Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Eskalasi ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki babak baru yang menempatkan Washington dalam posisi dilematis.

Menurut Pakar Strategi PPAU Marsma (Purn) Agung Sasongkojati, Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi panik karena Iran memegang "handicap" di berbagai lini, mulai dari diplomasi, militer, hingga ekonomi.

"Amerika tidak bisa menghancurkan sistem ekonomi atau kilang minyak Iran, karena itu justru akan membalik dan menghantam ekonomi global serta rakyat Amerika sendiri. Iran memegang kunci saklar ekonomi Amerika," ujar Agung dala Breaking News KompasTV, Senin (6/4/2026).

Ia menekankan bahwa ancaman kehancuran memang ada, namun masyarakat Iran memiliki daya tahan karena posisi strategis ekonomi mereka di kancah dunia.

Lebih lanjut Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menyampaikan meninjau dari sisi politik internasional.

Ia menilai Iran diuntungkan karena memiliki pengalaman dan kesiapan untuk perang jangka panjang, sementara Donald Trump dibatasi oleh waktu dan tekanan politik domestik menjelang pemilu.

"Iran diuntungkan karena dia punya pengalaman dan siap untuk perang lama. Sementara Amerika terutama Trump sangat dirugikan karena dia tidak punya waktu lama. Nah, oleh karena itu di bagian akhir ini saya ingin katakan melihat dampak buruk yang telah dilakukan oleh Trump," kata Hasibullah.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

#iran #as #israel #breakingnews

Baca Juga Ultimatum Trump ke Iran untuk Buka Selat Hormuz Berakhir Hari Ini | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/661198/ultimatum-trump-ke-iran-untuk-buka-selat-hormuz-berakhir-hari-ini-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661206/full-perang-makin-panas-kesiapan-iran-vs-keterbatasan-trump-makin-panik-part-1
Transkrip
00:03Intro
00:08Breaking News Kompas TV
00:09Saudara akan kami lanjutkan bersama saya Niputu Trisnanda
00:13Saudara Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengugah pernyataan di akun Truth Social
00:18Trump mengultimatum Iran agar membuka Selat Hormuz dalam 48 jam atau 2 hari ke depan
00:27Selat Hormuz ditutup Iran untuk Amerika dan negara-negara sekutunya
00:32sejak serangan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu
00:36Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi kapal-kapal tanker yang membawa minyak mentah
00:41dari negara-negara teluk menuju pasar internasional
00:49Kami kutip dari Reuters Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran
00:54melalui media sosialnya pada 4 April bahwa waktu hampir habis bagi negara itu
01:01untuk mencapai kesepakatan atau membuka jalur air utama Selat Hormuz
01:06Trump mengunggah dari akun Truth Social Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menulis
01:11Ingat ketika saya memberi Iran 10 hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz
01:18waktu hampir habis 48 jam sebelum semua neraka akan menimpa mereka
01:24Maha Suci Tuhan
01:30Gada revolusi Iran memperingatkan Amerika dan Israel
01:34Jika terus meningkatkan serangan ke Iran untuk membuka Selat Hormuz
01:38maka Iran tak segan akan menyerang sistem peluncur roket Amerika Serikat di Kuwait
01:44Ruda Patriot di Bahrain dan perusahaan teknologi kecerdasan buatan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab
01:50Bahkan kini dalam gelombang serangan ke-95
02:22Operasi Janji Sajat 4
02:28Terima kasih telah menonton!
02:37Terima kasih telah menonton!
02:55Terima kasih telah menonton!
02:58Terima kasih telah menonton!
03:14Terima kasih telah menonton!
03:19Terima kasih telah menonton!
03:21Di dialog dengan rekan saya yang Rahman dibilang Iran punya keteguhan
03:25Tapi di satu sisi Amerika Serikat berubah-ubah
03:28Anda membacanya seperti apa?
03:31Ya terima kasih
03:32Pertama saya ucapkan selamat datang Mbak Putu
03:35Selamat berjumpa di diskusi yang sudah berlangsung dengan Mas Agung juga dan Mas Ian
03:40Saya sebelum mungkin ke pertanyaan terakhir Mbak Putu
03:44Ingin menyambungkan dari diskusinya Mas Agung yang terakhir
03:49Karena bagi saya ini dalam tanda kutip hidangan daging yang cukup sehat bagi masyarakat
03:56Terutama terkait dengan kenapa perang-perang ini semua terjadi
04:01Di antara Amerika dan Israel yang mungkin opsi-opsinya telah disampaikan
04:06Saya setuju tadi mungkin ya memang sudah diberikan opsi-opsi terutama kepada elit Amerika dan Israel
04:16Tapi secara politik kemudian keputusannya yang diambil adalah hal yang berbeda
04:22Sehingga katakanlah opsi untuk membunuh pimpinan-pimpinan Iran itu menjadi diutamakan
04:28Daripada katakanlah opsi-opsi yang lain karena harapannya bisa ganti rezim
04:34Dan itu tidak terjadi
04:36Nah saya terus terang dalam konteks kekurangan Iran Mas Agung dan Mbak Putu
04:41Tetap saja saya melihat tetap ada kekurangan
04:44Walaupun sekali lagi kita sangat menghormati Iran sebagai negara yang diserang
04:48Tapi tetap saja ada sebagai kekurangan yang harus juga disampaikan
04:53Dan paling tidak saya menyebutnya sebagai kekurangan di bidang inteljen
04:58Artinya bagian itu yang akhirnya membuat Iran harus membayar dengan sangat mahal
05:03Termasuk dengan kehilangan tokoh-tokoh utamanya
05:06Dan sejauh perkenalan saya dan membaca juga literatur terkait dengan Iran
05:12Rasanya dalam tanda kutip tidak mungkin para pimpinan Iran ini sengaja dikorbankan
05:18Itu logikanya atau akar kebudayaan
05:22Akar keagamaan atau kehormatannya saya tidak ketemu
05:30Saya sejauh membaca tentang Iran
05:32Justru mereka sangat menghormati pemimpinnya
05:35Apalagi ayatullah yang memang memimpin dengan cinta
05:39Sehingga sekali lagi secara aspek struktural paling tidak
05:45Itu hanya terjadi di Iran
05:46Katakanlah kita bandingkan dengan negara lain
05:49Saya sebut saja sunni gitu ya
05:51Tanpa bermaksud sektarian
05:53Itu hanya di Iran yang mempunyai atau ada dimensi aspek struktural
06:00Dimana seorang pemimpin tertinggi itu betul-betul berkuasa secara spiritual
06:05Bahkan politik sampai ke katakanlah masyarakat yang paling bawah
06:08Nah di bagian lain katakanlah di sunni
06:12Itu tidak ada aspek itu
06:14Karena struktural itu lalu kemudian terpecah dalam berbagai macam
06:18Kelompok-kelompok, madhab, ormas dan lain sebagainya
06:21Dan tidak menjadi simbol daripada katakanlah politik ataupun kekuasaan
06:27Nah saya melihat aspek-aspek itu
06:30Saya sepakat mungkin tidak dihargai atau tidak dipahami oleh
06:34Para pengambil kebijakan Israel dan Amerika
06:38Yang oleh Mas Agung tadi di bypass gitu
06:41Karena mereka mungkin ingin agar ini segera terjadi perubahan rezim
06:46Dan caranya adalah bunuh kepala ular dalam tanda kutip gitu ya
06:50Dianggapnya ularnya langsung mati karena ini satu badan gitu
06:53Jadi satu sisi saya melihat tetap bahwa itu rasanya belum bisa diterima
06:59Bahwa itu sengaja dikorbankan
07:01Berarti kalau saya tidak menerima itu saya lebih cenderung pada
07:04Memang ini kelemahan intelijen
07:07Yang masih sampai sekarang belum diatasin sampai selesai
07:11Ada hal kedua dari Mas Agung yang menurut saya menggelitik
07:15Untuk bisa kita pahami bareng-bareng
07:17Terkait dengan katakanlah berbagai macam persenjataan yang dalam tanda kutip
07:22Lebih dijaga ketat
07:24Katakanlah daripada kepemimpinannya
07:27Saya ya mungkin senjata sangat penting dipahami oleh Iran
07:32Tapi saya khusus dan berperansangka baik
07:35Tetap aja manusia apalagi pemimpin
07:37Akan jauh lebih diperhatikan
07:42Nah kalau sekarang mungkin banyak persenjataan yang di Iran belum terungkap oleh Israel
07:48Jangan-jangan ini cara bacanya
07:50Juga di Israel masih katakanlah menggunakan penggunaan waktu
07:54Kapan ini akan digunakan
07:57Artinya apa?
07:57Kalau dikaitkan dengan ultimatum yang disampaikan oleh Mbak Putu tadi
08:0148 jam yang disebut sebagai menjadi serangan neraka
08:05Bisa jadi juga berkaitan dengan pengetahuan yang belum digunakan
08:09Dalam tanda kutip secara total oleh Amerika dan Israel
08:12Untuk menyerang Iran gitu ya
08:15Walaupun sekali lagi
08:17Iran tetap punya kemampuan bertahan yang tidak bisa dipikirkan oleh banyak orang
08:22Nah hal lain menurut saya ingin saya sampaikan
08:25Mbak Putu terakhir ini
08:26Bagian daripada kehebatan Iran bertahan
08:29Yang menurut saya juga penting ini disampaikan
08:32Dan semoga juga jadi pembelajaran bagi masyarakat Timur Tengah
08:36Paling tidak
08:36Iran bisa bertahan seperti ini
08:40Bukan semata-mata hanya karena secara kebudayaan tadi
08:43Tapi juga karena ada sistem
08:45Ada cinta dari rakyatnya
08:47Nah itu berarti kita harus bicara demokrasi
08:49Nah dalam demokrasi itu kan berarti ada sistem
08:52Termasuk bagaimana
08:53Kalau para pimpinannya ini
08:55Terbunuh seperti sekarang
08:57Nah itu sudah ada sistem konstitusi yang sangat kuat
09:00Dan itu yang akhirnya membuat Iran tidak kolab gitu
09:04Walaupun katakanlah pimpinannya telah dibunuh
09:08Pimpinan utamanya
09:08Nah oleh karena itu
09:10Kalau masyarakat terutama di Timur Tengah
09:13Yang saya dulu lama di sana
09:15Dan ini menjadi tantangan
09:16Ingin katakanlah punya negara seperti Iran
09:19Yang sistemnya kuat gitu ya
09:22Walaupun ditahan sampai 38 hari masih bisa bertahan
09:25Menurut saya juga penting memang
09:27Isu demokrasi ini didorong gitu
09:29Bukan semata-mata cara pikir
09:33Mempertahankan kekuasaan dengan
09:34Katakanlah membeli senjata sebesar-besarnya
09:37Belajar dari negara Arab teluk
09:40Senjata sebesar-besarnya apapun dibeli
09:43Kalau tidak ada cinta yang akan melindungi konstitusi
09:47Yang akan melindungi negeri
09:48Itu menurut saya akan berat
09:50Dan hari ini menurut saya
09:51Kita melihat Iran tetap bertahan dalam
09:54Hari ke-38 dengan gempuran yang
09:56Sangat barbar itu saya bilang
09:58Karena memang mereka ada militansi
10:00Bahkan ini yang dari awal
10:02Saya ngikutin ahli-ahli di Timur Tengah
10:04Kenapa akhirnya
10:05Strategi Amerika dan Israel
10:07Untuk mengganti rezim gagal
10:09Karena dengan bumi hangus seperti ini
10:13Jangankan yang memang katakanlah
10:15Sangat mendukung rezim
10:17Bahkan yang kritis terhadap rezim
10:19Itu membelot jadi membela rezim
10:22Saya baru dengar salah satu laporan di Al Jazeera
10:26Itu tentang cerita mengenai
10:28Seorang apa namanya
10:30Oposisi Iran yang ada di Eropa
10:32Ada di luar
10:33Kalau oposisi kan mestinya ganti rezim
10:35Tapi setelah tahu bagaimana negaranya diperlakukan
10:38Secara brutal
10:40Secara barbar seperti ini
10:42Kata salah satu sumber yang saya dengarkan
10:45Mereka menawarkan agar dapat
10:47Keringanan dari rezim untuk balik ke negaranya
10:50Dan ingin membela negerinya
10:52Nah ini yang saya bilang
10:53Secara kebudayaan kita bisa mengurai
10:55Kenapa yang disampaikan Mas Agung
10:58Pilihan untuk ganti rezim yang
11:00Tidak dilalui dengan studi kebudayaan yang cukup
11:03Studi mengenai lingkungan yang cukup
11:05Akhirnya justru balik badan
11:07Dan sekarang justru
11:08Mengancam rezimnya
11:10Trump dan rezimnya Netanyahu itu sendiri
11:13Begitu Mas Agung dan
11:15Baik saya tangkap
11:17Intinya adalah bagaimana kemudian
11:19Rasa cinta pada tanah air ini
11:21Kemudian tinggi di Iran
11:23Dan ini jadi satu kelemahan
11:24Yang tidak diperhitungkan oleh Amerika Serikat
11:27Ataupun juga Israel
11:28Mas Agung yang mau saya tanya adalah
11:30Tadi sempat disinggung soal upaya intelijen
11:33Kalau kita lihat setelah berganti rezim
11:35Atau bukan berganti berarti kita bisa sebutnya
11:37Bergeser begitu ya
11:38Karena rezimnya diturunkan ke Mojtaba
11:41Apakah Anda melihat bahwa ada pelajaran
11:44Yang kemudian sudah dilakukan oleh Iran
11:47Dalam hal intelijen
11:48Melihat Mojtaba ini tidak memuncul ke publik
11:51Kemudian juga kita lihat
11:52Serangan-serangannya ini kecenderungannya
11:55Apakah strategis atau tidak
11:56Bagi Iran terhadap Israel
11:59Tapi dijawab setelah jeda
12:01Pak Agung
12:03Nanti kita akan kembali di Breaking News
12:04Kompas TV
12:05Ya terima kasih
12:09Kita lanjutkan dialog
12:11Dalam Breaking News
12:12Kompas TV sodara
12:13Bersama dengan pakar strategi udara
12:15PPAU Agung Saswang Kojati
12:16Dan juga pengamat timur tengah
12:18Hasibulo Satrawi
12:19Pak Agung sebelum jadi
12:21Tadi saya tanya
12:21Apakah Anda melihat bahwa
12:23Iran belajar
12:24Dari sisi intelijen
12:26Untuk memperbaiki
12:27Bagaimana kemudian
12:29Dari internal Iran sendiri
12:30Sehingga strategi
12:32Ataupun juga perlindungan
12:33Terhadap pemimpin-pemimpinnya
12:34Ini jadi dalam tanda kutip
12:36Lebih baik dari sebelumnya
12:38Oh iya jelas
12:39Karena sekarang kita lihat
12:41Bahwa pak Mostadam
12:42Meskipun dia terluka
12:43Tapi dia
12:44Ditaruh di tempat yang aman
12:46Tersembunyi
12:46Mungkin tidak di dalam negeri
12:47Dan yang kedua
12:48Adalah seperti yang kita tahu
12:50Pak Menlu ya
12:51Pak Menlu yang
12:51Ganteng dan
12:53Pintar itu
12:54Itu juga aman-aman saja
12:56Artinya apa?
12:57Artinya sekarang
12:58Mungkin sudah ada
12:59Prosedur pengamanan
13:00Yang diperbaiki
13:01Jadi prosedur pengamanan ini
13:03Diperbaiki
13:05Dibuat
13:05Sehingga
13:06Tidak kecolongan lagi
13:07Seperti sebelumnya
13:08Tetapi kita juga
13:09Harus
13:10Meapresiasi ya
13:11Justru
13:13Kematian
13:14Kan kita tahunya
13:15Kematian pemimpin ini
13:16Menjadi pupuk bagi
13:17Kekuatan dan keberdekaan
13:19Iran
13:20Itu betul
13:20Dengan cara kerjanya
13:22Tidak seperti itu
13:22Jadi para
13:23Pemimpin ini
13:24Kebanyakan kan
13:25Meninggalnya
13:26Meskipun sudah melaksanakan
13:27Berbagai
13:28Sudah berbagai
13:31Penganan
13:32Tapi ternyata
13:33Masih kecolongan
13:33Tapi mereka semua
13:35Gugur
13:36Itu di rumah sendiri
13:37Di tengah keluarganya
13:39Tidak ada yang sembunyi
13:40Seperti pengecut
13:41Di bawah bangker
13:42Kenapa?
13:43Mereka ternyata memiliki
13:44Budaya
13:45Kesatria
13:45Budaya
13:46Bukan pengecut
13:47Bukan luser
13:48Dan budaya
13:49Ya mau
13:50Dia mau diamankan
13:51Pindah tempat
13:51Pindah tempat
13:52Tetapi
13:52Tentu kan ada
13:53Mungkin kemarin ada kelemahan
13:54Tapi sekarang
13:55Itu juga menunjukkan
13:56Bahwa mereka
13:56Gugur
13:57Meninggal
13:58Tanpa
13:58Menunjukkan sikap pengecut
14:00Dan memang
14:00Mereka tidak takut
14:01Kematian
14:02Bukan hal yang menakutkan
14:03Sengsara
14:03Bukan hal yang menakutkan
14:04Namun mereka betul-betul
14:06Menunjukkan
14:06Bagi
14:07Bangsanya
14:08Mereka meninggal
14:08Dengan terhormat
14:09Satu
14:09Tapi tentu
14:11Tidak bisa dibiarkan
14:12Semua meninggal
14:12Dengan terhormat
14:13Karena harus
14:14Zaman
14:14Maka prosedurnya
14:15Tentu diperbaiki
14:16Dan kita lihat
14:17Sekarang makin sedikit
14:18Para pemimpinnya
14:19Yang ini
14:19Yang terbunuh
14:20Dan itu pasti terbunuh
14:21Itu gara-gara
14:22Menggunakan peralatan
14:23Seperti media sosial
14:24Atau
14:25Pengkhianat-pengkhianat
14:26Yang pengkhianat pun
14:27Mungkin tidak tahu
14:27Kalau dia
14:28Sebetulnya menggunakan
14:29Alat yang menunjukkan
14:30Ini
14:31Jadi
14:32Saya lagi bahwa
14:33Ternyata
14:35Hal yang
14:36Dilihat adalah
14:37Suatu kemunduran
14:37Itu meninggal
14:38Atau tewasnya
14:39Atau bugurnya
14:40Ini
14:40Itu juta malah
14:41Menimbulkan semangat juang
14:42Membuat lebih bersatu
14:43Dan itu menjadi modal
14:45Tapi tentunya
14:45Tidak bisa dibiarkan
14:46Terus
14:47Tentu ada prosedur
14:48Diperbaiki
14:48Dan kelihatannya
14:49Sudah diperbaiki
14:50Dan jadi pelajaran
14:51Bagi
14:51Intelijen Iran
14:52Oke
14:52Singkat
14:53Pak Agung
14:54Berarti
14:55Kalau Iran
14:56Sudah belajar
14:56Dari sisi intelijen
14:58Kemudian juga
14:58Dari strategi-strategi
15:00Apakah Anda
15:00Membaca bahwa
15:01Eskalasi ke depan
15:02Antara
15:03Iran
15:04Israel
15:05Dan juga
15:05Amerika Serikat
15:06Ini akan
15:07Lebih tinggi
15:07Daripada
15:08Sebelum-sebelumnya
15:10Yang panik
15:11Sekarang adalah
15:12Amerika
15:12Yang
15:14Memegang
15:15Upper hand
15:16Atau
15:16Di atas tangan
15:17Adalah
15:17Iran
15:18Itu jelas
15:19Setelah dipermasi
15:20Informasi militer
15:21Ekonomi Iran
15:21Apalagi ekonomi
15:22Iran memegang
15:23Katup
15:24Sehingga Amerika
15:25Tidak bisa
15:26Menghancurkan
15:26Apapun itu
15:27Tapi dia tidak
15:28Bisa menghancurkan
15:29Sistem ekonominya
15:31Iran
15:32Terusnya
15:33Minyak
15:33Kilang minyak
15:34Atau tidak bisa
15:35Karena
15:35Itu nanti akan
15:36Membalik
15:36Akan merugikan
15:37Global
15:38Ekonomi global
15:39Dan itu akan
15:40Menghantam Amerika sendiri
15:41Dan rakyat Amerika
15:42Harus membayar
15:43Jadi ancamannya itu
15:44Sebenarnya ancaman
15:44Ya
15:45Kancuran
15:45Akan ada kancuran
15:46Tapi tidak
15:47Untuk
15:47Harkat hidupnya
15:49Masyarakat Iran
15:50Karena
15:50Harkat hidup masyarakat Iran
15:51Ekonomi Iran
15:52Itu juga akan
15:53Mempengaruhi
15:53Ekonomi global
15:54Jadi
15:55Yang akan
15:56Lebih ketakutan
15:57Itu Amerika
15:57Terhadap efek
15:58Dampaknya
15:59Daripada Iran
16:00Karena Iran
16:01Memegang
16:01Kunci saklar
16:03Ekonomi Amerika
16:04Oke
16:04Kalau Pak
16:06Hasibullah Soaterawi
16:07Apakah sepakat
16:08Dengan Pak Agung
16:09Dalam hal ini
16:11Singkat saja
16:11Artinya
16:12Eskalasi
16:13Akan semakin panjang
16:14Atau
16:14Nafasnya
16:15Sudah mulai
16:15Kelihatan pendek
16:16Karena
16:16Kalau mengutip
16:17Pernyataan Pak Agung
16:18Amerika Serikat
16:19Sudah mulai panik
16:20Begitu
16:21Ya
16:22Kalau mau dapat
16:23Tinggal dibilang
16:23Sepakat
16:24Dan tidak sepakat
16:25Sudah langsung
16:25Konklusif
16:26Saya sepakat
16:27Dengan Pak Agung
16:28Atau tidak
16:28Sepakat
16:28Dengan Pak Agung
16:29Enggak
16:29Bercanda
16:30Maaf
16:31Gini
16:32Saya rasa
16:32Memang dari awal
16:33Iran diuntungkan
16:34Karena dia punya
16:35Pengalaman
16:36Dan siap
16:37Untuk perang lama
16:38Sementara Amerika
16:39Terutama Trump
16:40Sangat dirugikan
16:41Karena dia
16:42Tidak punya
16:42Waktu lama
16:43Nah oleh karena itu
16:44Di bagian akhir ini
16:45Saya ingin katakan
16:46Melihat dampak buruk
16:48Yang telah dilakukan
16:48Oleh Trump
16:49Dengan ditanyahu
16:50Dalam perang ini
16:51Termasuk
16:52Secara nilai
16:53Secara hukum
16:53Internasional
16:55Dan kemanusiaan
16:56Sekarang harapannya
16:57Memang berada pada
16:58Rakyat Amerika
16:59Untuk mengkoreksi
17:00Mandatnya
17:01Karena sekali lagi
17:02Tidak akan ada orang
17:03Yang bisa
17:04Membatasi Trump
17:05Dan juga ditanyahu
17:06Kecuali rakyatnya
