Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan sejumlah masukan strategis ke Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau menyangkut masalah ekonomi, kedua masalah kepemimpinan lintas generasi bagaimana baiknya, kemudian masalah diplomasi karena hadir 12-13 mantan Dubes yang hadir. Kemudian tentang pemerintah daerah. Pemerintah daerah itu kenapa? Karena dengan efisiensi atau apa pun namanya pengurangan anggaran itu, otonomi daerah sepertinya menjadi kabur," ungkap JK, Minggu (5/4/2026).

JK menyoroti porsi anggaran daerah yang dinilainya menurun drastis sehingga berdampak langsung pada pembangunan dan perawatan infrastruktur di daerah.

Selain masalah anggaran, rumusan tersebut juga menyinggung evaluasi mengenai cara pemerintah berkomunikasi dengan publik.

Video editor: Lintang

#jusufkalla #prabowo

Baca Juga Jusuf Kalla Ungkap Alasan Polisikan Rismon Usai Dituduh Danai Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/661105/jusuf-kalla-ungkap-alasan-polisikan-rismon-usai-dituduh-danai-roy-suryo-di-kasus-ijazah-jokowi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661129/full-jusuf-kalla-sampaikan-saran-soal-ekonomi-hingga-diplomasi-ke-prabowo
Transkrip
00:00Menyangkut masalah ekonomi, kedua masalah kepimpinan lintas generasi yang datang, kepimpinan bagaimana baiknya, bagaimana.
00:20Kemudian masalah deprovasi, hadir 12-13 mantan lubas yang hadir. Kemudian tentang pemerintah daerah, pemerintah daerah itu kenapa?
00:39Karena dengan efisiensi atau apapun namanya pengurangan anggaran itu, otomi daerah sepertinya menjadi kabur.
00:52Anggarannya dulu waktu zaman saya, 30% ke daerah TKN. Sekarang sita 17%.
00:59Hanya daerah tidak bisa banyak berbuat. Jalan-jalan pada rusak tidak bisa diperbaiki.
01:05Akibat anggarannya yang dipotong seperti itu untuk kebutuhan yang tentunya, apa yang seperti dimakan gratis, kooperasi, atau alutsis.
01:16Akibat itu maka semua dipotong di daerah termasuk anggaran ini.
01:20Nah ketiga tentang komunikasi.
01:25Bagaimana menurut Pak Arsik komunikasi sebaiknya komunikasi pemerintah kepada masyarakat bagaimana tidak.
01:33Itu lima hal itu sesuai dengan pertemuan yang kemarin saya sempatkan.
01:38Itu telah diterima oleh Tantor Bawah Presiden tanggal 25 Maret.
01:48Jadi 10 hari lalu.
01:5311 hari lalu.
01:55Mudah-mudahan telah beliau sempat baca, karena itu ada tanda terimanya.
01:59Itulah pemerintah itu yang sebenarnya terbuka untuk disampaikan.
02:12Sama sekali tidak naik bikin secara rapat gelap, tidak sama sekali.
02:17Itu terbuka dan hasilnya kita sampai.
02:20Tapi ada rencana bertemu langsung dengan Pak Presiden enggak Pak?
02:24Untuk menyampaikan hasil-hasil ini secara langsung ke Presiden?
02:28Iya Pak Presiden kan sangat sibuk, sehingga kadang-kadang susah untuk ketemu.
02:32Tapi kalau beliau ada waktu, saya bersedia untuk hadir, hadir datang untuk menyampaikan apa itu.
02:43Termasuk ke Pak Beng Kofi Krumian.
02:46Dan kalau itu sudah dia pelajari.
02:55Saya Iman dari TV One.
02:57Tadi mungkin saya ingin tahu juga ini Pak mengenai saran-saran yang tadi Bapak telah sampaikan kepada Presiden.
03:03Ini kira-kira dari kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah ini, apakah mungkin ada ruang untuk kebijakan-kebijakan tersebut atau
03:09saran-saran tersebut ini bisa diakomodasi di kebijakan pemerintah kali ini?
03:13Dan tadi saya sempat mendengar juga, Bapak sempat menyinggung soal MBG.
03:18Dalam saran yang Bapak sampaikan ini, apakah ada khusus mengenai MBG ini Pak? Terima kasih.
03:23Pemerintah mempunyai dilema.
03:26Karena masalah kita yang dihadapi, antara lainnya, semuanya masih banyak masalah, ialah masalah defisit pemerintah.
03:35Defisit.
03:36Defisit itu kemudian artinya utang.
03:39Kalau defisit ini tidak dipelajari dengan baik, di artinya Bapak ya, maka utang pemerintah akan membesar.
03:50Dan itu menjadi sulit nantinya.
03:56Salah satunya itu, bahwa karena seperti Anda ketahui, pemerintah, menteri-menteri memusulkan untuk menambah jumlah defisit itu di atas 3
04:12persen.
04:14Tapi Presiden mengatakan hanya 3 persen.
04:17Maka soalnya adalah, kalau tetap 3 persen berarti ada pengeluaran yang harus dikurangi.
04:27Yang mana?
04:30Karena itu kita sarankan jangan mengurangi transfer ke daerah, jangan mengurangi biaya pendidikan, jangan kesehatan, infraktur PU, jangan dikurangi itu.
04:44Karena kalau dikurangi itu sangat terkena masyarakat dan pendidikan masyarakat.
04:52Karena itu kita minta evaluasi anggaran-anggaran yang masih bisa katakanlah dikurangi, ditunda dan sebagainya.
05:02Tapi jangan 3-5 hal ini, karena itu sangat berbahaya di daerah, itu antara lain.
05:12Di samping masalah-masalah lainnya.
05:25Ini energi itu tentunya belum dibahas di sini karena waktu itu belum timbul masalah Iran.
05:39Kita minta bahwa sudah-sudah agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi.
05:55Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga.
05:59Akhirnya itu lakukan diberi banyak negara.
06:02Kenapa? Karena kalau harga murah seperti sekarang, orang tidak cenderung untuk tidak berhemat.
06:11Dia akan jalan, macet jalan karena murah BBM.
06:15Di samping itu, subsidi akan meningkat terus.
06:19Nah kalau meningkat terus, maka utang nak naik terus.
06:23Jadi itulah sebabnya.
06:24Memang ada mengatakan jangan dinaikkan.
06:27Iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus.
06:33Tetapi utang akan menumpuk dengan suci dan besar.
06:38Itu yang paling berbahaya untuk kita semua.
06:41Kalau utang semua kita kena.
06:44Itu masalah utang.
06:47Masalah energi.
06:53Pasti sementara ada protes.
06:55Tapi ingat, yang paling banyak memakai ke BBM, dia punya mobil.
07:02Yang promosional itu, pertama, dia lebih mampu.
07:09Jadi kalau naik saja 20-30 persen, itu bagi mereka tentu tidak bisa saja.
07:18Kedua, kalau motor tentu bisa diatur.
07:25Karena itu adalah hubungannya dengan work from home.
07:32Supaya tidak perlu, work from home itu boleh dibilang, kita nanti bikin survei.
07:38Anda bikin survei.
07:39Apa dikerjakan PNS itu pada saat work from home.
07:43Karena yang work from home itu, umumnya administratif.
07:48Anda tidak bisa melayani masyarakat di rumahnya, kan?
07:52Ya, kalau makanan itu, maka dua hari itu bersamaan.
07:58Hampir bersamaan.
08:00Kalau masyarakat mempertahankan BBM itu,
08:04angkutan umum yang harus dipakai lebih banyak.
08:09Katakanlah di kantor harus bebas kendaraan.
08:11Harus semua naik kendaraan umum.
08:13Itu bisa.
08:14Daripada tinggal di rumah.
08:17Dan tinggal di rumah itu tiga hari.
08:19Kalau anda tinggal di rumah tiga hari, kan bosan juga.
08:22Mau keluar lagi, kan?
08:24Kalau keluar lagi, pakai mobil lagi.
08:27Atau motor.
08:28Ya, sama saja sebenarnya.
08:31Jadi, pilihan.
08:32Ini masalah pilihan.
08:34Pengalaman saya 20 tahun.
08:36Memang kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik.
08:39Rakyat akan menerima.
08:432005, 2014, tidak ada dia.
08:47Karena kita jelaskan dengan baik.
08:50Apalagi ini, masalah eksternal.
08:53Eksternal itu artinya,
08:57bagi kita terpaksa, karena dari luar.
09:04Saya baru dari beberapa negara ASEAN,
09:08diundang,
09:10untuk bicara.
09:12Semua naikkan.
09:14Di Thailand, di Malaysia, di Vietnam.
09:17Tidak ada dia mau apa-apa.
09:19Karena mereka, masyarakat memahami
09:22bahwa ini terpaksa dilakukan
09:24untuk mengurangi
09:27bawaan pemerintah
09:29tahun ini.
09:31Dan kalau itu bawaan pemerintah
09:33artinya
09:34defisit, artinya utang,
09:36artinya bawaan kita semua.
09:39Baik, kepada yang
09:40agar
09:41kalau naik itu yang motor,
09:43pasti kurang.
09:44Pasti tinggal di rumah.
09:45Pasti mungkin
09:46naik ke dalam umum, macam-macam.
09:48Itu lebih
09:50efektif
09:50dibanding
09:51tadi
09:52harus semua tinggal di rumah.
09:54Tapi dia keluar juga.
09:56Karena
09:56tiga hari itu
09:58long week days.
09:59Mungkin keluar kota
10:01mana-mana.
10:02Seperti itu.
10:08Mengawali pagi Anda
10:09dengan informasi terbaru.
10:11Satu langkah lebih dekat,
10:12satu langkah lebih mencerahkan.
10:15Saksikan Kompas Pagi
10:16di Kompas TV Channel 11
10:18pada televisi Anda.
10:21Terima kasih.
10:22Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan