Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
IRAN, KOMPAS.TV - Ribuan orang turun ke jalan di Teheran, Selasa malam waktu setempat, setelah Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu untuk menghentikan perang.

Orang-orang mengibarkan bendera Iran dan memegang poster pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menunjukkan tanda-tanda lega setelah berminggu-minggu konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setuju untuk menangguhkan serangan ke Iran. Trump bakal menunda serangan ke Iran dalam dua minggu.

Keputusan itu diumumkan pada Selasa malam waktu setempat, hanya beberapa jam sebelum batas waktu ultimatum, setelah Pakistan melakukan mediasi.

Ia mengatakan, penundaan dilakukan dengan syarat Iran segera membuka Selat Hormuz secara penuh, aman, dan tanpa hambatan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Israel Tetap Serang Hizbullah di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/661690/israel-tetap-serang-hizbullah-di-tengah-kesepakatan-gencatan-senjata-as-iran-sapa-malam

#iran #gencatansenjata #as #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661695/warga-iran-turun-ke-jalan-rayakan-kesepakatan-gencatan-senjata-sapa-malam
Transkrip
00:00Oh, oh, oh, oh, oh.
00:07Ribuan orang turun ke jalan di kota Teheran selasa malam waktu setempat
00:11setelah Iran dan Amerika Serikat menyepakat di gencatan senjata
00:15selama dua minggu untuk menghentikan perang.
00:18Orang-orang mengibarkan bendera Iran dan memegang poster pemimpin tertinggi Iran,
00:23Mujtabah Khamenei, menunjukkan tanda-tanda legah
00:26setelah berminggu-minggu konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
00:38Rusia dan Tiongkok memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB
00:43yang bertujuan membuka kembali selat hormus.
00:46Keduanya menilai resolusi yang diajukan tidak mencerminkan pendekatan diplomatik yang seimbang
00:51dan cenderung mengabaikan akar konflik.
00:54Mereka menyatakan pembukaan hormus tidak bisa dipaksakan tanpa menyelesaikan konflik yang mendasarinya.
01:02Rancangan resolusi tersebut diperakar Saibahrein bersama negara-negara Dewan Kerja Sametluk.
01:08Negara-negara tersebut menyuruhkan pembukaan kembali selat secara segera dan tanpa syarat
01:13demi mencegah dampak ekonomi global yang lebih luas.
01:22Terima kasih.
01:24selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan