Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia belum dalam kondisi darurat energi karena pasokan masih tersedia, meski tekanan global meningkat.

Ia juga menyebut keterlambatan pencairan THR PNS bukan karena anggaran, melainkan proses pengajuan di kementerian dan lembaga.

Selain itu, Badan Gizi Nasional tengah menyiapkan efisiensi program Makan Bergizi Gratis dengan opsi pengurangan frekuensi penyaluran dari enam menjadi lima kali per minggu.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Novaltri

#menkeupurbaya #ekonomiindonesia #mbg

Baca Juga Israel Serang Saksakiyah, 1 Keluarga Terjebak Dalam Ledakan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/659519/israel-serang-saksakiyah-1-keluarga-terjebak-dalam-ledakan-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/659526/deretan-komentar-menkeu-purbaya-bicara-energi-thr-pns-hingga-efisiensi-mbg-parasot
Transkrip
00:07Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa, tapi jangan bilang begini,
00:14dua bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur, akan resesi alakannya,
00:18karena harga minyak akan 200 dolar per barrel, rupiah akan berapa puluh ribu,
00:22ya kalau itu ya iya, kalau harga minyak 200 dolar per barrel semua dunia resesi,
00:26tenang aja, enggak usah pusing, jadi asumsinya enggak masuk akal.
00:35Jadi itu bukan ekonomi yang betul untuk saya, mereka akan desain sepanjang tahun,
00:40selama ini paling tinggi berapa sih harga minyak dunia, baru kita taruh di situ,
00:45kalau di sini seperti apa, berapa lama di detik itu, ada enggak ada gambarnya,
00:49di sini enggak bisa lihat, itu turun deh, ini bisa enggak main di sini sedikit, jadi...
00:59angka-angka itu bisa ditaruh berapa aja, tapi kalau ekonomi yang betul,
01:05dia akan taruh angka berdasarkan estimasi yang clear,
01:10atau dia bisa pakai historical data, bisa pakai ini, bisa pakai itu,
01:14cuma Anda lihat sekarang aja mereka udah kelabakan kan,
01:17100 dolar aja di sana BBM nya naik hampir 100%,
01:21paketnya mulai marah, makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan,
01:26bisa sampai 150, jatuh terang udah, bukan kita yang jatuh sana,
01:30kalau kita masih di jaga di sini.
01:34Jadi itu hitungannya, kalau ekonomi seperti itu,
01:38jangan asbun, kalau enggak ngerti, sekolah lagi itu.
01:45Apalagi angka provisor itu, enggak pernah sekolah kok.
02:00APBN kita kan mesti tahan, saya enggak lupa APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin,
02:10nanti harga menjangkau tinggi sekali ya.
02:14Tapi pada saat sekarang, sampai tahun dengan harga sekarang,
02:17kita masih tahan APBN ya,
02:19tergantung keputusan pemimpinan nantinya.
02:23Tapi saya tawarkan, aman, tak kira itu.
02:28Berarti masih jauh dari darurat energi apa kalau ini?
02:31Darurat energi itu bukan di APBN ya,
02:34darurat energi adalah, kalau misalnya suplainya berhenti,
02:38itu yang saya takut, harganya akan enggak, bukan harganya ya,
02:41suplainya enggak ada itu.
02:42Ini kan masih ada suplainya.
02:44Jadi, kalau bilang darurat enggak,
02:49tapi kita harus siap-siap terus ke depan.
02:52Kalau misalnya keadaan seperti ini sering terjadi,
02:55apakah kita akan deg-degan terus?
02:57Apakah nanti Anda akan maki-maki saya terus?
03:00Desain anggaran jelek, segala macam.
03:02Atau buat BGN, buat apalagi, sehingga yang lain enggak ada.
03:08Kan dihitung semua.
03:09Kan satu lagi yang mereka lupa.
03:13Belanja pemerintah itu cuma sekitar 10% dari PDB kita, kan?
03:21Yang 90% pasti bukan belanja pemerintah.
03:23Berarti swasta kan kira-kira.
03:25Kalau saya jagain 90% gimana?
03:28Kenapa mereka ribut sebagian yang kecil dari yang 10% itu?
03:33Itu pun bukan enggak efektif, kan?
03:36Cuma enggak 100% efisien yang kita harapkan.
03:39Kalau sepatu kan sempurna.
03:40Pasti enggak ada yang sempurna ke program baru.
03:42Tapi yang saya jaga ada yang luar itu.
03:45Kalau itu kan pasti ekonominya yang resesi.
03:47Dan itu yang sudah kita kerjakan selama ini.
03:50Yang anak enggak tahu.
03:51Yang ekonomi-ekonomi itu enggak tahu.
03:53Yang bilang,
03:53Feri Latuhin bilang purbayang taruh 200 triliun.
03:56Enggak ada gunanya.
03:57Buktinya ekonominya keempat tumbuhnya berapa?
04:005,4%.
04:01Sebelumnya aku merasai sih.
04:03Kita nomor satu di G20.
04:06Kan MBG juga akan melakukan beberapa efisien.
04:08Kalau enggak salah kan.
04:10Apa diberhentiin kalau enggak salah.
04:11Dia kan biasanya seminggu 6 hari.
04:14Dia akan bilang 5 hari.
04:16Enggak tahu dia ngomongin apa belum.
04:17Tapi dia ngomong seperti itu.
04:19Terus keapal.
04:20Jadi ada efisiensi juga di MBG.
04:24Jadi ada kan pengurangan cukup banyak tuh.
04:27Yang dia bilang aja 40 T.
04:30Hitungan pertama kasar.
04:32Tapi bisa lebih.
04:34Tapi bukan saya motong ya.
04:35Emang dia melakukan sendiri.
04:36Karena dia bilang masih bisa ada efisiensi.
04:39Dengan keadaan yang seperti sekarang ini.
04:41Jadi jangan dibilang MBG tutup mata.
04:43Enggak dia juga melakukan efisiensi.
04:49Itu dari satu hari aja 40 T.
04:52Itu belum dihitung.
04:53Belum dihitung kayak itu.
04:56Itu belum dihitung yang 80.
04:57Belum masuk ke 80 itu.
04:58Yang itu bukan kita sihat.
05:02Dia bilang bisa segini.
05:03Kalau dia, yaudah jalanin aja pak.
05:04Tapi kan belum dikasih.
05:06Tapi kira-kira dengan itu aja.
05:10Bantalan kita masih cukup.
05:13Nanti kalau Anda lihat saya berantakan sekali.
05:16Baru tubuh.
05:16Yang lain lah adalah.
05:33Saya akan membuat mereka seluruh KL.
05:37Kita akan tentukan dari sini.
05:39Terus dia potong sendiri.
05:40Karena kata saya usul begini ke mereka dulu.
05:43Waktu rapat di Menko.
05:46Oke deh.
05:47Anda usulin berapa yang dipotong.
05:49Nanti kita sesuaikan.
05:51Mereka usulinnya bukan potongan.
05:53Oh nambah semua.
05:55Jadi saya simpulkan.
05:57Kalau begini caranya.
05:58Saya gak bisa mengharapkan pemotongan dari Anda.
06:02Yaudah.
06:02Saya dari saya kalau gitu.
06:03Nanti ada atur.
06:05Masih lagi benar-benar lagi di kompulimasi.
06:08Tentu bapaknya.
06:08Berarti pemberian MBG dari 6 hari ke 5 hari.
06:16Bukan saya itu.
06:17Waktu rapat antara lain.
06:19Kepala MBG bilang seperti itu.
06:21Saya gak ngerti hitungannya.
06:22Tapi dia bilang kira-kira seperti itu.
06:24Saya bisa ini, ini, ini.
06:27Ya kalau gitu.
06:28Yang penting kan ini.
06:30Ada efisiensi dan masyarakat.
06:33Anak sekolahnya masih bisa makan cukup.
06:36Itu hanya pas.
06:38Hari-hari biasa.
06:39Hari biasa nanti.
06:40Itu nanti hari biasa.
06:41Itu diambil keputusan apa?
06:42Apa masih didiskusikan?
06:44Ya.
06:46Sepertinya dia mau lapor ke Presiden.
06:48Tapi potensi itu agak.
06:50Kalau ke PPT itu dijalankan yang dapat 40 tes sendiri.
06:53Kata dia ya.
06:5440 tes sehari, Pak.
06:56Selama setahun.
06:57Dipotong sehari setahun.
06:59Mana sih lu?
07:00Karena aku lakukan setahun Horizon-nya.
07:03Di luar 80 tes.
07:04Di luar.
07:08Nanti biar Pak Ketua MBG yang ngomongin.
07:11Kan dia harus lapor juga Presiden.
07:12Tapi saya hanya bilang.
07:14Uang untuk itu ada.
07:16Jadi kalau kepepet.
07:18Ya.
07:19Dia akan dikerjakan itu.
07:21Jadi jangan bilang negaranya akan hancur.
07:24Pak soal THRI kan.
07:26Kenapa belum 100% ya Pak?
07:27Kendalanya dimana sih Pak?
07:29Sampai sekarang.
07:30Sampai Om Rusman udah ada laporan.
07:32Di Kementerian Lembaga yang mengajukan.
07:34Kalau kita kan bayar.
07:35Masuk bayar.
07:35Masuk bayar.
07:37Tapi berarti masalahnya dimana sih Pak?
07:38Belum 100%?
07:39Di sana aja.
07:40Yang ngajuin ya.
07:41Belum clear kali ya Pak.
07:42Saya ratanya Pak.
07:43Saya gak tau ininya.
07:44Pasti kan cash by cash.
07:46Tapi itu kan uangnya disediakan.
07:48Tinggal diajukan aja.
07:50Kan rasanya gitu.
07:51Mereka ngajukan kita bayar.
07:52Selain kerjaan kita bayar.
07:53Kalau mereka ngajukan.
07:54Atau syaratnya jauh dari cukup.
07:57Kan mesti hati-hati.
07:59Saya gak tau case ini apa.
08:01Itu pasti case by case.
08:02Tapi yang jelas uang di tempat kita.
08:04Sudah disiapkan.
08:05Pak.
08:06Pak.
08:06Bapak ada yang masih khusus.
08:07Pak.
08:08Kenapa?
08:08Sekjen di ganti, Pak.
08:09Indonesia sekarang sudah krisis atau belum selesai?
08:11Ada yang terus terkatakan.
08:12Kita sekarang sudah krisis.
08:13Siapa yang bilang krisis?
08:15Ibu kan baru lebaran kemarin kan?
08:18Wow.
08:18Di mana-mana macet.
08:19Di semua tempat pada belanja.
08:23Kalau kita lihat ada indikator-indikatoran yang ada.
08:29Kita memang sedang bergerak lebih cepat.
08:31Lalu globalnya seperti itu.
08:33Jadi kita lumayan tuh.
08:35Bisa memetigasi harga minyak dunia yang tinggi.
08:40Karena kita serap di ABBN gitu.
08:43Jadi kita jauh dari krisis.
08:44Kita malah ekspansi terus.
08:47Kalau bola kristal yang saya bilang.
08:50Melindungi ekonomi kita.
08:51Indik kita yang gak salah.
08:53Sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus.
08:56Jadi kita jauh dari krisis.
08:58Krisasi aja belum.
08:59Melambati aja belum.
09:00Kita sedang mengalami akselerasi.
09:03Dan saya akan jaga terus.
09:04Kita akan jaga terus bersama ke depannya.
09:07Karena maunya krisis.
09:08Tapi Bapak mau kini sebenarnya.
09:09Apa yang kita ketemu Pak?
09:16Kan saya lihat dari konsumen.
09:18Survei konsumen.
09:19Survei PMI.
09:21Survei pembelian mobil motor.
09:23Survei apa lagi.
09:23Katanya naik semua kenceng kan?
09:25Iya.
09:25Gak berasa.
09:26Kalau itu gak naik.
09:27Saya gak bisa bilang naik.
09:28Dan saya tanya orang di luar.
09:30Yang katanya ahli.
09:31Orang luar pemerintah.
09:32Yang ahli prediksi.
09:34Berapa prediksi kamu?
09:365.7 bisa.
09:37Ah bagus.
09:38Tentu saya di atas 5.5 udah bagus.
09:40Dalam keadaan sekarang ya.
09:42Nanti kalau lebih tinggi dari 5.5 ya.
09:44Kita makan-makan.
09:44Saya janjikan kemarin.
09:46Jadi bukan saya optimis.
09:47Saya melihat data.
09:50Dan saya tahu apa yang saya masukkan ke sistem perekonomian supaya ekonomi bergerak.
09:57Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
10:02Satu langkah lebih dekat.
10:03Satu langkah lebih terpercaya.
10:06Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
10:12Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi.
Komentar

Dianjurkan