Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Rentetan serangan udara Israel ke Beirut pada hari Rabu (8/4/2026) memicu kebakaran besar di ibu kota Lebanon. Serangan Israel terjadi beberapa jam setelah gencatan senjata AS-Iran.

Sejak diumumkan, Israel mengatakan kesepakatan gencatan senjata itu tidak mencakup Lebanon, meskipun mediator Pakistan mengatakan sebaliknya.

Belum jelas apa yang menjadi sasaran. Namun, beberapa serangan terjadi di lokasi komersial yang ramai.

Sejak pecahnya perang Israel-Hizbullah pada 2 Maret, Israel secara teratur menyerang Lebanon selatan dan timur serta pinggiran selatan Beirut, tetapi jarang menyerang pusat kota Beirut.

Sejak itu lebih dari 1.500 orang tewas dan satu juta orang mengungsi.

Pejabat Kotamadya Beirut, Mohammed Balooza mengutuk rentetan serangan dan menyebutnya sebagai kejahatan.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari seribu orang.

Pasca serangan, pencarian korban di antara reruntuhan bangunan di Beirut terus dilakukan.

Untuk mengetahui perkembangan situasi terkini di Lebanon, kita tersambung dengan Irfan Afendi, WNI yang tengah menempuh pendidikan di Beirut, Lebanon.

Baca Juga 254 Orang di Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel, Petugas Cari Korban di Reruntuhan Rumah di https://www.kompas.tv/internasional/661926/254-orang-di-lebanon-tewas-akibat-serangan-israel-petugas-cari-korban-di-reruntuhan-rumah

#lebanon #israel #wni

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661965/full-wni-di-lebanon-ungkap-situasi-usai-serangan-israel-di-tengah-gencatan-senjata
Transkrip
00:00Ya, Mas Irfan sebelum kita memulai dialog kita sore hari ini, kondisi Anda bagaimana? Apakah masih dalam kondisi aman dan
00:07juga sehat Mas Irfan?
00:10Alhamdulillah saya aman bersama keluarga saya di sini. Kemarin ketika ada waktu serangan saya di Beirut, cuman untuk pagi ini
00:17saya sudah meninggalkan Beirut.
00:20Kalau sampai saat ini, Mas Irfan, apakah masih terjadi serangan-serangan yang dilakukan oleh pihak Israel, khususnya ke wilayah Beirut?
00:32Untuk pagi ini, sejak itu kemarin sampai kemarin malam, untuk pagi ini tidak ada serangan di Beirut sama sekali.
00:39Cuman untuk malam tadi masih ada serangan di daerah selatan Lebanon.
00:50Ya
00:52Ya
00:53Untuk pagi ini, untuk apa hari ini tidak ada serangan sama sekali dari pasukan Zionis.
01:01Cuman malam tadi, kemarin kan serangannya dimulai ketika siang hari, di jam 1 siang.
01:09Dan serangan itu berlanjut terus sampai 10 menit kemudian.
01:13Kemudian ada serangan lagi di malam harinya, cuman itu tidak di kota Beirut, ada di daerah lain seperti di daerah
01:19Lebanon Selatan yang dekat dengan di perbatasan sana.
01:23Untuk hari ini, belum ada informasi atau serangan apapun yang dilakukan oleh pasukan Zionis di Lebanon.
01:30Saat serangan-serangan itu terjadi, ini titik serangannya berada di mana, Mas Irfan? Apakah betul di daerah permukiman dan juga
01:38daerah komersil?
01:41Seperti yang kita tahu sebelumnya kan, pasukan Zionis ini mereka selalu menyerang di daerah selatan, di kota Beirut.
01:50Itu jarang sekali kalau mereka menyerang sampai ada di tengah kota, ada di tempat-tempat yang ramai orang.
01:56Cuman untuk kemarin, itu serangannya tiba-tiba ada di tengah kota, yang di mana tempat yang seharusnya itu tidak boleh
02:04diserang.
02:05Dan biasanya pasukan Zionis ini, ketika mereka mau menyerang, mereka seperti memberikan ada tempat yang nanti akan diserang.
02:15Sekitarnya mungkin 10 menit sebelumnya atau 5 menit sebelumnya, cuman untuk yang kemarin ini, itu tidak ada sama sekali.
02:21Jadi kenapa banyak korban yang berjatuh hari itu karena pasukan Zionis tidak memberikan informasi sama sekali bahwa tempat ini akan
02:30diserang.
02:33Artinya metode serangannya justru berubah sebelum dan juga sesudah dari adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran ya?
02:43Iya, betul.
02:45Kalau dari instruksi pemerintah Lebanon dan juga KBRI Beirut, seperti apa kepada warganya, termasuk kepada warga negara asing di sana?
02:56Kalau untuk KBRI kita sendiri, untuk WNI yang ada di Lebanon, terutama yang ada di Beirut, mereka menghimbau kita untuk
03:06menjauhi tempat-tempat.
03:07Ya, maksudnya tempat-tempat yang biasanya ditargetkan oleh pasukan Zionis dan kemudian juga dari KBRI juga sudah menghimbau dan juga
03:18sudah memberikan status siaga satu sejak tahun 2024.
03:22Sedangkan dari Lebanon sendiri, ya sampai sekarang ya mungkin ada teman-teman di Indonesia sering bertanya-tanya apa yang dilakukan
03:31oleh government itu Lebanon sendiri.
03:34Ya, kalau kita melihatnya sebagai warga Lebanon atau melihatnya sebagai warga asing, ya kita melihat itu seperti tidak ada kemampuan
03:44dari Lebanon sendiri untuk menghadapi masalah ini.
03:47Bahkan hari ini itu semua sekolah diliburkan, semua sekolah diliburkan, semua sektor pabrik, kemudian toko-toko semuanya tutup karena mereka
03:58memberikan instruksi bahwa hari ini adalah hari Dukacita.
04:03Hanya sebatas itu.
04:04Dan setahu saya dari informasi pagi ini juga, mereka sedang mengadakan ini, seperti pertemuan untuk membahas masalah ini.
04:15Tapi setiap ada serangan mereka selalu melakukan seperti itu, tapi tidak ada hasilnya.
04:20Apakah ada imbawan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman?
04:25Karena Anda tadi sempat menyebutkan bahwa serangan yang terakhir tidak diinformasikan seperti sebelum-sebelumnya.
04:35Ya, bahwa setiap ada serangan, semua apa imbawan itu, semua peringatan itu bukan dari Lebanon, tapi dari negara sebelah.
04:45Jadi, semua informasi yang diterima bahwa nanti akan ada serangan di tempat ini, itu bukan dari orang Lebanon, tapi melalinkan
04:54dari negara sebelah.
04:55Cuma yang kemarin itu ya, mereka tidak memberikan apa imbawan atau peringatan untuk pergi, dan juga tiba-tiba menyerangkan di
05:06tempat yang biasanya tidak diserang.
05:09Yang seharusnya tidak boleh diserang.
05:11Ya, Mas Irvan, kalau memang situasinya berbeda, tidak ada informasi, apakah dari warga di sana, termasuk Mas Irvan sendiri, akan
05:22melakukan mengungsi ke tempat lain yang sudah mungkin bisa dikondisikan tempat yang lebih aman?
05:33Kalau sebagai WNI yang ada di Lebanon, jadi setiap WNI yang ada di Lebanon, kan kita di sini tidak banyak
05:41ya, karena memang sudah banyak yang pergi, sudah banyak yang dievakuasi ke Indonesia.
05:45Nah, dari KBRI sendiri, itu mereka memberikan tempat untuk WNI yang kena dampak dari perang ini untuk mengungsi di KBRI,
05:56di shelter.
05:57Jadi, yang saya tahu ada sekitar 1-2 orang yang mungkin sekarang ada di KBRI untuk mengungsi dari konflik ini.
06:04Karena ini juga, Mbak, tidak semua orang, WNI, bahkan orang apa di Lebanon itu bisa pergi dengan aman.
06:12Contohnya sekarang, kota Beirut itu full banget.
06:15Kota Beirut itu semuanya sudah macet, full, karena semua orang, hampir semua orang dari selatan Lebanon,
06:21dan dari pinggiran kota Beirut semuanya mengungsi ke kota Beirut, di pusat kota.
06:26Dan, tiba-tiba, malah di pusat kota itu malah diserang juga.
06:33Jadi, sekarang sedang ada kebingungan di masyarakat di kota Beirut, mereka harus pergi kemana lagi.
06:38Baik.
06:39Baik, terima kasih Mas Irfan Effendi.
06:43Tetap jaga keselamatan Anda dan juga tetap berada di wilayah yang aman.
06:48Mas Irfan Effendi, warga negara Indonesia di Lebanon.
Komentar

Dianjurkan