Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Meningkatnya ketegangan Israel-Hizbullah di perbatasan Lebanon menjadi sorotan dunia usai serangan ke markas pasukan perdamaian PBB, UNIFIL. Total 3 prajurit TNI gugur di Lebanon, salah satunya Praka Farizal Rhomadhon.

Tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon gugur akibat ledakan di sektor timur Lebanon. Langkah apa yang harus diambil Indonesia untuk mengusut tuntas kejadian ini?

Kita akan membahasnya bersama pakar hubungan internasional Universitas Parahyangan, Bandung, Yulius Purwadi Hermawan.

#unifil #tni #lebanon #israel

Baca Juga Usai Divonis Bebas, Amsal Sitepu Berterima Kasih kepada Presiden Prabowo hingga Komisi III DPR di https://www.kompas.tv/nasional/660228/usai-divonis-bebas-amsal-sitepu-berterima-kasih-kepada-presiden-prabowo-hingga-komisi-iii-dpr



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660232/full-pakar-hi-soroti-soal-3-prajurit-tni-gugur-di-lebanon-dari-mana-asal-serangan-tersebut
Transkrip
00:00Tiga prajurit ini yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon, gugur akibat ledakan di sektor timur Lebanon.
00:06Langkah apa yang harus diambil Indonesia untuk mengusutuntas kejadian ini kita akan membahasnya bersama pakar Hubungan Internasional,
00:13Universitas Parahayangan, Bandung, Jawa Barat, Bapak Julius Purwadi Hermawan.
00:17Selamat siang Pak Julius, semoga sehat-sehat selalu.
00:20Selamat siang Mas, sehat juga di sana.
00:22Pak Julius, kita mengetahui bahwa sisi Lebanon ini merupakan sisi yang juga eskalasinya meningkat sejak 2 Maret lalu pasca serangan
00:32ataupun perang antara Amerika Serikat Israel dengan Iran.
00:35Dan saat ini adalah Peacekeeping Force atau Indonesia juga memiliki tugas di Unifil untuk menjaga perdamaian.
00:41Dan tiga prajurit ini ini gugur.
00:44Untuk saat ini sebenarnya seperti apa proses investigasi dan berapa lama sebenarnya proses investigasi ini dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab
00:52dari asal-muasal serangan dan juga dugaan apakah Israel ataupun Hezbollah yang terlibat?
01:00Ya, kita tidak bisa memastikan berapa lama investigasi dibutuhkan.
01:04Tetapi dari Unifil kan memberikan update ya setiap waktu itu progres dari investigasi yang sedang mereka lakukan di lapangan.
01:11Dan bahkan Unifil juga mengimbau kepada informan yang ada di daerah sekitar itu menyampaikan kepada Unifil, kepada tim investigatornya.
01:22Nah ini akhirnya akan membantu.
01:25Tetapi saya juga bisa sampaikan bahwa sumber kan bisa macam-macam ya Mas ya.
01:29Bisa juga wartawan, jurnalis gitu.
01:32Jurnalis kadang-kadang lebih cerdas ya dalam melakukan investigasi.
01:35Dan salah satu sumber dari jurnalis bahkan menyatakan bahwa proyektil yang mengena di anggota TNN kita yang gugur pertama kali
01:43itu dari alat tempurnya Israel.
01:47Israel membantah itu, Israel juga menekankan bahwa sedang melakukan investigasi penyeluruh gitu ya.
01:52Tetapi saya melihat ada tendensi.
01:54Yang pertama bahwa itu bukan kesalahan Israel.
01:57Yang kedua ada kesalahan di posisi pasukan perdamaian PBB gitu ya.
02:03Itu adalah zone perang gitu ya.
02:06Zone konflik gitu.
02:07Bukan blue line yang dimana harusnya posisi tentara berada gitu.
02:12Nah kembali ke pertanyaan berapa lama, terus aja akan sangat tergantung pada bagaimana proses.
02:18Dan sebanyak-banyak orang mau berbicara saat terbuka.
02:21Begitu Mas.
02:22Ya Pak Yus, untuk saat ini sebenarnya kalau misalnya melihat ada yang temuan-temuan dan juga mungkin ini masih dalam
02:27bukti awal.
02:28Tapi apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan PBB untuk mengungkap dari kejadian ini?
02:34Ya, yang sudah dilakukan oleh Pak Menelukan menyampaikan kutukannya gitu.
02:40Lalu kemudian menuntut investigasi penuh gitu ya.
02:43Lalu kemudian juga meminta deskalasi.
02:46Dan menurut saya itu sangat normatif ya, sangat retorik gitu ya.
02:50Dan itu memang biasi bahwa oleh negara lain.
02:53Dan normatifnya itu bahkan kesannya bahwa kita tidak menghargai tiga jiwa anak bangsa yang meninggal,
03:01yang sedang menjalankan mandat konstitusional gitu.
03:04Seharusnya lebih keras lagi daripada itu gitu.
03:07Nah, lebih keras itu seperti apa?
03:09Nah, ini tentu saja lebih keras itu bisa ada batasannya Mas gitu ya.
03:11Harapan saya sebetulnya PBB gitu dalam hal ini bisa di KBBB meluarkan resolusi,
03:18karena jelas pasukan yang dikirim di Libanon kan dibawah mandat payung di KBBB, resolusi di KBBB.
03:26Itu sangat jelas sekali gitu.
03:28Dan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.
03:30Tentu saja ini nanti berbasis hasil investigasi seperti apa gitu.
03:34Itu yang pertama.
03:35Nah, mungkin agak sulit kalau kita bicara di KBBB.
03:38Sekalipun kita harus mengakui bahwa tadi malam sudah ada emergency meeting,
03:41lalu kemudian yang saya pahami, yang saya dapat informasi,
03:44bahwa delegasi Indonesia sudah menyampaikan kritikannya yang sama gitu.
03:48Lalu dari Israel juga sudah menyampaikan berbagai macam kondisi,
03:53termasuk yang saya sudah cerita tadi gitu ya.
03:55Termasuk Israel mem-blaming PKU,
03:57yang dan termasuk juga di antaranya adalah
04:01ini yang dilakukan oleh Israel adalah respon terhadap Libanon.
04:06Jadi harus salahkan Libanon dalam hal ini gitu.
04:09Nah, itu satu ya.
04:10Di DKBBB kita berharap ada resolusi.
04:12Lalu kemudian kalau DKBBB agak sulit,
04:14mungkin kita bisa berharap dari Majelis Umum PBB
04:18menyelenggarakan juga emergency meeting,
04:20lalu melakukan resolusi, mengutuk.
04:22Setidaknya sampai di situ, setidaknya gitu.
04:24Terus saja harus lebih dari itu, lebih dari situ gitu.
04:27Tapi paling tidak,
04:29tidak sekedar menyampaikan di media sosial,
04:32berbahasa Indonesia,
04:33sekalipun dikutip di beberapa media internasional,
04:36lalu kemudian selesai gitu ya.
04:39Yang lain mas, saya juga berharap Presiden,
04:42ini anak bangsa loh ya gitu.
04:43Anak bangsa itu sangat serius ya.
04:46Saatnya Presiden bukan sekedar di Instastory gitu ya,
04:50menyampaikan Bela Sungkawa gitu,
04:52tapi juga bereaksi yang lebih tegas lagi,
04:55lebih keras lagi gitu, secara formal.
04:58Lalu kemudian bisa juga menelpon Donald Trump,
05:02sebagai ketua BOP gitu ya.
05:05Kalau karena menelpon dari Israel kan tidak mungkin ya.
05:07Lalu Donald Trump, lalu sampaikan kekecewaan Indonesia,
05:10terhadap perilaku Israel.
05:12Itu mas, yang seharusnya Indonesia lakukan,
05:16supaya lebih keras lagi.
05:17Ya, Pak Yulis, bahwa Sekjen PBB juga menyatakan bahwa
05:20ini merupakan pelanggaran serus pada hukum humaniter internasional,
05:24dan juga bisa mengacu pada kejahatan perang.
05:26Untuk saat ini, apakah bila dengan temuan bukti awal ini,
05:31terbukti penyerangan dilakukan oleh Israel,
05:33apakah ini bisa menjadi kesempatan Indonesia menarik diri dari board office?
05:38Ya, apakah ini jadi kesempatan.
05:41Yang pasti yang saya harus sampaikan adalah pertimbangan kembali,
05:44dan sampaikan secara publik.
05:45Dan itu salah satu bentuk reaksi yang sangat keras,
05:49bahwa Indonesia mempertimbang kembali ke anggotanya di dalam BOP.
05:53Nah, kalau saya cermati, dan ini pengamatan saya gitu ya,
05:57gugurnya tiga anggota TNI yang sedang menjalankan mandat konstitusional,
06:00itu menunjukkan bukti bahwa menjadi anggota BOP,
06:06ternyata tidak membawa manfaat.
06:07Dan bahkan Indonesia kehilangan independensi.
06:10Saya kasih contoh gitu ya,
06:12saya melihat bahwa ada harapan bahwa Indonesia direkongisi
06:16oleh negara besar seperti Amerika Serikat,
06:19termasuk oleh Israel, harapannya.
06:20Dan karena Indonesia sudah menjadi anggota BOP,
06:23saya melihat ketika Israel menyerang Iran,
06:28pada tanggal 28 Februari,
06:29Indonesia tidak melakukan kutukan yang sangat keras.
06:32Saya kewati itu salah satu bukti bahwa kita kehilangan independensi.
06:37Tahun lalu, di bulan Juni,
06:39pada bulan Juni ketika Israel menyerang Iran,
06:42kita lantang mengutup serangan Israel.
06:45Dan hal yang sama, tidak dilakukan.
06:47Nah, Indonesia kelihatannya kehilangan independensinya kali ini,
06:50karena Indonesia ingin merekognisi Israel
06:53sebagai sama-sama anggota BOP.
06:57Tambahnya gitu.
06:58Tapi sayangnya ya, gugurnya tiga anggota TNI itu membuktikan bahwa
07:01ternyata Israel tidak memberikan rekognisi terhadap Indonesia,
07:06sekalipun sama-sama sebagai anggota BOP.
07:08Baik, tentu ini menjadi keprihatinan bersama.
07:12Tiga nyawa prajurit TNI telah gugur menjalankan pasukan,
07:17sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan.
07:19Ini menjadi sorotan dan juga menjadi keprihatinan publik Indonesia
07:23dan perlu adanya tindakan tegas dari PBB untuk mengustutuntas pelaku serangan
07:28dan juga kemengembalikan pemulihan dan kepercayaan bagi Indonesia
07:32dalam statusnya di Board Office dan juga menjadi kesempatan
07:36apakah juga untuk menarik diri dari posisi Board Office.
07:40Kali lagi terima kasih Bapak Yulis Purwadi Hermawan,
07:43Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahayangan
07:46telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Siang.
07:49Sehat-sehat selalu Pak.
07:50Terima kasih. Selamat siang.
Komentar

Dianjurkan