah bagian dari sekutunya Amerika di kawasan teluk itu.
05:24Kalau tadi istilah uang jago, uang parkir gitu ya.
05:27Kira-kira begini.
05:28Amerika bisa nitip dong uang bagian parkir itu ke Oman kan gitu.
05:33Artinya karena ini menyakut kepentingan lebih banyak orang, lebih banyak pihak.
05:37Ini yang paling mungkin untuk bisa disepakati di awal.
05:41Itu yang pertama.
05:43Yang kedua adalah penghentian perang berskala regional ini.
05:48Berskala kawasan.
05:49Dan kalau misalnya negara-negara teluk nitip pesan ke Pakistan atau ke Amerika.
05:56Bahwa Iran tidak lagi menyerang semua instalasi militer di wilayah teluk.
06:02Instalasi militer Amerika di wilayah teluk masuk infrastruktur sipil.
06:06Maka inilah yang akan dibartor oleh Iran.
06:08Oke.
06:09Saya tidak akan serang wilayah negara-negara teluk.
06:12Tapi juga Amerika dan Israel tidak boleh menyerang semua sekutu Iran yang ada di Yaman.
06:19Yang ada di Irak maupun yang ada di Libanon.
06:24Ini besar kemungkinan untuk bisa disepakati sepanjang Amerika bisa menutup mulutnya Israel.
06:31Tapi masalahnya plasternya ini lemnya tidak kuat.
06:36Sudah ditutup tiba-tiba jebol.
06:38Nah itu yang saya katakan faktor yang tidak bisa dikontrol penuh oleh Amerika dalam menciptakan apapun kesepakatan di kawasan ini
06:46adalah Israel.
06:47Kenapa Israel?
06:48Karena aktor yang paling punya kepentingan terbesar dalam semua situasi dinamika dan konflik ini di kawasan itu adalah Israel.
06:58Cuma kan Israel tidak ikut dalam perundingan itu.
07:01Nah itu dia karena Israel tidak ikut negosiasi.
07:05Rosy apakah memang tanpa melibatkan Israel apakah mungkin perundingan bisa berjalan dengan demikian tanpa Israel?
07:19Bisa, bisa, bisa.
07:21Dan Pak Israel, artinya kalau Israel tidak terlalu mengganggu ya.
07:25Tapi kayaknya juga sulit.
07:26Tapi saya mencoba untuk menanggapi dari Mas Anton dan Pak Mas Musati.
07:31Kalau kemudian tadi awal ditanyakan soal poin yang bisa dinegosiasikan, kalau poin yang dinegosiasikan adalah hormus dan dibuka seperti itu,
07:41seperti yang tadi saya awal sampaikan, itu akan bikin masalah baru lagi sebenarnya.
07:47Mengapa bikin masalah baru lagi?
07:49Karena Iran memberi syarat bahwa nanti yang mengelola dia, meskipun dengan negosiasi bareng Oman.
07:55Tapi Oman kan sebenarnya juga sudah menolak.
07:58Banyak negara sebenarnya juga sudah menolak.
08:02Tetangga kita Singapura, Menlu Balagrishnan, Vivian Balagrishnan kan sebenarnya juga sudah tidak mau menerima itu.
08:09Karena kalau poin itu disepakati, itu akan menjadi presiden bagi selat-selat yang lain.
08:16Ini kan freedom of navigation-nya itu yang, ini kan akan bertentangan dengan apa namanya, on class.
08:23Itu nanti, itu jadi-jadi rame memang.
08:26Apakah nanti itu akan disepakati oleh dua pihak?
08:29Mungkin saja.
08:30Kalau melihat bahwa kemudian ini adalah win-win solution atau sama-sama dapat hadiah dari perang itu.
08:37Tetapi itu akan memunculkan provokasi.
08:39Satu atau semua poin harus disepakati sehingga perundingan bisa berjalan?
08:45Kalau saya sebenarnya melihat poin-poin itu sulit untuk disepakati bareng-bareng.
08:49Mustahil?
08:50Ya mungkin, mungkin adalah pencabutan apa namanya, sanksi ya.
08:57Tapi itu kan, kalau saya melihat yang 10 yang mulai ditawarkan oleh Iran itu kan, sebagian besar sebenarnya berbeda dari
09:07dua negosiasi sebelumnya.
09:09Dua negosiasi sebelumnya itu umumnya berapa, utamanya itu persoalan nuklir, rudal balistik, dan senjata.
09:17Tapi sekarang melebar sebenarnya ke isu ekonomi.
09:20Oke, kalau Pak Budi melihatnya bagaimana? Apakah mungkin nanti satu dua poin akan disepakati?
09:23Kalau misalnya Trump bisa menganalisa, Mustafa bisa menganalisa, kemudian si Netanyahu juga menganalisa, kita di sini semua berhak dong menganalisa.
09:33Analisa kan sah-sah saja, ya enggak?
09:36Kita kan bisa bertindak saja, Pak.
09:38Iya, misalkan sah-sah saja.
09:40Dengan aturan logic or not logic.
09:43Nah kita lihat simptomnya sekarang.
09:46Simptom dari hormus ini, meskipun itu belong to Iran gitu,
09:49Tapi kan dia sudah melibatkan big power, melibatkan Cina, melibatkan Amerika, melibatkan Rusia sekalipun.
09:59Biasanya simptom yang kayak gitu itu, kalau melibatkan negara-negara besar yang much more powerful than Israel and than Iran,
10:07Nah baru dia bisa membargaining position-kan.
10:10Sehingga saya setuju kalau seandainya hormus ini, what to call it the most point that really negotiable untuk hormus.
10:20Nah, simptom dari yang unbargainable, yang tidak bisa, udah mau sampai kapanpun juga tidak akan bisa di-bargainable.
10:27Saya bilang tadi, Trisulanya Iran tadi, the power of Siah, jadi yang namanya proxy war, yang merupakan multi frontnya Iran,
10:35Ini bukan hanya segedar saling gandengan tangan, or political will, or let's say because of power of Chuan, not only
10:44that.
10:45Tapi ini adalah sphere of influence daripada Siah power.
10:49Mereka kan memang diperkuat, diikat binding, itu kan karena kesiahan.
10:54Kan tadi misalnya yang Trisulah, nuklir, kemudian Siah, kemudian minyak.
10:58Nah, kemudian yang unbargainable, the second one, itu adalah nuklir.
11:02Nuklir akan nasional interestnya Iran.
11:04Nggak mungkin dia akan bisa melepaskan orang perjalanannya sampai IAIE bertahun-tahun,
11:11dia nggak bisa dapatkan bukti dan memang tidak terbukti.
11:14Kan berdarah-darah Iran untuk memperjuangkan nuklirnya.
11:17Kita lanjutkan lagi nanti, Pak Budi tetap bersama kami saudara di Bola Liar.
11:24Terima kasih.
Komentar