Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Perang AS-Israel melawan Iran telah memasuki pekan kelima dan belum ada tanda-tanda mereda.

Di awal ketegangan Februari lalu, Trump menyatakan perang diperkirakan berlangsung 4 hingga 6 minggu.

Eskalasi perang memuncak pada pekan keempat, ditandai ancaman terhadap infrastruktur vital dan pertempuran intensif di perbatasan Lebanon-Israel.

Kini, AS sesumbar telah melumpuhkan kekuatan militer Iran melalui operasi Epic Fury, meski kenyataannya Iran terus melawan.

Pernyataan Trump soal segera mengakhiri perang seakan menjawab desakan masyarakat AS yang mulai gerah dengan dampak perang.

Gelombang unjuk rasa besar-besaran dengan slogan "No Kings" berlangsung di Amerika Serikat.

Di Los Angeles, unjuk rasa sempat ricuh. Polisi menembakkan gas air mata dan granat asap ke arah massa.

Unjuk rasa digelar untuk memprotes kebijakan Trump yang dinilai kontroversial, termasuk soal perang terhadap Iran.

Baca Juga Trump Klaim Pilot F-15 Berhasil Diselamatkan, Sebut Operasi Paling Berani Sepanjang Sejarah AS di https://www.kompas.tv/internasional/661104/trump-klaim-pilot-f-15-berhasil-diselamatkan-sebut-operasi-paling-berani-sepanjang-sejarah-as

#trump #demo #noking #as #perang #iran

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661107/gejolak-perang-iran-janji-trump-dipertanyakan-protes-no-kings-meluas-di-as-berita-utama
Transkrip
00:00Kami akan menghadirkan topik pilihan dalam sepekan.
00:03Mulai dari sesumbar Amerika Serikat yang menyebut telah melumpuhkan kekuatan militer Iran.
00:08Lalu ada kisah penemuan jasad seorang pria yang ditemukan dalam lembari pendingin sebuah kiosk ayam geprek.
00:16Kita ke topik pertama.
00:19Perang Amerika Serikat Israel melawan Iran telah memasuki pekan kelima dan belum ada tanda-tanda meredah.
00:26Di awal ketegangan Februari lalu, Trump menyatakan perang diperkirakan berlangsung 4 hingga 6 minggu.
00:33Eskalasi perang memuncak pada pekan keempat ditandai ancaman terhadap infrastruktur vital dan pertempuran intensif di perbatasan Lebanon-Israel.
00:44Kini Amerika Serikat sesumbar telah melumpuhkan kekuatan militer Iran melalui operasi Epic Fury.
00:51Meski kenyataannya Iran terus melawan.
00:57Di tengah klaim kemenangan Amerika Serikat atas Iran, Presiden Donald Trump menyatakan perang dengan Iran segera berakhir tanpa harus ada
01:06negosiasi apapun.
01:08Trump sesumbar misi utama untuk memastikan Iran tak punya senjata nuklir telah tercapai.
01:14Trump mengumumkan akan menarik pasukan dari Iran dalam 2 hingga 3 minggu ke depan.
01:20Trump juga bilang tidak bertanggung jawab atas keamanan selat hormus sehingga itu menjadi tanggung jawab masing-masing negara yang melewati
01:28selat itu.
01:52Jangan lupa untuk memastikan masing-masing negara yang melewati selat itu.
02:08Tapi saya pikir apabila kita pergi, mungkin itu semua yang melewati.
02:11Hari ini saya mendengar jumlah kapal yang melewati selat itu.
02:19Pernyataan Trump soal segera mengakhiri perang seakan menjawab desakan masyarakat Amerika Serikat yang mulai gerah dengan dampak perang.
02:27Gelombang unjuk rasa besar-besaran dengan slogan No Kings berlangsung di Amerika Serikat.
02:33Di Los Angeles, unjuk rasa sempat ricoh. Polisi menembakkan gas air bata dan granat asap ke arah masa.
02:39Unjuk rasa digelar untuk memprotes kebijakan Trump yang dinilai kontroversial termasuk soal perang terhadap Iran.
02:53Di Washington, demonstran turun ke jalan melewati Monumen Lincoln dan menuju National Mall.
03:00Masa menyuarakan protes terhadap pemerintahan Trump yang dinilai otoriter, anti-demokrasi dan menyalahgunakan kekuasaan.
03:15Di tengah gelombang protes terhadap dirinya, Trump juga mengklaim Iran sedang dihancurkan lebih cepat.
03:21Trump menyebut serangan terhadap target-target Iran berjalan sukses.
03:26Trump juga mengklaim Iran ingin membuat kesepakatan.
03:29Namun, pernyataan itu dibantah tegas oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqci,
03:35yang bilang tak ada rencana negosiasi dengan Amerika Serikat.
Komentar

Dianjurkan