Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dilakukan Pemerintah Iran dan juga Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia melihat kesepakatan gencatan senjata merupakan hal yang positif dalam upaya penyelesaian konflik kedua belah pihak.

Semua pihak yang terlibat juga diharapkan untuk menahan diri dan menepati kesepakatan yang telah dibuat.

Upaya diplomasi juga diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik dalam menurunkan ketegangan yang telah berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri buka suara soal proses pemulangan WNI di wilayah Timur Tengah. Sebanyak 720 WNI masih tertahan akibat disrupsi penerbangan yang terdampak perang Iran dan AS-Israel.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan 2.285 WNI telah dipulangkan ke Indonesia, sedangkan 720 lainnya masih tertahan akibat disrupsi penerbangan.

Saat ini masih ada 281 WNI yang berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK yang berada di kapal-kapal di pesisir Iran.

Terkait perkembangan terkini di Iran, KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi.

#gencatansenjata #WNI #kemlu

Baca Juga Presiden Prabowo Sebut Kondisi Bangsa Indonesia Lebih Baik dari Bangsa Lain di https://www.kompas.tv/nasional/661625/presiden-prabowo-sebut-kondisi-bangsa-indonesia-lebih-baik-dari-bangsa-lain



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661626/720-wni-masih-tertahan-di-berbagai-wilayah-di-timur-tengah-jmp
Transkrip
00:00Jurnal Merah Putih kembali untuk Anda sodara, pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dilakukan pemerintah
00:09Iran dan juga Amerika Serikat.
00:13Pemerintah Indonesia melihat kesepakatan gencatan senjata merupakan hal yang positif dalam upaya penyelesaian konflik ke dua belah pihak.
00:21Semua pihak yang terlibat juga diharapkan untuk menahan diri dan menepati kesepakatan yang telah dibuat.
00:28Upaya diplomasi juga diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik dalam menurunkan ketegangan yang telah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
00:40Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
00:48Dan perkembangan ini tentunya mencerminkan adanya upaya dari para pihak-pihak yang terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong
00:58deeskalasi.
00:59Dan Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong agar kesempatan atau momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal
01:08untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan.
01:12Dan kita kembali menegaskan pentingnya untuk semua pihak terkait menahan diri secara maksimal, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial,
01:24serta selalu mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik.
01:30Ini dialog dan diplomasi, terus kita berulang kali bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk penyelesaian konflik.
01:41Kementerian Luar Negeri buka suara soal proses pemulangan WNI di wilayah Timur Tengah.
01:46720 WNI masih tertahan akibat disrupsi penerbangan yang terdampak perang Iran dan Israel.
01:55PLT Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Henni Hamidah mengatakan 2.285 WNI telah dipulangkan ke Indonesia,
02:05sedangkan 720 lainnya masih tertahan akibat disrupsi penerbangan.
02:09Saat ini masih ada 281 WNI yang berada di wilayah Iran, 35 orang diantaranya adalah ABK yang berada di kapal
02:18-kapal yang dipesisir Iran.
02:22Terkait perkembangan terkini di Iran, KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya
02:27dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi.
02:35Ini rekan-rekan media terdapat 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah
02:45dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke tanah air.
02:50Kemudian terkait perkembangan dan kondisi WNI di Iran.
Komentar

Dianjurkan