17:07Nah sekarang
17:08Trump sudah
17:09Melakukan penghajuran
17:10Seperti ini
17:11Ditanyahu juga
17:12Sudah melakukan
17:12Penghajuran
17:13Seperti ini
17:14Kalau seumpamanya
17:15Tidak ada koreksi
17:16Apalagi kemudian
17:17Trump tetap menang
17:18Di pemilu
17:19Pemilu
17:20Mendatang
17:21Itu artinya
17:22Bisa dikatakan
17:23Keburukan yang dilakukan
17:24Trump juga
17:25Disetujui oleh
17:25Rakyat Amerika
17:26Dan saya masih
17:27Yakin
17:28Di Amerika
17:29Banyak suara-suara
17:30Kritis
17:30Paling tidak
17:31Dalam tradisi
17:31Demokrat
17:32Yang jauh
17:33Berasional
17:33Yang sungguh-sungguh
17:34Ingin
17:35Kedepan
17:36Kemanusiaan itu
17:37Berbicara
17:38Lebih banyak
17:38Bahwa perdamaian
17:39Itu adalah harapan
17:40Bagi semua orang
17:41Dan kita ingin
17:43Suara-suara
17:43Daripada
17:44Moderatisme
17:45Daripada
17:46Penghargaan
17:47Terhadap bangsa-bangsa
17:48Yang berbeda
17:49Itu menjadi
17:50Komitmen kita semua
17:51Kita tidak ingin
17:52Kembali kepada
17:53Masa lalu
17:53Yang justru
17:55Pengetahuan
17:56Dan kekuatan
17:56Digunakan untuk
17:57Menghancurkan
17:58Bukan untuk
17:59Membangun
18:00Dan perdamaian
18:00Oke
18:01Saya harapkan
18:04Ada gerakan
18:05Yang cukup
18:06Masif
18:06Begitu ya
18:07Di internal
18:07Dalam negeri
18:08Amerika Serikat sendiri
18:09Agar kemudian
18:10Kebijakan-kebijakan
18:11Trump yang sebetulnya
18:12Sudah banyak
18:13Menuai
18:14Kontra
18:15Begitu di internal
18:15Amerika Serikat
18:16Ini bisa menghentikan
18:17Menjadi rem
18:18Untuk Donald Trump
18:19Kita juga
18:20Berharap
18:20Perdamaian ini
18:21Segera bisa
18:22Dicapai
18:23Begitu karena
18:24Kita sebagai Indonesia
18:25Juga harap-harap
18:26Cemas ya
18:27Kalau perang terus
18:27Nanti minyaknya
18:29Dapatnya dari mana
18:30Kita harap
18:31Ini eskalasinya
18:32Segera meredah
18:33Terima kasih
18:34Pakar Strategi Udara
18:35PPAU
18:36Agung Sasongko Jati
18:37Sudah bergabung
18:38Da Breaking News Kompas TV
18:39Dan juga tentu saja
18:40Pengamatan Timur Tengah
18:41Hasibullah Satrawi
18:42Yang tidak pernah
18:43Bosan
18:44Bergabung dengan Kompas TV
18:46Terima kasih
18:46Sampai bertemu lagi
18:47Bapak-bapak
18:48Terima kasih
18:51Saudara Breaking News
18:52Kompas TV usai
18:53Namun
18:53Eskalasi
18:55Ataupun juga
18:55Informasi terbaru
18:56Dari Timur Tengah
18:57Masih akan terus
18:58Disampaikan dalam
18:59Program-program
19:00Kompas TV lainnya
19:01Salah satunya
19:02Dalam program
19:03Kompas yang akan
19:04Tayang sesaat lagi
19:05Saya Niputut Trisnanda
19:06Saudara
19:06Terima kasih
19:07Sampai jumpa
19:08Sampai jumpa
19:11Sampai jumpa
19:11Sampai jumpa
19:12Sampai jumpa
19:15Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan