00:07Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa, tapi jangan bilang begini,
00:14dua bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur, akan resesi alakannya,
00:18karena harga minyak akan 200 dolar per barrel, rupiah akan berapa puluh ribu,
00:22ya kalau itu ya iya, kalau harga minyak 200 dolar per barrel semua dunia resesi,
00:26tenang aja, enggak usah pusing, jadi asumsinya enggak masuk akal.
00:35Jadi itu bukan ekonomi yang betul untuk saya, mereka akan desain sepanjang tahun,
00:40selama ini paling tinggi berapa sih harga minyak dunia, baru kita taruh di situ,
00:45kalau di sini seperti apa, berapa lama di detik itu, ada enggak ada gambarnya,
00:49di sini enggak bisa lihat, itu turun deh, ini bisa enggak main di sini sedikit, jadi...
00:59angka-angka itu bisa ditaruh berapa aja, tapi kalau ekonomi yang betul,
01:05dia akan taruh angka berdasarkan estimasi yang clear,
01:10atau dia bisa pakai historical data, bisa pakai ini, bisa pakai itu,
01:14cuma Anda lihat sekarang aja mereka udah kelabakan kan,
01:17100 dolar aja di sana BBM nya naik hampir 100%,
01:21paketnya mulai marah, makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan,
01:26bisa sampai 150, jatuh terang udah, bukan kita yang jatuh sana,
01:30kalau kita masih di jaga di sini.
01:34Jadi itu hitungannya, kalau ekonomi seperti itu,
01:38jangan asbun, kalau enggak ngerti, sekolah lagi itu.
01:45Apalagi angka provisor itu, enggak pernah sekolah kok.
02:00APBN kita kan mesti tahan, saya enggak lupa APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin,
02:10nanti harga menjangkau tinggi sekali ya.
02:14Tapi pada saat sekarang, sampai tahun dengan harga sekarang,
02:17kita masih tahan APBN ya,
02:19tergantung keputusan pemimpinan nantinya.
02:23Tapi saya tawarkan, aman, tak kira itu.
02:28Berarti masih jauh dari darurat energi apa kalau ini?
02:31Darurat energi itu bukan di APBN ya,
02:34darurat energi adalah, kalau misalnya suplainya berhenti,
02:38itu yang saya takut, harganya akan enggak, bukan harganya ya,
02:41suplainya enggak ada itu.
02:42Ini kan masih ada suplainya.
02:44Jadi, kalau bilang darurat enggak,
02:49tapi kita harus siap-siap terus ke depan.
02:52Kalau misalnya keadaan seperti ini sering terjadi,
02:55apakah kita akan deg-degan terus?
02:57Apakah nanti Anda akan maki-maki saya terus?
03:00Desain anggaran jelek, segala macam.
03:02Atau buat BGN, buat apalagi, sehingga yang lain enggak ada.
03:08Kan dihitung semua.
03:09Kan satu lagi yang mereka lupa.
03:13Belanja pemerintah itu cuma sekitar 10% dari PDB kita, kan?
03:21Yang 90% pasti bukan belanja pemerintah.
03:23Berarti swasta kan kira-kira.
03:25Kalau saya jagain 90% gimana?
03:28Kenapa mereka ribut sebagian yang kecil dari yang 10% itu?
03:33Itu pun bukan enggak efektif, kan?
03:36Cuma enggak 100% efisien yang kita harapkan.
03:39Kalau sepatu kan sempurna.
03:40Pasti enggak ada yang sempurna ke program baru.
03:42Tapi yang saya jaga ada yang luar itu.
03:45Kalau itu kan pasti ekonominya yang resesi.
03:47Dan itu yang sudah kita kerjakan selama ini.
03:50Yang anak enggak tahu.
03:51Yang ekonomi-ekonomi itu enggak tahu.
03:53Yang bilang,
03:53Feri Latuhin bilang purbayang taruh 200 triliun.
03:56Enggak ada gunanya.
03:57Buktinya ekonominya keempat tumbuhnya berapa?
04:005,4%.
04:01Sebelumnya aku merasai sih.
04:03Kita nomor satu di G20.
04:06Kan MBG juga akan melakukan beberapa efisien.
04:08Kalau enggak salah kan.
04:10Apa diberhentiin kalau enggak salah.
04:11Dia kan biasanya seminggu 6 hari.
04:14Dia akan bilang 5 hari.
04:16Enggak tahu dia ngomongin apa belum.
04:17Tapi dia ngomong seperti itu.
04:19Terus keapal.
04:20Jadi ada efisiensi juga di MBG.
04:24Jadi ada kan pengurangan cukup banyak tuh.
04:27Yang dia bilang aja 40 T.
04:30Hitungan pertama kasar.
04:32Tapi bisa lebih.
04:34Tapi bukan saya motong ya.
04:35Emang dia melakukan sendiri.
04:36Karena dia bilang masih bisa ada efisiensi.
04:39Dengan keadaan yang seperti sekarang ini.
04:41Jadi jangan dibilang MBG tutup mata.
04:43Enggak dia juga melakukan efisiensi.
04:49Itu dari satu hari aja 40 T.
04:52Itu belum dihitung.
04:53Belum dihitung kayak itu.
04:56Itu belum dihitung yang 80.
04:57Belum masuk ke 80 itu.
04:58Yang itu bukan kita sihat.
05:02Dia bilang bisa segini.
05:03Kalau dia, yaudah jalanin aja pak.
05:04Tapi kan belum dikasih.
05:06Tapi kira-kira dengan itu aja.
05:10Bantalan kita masih cukup.
05:13Nanti kalau Anda lihat saya berantakan sekali.
05:16Baru tubuh.
05:16Yang lain lah adalah.
05:33Saya akan membuat mereka seluruh KL.
05:37Kita akan tentukan dari sini.
05:39Terus dia potong sendiri.
05:40Karena kata saya usul begini ke mereka dulu.
05:43Waktu rapat di Menko.
05:46Oke deh.
05:47Anda usulin berapa yang dipotong.
05:49Nanti kita sesuaikan.
05:51Mereka usulinnya bukan potongan.
05:53Oh nambah semua.
05:55Jadi saya simpulkan.
05:57Kalau begini caranya.
05:58Saya gak bisa mengharapkan pemotongan dari Anda.
06:02Yaudah.
06:02Saya dari saya kalau gitu.
06:03Nanti ada atur.
06:05Masih lagi benar-benar lagi di kompulimasi.
06:08Tentu bapaknya.
06:08Berarti pemberian MBG dari 6 hari ke 5 hari.
06:16Bukan saya itu.
06:17Waktu rapat antara lain.
06:19Kepala MBG bilang seperti itu.
06:21Saya gak ngerti hitungannya.
06:22Tapi dia bilang kira-kira seperti itu.
06:24Saya bisa ini, ini, ini.
06:27Ya kalau gitu.
06:28Yang penting kan ini.
06:30Ada efisiensi dan masyarakat.
06:33Anak sekolahnya masih bisa makan cukup.
06:36Itu hanya pas.
06:38Hari-hari biasa.
06:39Hari biasa nanti.
06:40Itu nanti hari biasa.
06:41Itu diambil keputusan apa?
06:42Apa masih didiskusikan?
06:44Ya.
06:46Sepertinya dia mau lapor ke Presiden.
06:48Tapi potensi itu agak.
06:50Kalau ke PPT itu dijalankan yang dapat 40 tes sendiri.
06:53Kata dia ya.
06:5440 tes sehari, Pak.
06:56Selama setahun.
06:57Dipotong sehari setahun.
06:59Mana sih lu?
07:00Karena aku lakukan setahun Horizon-nya.
07:03Di luar 80 tes.
07:04Di luar.
07:08Nanti biar Pak Ketua MBG yang ngomongin.
07:11Kan dia harus lapor juga Presiden.
07:12Tapi saya hanya bilang.
07:14Uang untuk itu ada.
07:16Jadi kalau kepepet.
07:18Ya.
07:19Dia akan dikerjakan itu.
07:21Jadi jangan bilang negaranya akan hancur.
07:24Pak soal THRI kan.
07:26Kenapa belum 100% ya Pak?
07:27Kendalanya dimana sih Pak?
07:29Sampai sekarang.
07:30Sampai Om Rusman udah ada laporan.
07:32Di Kementerian Lembaga yang mengajukan.
07:34Kalau kita kan bayar.
07:35Masuk bayar.
07:35Masuk bayar.
07:37Tapi berarti masalahnya dimana sih Pak?
07:38Belum 100%?
07:39Di sana aja.
07:40Yang ngajuin ya.
07:41Belum clear kali ya Pak.
07:42Saya ratanya Pak.
07:43Saya gak tau ininya.
07:44Pasti kan cash by cash.
07:46Tapi itu kan uangnya disediakan.
07:48Tinggal diajukan aja.
07:50Kan rasanya gitu.
07:51Mereka ngajukan kita bayar.
07:52Selain kerjaan kita bayar.
07:53Kalau mereka ngajukan.
07:54Atau syaratnya jauh dari cukup.
07:57Kan mesti hati-hati.
07:59Saya gak tau case ini apa.
08:01Itu pasti case by case.
08:02Tapi yang jelas uang di tempat kita.
08:04Sudah disiapkan.
08:05Pak.
08:06Pak.
08:06Bapak ada yang masih khusus.
08:07Pak.
08:08Kenapa?
08:08Sekjen di ganti, Pak.
08:09Indonesia sekarang sudah krisis atau belum selesai?
08:11Ada yang terus terkatakan.
08:12Kita sekarang sudah krisis.
08:13Siapa yang bilang krisis?
08:15Ibu kan baru lebaran kemarin kan?
08:18Wow.
08:18Di mana-mana macet.
08:19Di semua tempat pada belanja.
08:23Kalau kita lihat ada indikator-indikatoran yang ada.
08:29Kita memang sedang bergerak lebih cepat.
08:31Lalu globalnya seperti itu.
08:33Jadi kita lumayan tuh.
08:35Bisa memetigasi harga minyak dunia yang tinggi.
08:40Karena kita serap di ABBN gitu.
08:43Jadi kita jauh dari krisis.
08:44Kita malah ekspansi terus.
08:47Kalau bola kristal yang saya bilang.
08:50Melindungi ekonomi kita.
08:51Indik kita yang gak salah.
08:53Sampai nanti 2029-2030 kita ekspansi terus.
08:56Jadi kita jauh dari krisis.
08:58Krisasi aja belum.
08:59Melambati aja belum.
09:00Kita sedang mengalami akselerasi.
09:03Dan saya akan jaga terus.
09:04Kita akan jaga terus bersama ke depannya.
09:07Karena maunya krisis.
09:08Tapi Bapak mau kini sebenarnya.
09:09Apa yang kita ketemu Pak?
09:16Kan saya lihat dari konsumen.
09:18Survei konsumen.
09:19Survei PMI.
09:21Survei pembelian mobil motor.
09:23Survei apa lagi.
09:23Katanya naik semua kenceng kan?
09:25Iya.
09:25Gak berasa.
09:26Kalau itu gak naik.
09:27Saya gak bisa bilang naik.
09:28Dan saya tanya orang di luar.
09:30Yang katanya ahli.
09:31Orang luar pemerintah.
09:32Yang ahli prediksi.
09:34Berapa prediksi kamu?
09:365.7 bisa.
09:37Ah bagus.
09:38Tentu saya di atas 5.5 udah bagus.
09:40Dalam keadaan sekarang ya.
09:42Nanti kalau lebih tinggi dari 5.5 ya.
09:44Kita makan-makan.
09:44Saya janjikan kemarin.
09:46Jadi bukan saya optimis.
09:47Saya melihat data.
09:50Dan saya tahu apa yang saya masukkan ke sistem perekonomian supaya ekonomi bergerak.
09:57Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
10:02Satu langkah lebih dekat.
10:03Satu langkah lebih terpercaya.
10:06Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
10:12Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi.
Komentar