Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menyusul serangan militer Israel terhadap kelompok militan Hizbullah di Lebanon, media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa otoritas Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/04/2026) lalu.

Penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.

Gedung Putih merespons laporan media yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan penutupan Selat Hormuz tidak bisa diterima.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memastikan jalur strategis Selat Hormuz masih dapat dilalui. Meski demikian, kapal sipil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.

Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.

Baca Juga Lautan Manusia di Teheran Peringati 40 Hari Kematian Ayatollah Ali Khamenei | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/662041/lautan-manusia-di-teheran-peringati-40-hari-kematian-ayatollah-ali-khamenei-sapa-pagi

#iran #israel #selathormuz

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/662049/selat-hormuz-ditutup-imbas-serangan-israel-ke-lebanon-ini-jawab-wamenlu-iran-sapa-pagi
Transkrip
00:00Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Said Qadibzadeh, memastikan jeluh strategi Selat Hormuz masih dapat dilalui.
00:07Meski demikian, kapal sibil tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran demi keamanan.
00:12Hal itu karena Iran mengakui telah menempatkan ranjau laut sebagai bagian dari strategi perang.
00:30Sejahat, dalamnya, ada banyak yang telah dilakukan secara dipercayaan yang telah menerima.
00:34Mereka mengenai pertahanan dengan keamanan, dan ini saya menggantikan jeluh menerima.
00:38Ini adalah sehingga seluruh sejahat yang mereka kerempat, yang mereka berkaitkan kemudian kita sampai kemahalanan dengan kerajaan dan kemahalan ketika.
00:49Mereka tersebut, karena kemahalan tersebut dalam sejahat ini, dan ini sejahat ini sangat terbuka.
00:53Sejahat ini di bawah terbukannya, di bawah terbukannya, di bawah terbukannya.
00:57Ini di bawah terbukannya terbukannya.
01:01Selat Hormus merupakan jalur vital perdagangan energi global,
01:04sehingga setiap kebijakan pembatasan akses di wilayah itu
01:07berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas pasar minyak dunia.
Komentar

Dianjurkan