00:02Yang membahas eskalasi jelang perundingan yang digelar di Islamabad Pakistan menuju perdamaian,
00:08kita saat ini sudah bersama dengan pengamat timur tengah dari UNPAD, Dina Sulaiman.
00:12Selamat malam, Bu Dina.
00:15Iya, selamat malam, Mas Rahmat.
00:17Bu Dina, ini serangan Israel ke Lebanon buat Iran tutup lagi setelah Hormuz.
00:21Apakah ini kondisi seperti ini bakal berpengaruh ke perundingan yang akan digelar saat lagi?
00:27Saya pikir sangat berpengaruh ya karena buat Iran, Lebanon ini garis merah ya.
00:34Karena Iran memandang bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Hezbollah Lebanon itu satu kesatuan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Iran dalam
00:47melawan Israel dan Amerika Serikat.
00:52Bagaimana dengan Palestina?
00:54Ya, Iran memang mendukung Palestina dan selama ini juga memberikan bantuan senjata juga ke Palestina.
01:00Tapi Palestina kan sebenarnya sudah ada dalam format atau skema perjanjian yang lain ya dengan mediator Mesir, Qatar, dan lain
01:07-lain.
01:08Sehingga untuk kali ini dalam 10 poin proposalnya Iran, Lebanon ini secara eksplisit disebut meskipun dalam sebuah kalimat yang menunjukkan
01:21keumuman ya bahwa Amerika Serikat bersedia bersama sekutunya itu menghentikan perang di semua kawasan termasuk Lebanon.
01:32Nah, ada kata sekutu di sini. Nah, sekutu yang dimaksud ya tentu saja Israel karena Israel yang bersama Amerika Serikat
01:40itu menyerang Iran.
01:41Nah, pernyataan-pernyataan dari para pemimpin Iran termasuk para petinggi IRGC itu sudah jelas ya bahwa selama Israel belum menghentikan
01:51serangannya ke Lebanon tidak akan ada perundingan.
01:54Nah, ini saya pikir yang menjadi penghalang utama dalam perundingan yang akan dilakukan.
02:01Budina, saat gencatan senjata saja ini serangan Israel ke Lebanon masih terus meningkat.
02:07Jadi bagaimana nanti jalannya perundingan? Apakah ini persentasenya akan mengarah ke deadlock atau bagaimana menurut Anda?
02:18Iya, kalau persentasenya mungkin saya kurang bisa menetapkan angka ya.
02:25Tapi kemungkinan besar memang deadlock karena apa bagaimana bisa berunding dengan pihak yang tidak bisa dipegang kata-katanya.
02:36Di awal pagi hari di Rabu ya tanggal jam 7 pagi itu kan Trump mengatakan bersedia berunding untuk membicarakan 10
02:48poin proposal dari Iran.
02:50Lalu hanya hitungan jam Israel kemudian menyerang Lebanon lalu pernyataan Trump adalah Lebanon tidak masuk dalam 10 poin itu.
03:00Bahkan juru bicara Trump secara eksplosisi mengatakan Trump tidak menerima 10 poin tersebut.
03:07Jadi bagaimana bisa berunding dengan orang yang pendapatnya begitu drastis berubah.
03:14Awal bilang iya, habis itu bilang tidak.
03:16Jadi kalau yang bisa Anda baca dari gencatan senjata kemarin itu apakah memang ini jalan pintas atau exit strategi dari
03:24Iran dan juga Amerika Serikat
03:26karena mereka berdua kewalahan dengan perang berkepanjangan atau apa sih?
03:30Maksud dari gencatan senjata kemarin itu?
03:33Baik, kalau kita lihat kronologinya sebenarnya kan yang selalu berulang kali menuntut agar ada gencatan senjata,
03:42agar datang ke meja perundingan itu adalah Trump.
03:45Jadi Trump setiap kali mengancam akan menyerang itu kan selalu dibarengi dengan let's make a deal gitu ya.
03:53Ayo kita bikin perjanjian.
03:55Artinya yang memang dalam kondisi terdesak dan memang betul-betul ingin agar perang jeda dulu, ya Trump gitu ya.
04:04Tapi selama ini Trump selalu memaksakan poin-poin dari pihaknya dan itu tidak diterima oleh Iran.
04:11Nah sekarang kondisinya Trump setuju untuk yang dibicarakan adalah poin-poin yang diminta oleh Iran.
04:19Dan kalau kita baca 10 poin dari Iran itu kan jelas yang pertama itulah menghentikan serangan secara total.
04:27Apa maksudnya?
04:27Berarti Iran itu tidak ingin gencatan senjata tapi penghentian perang secara keseluruhan.
04:32Nah ketika Trump mengatakan iya, barulah Iran pun juga mengatakan bersedia untuk perunding.
04:40Nah kenapa kalau Trump berkeras ingin ada perundingan?
04:44Ya tentu saja karena sudah kewalangan dari sisi pendanaan, dari sisi ekonomi.
04:49Budina, sedikit nih.
04:50Anda melihat Iran masih dibayang-bayangi serangan saat negosiasi di Oman pada Februari lalu, singkat saja.
04:59Ya Iran dalam hal ini kan dia mengatakan bahwa tangan kami tetap ada di pelatuk.
05:04Artinya memang tidak sepenuhnya percaya.
05:07Tapi kalau memang ada peluang perang bisa berhenti tentu memang logikanya ya ada jeda kemudian membicarakan perundingan.
05:15Tapi kondisi saat ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak bisa dipercaya.
05:20Dan kemungkinan besar ini memang rencana Israel juga ya untuk menjaga proses perundingan ini.
05:26Kalau Trump saya pikir memang betul-betul ingin ada penghentian perang.
05:31Tapi masalahnya ini ada faktor Israel yang terus berkeras ingin melanjutkan perang.
05:36Baik, terima kasih untuk pandangannya Dina Sulaiman, pengamat timur tengah dari Universitas Pajajaran.
05:42Terima kasih Budina.
05:44Ya terima kasih.
05:47Usai Jidak Kompas Malam kembali dengan informasi...
Komentar