Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Warga dihebohkan dengan munculnya benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu malam. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional menyebut benda tersebut merupakan pecahan sampah antariksa bekas roket Tiongkok.

Warga di Lampung pada Sabtu (4/4/2026) malam heboh saat melihat cahaya panjang yang melintas dengan cepat dan kemudian menghilang.

Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen itu.

Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut benda bercahaya yang melintas tersebut jatuh di Samudra Hindia.

Ia menegaskan benda tersebut merupakan pecahan sampah antariksa bekas roket Tiongkok.

Benda tersebut terbakar dan pecah ketika memasuki atmosfer.

Warga diminta tak khawatir karena kecil kemungkinan jatuh di permukiman dan membahayakan manusia.

Baca Juga Israel Tembakkan Roket ke Perbatasan Lebanon dan Suriah di https://www.kompas.tv/video/543704/israel-tembakkan-roket-ke-perbatasan-lebanon-dan-suriah

#roket #china #lampung #brin

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/661113/benda-bercahaya-di-lampung-brin-bekas-roket-tiongkok-kecil-kemungkinan-jatuh-di-permukiman
Transkrip
00:00Berita selanjutnya, warga dihebohkan dengan munculnya benda bercahaya yang melintas di langit Lampung pada Sabtu malam.
00:08Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional menyebut, benda tersebut ternyata merupakan pecahan sampah antariksa bekas roket Tiongkok.
00:28Warga di Lampung Sabtu malam heboh saat melihat cahaya panjang yang melintas dengan cepat dan kemudian menghilang.
00:35Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen itu.
00:40Cuman gak tahu apa sih, tapi kayak jelas kayak gitu dia, kayak udah apa-apa.
00:55Peneliti BRIN, Thomas Jamaludin bilang, benda bercahaya yang melintas tersebut jatuh di Samudera Hindia.
01:02Ia menegaskan, benda itu merupakan pecahan sampah antariksa bekas roket Tiongkok.
01:09Benda itu pun terbakar dan pecah ketika memasuki atmosfer.
01:14Jatuhnya di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.
01:19Dan itu adalah bekas roket Cina, yaitu CZ-3B yang digunakan untuk meluncurkan satelit pada 2015.
01:35Sampah antariksa yang jatuh ini tidak perlu dikhawatirkan ya, karena secara umum tidak berbahaya karena kemungkinannya kecil jatuh di wilayah
01:52pemukiman.
01:55Warga diminta tak khawatir karena kecil kemungkinan jatuh di permukiman dan membahayakan manusia.
02:01Tim Liputan, Kompas TV
02:04Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan