00:00Tiga prajurit ini yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon, gugur akibat ledakan di sektor timur Lebanon.
00:06Langkah apa yang harus diambil Indonesia untuk mengusutuntas kejadian ini kita akan membahasnya bersama pakar Hubungan Internasional,
00:13Universitas Parahayangan, Bandung, Jawa Barat, Bapak Julius Purwadi Hermawan.
00:17Selamat siang Pak Julius, semoga sehat-sehat selalu.
00:20Selamat siang Mas, sehat juga di sana.
00:22Pak Julius, kita mengetahui bahwa sisi Lebanon ini merupakan sisi yang juga eskalasinya meningkat sejak 2 Maret lalu pasca serangan
00:32ataupun perang antara Amerika Serikat Israel dengan Iran.
00:35Dan saat ini adalah Peacekeeping Force atau Indonesia juga memiliki tugas di Unifil untuk menjaga perdamaian.
00:41Dan tiga prajurit ini ini gugur.
00:44Untuk saat ini sebenarnya seperti apa proses investigasi dan berapa lama sebenarnya proses investigasi ini dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab
00:52dari asal-muasal serangan dan juga dugaan apakah Israel ataupun Hezbollah yang terlibat?
01:00Ya, kita tidak bisa memastikan berapa lama investigasi dibutuhkan.
01:04Tetapi dari Unifil kan memberikan update ya setiap waktu itu progres dari investigasi yang sedang mereka lakukan di lapangan.
01:11Dan bahkan Unifil juga mengimbau kepada informan yang ada di daerah sekitar itu menyampaikan kepada Unifil, kepada tim investigatornya.
01:22Nah ini akhirnya akan membantu.
01:25Tetapi saya juga bisa sampaikan bahwa sumber kan bisa macam-macam ya Mas ya.
01:29Bisa juga wartawan, jurnalis gitu.
01:32Jurnalis kadang-kadang lebih cerdas ya dalam melakukan investigasi.
01:35Dan salah satu sumber dari jurnalis bahkan menyatakan bahwa proyektil yang mengena di anggota TNN kita yang gugur pertama kali
01:43itu dari alat tempurnya Israel.
01:47Israel membantah itu, Israel juga menekankan bahwa sedang melakukan investigasi penyeluruh gitu ya.
01:52Tetapi saya melihat ada tendensi.
01:54Yang pertama bahwa itu bukan kesalahan Israel.
01:57Yang kedua ada kesalahan di posisi pasukan perdamaian PBB gitu ya.
02:03Itu adalah zone perang gitu ya.
02:06Zone konflik gitu.
02:07Bukan blue line yang dimana harusnya posisi tentara berada gitu.
02:12Nah kembali ke pertanyaan berapa lama, terus aja akan sangat tergantung pada bagaimana proses.
02:18Dan sebanyak-banyak orang mau berbicara saat terbuka.
02:21Begitu Mas.
02:22Ya Pak Yus, untuk saat ini sebenarnya kalau misalnya melihat ada yang temuan-temuan dan juga mungkin ini masih dalam
02:27bukti awal.
02:28Tapi apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan PBB untuk mengungkap dari kejadian ini?
02:34Ya, yang sudah dilakukan oleh Pak Menelukan menyampaikan kutukannya gitu.
02:40Lalu kemudian menuntut investigasi penuh gitu ya.
02:43Lalu kemudian juga meminta deskalasi.
02:46Dan menurut saya itu sangat normatif ya, sangat retorik gitu ya.
02:50Dan itu memang biasi bahwa oleh negara lain.
02:53Dan normatifnya itu bahkan kesannya bahwa kita tidak menghargai tiga jiwa anak bangsa yang meninggal,
03:01yang sedang menjalankan mandat konstitusional gitu.
03:04Seharusnya lebih keras lagi daripada itu gitu.
03:07Nah, lebih keras itu seperti apa?
03:09Nah, ini tentu saja lebih keras itu bisa ada batasannya Mas gitu ya.
03:11Harapan saya sebetulnya PBB gitu dalam hal ini bisa di KBBB meluarkan resolusi,
03:18karena jelas pasukan yang dikirim di Libanon kan dibawah mandat payung di KBBB, resolusi di KBBB.
03:26Itu sangat jelas sekali gitu.
03:28Dan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.
03:30Tentu saja ini nanti berbasis hasil investigasi seperti apa gitu.
03:34Itu yang pertama.
03:35Nah, mungkin agak sulit kalau kita bicara di KBBB.
03:38Sekalipun kita harus mengakui bahwa tadi malam sudah ada emergency meeting,
03:41lalu kemudian yang saya pahami, yang saya dapat informasi,
03:44bahwa delegasi Indonesia sudah menyampaikan kritikannya yang sama gitu.
03:48Lalu dari Israel juga sudah menyampaikan berbagai macam kondisi,
03:53termasuk yang saya sudah cerita tadi gitu ya.
03:55Termasuk Israel mem-blaming PKU,
03:57yang dan termasuk juga di antaranya adalah
04:01ini yang dilakukan oleh Israel adalah respon terhadap Libanon.
04:06Jadi harus salahkan Libanon dalam hal ini gitu.
04:09Nah, itu satu ya.
04:10Di DKBBB kita berharap ada resolusi.
04:12Lalu kemudian kalau DKBBB agak sulit,
04:14mungkin kita bisa berharap dari Majelis Umum PBB
04:18menyelenggarakan juga emergency meeting,
04:20lalu melakukan resolusi, mengutuk.
04:22Setidaknya sampai di situ, setidaknya gitu.
04:24Terus saja harus lebih dari itu, lebih dari situ gitu.
04:27Tapi paling tidak,
04:29tidak sekedar menyampaikan di media sosial,
04:32berbahasa Indonesia,
04:33sekalipun dikutip di beberapa media internasional,
04:36lalu kemudian selesai gitu ya.
04:39Yang lain mas, saya juga berharap Presiden,
04:42ini anak bangsa loh ya gitu.
04:43Anak bangsa itu sangat serius ya.
04:46Saatnya Presiden bukan sekedar di Instastory gitu ya,
04:50menyampaikan Bela Sungkawa gitu,
04:52tapi juga bereaksi yang lebih tegas lagi,
04:55lebih keras lagi gitu, secara formal.
04:58Lalu kemudian bisa juga menelpon Donald Trump,
05:02sebagai ketua BOP gitu ya.
05:05Kalau karena menelpon dari Israel kan tidak mungkin ya.
05:07Lalu Donald Trump, lalu sampaikan kekecewaan Indonesia,
05:10terhadap perilaku Israel.
05:12Itu mas, yang seharusnya Indonesia lakukan,
05:16supaya lebih keras lagi.
05:17Ya, Pak Yulis, bahwa Sekjen PBB juga menyatakan bahwa
05:20ini merupakan pelanggaran serus pada hukum humaniter internasional,
05:24dan juga bisa mengacu pada kejahatan perang.
05:26Untuk saat ini, apakah bila dengan temuan bukti awal ini,
05:31terbukti penyerangan dilakukan oleh Israel,
05:33apakah ini bisa menjadi kesempatan Indonesia menarik diri dari board office?
05:38Ya, apakah ini jadi kesempatan.
05:41Yang pasti yang saya harus sampaikan adalah pertimbangan kembali,
05:44dan sampaikan secara publik.
05:45Dan itu salah satu bentuk reaksi yang sangat keras,
05:49bahwa Indonesia mempertimbang kembali ke anggotanya di dalam BOP.
05:53Nah, kalau saya cermati, dan ini pengamatan saya gitu ya,
05:57gugurnya tiga anggota TNI yang sedang menjalankan mandat konstitusional,
06:00itu menunjukkan bukti bahwa menjadi anggota BOP,
06:06ternyata tidak membawa manfaat.
06:07Dan bahkan Indonesia kehilangan independensi.
06:10Saya kasih contoh gitu ya,
06:12saya melihat bahwa ada harapan bahwa Indonesia direkongisi
06:16oleh negara besar seperti Amerika Serikat,
06:19termasuk oleh Israel, harapannya.
06:20Dan karena Indonesia sudah menjadi anggota BOP,
06:23saya melihat ketika Israel menyerang Iran,
06:28pada tanggal 28 Februari,
06:29Indonesia tidak melakukan kutukan yang sangat keras.
06:32Saya kewati itu salah satu bukti bahwa kita kehilangan independensi.
06:37Tahun lalu, di bulan Juni,
06:39pada bulan Juni ketika Israel menyerang Iran,
06:42kita lantang mengutup serangan Israel.
06:45Dan hal yang sama, tidak dilakukan.
06:47Nah, Indonesia kelihatannya kehilangan independensinya kali ini,
06:50karena Indonesia ingin merekognisi Israel
06:53sebagai sama-sama anggota BOP.
06:57Tambahnya gitu.
06:58Tapi sayangnya ya, gugurnya tiga anggota TNI itu membuktikan bahwa
07:01ternyata Israel tidak memberikan rekognisi terhadap Indonesia,
07:06sekalipun sama-sama sebagai anggota BOP.
07:08Baik, tentu ini menjadi keprihatinan bersama.
07:12Tiga nyawa prajurit TNI telah gugur menjalankan pasukan,
07:17sebagai pasukan perdamaian di Lebanon Selatan.
07:19Ini menjadi sorotan dan juga menjadi keprihatinan publik Indonesia
07:23dan perlu adanya tindakan tegas dari PBB untuk mengustutuntas pelaku serangan
07:28dan juga kemengembalikan pemulihan dan kepercayaan bagi Indonesia
07:32dalam statusnya di Board Office dan juga menjadi kesempatan
07:36apakah juga untuk menarik diri dari posisi Board Office.
07:40Kali lagi terima kasih Bapak Yulis Purwadi Hermawan,
07:43Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahayangan
07:46telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Siang.
07:49Sehat-sehat selalu Pak.
07:50Terima kasih. Selamat siang.
Komentar