00:00Tiga prajurit TNI Pasukan Perdamaian PBB atau Unifil yang gugur dalam serangan di Lebanon
00:05di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat Israel sudah dimakamkan.
00:10Indonesia pun mendesak investigasi dilakukan secara transparan atas serangan itu ke Dewan Keamanan PBB.
00:16Dan saat ini sudah bersama kami, Sermapurna Wirawan Muhtar Effendi,
00:21ex-anggota Unifil PBB tahun 2010-2011. Selamat malam, Pak Muhtar.
00:27Selamat malam, Mbak Dian.
00:28Ya, Pak Muhtar ini kan tiga putra bangsa kita gugur dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
00:34Bagaimana Anda melihat peristiwa ini sebagai ex-anggota Unifil PBB tahun 2010-2011?
00:42Terlebih dahulu saya sampaikan ucapan bela sungkawa dan duka cita yang setinggi-tingginya
00:48untuk seluruh anggota yang ditinggalkan oleh keluarga dan putra terbaiknya yang gugur di Lebanon.
00:57Menurut saya ya, penugasan di Lebanon itu merupakan salah satu tugas yang paling prestisius lah katakanlah begitu.
01:15Karena apa? Kita mewakili dari sekian banyak prajurit TNI yang ada di Indonesia
01:21untuk tampil di muka dunia bahwa kita berdiri membawa marwah negara Indonesia
01:28dan juga membawa misi perdamaian dunia.
01:31Nah, kemudian penugasan di Lebanon itu memang sangat mengandung resiko yang tinggi, Mbak.
01:41Walaupun katakanlah kita sudah dibekali dengan SOP atau rule of judgment yang jelas dan nyata,
01:51tetapi resiko itu tentu saja tidak bisa kita hindari
01:56karena memang kita berada di tengah-tengah dua wilayah yang sedang berkonflik
02:02yaitu Israel dengan Lebanon
02:04di mana kita berdiri di sana sebagai penjaga perdamaian.
02:10Artinya, kalau kita ibaratkan ke dalam sebuah pertandingan, kita ini merupakan wasit daripada pertandingan.
02:20Tetapi dalam hal ini, wasit kita ini adalah wasit daripada pertempuran.
02:25Sehingga misi kita di sana tidak boleh memiak kepada salah satu blok, baik ke Israel maupun ke Lebanon.
02:34Karena memang kita misinya murni menjaga perdamaian.
02:40Bagaimana caranya supaya perdamaian yang sudah dibuat berdasarkan resolusi PBB
02:45nomor 1701 tanggal 11 Agustus 2006 itu betul-betul bisa dijalankan oleh kedua belah pihak.
02:52Walau pada kenyataannya, selama kami pun di sana,
02:57ada pihak-pihak yang memang tidak mentaati resolusi tersebut.
03:03Yaitu kalau boleh saya katakan, itu adalah Israel.
03:08Di mana Israel selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang memancing letupan-letupan
03:15sehingga terjadinya keributan, bukan keributan lah, terjadinya pecah perperangan antara Lebanon dengan Israel.
03:21Salah satu kegiatan yang menurut kami sebagai penjaga pasukan perdamaian di Lebanon,
03:27itu adanya drone-drone yang Israel yang selalu masuk ke wilayah Lebanon.
03:32Sudah tentu drone ini diterbangkan oleh Israel,
03:36selain memantau kegiatan daripada masyarakat Lebanon,
03:41juga memploting dan memapping posisi-posisi atau titik-titik koordinat
03:48daripada pasukan-pasukan PBB yang sedang bertugas di Lebanon.
03:51Oke, jadi Anda mau katakan bahwa Anda juga pernah berada di situasi seperti itu ya Pak Mutar,
03:58melihat drone-drone Israel menyerang kawasan Lebanon.
04:01Bagaimana pengalaman Anda ketika bertugas di perbatasan Lebanon pada tahun 2010-2011 yang lalu?
04:08Pernah adakah peristiwa serupa prajurit TNI kita yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian di sana?
04:16Alhamdulillah Mbak, selama kontingen kami berada di Lebanon tahun 2010-2011,
04:23itu tidak ada korban dari pihak kita ya,
04:28dari pihak pasukan perdamaian PBB terutama,
04:31kontingen Indonesia.
04:33Karena memang kita di sana, dengan kekuatan teritorial kita di sana,
04:38kita membina wilayah yang kita tempati sebagai markas kontingen Garuda di sana,
04:45supaya bagaimana caranya mereka selalu kondusif.
04:49Selalu kondusif, kemudian antara kami sebagai kontingen Garuda,
04:54dengan masyarakat sekitar itu saling menghormati,
04:57saling mengetahui dan menjunjung tinggi kultur yang ada di Lebanon.
05:02Sehingga gesekan-gesekan tersebut tidak pernah terjadi.
05:06Tetapi memang ada pernah salah satu gesekan begitu,
05:10yang diakibatkan karena adanya laka lalin,
05:14laka kecelakaan lalu lintas pada saat itu,
05:16yaitu adanya masyarakat sipil di Lebanon yang menabrak panser kita
05:22yang memang sedang melakukan peninjauan atau pengamanan di titik yang sudah ditentukan.
05:28Sehingga dengan adanya kejadian tersebut,
05:30markas kami terpaksa dikepung oleh warga Lebanon pada saat itu.
05:36Cuman alhamdulillah karena memang kepiawaian komandan kami,
05:40akhirnya letupan itu bisa direnam oleh komandan dengan pemuka-pemuka yang berasal dari Lebanon.
05:48Oke, tentu ada beragam ancaman karena prajurit di sana juga berada di garda terdepan.
05:53Tapi apa yang menjadi tantangan terbesar Pak Mutar ketika bertugas di perbatasan Lebanon
05:57sebagai penjaga misi perdamaian?
06:01Tentu saja tantangan terbesar bagi pasukan PBB yang berada di Lebanon,
06:05dalam hal ini kontingin Garuda,
06:08itu betul-betul harus mengetahui,
06:11pertama harus mengetahui kultur daripada masyarakat Lebanon.
06:15Salah satu misalkan begini,
06:18bahwa di Lebanon atau masyarakat Lebanon paling anti dan paling alerik
06:22kalau melihat pasukan PBB mengambil foto atau mengambil gambar di sekitaran wilayah Lebanon.
06:28Itu yang pertama.
06:28Kemudian kedua,
06:29mereka paling anti melihat pasukan PBB membuka ini,
06:34membuka peta gitu ya,
06:36untuk memploting koordinat dan itu.
06:38Itu paling anti.
06:39Nah,
06:40yang kami lakukan di sana,
06:43itu kami betul-betul membina masyarakat Lebanon itu
06:48dengan bekal-bekal ilmu teritorial yang kami dapatkan waktu selama pelatihan di basis,
06:58sehingga kami menerapkan yang namanya 3S,
07:01Sapa, Salam, dan Senyum.
07:03Nah, itu yang betul-betul kita pegang teguh,
07:06sehingga masyarakat Lebanon pun menghormati kita sebagai kontingen dari Indonesia.
07:12Demikian.
07:13Baik.
07:14Terima kasih Pak Muhtar Effendi atau Sermapurna Wirawan Muhtar Effendi,
07:19ex-anggota Unifil PBB 2010-2011,
07:22atas pengalamannya yang dibagikan ke Kompas Malam pada malam hari ini.
07:27Tentu kita harapkan tidak ada lagi terjadi kasus yang serupa.
07:30Terima kasih.
07:31Sehat selalu Pak Muhtar.
07:32Selamat malam.
Komentar