Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Serangan Israel ke Lebanon dalam beberapa hari terakhir mengancam gencatan senjata yang telah disepakati Amerika Serikat dan Iran.

Merespons aksi Israel tersebut, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu, 8 April lalu.

Penutupan ini disebut sebagai respons Iran atas pelanggaran kesepakatan. Akses terhadap Selat Hormuz kembali menjadi alat tawar utama dalam negosiasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pertanyaannya, apakah jalur energi strategis ini kini menjadi kunci utama stabilitas global, atau justru berubah menjadi senjata tekanan baru dalam konflik yang semakin meluas?

Simak dialognya bersama Pengamat Timur Tengah UNPAD, Dina Sulaiman.

#iran #selathormuz #israel

Baca Juga Siswa SMP Tewas Usai Kena Senapan Rakitan saat Praktik Sains | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/662194/siswa-smp-tewas-usai-kena-senapan-rakitan-saat-praktik-sains-berita-utama

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/662201/iran-kembali-tutup-selat-hormuz-usai-serangan-israel-ke-lebanon-bagaimana-nasib-gencatan-senjata
Transkrip
00:02Yang membahas eskalasi jelang perundingan yang digelar di Islamabad Pakistan menuju perdamaian,
00:08kita saat ini sudah bersama dengan pengamat timur tengah dari UNPAD, Dina Sulaiman.
00:12Selamat malam, Bu Dina.
00:15Iya, selamat malam, Mas Rahmat.
00:17Bu Dina, ini serangan Israel ke Lebanon buat Iran tutup lagi setelah Hormuz.
00:21Apakah ini kondisi seperti ini bakal berpengaruh ke perundingan yang akan digelar saat lagi?
00:27Saya pikir sangat berpengaruh ya karena buat Iran, Lebanon ini garis merah ya.
00:34Karena Iran memandang bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Hezbollah Lebanon itu satu kesatuan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Iran dalam
00:47melawan Israel dan Amerika Serikat.
00:52Bagaimana dengan Palestina?
00:54Ya, Iran memang mendukung Palestina dan selama ini juga memberikan bantuan senjata juga ke Palestina.
01:00Tapi Palestina kan sebenarnya sudah ada dalam format atau skema perjanjian yang lain ya dengan mediator Mesir, Qatar, dan lain
01:07-lain.
01:08Sehingga untuk kali ini dalam 10 poin proposalnya Iran, Lebanon ini secara eksplisit disebut meskipun dalam sebuah kalimat yang menunjukkan
01:21keumuman ya bahwa Amerika Serikat bersedia bersama sekutunya itu menghentikan perang di semua kawasan termasuk Lebanon.
01:32Nah, ada kata sekutu di sini. Nah, sekutu yang dimaksud ya tentu saja Israel karena Israel yang bersama Amerika Serikat
01:40itu menyerang Iran.
01:41Nah, pernyataan-pernyataan dari para pemimpin Iran termasuk para petinggi IRGC itu sudah jelas ya bahwa selama Israel belum menghentikan
01:51serangannya ke Lebanon tidak akan ada perundingan.
01:54Nah, ini saya pikir yang menjadi penghalang utama dalam perundingan yang akan dilakukan.
02:01Budina, saat gencatan senjata saja ini serangan Israel ke Lebanon masih terus meningkat.
02:07Jadi bagaimana nanti jalannya perundingan? Apakah ini persentasenya akan mengarah ke deadlock atau bagaimana menurut Anda?
02:18Iya, kalau persentasenya mungkin saya kurang bisa menetapkan angka ya.
02:25Tapi kemungkinan besar memang deadlock karena apa bagaimana bisa berunding dengan pihak yang tidak bisa dipegang kata-katanya.
02:36Di awal pagi hari di Rabu ya tanggal jam 7 pagi itu kan Trump mengatakan bersedia berunding untuk membicarakan 10
02:48poin proposal dari Iran.
02:50Lalu hanya hitungan jam Israel kemudian menyerang Lebanon lalu pernyataan Trump adalah Lebanon tidak masuk dalam 10 poin itu.
03:00Bahkan juru bicara Trump secara eksplosisi mengatakan Trump tidak menerima 10 poin tersebut.
03:07Jadi bagaimana bisa berunding dengan orang yang pendapatnya begitu drastis berubah.
03:14Awal bilang iya, habis itu bilang tidak.
03:16Jadi kalau yang bisa Anda baca dari gencatan senjata kemarin itu apakah memang ini jalan pintas atau exit strategi dari
03:24Iran dan juga Amerika Serikat
03:26karena mereka berdua kewalahan dengan perang berkepanjangan atau apa sih?
03:30Maksud dari gencatan senjata kemarin itu?
03:33Baik, kalau kita lihat kronologinya sebenarnya kan yang selalu berulang kali menuntut agar ada gencatan senjata,
03:42agar datang ke meja perundingan itu adalah Trump.
03:45Jadi Trump setiap kali mengancam akan menyerang itu kan selalu dibarengi dengan let's make a deal gitu ya.
03:53Ayo kita bikin perjanjian.
03:55Artinya yang memang dalam kondisi terdesak dan memang betul-betul ingin agar perang jeda dulu, ya Trump gitu ya.
04:04Tapi selama ini Trump selalu memaksakan poin-poin dari pihaknya dan itu tidak diterima oleh Iran.
04:11Nah sekarang kondisinya Trump setuju untuk yang dibicarakan adalah poin-poin yang diminta oleh Iran.
04:19Dan kalau kita baca 10 poin dari Iran itu kan jelas yang pertama itulah menghentikan serangan secara total.
04:27Apa maksudnya?
04:27Berarti Iran itu tidak ingin gencatan senjata tapi penghentian perang secara keseluruhan.
04:32Nah ketika Trump mengatakan iya, barulah Iran pun juga mengatakan bersedia untuk perunding.
04:40Nah kenapa kalau Trump berkeras ingin ada perundingan?
04:44Ya tentu saja karena sudah kewalangan dari sisi pendanaan, dari sisi ekonomi.
04:49Budina, sedikit nih.
04:50Anda melihat Iran masih dibayang-bayangi serangan saat negosiasi di Oman pada Februari lalu, singkat saja.
04:59Ya Iran dalam hal ini kan dia mengatakan bahwa tangan kami tetap ada di pelatuk.
05:04Artinya memang tidak sepenuhnya percaya.
05:07Tapi kalau memang ada peluang perang bisa berhenti tentu memang logikanya ya ada jeda kemudian membicarakan perundingan.
05:15Tapi kondisi saat ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak bisa dipercaya.
05:20Dan kemungkinan besar ini memang rencana Israel juga ya untuk menjaga proses perundingan ini.
05:26Kalau Trump saya pikir memang betul-betul ingin ada penghentian perang.
05:31Tapi masalahnya ini ada faktor Israel yang terus berkeras ingin melanjutkan perang.
05:36Baik, terima kasih untuk pandangannya Dina Sulaiman, pengamat timur tengah dari Universitas Pajajaran.
05:42Terima kasih Budina.
05:44Ya terima kasih.
05:47Usai Jidak Kompas Malam kembali dengan informasi...
Komentar

Dianjurkan