Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang gugur dalam serangan di Lebanon di tengah konflik kawasan, telah dimakamkan.

Indonesia mendesak agar investigasi atas serangan tersebut dilakukan secara transparan oleh Dewan Keamanan PBB.

Lebih lengkap soal nasib prajurit TNI di Misi Perdamaian PBB, simak dialog KompasTV bersama Serma Purnawirawan Muhtar Efendi, eks anggota UNIFIL PBB periode 2010-2011.

Baca Juga Keras! SBY Desak PBB Evaluasi Misi PBB Buntut 3 TNI Gugur di Lebanon: Prajurit di War Zone! di https://www.kompas.tv/nasional/661099/keras-sby-desak-pbb-evaluasi-misi-pbb-buntut-3-tni-gugur-di-lebanon-prajurit-di-war-zone

#tni #lebanon #unifil #pbb

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661100/lengkap-eks-anggota-unifil-pbb-bongkar-nasib-prajurit-tni-di-misi-perdamaian-di-lebanon
Transkrip
00:00Tiga prajurit TNI Pasukan Perdamaian PBB atau Unifil yang gugur dalam serangan di Lebanon
00:05di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat Israel sudah dimakamkan.
00:10Indonesia pun mendesak investigasi dilakukan secara transparan atas serangan itu ke Dewan Keamanan PBB.
00:16Dan saat ini sudah bersama kami, Sermapurna Wirawan Muhtar Effendi,
00:21ex-anggota Unifil PBB tahun 2010-2011. Selamat malam, Pak Muhtar.
00:27Selamat malam, Mbak Dian.
00:28Ya, Pak Muhtar ini kan tiga putra bangsa kita gugur dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
00:34Bagaimana Anda melihat peristiwa ini sebagai ex-anggota Unifil PBB tahun 2010-2011?
00:42Terlebih dahulu saya sampaikan ucapan bela sungkawa dan duka cita yang setinggi-tingginya
00:48untuk seluruh anggota yang ditinggalkan oleh keluarga dan putra terbaiknya yang gugur di Lebanon.
00:57Menurut saya ya, penugasan di Lebanon itu merupakan salah satu tugas yang paling prestisius lah katakanlah begitu.
01:15Karena apa? Kita mewakili dari sekian banyak prajurit TNI yang ada di Indonesia
01:21untuk tampil di muka dunia bahwa kita berdiri membawa marwah negara Indonesia
01:28dan juga membawa misi perdamaian dunia.
01:31Nah, kemudian penugasan di Lebanon itu memang sangat mengandung resiko yang tinggi, Mbak.
01:41Walaupun katakanlah kita sudah dibekali dengan SOP atau rule of judgment yang jelas dan nyata,
01:51tetapi resiko itu tentu saja tidak bisa kita hindari
01:56karena memang kita berada di tengah-tengah dua wilayah yang sedang berkonflik
02:02yaitu Israel dengan Lebanon
02:04di mana kita berdiri di sana sebagai penjaga perdamaian.
02:10Artinya, kalau kita ibaratkan ke dalam sebuah pertandingan, kita ini merupakan wasit daripada pertandingan.
02:20Tetapi dalam hal ini, wasit kita ini adalah wasit daripada pertempuran.
02:25Sehingga misi kita di sana tidak boleh memiak kepada salah satu blok, baik ke Israel maupun ke Lebanon.
02:34Karena memang kita misinya murni menjaga perdamaian.
02:40Bagaimana caranya supaya perdamaian yang sudah dibuat berdasarkan resolusi PBB
02:45nomor 1701 tanggal 11 Agustus 2006 itu betul-betul bisa dijalankan oleh kedua belah pihak.
02:52Walau pada kenyataannya, selama kami pun di sana,
02:57ada pihak-pihak yang memang tidak mentaati resolusi tersebut.
03:03Yaitu kalau boleh saya katakan, itu adalah Israel.
03:08Di mana Israel selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang memancing letupan-letupan
03:15sehingga terjadinya keributan, bukan keributan lah, terjadinya pecah perperangan antara Lebanon dengan Israel.
03:21Salah satu kegiatan yang menurut kami sebagai penjaga pasukan perdamaian di Lebanon,
03:27itu adanya drone-drone yang Israel yang selalu masuk ke wilayah Lebanon.
03:32Sudah tentu drone ini diterbangkan oleh Israel,
03:36selain memantau kegiatan daripada masyarakat Lebanon,
03:41juga memploting dan memapping posisi-posisi atau titik-titik koordinat
03:48daripada pasukan-pasukan PBB yang sedang bertugas di Lebanon.
03:51Oke, jadi Anda mau katakan bahwa Anda juga pernah berada di situasi seperti itu ya Pak Mutar,
03:58melihat drone-drone Israel menyerang kawasan Lebanon.
04:01Bagaimana pengalaman Anda ketika bertugas di perbatasan Lebanon pada tahun 2010-2011 yang lalu?
04:08Pernah adakah peristiwa serupa prajurit TNI kita yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian di sana?
04:16Alhamdulillah Mbak, selama kontingen kami berada di Lebanon tahun 2010-2011,
04:23itu tidak ada korban dari pihak kita ya,
04:28dari pihak pasukan perdamaian PBB terutama,
04:31kontingen Indonesia.
04:33Karena memang kita di sana, dengan kekuatan teritorial kita di sana,
04:38kita membina wilayah yang kita tempati sebagai markas kontingen Garuda di sana,
04:45supaya bagaimana caranya mereka selalu kondusif.
04:49Selalu kondusif, kemudian antara kami sebagai kontingen Garuda,
04:54dengan masyarakat sekitar itu saling menghormati,
04:57saling mengetahui dan menjunjung tinggi kultur yang ada di Lebanon.
05:02Sehingga gesekan-gesekan tersebut tidak pernah terjadi.
05:06Tetapi memang ada pernah salah satu gesekan begitu,
05:10yang diakibatkan karena adanya laka lalin,
05:14laka kecelakaan lalu lintas pada saat itu,
05:16yaitu adanya masyarakat sipil di Lebanon yang menabrak panser kita
05:22yang memang sedang melakukan peninjauan atau pengamanan di titik yang sudah ditentukan.
05:28Sehingga dengan adanya kejadian tersebut,
05:30markas kami terpaksa dikepung oleh warga Lebanon pada saat itu.
05:36Cuman alhamdulillah karena memang kepiawaian komandan kami,
05:40akhirnya letupan itu bisa direnam oleh komandan dengan pemuka-pemuka yang berasal dari Lebanon.
05:48Oke, tentu ada beragam ancaman karena prajurit di sana juga berada di garda terdepan.
05:53Tapi apa yang menjadi tantangan terbesar Pak Mutar ketika bertugas di perbatasan Lebanon
05:57sebagai penjaga misi perdamaian?
06:01Tentu saja tantangan terbesar bagi pasukan PBB yang berada di Lebanon,
06:05dalam hal ini kontingin Garuda,
06:08itu betul-betul harus mengetahui,
06:11pertama harus mengetahui kultur daripada masyarakat Lebanon.
06:15Salah satu misalkan begini,
06:18bahwa di Lebanon atau masyarakat Lebanon paling anti dan paling alerik
06:22kalau melihat pasukan PBB mengambil foto atau mengambil gambar di sekitaran wilayah Lebanon.
06:28Itu yang pertama.
06:28Kemudian kedua,
06:29mereka paling anti melihat pasukan PBB membuka ini,
06:34membuka peta gitu ya,
06:36untuk memploting koordinat dan itu.
06:38Itu paling anti.
06:39Nah,
06:40yang kami lakukan di sana,
06:43itu kami betul-betul membina masyarakat Lebanon itu
06:48dengan bekal-bekal ilmu teritorial yang kami dapatkan waktu selama pelatihan di basis,
06:58sehingga kami menerapkan yang namanya 3S,
07:01Sapa, Salam, dan Senyum.
07:03Nah, itu yang betul-betul kita pegang teguh,
07:06sehingga masyarakat Lebanon pun menghormati kita sebagai kontingen dari Indonesia.
07:12Demikian.
07:13Baik.
07:14Terima kasih Pak Muhtar Effendi atau Sermapurna Wirawan Muhtar Effendi,
07:19ex-anggota Unifil PBB 2010-2011,
07:22atas pengalamannya yang dibagikan ke Kompas Malam pada malam hari ini.
07:27Tentu kita harapkan tidak ada lagi terjadi kasus yang serupa.
07:30Terima kasih.
07:31Sehat selalu Pak Muhtar.
07:32Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan