JAKARTA, KOMPAS.TV - Kelompok Houthi di Yaman secara terbuka menyatakan dukungannya pada Iran dan mulai melibatkan diri dalam serangan ke Israel dengan meluncurkan rudal dari wilayah Yaman.
Dan yang jadi pertanyaan, sejauh mana keterlibatan Houthi akan mengubah peta konflik?
Kita akan membahasnya dengan dua narasumber, Aisha Kusumasoemantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, dan Al Araf, peneliti senior Imparsial.
#Israel #as #yaman
Baca Juga PBB Beber Temuan Awal Gugurnya Prajurit TNI Diserang Israel di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/660230/pbb-beber-temuan-awal-gugurnya-prajurit-tni-diserang-israel-di-lebanon
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660234/full-kelompok-houthi-yaman-dukung-iran-serang-israel-sejauh-mana-pengaruhnya-pada-peta-konflik
Dan yang jadi pertanyaan, sejauh mana keterlibatan Houthi akan mengubah peta konflik?
Kita akan membahasnya dengan dua narasumber, Aisha Kusumasoemantri, peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, dan Al Araf, peneliti senior Imparsial.
#Israel #as #yaman
Baca Juga PBB Beber Temuan Awal Gugurnya Prajurit TNI Diserang Israel di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/660230/pbb-beber-temuan-awal-gugurnya-prajurit-tni-diserang-israel-di-lebanon
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660234/full-kelompok-houthi-yaman-dukung-iran-serang-israel-sejauh-mana-pengaruhnya-pada-peta-konflik
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kelompok Houthi di Yaman telah menyerang Israel sebagai dukungan terhadap Iran.
00:04Akankah kekuatan tambahan di pihak Iran akan menekan Amerika Serikat dan Israel?
00:12Saat saling serang antara Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran genap sebulan,
00:17kini Houthi Yaman ikut terjun dalam perang.
00:20Sabtu lalu, militer Houthi Yaman mengumumkan operasi militer pertama
00:24yang diklaim berhasil menyerang target tujuannya di Israel.
00:28Menggunakan rudal balistik, Houthi mengklaim telah menyerang situs sensitif militer
00:33di wilayah Palestina Selatan yang diduduki Israel.
00:37Houthi menegaskan operasi militer ini sebagai solidaritas terhadap Iran
00:41serta front perlawanan di Lebanon, Irak, dan Palestina.
01:18Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim pencapaian luar biasa dalam operasi militer terhadap Iran.
01:27Ia pun mengumumkan perluasan operasi militer ke Lebanon, Syria, dan Palestina pasca Yaman menyerang Israel.
01:34Di Syria, di Ketera Hermon ada air mungk.
01:38Di Asia, di malam memakacit setelah rizuah.
01:43Dan di Lebanon, kita akan mencari penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit penyakit.
01:57Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Iran telah mengizinkan 20 kapal tanker minyak melalui selat Hormuz.
02:05Trump bilang, Iran memberikan izin itu sebagai tanda hormat di tengah negosiasi yang berlangsung.
02:11As you know, they've agreed to send eight boats two days ago, and then they added another two, so it
02:19was ten boats.
02:20And now today, they gave us as a tribute, I don't know, I can't define it exactly, but they gave
02:28us, I think out of a sign of respect, 20 boats of oil.
02:33Big, big boats of oil going through the Hormuz Strait.
02:46Meski demikian, pengamat militer dan intelijen dari Center for Intermastic and Diplomatic, Anton Ali Abbas,
02:53menilai Amerika Serikat akan semakin terhimpit saat Hoti Yaman mendukung Iran dan selat Hormuz masih di blokade.
03:00Pasalnya selama ini Hoti Yaman punya kekuatan mengontrol selat Bab El Mandeb dan selat merah yang berpengaruh terhadap jalur perdagangan
03:09global.
03:10Nah, Hoti itu juga mengontrol Laut Merah.
03:13Dan Laut Merah kita bisa tahu bahwa itu juga kan salah satu jalur lintas perdagangan laut dunia.
03:20Dia sekitar 20 persen, kalau misalnya Migas itu sekitar ada 6-10 persen.
03:26Itu kita bisa bayangkan bagaimana terjadi bottleneck di dua jalur perdagangan maritim dunia.
03:33Perang Amerika Serikat, Israel dan Iran kini memasuki minggu kelima.
03:38Siapa yang bisa bertahan dan akankah perang bisa selesai di meja perundingan?
03:49Lompok Hoti di Yaman secara terbuka menyatakan dukungannya pada Iran dan mulai melibatkan diri dalam serangan ke Israel dengan meluncurkan
03:56rudal dari wilayah Yaman.
03:58Dan yang jadi pertanyaan, sejauh mana keterlibatan Hoti akan mengubah peta konflik?
04:02Kita akan membahasnya dengan duana sumber Aisyah Kusuma Sumantri, peneliti senior in the Pacific Strategic Intelligence dan Al-Arab, peneliti
04:11senior imparsial.
04:13Halo, selamat petang Mbak Aisyah, Mas Al.
04:19Selamat siang Mbak My Sister.
04:22Oke, saya ke Mas Al dulu.
04:25Mas Al, sebenarnya bagaimana kekuatan Hoti dalam konteks sekarang mendukung Iran?
04:31Sejauh apa kira-kira dapat berpotensi memblokade jalur merah?
04:34Mas Al?
04:37Ya, Hoti ini kan satu proksi Iran yang dia menjadi secara ideologis juga sama gitu ya.
04:48Dan dalam realitas itu perlawanan dengan Amerika bukan hal yang baru.
04:53Waktu Trump memimpin pertama kali, eh kedua, memenangkan kedua,
05:01Trump kemudian menyatakan bahwa Biden ini lemah, tidak berani menyerang Hoti di Yaman.
05:08Dan serangan Amerika Serikat terhadap Hoti dilakukan oleh Trump gitu.
05:14Itu yang menjadi bagian dari tujuh perang yang dilakukan oleh Trump.
05:18Apa yang terjadi kemudian, Trump tidak memenangkan peperangan karena Hoti berhasil melakukan serangan ke kapal dagang milik Amerika Serikat yang
05:28melalui Laut Merah.
05:30Nah, serangan itu tentu akan mengganggu dinamika ekonomi.
05:33Meski mereka merasa Hoti mungkin kecil ya, dan juga Yaman kecil mungkin ya.
05:39Tapi realitasnya justru menghadapi Hoti, Trump tidak sanggup.
05:43Dan yang terjadi adalah upaya untuk melakukan perjanjian antara Trump dan Hoti bahwa kapal dagang mereka jangan lagi diserang.
05:55Dan kemudian nanti imbalannya adalah Amerika tidak boleh melakukan serangan kepada Hoti lagi.
06:04Perjanjian itu terjadi.
06:06Artinya dalam konteks itu, memang Hoti ini variable yang strategis.
06:12Sampai kemudian Trump sendiri mengakui bahwa pergerakan Hoti bisa mengganggu dinamika pergerakan ekonomi kapal dagang mereka kalau diserang di Laut
06:22Merah.
06:23Nah, dengan bergabungnya Hoti sekarang, pasca perjanjian dulu, pasca serangan itu, dengan Diklare ini,
06:28akan menghubung dan mengimpin Amerika Serikat dalam konteks perang dengan Iran gitu.
06:34Apalagi kita tahu Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab ini menjadi bagian yang strategis,
06:41yang dalam batas tentu Hoti bisa melakukan serangan, dan kapal-kapal dagang Amerika bisa dihadang di situ,
06:48plus juga akan menghadapi Amerika dalam wilayah-wilayah serangan ke kapal Amerika.
06:52Jadi, dalam konteks itu, jelas keterlibatan Hoti akan membuat Amerika dalam posisi yang lebih sulit.
07:00Dalam posisi yang lebih sulit, meskipun kita lihat kemarin si Trump mengklaim kalau Arab Saudi sampai Kuwait juga mendukung Amerika
07:08Serikat.
07:10Ya, Trump ini kan...
07:13Halo?
07:14Ya, silahkan, silahkan Mas Al.
07:15Ya, Trump ini kan secara positioning hari ini mendapatkan tekanan dari dalam negeri yang begitu tinggi.
07:24Oke.
07:25Jadi, kemarin knocking itu menurut saya suatu hal tekanan yang sangat luar biasa buat Trump itu.
07:32Jadi, langkah-langkah dia mendapatkan dukungan dari negara Arab yang menurut saya sangat setengah hati,
07:38plus juga tidak mendapatkan dukungan penuh dari Eropa dan NATO.
07:43Berbeda loh ya, dalam perang ILA, sebagian negara Eropa, termasuk Inggris, itu clear mendukung Amerika perang dalam konteks ILA.
07:51Walau tidak mendapatkan izin Dewan Keamanan PBB.
07:55Tapi kali ini, Eropa menahan diri.
07:57Bahkan selevel Spanyol, dia menarik tuh dan tidak mau dan mengatakan perang itu merupakan pelanggaran hukum internasional.
08:04Oke.
08:05Ini yang saya katakan adalah, hari ini Amerika sendirian, sementara ada negara-negara Arab yang setengah hati.
08:13Pada sisi lain, kita harus lihat bahwa Iran juga tidak sendiri, ada Rusia, ada Cina.
08:18Oke.
08:19Baik.
08:19Nanti saya ke Mas Al lagi kalau begitu.
08:21Sekarang saya ke Mbak Aisyah dulu.
08:22Mbak Aisyah, dengan bergabungnya Yemen, akankah Amerika Serikat akan mengubah strategi?
08:27Salah satunya rencana serangan darat yang tenggatnya maksimal dimulai 6 April.
08:33Saya kira sebenarnya masuknya huti di sini ya.
08:36Tidak hanya sekedar perluas medan perang sebenarnya, tetapi juga mengglobalisasi konflik dengan menjadikan jalur perdagangan maritim ini sebagai titik tekan
08:44strategis ya.
08:45Nah yang pertama kalau dari segi Amerika Serikat, ini kan menjadi asimetrik war dengan multi front war ya untuk Israel
08:52dan AS.
08:52Di antaranya sekarang kedua negara ini harus berperang di tiga front yang berbeda, yaitu di Iran, di Lebanon Selatan, melawan
09:00Hezbollah, dan kemudian melawan huti di Yemen.
09:03Dan kemudian ini ada beberapa dampak, KAS dan Israel.
09:06Yang pertama ini adalah tantangan dari segi sumber daya atau biaya perang yang semakin mahal.
09:10Yang kedua adalah potensi ekskalasi yang semakin tinggi, khususnya di kawasan timur tengah ini.
09:15Nah sementara untuk Iran, ini kan menguntungkan bagi Iran, karena ini memberikan sebuah multi layer deterrence sebenarnya.
09:21Jadi ada daya tangkal ya yang bisa didapatkan oleh Iran di sana.
09:25Nah sementara tadi untuk negara-negara yang kemudian ada di kawasan Arab Teluk, ini juga menjadi salah satu hal yang
09:30bisa memperkompleks perangnya ini.
09:33Di antaranya adalah Arab Saudi.
09:35Kan awalnya Arab Saudi ini berusaha untuk membangun pipeline-nya via Yanbu ke Laut Merah.
09:39Tetapi ternyata kan dengan bergabungnya huti ke dalam peperangan ini sebenarnya, ini kan menjadi salah satu hal baru yang harus
09:46dipertimbangkan gitu.
09:47Karena pada daya huti ini selalu menganggap dirinya sebagai bagian dari perjuangan resisten melawan AS dan Israel.
09:54Nah dukunannya terhadap Palestina dan sekarang juga kan terhadap Iran juga ini kan memberikan legitimasi bagi huti untuk melakukan serangan
10:01ya di dunia huti.
10:03Di antaranya masyarakat-masyarakat yang ada di negara Arab Teluk.
10:06Dan kemudian ini juga konsisten sebenarnya dengan ideologi dan kemudian standing position dari huti di masa lalu begitu.
10:11Nah masalahnya kalau kita lihat di sini huti ini di Laut Merah sebenarnya dia tidak perlu untuk kemudian menutup selat
10:18Bab El Mendeb ini sama dengan apa yang dilakukan dengan Iran di selat Hormuz.
10:22Cukup dengan melakukan serangan satu atau dua kali saja sebenarnya untuk menciptakan the illusion of disruption di kawasan Laut Merah.
10:30Itu saja sebenarnya sudah berpotensi untuk mengganggu perdagangan global.
10:33Karena ketika itu terjadi maka kemudian harga asuransi untuk kemudian perkapalan akan naik dan mengganggu sekitar 12% dari total
10:40trade dunia gitu ya.
10:41Ini yang kemudian diincar oleh huti.
10:43Dan sebenarnya sekarang juga kita lihat sebenarnya ada beberapa skenario yang mungkin akan dilakukan.
10:47Di antaranya adalah apakah mereka melakukan serangan secara berkala seperti yang dilakukan sekarang ya.
10:52Dengan resiko misalnya intermittent attack di mana kemudian AS ini merespon secara defensif tetapi kemudian konfliknya tetap terekskalasi.
10:59Yang kedua ini dengan melakukan penutupan secara total di mana kemudian ini berpotensi untuk memperluas perang.
11:05Tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga dengan kapal-kapal internasional seperti yang kita lihat pada operasi Prosperity Guardian di
11:12tahun 2025.
11:13Atau yang ketiga bahkan kemudian aktifasi total dari seluruh Axis of Resistance.
11:17Tapi saya rasa yang kedua dan ketiga ini masih belum ada possibility ke arah sana.
11:22Yang pertama ini mungkin adalah pilihan yang masih memungkinkan untuk diambil oleh huti saat ini.
11:27Artinya apakah nanti ada perubahan strategi dari Amerika Serikat?
11:30Karena yang kita tahu bahwa sebelumnya seperti mobilisasi brigade tempur dari divisi lintas udara 82 US Army dan unit marinir
11:3712 dan 31 USMC.
11:39Itu semua kan fokusnya di udara dan juga di laut begitu.
11:43Apakah nanti kira-kira Amerika Serikat akan mempertimbangkan jelas bahwa serangan darat yang akan dilakukan yang bergabungnya huti?
11:49Saya rasa kalau huti bergabung maka kemudian pertempuran ini akan lebih banyak ke front laut ya.
11:54Yang pertama kita lihat, pertama-tama penambahan pasukan dari AS ini termasuk misalnya 5.000 pasukan maritim ya.
12:02Marin yang kemudian kemarin baru terjunkan lalu kemudian para troopers dari 82nd Regiment lalu kemudian sailors yang ditambahkan juga ke
12:08dalam pasukan di Timur Tengah.
12:10Sekarang total Amerika Serikat itu sebenarnya sudah memiliki sekitar 50.000 pasukan di Timur Tengah.
12:14Total. Nah, tapi kalau kita bicara tentang penurunan operasi darat ya dalam bentuk invasi, saya rasa belum ke arah sana.
12:23Akan membutuhkan pasukan yang jauh lebih besar untuk kita melakukan invasi darat seperti apa yang kita lihat di Irak dulu.
12:30Nah, Iran ini sebenarnya secara luas itu kan sekitar 3 kali lipat lebih luas dibandingkan dengan Irak.
12:35Dan dia memiliki benteng malami ya, baik itu di wilayah barat, timur, dan utara.
12:39Nah, sementara di wilayah selatan kita bicara tentang Selat Hormuz yang saat ini meskipun kapasitas dari kekuatan laut Iran ini,
12:48kapal-kapal Iran itu sudah dibombardir.
12:50Oke, baik. Mbak Isha nanti kita lanjutkan lagi dengan Anda, kita jeda dulu untuk mendengarkan azan maghrib berikut ini.
13:00Ya, jadi Mbak Isha tadi berdasarkan yang Anda sampaikan, artinya Amerika Serikat nampaknya masih cukup berat untuk mengirimkan pasukan darat.
13:07Meskipun sudah ada Houthi yang mendukung terang-terangan untuk Iran, mereka tidak bisa serta-merta dengan cepat mengganti strategi.
13:16Ya, sepertinya kalau kita lihat memang di sini kan sejak awal tidak pernah ada niat untuk kemudian mengirimkan pasukan darat.
13:24Jadi memang sebenarnya Trump selama ini menganggap bahwa strategi dia untuk melakukan dekapitasi ini kan cukup untuk bisa menaklukkan Iran.
13:31Tapi masalahnya kan Iran ini bukan Syria, Iran ini bukan Libya gitu, bukan Iraq gitu.
13:41Yang ketika kemudian pimpinannya ini dihilangkan, nah kita lihat di sini kemudian langsung runtuh rezimnya.
13:48Yang kita lihat di sini kan sebenarnya sebuah negara modern dengan konstitusi yang masih berjalan gitu ya.
13:53Dan kemudian kemampuan perang asimetri dan perang atrisi yang sebenarnya sangat matang gitu dan sudah dipertimbangkan sejak 20 tahun yang
14:01lalu.
14:01Jadi sejak awal memang ini juga disebutkan oleh Hexet bahwa mereka ini sebenarnya mungkin memprediksi bahwa Iran akan melakukan ini.
14:09Tetapi mereka juga tidak memiliki rencana untuk bisa menangani kapasitas Iran.
14:14Karena setelah di embargo setelah sekian lama dalam persepsi mereka bahwa kemampuan militer Iran ini tidak akan kemudian bertahan dalam
14:22kekempuran Amerika Serikat.
14:23Nah sekarang untuk ground invasion ini sebenarnya pertanyaan antara kebutuhan dan kemampuan.
14:29Bahwa kebutuhan di dalam peperangan modern untuk bisa mengganti rezim suatu negara.
14:35Karena semua tujuan-tujuan strategis Amerika Serikat yang berubah setiap minggu itu,
14:40itu kan hanya bisa tercapai hanya dengan pergantian rezim dari Khamenei.
14:46Tetapi ternyata setelah pergantian rezim Khamenei dilakukan dekapitasi ini kan tidak bekerja juga.
14:50Berarti kan harus ada sesuatu yang sifatnya lebih grounded dan lebih mendasar dibandingkan dengan itu.
14:55Tapi bagaimana dengan pernyataan dari Trump yang mengatakan ingin merebut atau mungkin ada beberapa opsi tentu saja,
15:01tapi dalam hal ini terkait dengan Pulau Karg?
15:02Ya, Pulau Karg ini dilihat sebagai lifeline utama dari Iran sebenarnya.
15:08Karena hampir 90% dari produksi minyak Iran itu melalui Pulau Karg.
15:12Dan kita lihat bahwa siapa yang menguasai Pulau Karg,
15:14maka itu bisa juga mendapatkan titik utama untuk bisa menguasai keseluruhan Selat Hormuz.
15:19Tetapi permasalahannya di sini, ketika kemudian Amerika Serikat melakukan serangan ke Pulau Karg,
15:24pertanyaannya adalah apakah itu visibel untuk dilakukan?
15:28Kita lihat bahwa hampir seluruh basis yang kemudian ada di negara-negara taluk,
15:33puluhnya Amerika Serikat ini kan sebenarnya sekarang sudah rusak berat.
15:36Dan kerugiannya sudah hampir mencapai 80 miliar USD total.
15:40Bahkan tentara-tentara Amerika Serikat di Timur Tengah sekarang bekerja from anywhere,
15:45bahkan melalui hotel dan lain-lain.
15:47Pertanyaannya mau ditaruh di mana?
15:49Lalu yang kedua adalah, selain ditaruh di mana,
15:52yang kedua adalah ketika sudah mendapatkan Pulau Karg ini,
15:55taruhlah mereka melakukan penerjunan pasukan ke wilayah itu.
15:58Nah, bagaimana cara mereka untuk bisa mempertahankan Pulau Karg ini?
16:02Karena yang namanya coastal area Iran itu sudah penuh dengan rudal-rudal jarak berat
16:07yang bisa ditebakan kapan saja dan kemudian ranjau-ranjau laut yang ditanamkan di kawasan tersebut.
16:12Termasuk juga beberapa choke point dari Iran pun tampaknya tidak mudah.
16:16Kalau dari analisa Anda, saya lihatnya begitu.
16:18Anda tidak menganggap Amerika gampang menduduki choke point dari Iran?
16:22Betul, betul.
16:24Jadi memang di sini kan ada choke point gitu?
16:27Baik, saya coba ke...
16:28Choke point itu sebenarnya Slat Hormuz ya?
16:31Ya, lanjutkan Mbak.
16:35Mohon maaf.
16:36Jadi, seperti kita lihat, choke point itu kan hanya sekitar 33 km ini.
16:41Apa namanya?
16:42Kita harus lihat yang namanya power itu secara kontekstual.
16:46Memang yang namanya Amerika Serikat itu kita harus akui sebagai kekuatan militer terbesar di dunia.
16:51Tetapi sekali lagi, yang namanya kekuatan itu harus dilihat sesuai dengan konteks di mana kekuatan itu digunakan.
16:57Jadi, Amerika Serikat misalnya sekarang memiliki kekuatan Blue Water Navy
17:01yang rata-rata sebenarnya digunakan untuk operasi militer di laut lepas
17:05dan kemudian untuk melakukan power projection ke negara-negara lain.
17:08Ketika dia dihadapkan dengan operasi yang membutuhkan kapal-kapal yang specialized
17:12dan kemudian kapal untuk bisa penjinakan ranjau laut,
17:17ini Amerika Serikat sebenarnya bingung.
17:18Oleh karena itu, kemarinnya sempat ada pernyataan
17:21yang menyatakan bahwa Donald Trump ini meminta negara-negara lain
17:23untuk bisa membantu operasinya di kawasan Slat Hormuz gitu ya.
17:28Karena sebenarnya kita lihat di sini, meskipun tadi kekuatan Iran ini sudah decimated ya,
17:32sudah banyak yang kemudian dikurangi dengan kapal-kapal yang terkena rudal
17:36dan kemudian banyak kemudian kemampuannya yang sudah dipotong,
17:41tetap ada kemampuan lain untuk bisa menguasai tadi choke point tersebut.
17:46Sehingga sebenarnya ada kesulitan bagi Amerika Serikat.
17:49Baik, kalau Mas Al, menurut Mas Al sendiri apakah memungkinkan bagi Amerika Serikat
17:54untuk menduduki Pulau Kark, nanti dijawab sampai Indonesia malam.
17:58Masih akan sering kembali, Saudara.
18:07Mas Al, Trump memberikan isyarat bahwa dia bisa merebut Pulau Kark.
18:13Tapi menurut Anda sendiri, apakah itu bisa dilakukan dengan susunan
18:16yang strategi yang dijalankan oleh Amerika Serikat saat ini?
18:21Ya, pertanyaan yang pertama adalah, apa tujuan perang yang dijawabkan oleh Amerika?
18:26Kalau hanya menurut suatu pulau, emang itu tujuan akhirnya kan?
18:31Lurusnya kan tidak. Apakah merebut pulau itu akan kemudian bisa mengganti rezim change di Iran?
18:37Karena tujuannya Amerika Perang di Iran kan mengganti rezim change-nya itu kan?
18:42Karena kemudian serangan rudal tidak bisa memberikan dampak terhadap pergerakan masa di Iran
18:49untuk menggulingkan rezim di Iran kan?
18:52Harapannya kan dulu pertama tahapannya serangan dilakukan,
18:55lalu kemudian mobilisasi masyarakat terjadi untuk mengganti rezim tidak terjadi gitu.
19:03Nah, kedua sekarang karena itu tidak terjadi,
19:07kendal untuk melakukan invasi ya kan?
19:09Dia melalui jalur darat. Pertanyaannya apakah itu sesuatu yang secara hitam di atas putih bisa dilakukan?
19:17Ya, bisa saja Amerika dengan jumlah total 50 ribu pasukan sekarang di Timur Tengah masuk ke wilayah Iran.
19:24Tapi pertanyaannya apakah itu sesuatu kekonyolan yang akan dilakukan oleh Amerika?
19:29Lurusnya itu sesuatu kekonyolan karena lagi-lagi Amerika akan menghadapi beragam kendala.
19:36Kalau dia melakukan serangan dari selatan, dia akan menghadapi pegunungan-pegunungan yang serius di Iran
19:42dan itu akan menyulitkan buat dia.
19:44Dan which is, itu bukan jadi pilihan yang strategis Amerika untuk invasi darat.
19:49Tapi Mas Al, ini kan di sisi lain Israel menyatakan akan ekspansi kekuatan atau operasi militer ke wilayah kawan-kawan
19:56Yaman.
19:57Seperti Syria dan juga Palestina.
19:59Apakah ini jadi strategi Israel terhadap Yaman juga?
20:02Bagaimana strategi Israel?
20:05Ya, jadikan kata Israel, mereka akan ekspansi kekuatan atau operasi militer ke wilayah kawan-kawan Yaman.
20:12Seperti Syria dan juga Palestina.
20:15Ya, Israel dalam posisi hari ini, kan fokusnya ada di Iran nih kan, serangan putar.
20:22Bagaimana melakukan serangan ke sana gitu.
20:24Nah, pada titik lain, saya ingin bilang bahwa Amerika dan Israel dalam konteks hari ini,
20:33antara keinginan dan strategi yang realistis dalam perang, itu nggak nyambung nggak gitu.
20:38Kenapa?
20:40Karena lebih banyak propagandanya.
20:43Nah, sementara buat Iran, lu jangan ngomong terus, ayo masuk darat, kira-kira gue tunggu gitu.
20:48Nah, Amerika dan Israel mau masuk darat, mikir seribu kali.
20:52Ya, walau orang menganggap bahwa pesawat-pesawat pengembom Amerika sudah dikirim untuk melakukan serangan udara ke Iran dengan jumlah yang
21:00lebih besar gitu ya.
21:01Tidak hanya cukup dengan serangan darat.
21:03Tapi lagi-lagi, invasi darat yang dilakukan nanti pun akan menjadi rumit dan kompleks gitu.
21:09Karena Iran memiliki kapasitas gerilya yang luar biasa dan sudah menyiapkan perang ini dari lama.
21:17Dengan jumlah 1 juta kekuatan tentara di Iran plus 80 juta penduduknya.
21:23Jadi, menurut saya nanti double nih, Mbak.
21:25Yang dilawan bukan yang tentara Iran.
21:27Masyarakat juga akan mendukung gerilyanya tentara.
21:30Gerilya kan hanya bisa terjadi dengan efektif jika masyarakatnya mendukung.
21:35Itu yang terjadi di Vietnam.
21:36Kenapa Vietkom begitu kuat? Karena masyarakat juga mendukung tentaranya.
21:40Nah, di Iran hari ini, upaya perjuangan melawan Amerika itu upaya perjuangan nasionalisme menjaga kedaulatan.
21:47Nah, itu dalam spektrum aja ya.
21:50Spektrum lain, tadi sudah disampaikan dengan baik bahwa front buat Amerika hari ini menjadi lebih kompleks menghadapi Libanon.
21:59Sehingga Israel punya energi untuk menghadapi Libanon.
22:01Pada sisi lain, karena disitu ada Hezbollah, pada sisi lain ada Houthi di Yaman akan menghadapi perang front yang berikutnya.
22:09Tiga front tadi itu.
22:11Plus, pada satu titik, nanti kita akan melihat apakah Hamas akan melakukan serangan nanti di Palestina.
22:17Nah, itu akan menjadi rumit lagi dalam pertarungan berikutnya.
22:21Jadi, dalam wilayah itu belum ada variabel eksternal ya.
22:26Seperti Cina dan Rusia, meski tidak terbuka, dia akan memberikan dukungan terhadap Iran.
22:33Oke, baik.
22:34Nah, ini jadi suatu yang kompleks.
22:36Dan beban paling besar buat Amerika untuk maju invasi darat adalah tekanan di dalam negeri Amerika Serikat yang begitu luar
22:43biasa.
22:44Nah, dalam wilayah itu, Amerika berada dalam kondisi bingung dan panik.
22:51Jadi, dikhususnya antara propaganda, tapi pada sisi lain juga keinginan yang dalam realitas hari ini dalam kondisi sulit gitu.
23:01Oke.
23:01Akhirnya, orang membaca strategi bingung, mbak.
23:05Lu mau invasi darat, jumlahnya cuma 50 ribu.
23:08Nah, ya kan?
23:09Lalu kemudian, lu mau melakukan invasi darat, melakukan lewat mana?
23:13Karena yang paling mungkin dia akan melakukan lewat Airborne tuh.
23:16Dengan kota-kota secara langsung.
23:19Tapi kan dia akan terhadapi dengan rudal-rudal dari Iran yang sangat luar biasa.
23:23Ya, baik.
23:24Saya ke Mbak Isha.
23:26Mbak Isha, selain slide hormus yang sudah menekan ekonomi global,
23:31sekarang ada lagi ancaman di blokadenya laut merah begitu.
23:37Bagaimana ini bisa memaruhi ataupun semakin menekan situasi global?
23:44Jadi, ini kan sudah melibatkan seluruhnya, ya?
23:48Ya, jadi kita lihat bahwa sebenarnya ini kan di sini, ya.
23:51Huti ini sebenarnya sekali lagi, tidak perlu kemudian melakukan serangan penuh sebenarnya
23:55atau penuh-penuh terhadap Bab El-Mattab.
23:58Yang harus dilakukan adalah sekedar menyerang satu atau dua kapal saja.
24:01Nah, ya.
24:02Dampaknya nanti akan kemana-mana.
24:04Nah, karena sekarang kita melihat bahwa huti ini sebenarnya kan ada di dalam lingkar axis of resistance,
24:09tetapi sebenarnya dia tidak langsung berada di bawah komando Iran.
24:12Jadi, tidak ada kemudian chain of command yang vertikal di antara Iran dan Huti, gitu.
24:18Jadi, serangan yang mungkin terjadi ini akan tidak tergorena di nasi
24:20dan ada kemungkinan berlangsung secara non-linear dan lebih susah untuk dikontrol.
24:24Nah, dampaknya terhadap global economy, ini kita juga nggak bicara lagi tentang harga minyak,
24:29tetapi juga barang dari Eropa yang berpotensi berpengaruh, ya,
24:33dan mempengaruhi rantai pasok nanti.
24:35Nah, disruksi di Laut Merah ini sebenarnya ada beberapa hal yang mungkin kita bisa expect nanti di masa depan.
24:40Yang pertama, ini adalah pelayaran komersil dan kemudian rantai pasok produksi, ya,
24:44untuk barang-barang tertentu dari Eropa dan Timur Tengah.
24:47Yang kedua, ini merupakan sesuatu yang mungkin akan mempengaruhi rute pelayaran
24:51adalah tingginya harga asuransi.
24:53Karena kalau misalnya sudah kita lihat, ya,
24:56kalau misalnya ada kapal-kapal yang nanti mau lewat di sana
24:58dan kemudian tidak di-cover asuransi, mereka tidak akan mau melewat, gitu ya,
25:01dan asuransi juga akan angkat tangan kalau kondisi lagi kondisi perang.
25:04Lalu yang ketiga ini terkait dari routing of ships,
25:06kemungkinan akan memutar kembali ke Tanjung Harapan
25:09atau mungkin ketika mukisnya panas akan di-reroute lewat artik,
25:13jalur pelayaran artik di utara, gitu ya.
25:15Dan yang terakhir ini adalah naiknya harga barang, pastinya.
25:18Di barang-barang tertentu yang pasti akan menjadi langka, ya,
25:21ketika kemudian, apa namanya, pelayarannya ini menjadi terganggu.
25:25Jadi, sekali lagi, sebenarnya kalau kita lihat Israel,
25:28misalnya kemarin kita kena serangan, rudal,
25:30jadi sebenarnya Israel tidak pernah terlalu banyak.
Komentar