Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Amerika Serikat mengklaim proses diplomasi masih berjalan dengan mengajukan 15 poin proposal perdamaian. Namun, Iran menolak dan mengajukan lima syarat tandingan.

Menurut Dubes Indonesia untuk Iran 2012-2026 Dian Wirengjurit, proposal Amerika tidak realistis karena mencerminkan asumsi bahwa Iran berada dalam posisi kalah, padahal konflik masih berlangsung relatif seimbang.

Sementara itu, Pengamat Militer Anton Aliabbas melihat dinamika ini sebagai bagian dari tahapan awal negosiasi, di mana pertukaran proposal merupakan hal wajar.

Baca Juga [FULL] Psikolog Konsumen Ungkap Strategi Hadapi Volatilitas Harga Emas: Jangan Buru-Buru Beli di https://www.kompas.tv/nasional/659344/full-psikolog-konsumen-ungkap-strategi-hadapi-volatilitas-harga-emas-jangan-buru-buru-beli



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659347/full-dubes-indonesia-untuk-iran-dan-pengamat-militer-bicara-soal-proposal-as-vs-syarat-iran
Transkrip
00:00Pemerintah Amerika Serikat mengklaim pembicaraan damai dengan Iran masih berlangsung.
00:04Namun pada saat yang sama, Iran menolak ajakan negosiasi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:09dan mengajukan sejumlah syarat untuk mengakhiri konflik.
00:13Lantas apakah perang akan terus berlanjut?
00:16Dan apakah dialog antara Amerika Serikat dan Israel akan terwujud untuk mengakhiri perang ini?
00:21Kami akan bahas bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Iran 2012-2016,
00:26Dian Wirengjurit dan juga pengamat militer sekaligus Kepala Center for Intermastic and Diplomatic Engagement atau SAID, Anton Ali Abbas.
00:34Selamat pagi Pak Dian, Mas Anton.
00:37Selamat pagi Mas Brie, selamat pagi Mas Anton, selamat pagi Pemirsa.
00:41Baik, saya ke Pak Dian dulu. Pak Dian, ini proposal dari Amerika Serikat.
00:45Ada 15 poin, Iran juga mengajukan syarat, ada 5 syarat di sana.
00:50Anda melihatnya ini bakal ketemu nggak di antara kedua negara ini?
00:55Terima kasih Mas Brie.
00:57Dari apa yang disampaikan oleh juru bicaranya tadi saja sudah jelas,
01:02nggak nyambung nih proposalnya Amerika sama Iran.
01:06Karena proposalnya Amerika itu diajukan seakan-akan Iran itu dalam posisi yang kalah.
01:13Kalau dalam posisi yang kalah, diberlakukan 15 poin itu, ya sudah.
01:19Berarti itu mengakui ketalahan.
01:20Nah ini perang aja masih berlangsung, Amerika sendiri pontang-panting.
01:26Dan narasi menyatakan bahwa Iran digempur oleh Israel dan Amerika,
01:31saya kira kurang tepat ya.
01:33Yang tepat itu Iran dikroyok 10 negara, Mas.
01:35Atau 8 negara minimal.
01:37Jadi udah nggak bisa lagi dibilang,
01:39ini perang hanya dengan Amerika dan Israel.
01:42Iran dikroyok.
01:44Nah, dalam posisi seperti ini saja,
01:46kalau kita mau jujur ya,
01:48perlawanan Iran membuktikan bahwa perang itu masih berlangsung seimbang,
01:52paling tidak.
01:54Nah, kalau syarat-syarat diajukan seperti ini,
01:57ini hanya klaim sepihak yang menyatakan
02:00Amerika sudah menang dan menentukan syarat 15, Mas.
02:04Syarat 15 itu tidak, ya oke,
02:07yang syarat yang paling penting itu kan 7 poin teratas itu.
02:11Mulai dari menghentikan perang dan sebagainya,
02:16sampai menghentikan program pengayaan uranium.
02:19Itu sama sekali tidak ada kaitan dengan kekalahan Iran.
02:23Nah, yang saya mau bilang begini,
02:25sebuah usulan damai pada saat ini,
02:29harus dimulai dengan usulan ceasefire.
02:32Ceasefire itu harus tanpa syarat.
02:35Kalau ceasefire sudah menentukan syarat,
02:38ya nggak akan terjadi, Mas.
02:41Jadi, yang dilakukan oleh Iran
02:43dengan mengajukan counter proposal-proposal 5 poin itu,
02:48buat saya,
02:49itu menunjukkan bahwa Iran tidak butuh didikte.
02:52Iran punya-punya digniti sendiri
02:55untuk menyatakan,
02:56saya mau ceasefire.
02:59Nah, sekarang tinggal yang mana
03:01yang kita akan nilai yang paling tepat.
03:04Buat saya, kita waras lah.
03:06Usulan Trump itu yang disampaikan juga
03:09tadi dulu bicaranya,
03:11ya orang yang apa ya,
03:13orang yang sudah panik,
03:14yang sudah tidak punya apa ya,
03:18apa namanya,
03:19pertimbangan lain,
03:21lain membesar-besarkan diri,
03:23seakan-akan perang sudah di ujung penyelesaian
03:27penyelesaian dengan Iran yang sudah
03:32titik menyerah.
03:34Masih jauh, Mas.
03:35Mimpi itu,
03:36Trump.
03:37Ya, kita tahu siapa Trump ya.
03:39Lebih baik ya,
03:40mikirin perang di dalam negeri deh.
03:42Ajukan perang di dalam negeri
03:43kepada Kongres,
03:44kepada,
03:45apa namanya,
03:48konstituennya.
03:49Bagaimana,
03:50supaya perang ini,
03:51mereka putuskan gitu loh.
03:53Karena dilanjutkan lebih lama lagi juga,
03:57Amerika juga makin-makin berantakan kok.
04:00Jadi,
04:00sebuah ceasefire harus tanpa syarat.
04:04Dan kalau dikatakan ada pihak ketiga
04:06sedang merundingkan,
04:08buat saya silakan-silakan aja.
04:09Kalau ada sekarang pun diplomasi memang sedang berlangsung.
04:12Tapi kalau kemudian,
04:15sebuah kesepakatan harus ditentukan
04:18berdasarkan pecaratan,
04:19yes, tidak akan ada yang namanya ceasefire.
04:22Yang dibutuhkan sekarang,
04:24seperti perang bulan Juni tahun lalu.
04:27Setelah 12 hari,
04:28tiba-tiba Trump memutuskan berhenti.
04:30Ya, berhenti.
04:31Nah, paling tidak,
04:33jeda itulah yang menentukan perkembangan berikutnya.
04:36Nah, butir pertama, coba,
04:38dari usulan Trump.
04:39ceasefire dalam waktu 1 bulan.
04:41Tapi yang ditentukan syarat-syarat itu
04:43mengikat seumur hidup,
04:45apa namanya,
04:47hakikat kehidupan
04:49atau program nuklirnya Iran.
04:51dan kehidupan masyarakatnya.
04:53Buat saya sama sekali di luar akal sehat lah,
04:55seperti kelakuannya Trump yang selalu memang,
04:58ya, dia sendiri memang tidak sehat.
05:00Terima kasih.
05:01Oke, jadi memang dari poin-poinnya,
05:03dari poin pertama pun tadi ya,
05:05soal penghentian senjata nuklir ini
05:07tidak masuk akal gitu.
05:09Tapi, apakah kemudian nanti akan ada kemungkinan gitu,
05:11Pak Dian,
05:12dengan mungkin ada pihak ketiga,
05:14misalnya Pakistan di sana,
05:15nah, kemudian dari Amerika Sekret maupun Israel ini,
05:18Amerika Sekret maupun Iran ini bisa saling
05:20menyamakan poin-poin yang sekiranya bisa ketemu di tengah gitu, Pak?
05:25Kalau, kalau benar didasarkan mediasi,
05:31peran mediator itu sekarang itu bukan hanya oleh Pakistan, Mas.
05:35Turki itu juga berperan,
05:36Mesir itu berperan,
05:38negara-negara,
05:39enam negara teluk sendiri,
05:41yang masyarakatnya sudah menentang perang ini
05:44karena bukan perang mereka,
05:45itu juga sudah mendesak masing-masing pemerintahannya
05:48untuk mulai menjajaki ceasefire minimal.
05:52Nah, artinya bukan hanya satu pihak.
05:54Nah, kalau satu pihak ini,
05:56katakan mengupayakan ceasefire,
06:00buat saya dia harus menempatkan diri seimbang.
06:04Dalam hal ini dikatakan,
06:06Pakistan sedang mengupayakan.
06:09Oke, silakan saja,
06:10karena Pakistan dalam kondisi saat ini
06:13memang sedang dekat dengan Amerika,
06:15tapi sejauh ini tidak pernah ada masalah dengan Pakistan
06:18khususnya karena mereka punya sama-sama masalah di Baluchistan
06:22yang menghadapi separatis Baluchistan itu.
06:26Jadi, Pakistan punya leverage.
06:28Sementara Turki selama ini tidak berhenti juga
06:31untuk melakukannya
06:32karena dia adalah anggota NATO
06:34tetapi juga sangat dekat dengan Iran
06:37dalam berbagai kebijakannya.
06:39Sementara Mesir juga,
06:41kita tahu di Gaza sangat berperan
06:43dan dalam konteks dengan perang Iran-Israel juga
06:46dia punya hubungan diplomatik dengan Israel
06:49sehingga
06:50dan dekat dengan Iran dalam konteks Gaza
06:52sehingga
06:54dia punya leverage.
06:55Semua pemain yang mediasi,
06:58yang mediator yang melakukan upaya ceasefire ini
07:01semua punya leverage.
07:02Tinggal manat yang lebih didengar.
07:05Nah, untuk mencapai sebuah ceasefire
07:09yang dibutuhkan saat ini
07:10adalah ceasefire mau sebulan
07:13kata pembicaranya, jurubicaranya Trump, segala macam
07:16mau seminggu, mau dua bulan.
07:20Itu tidak bisa dilakukan dengan menetapkan syarat.
07:23Harus tanpa syarat.
07:25Itu saja.
07:26Kalau selama masih ada syarat,
07:28Iran berhak mengeluarkan syarat.
07:30counternya.
07:31Oke, tiga negara itu ya bisa jadi penengah.
07:34Mesir, Turki, dan juga Pakistan.
07:36Tapi lagi-lagi dari dua pihak ini harus tidak
07:39mengajukan syarat untuk bisa ceasefire.
07:41Saya ke Mas Anton.
07:42Mas Anton, apakah Anda setuju tadi?
07:44Mungkin dari pernyataan Pak Adian bahwa
07:46Amerika Serikat sekarang lagi kepepet gitu ya.
07:48Atau mungkin lagi panik dengan keadaan seperti ini.
07:51Kemudian dia tadi mengajukan proposal
07:54untuk bisa mengakhiri ini semua dengan 15 poin.
07:56Atau justru ini adalah apa ya, seperti strategi berikutnya
08:01yang akan disiapkan untuk Amerika Serikat kembali gitu ya
08:04dalam konflik ini?
08:05Ya, Mas Bre, pertama memang upaya untuk diplomasi
08:11dan penyelesaian damai memang tetap dilakukan.
08:13Sekalipun para pihak yang bertikai selalu membantah itu.
08:18Itu satu.
08:19Yang kedua, apakah posisi Amerika Serikat terpojok atau tidak?
08:25Ini nanti sebenarnya kita bisa lihat itu dari
08:27siapa yang akan duduk sebagai negosiator.
08:32Kenapa?
08:33Karena Iran itu kan sudah menolak untuk bernegosiasi
08:37dengan negosiator yang lama dari Amerika Serikat,
08:40Steve Witkoff dan Kuzner.
08:41Dan Iran, kalau misalnya,
08:44dalam percakapan di sejumlah media yang dikutip,
08:47itu meminta WAPRES fans yang ikut terlibat.
08:51Kalau Amerika kemudian menunjuk WAPRES
08:55dan dengan artinya dia mengikuti apa mau dari Iran,
08:59itu menunjukkan bahwa posisi Amerika
09:01sekarang sudah lebih didikte oleh Iran.
09:04Itu indikator yang dulu, yang pertama.
09:07Yang ketiga,
09:09kalau terkait 15, 5,
09:12ini adalah biasa dalam awal pertemuan.
09:14Apalagi kalau misalnya ini dalam,
09:15ketika kita bicara tentang negosiasi,
09:17itu adalah tiga tahapnya.
09:18Pertama adalah kontak,
09:21lalu dialat,
09:22lalu kemudian negosiasi.
09:24Jadi kalau kontak,
09:24itu biasanya kita cuma untuk exchange view.
09:27Jadi mereka saling ini mempercacahkan
09:29di sana bagaimana,
09:30ini di sini bagaimana.
09:31Itu yang kelihatan kemudian dari 15,
09:33kemudian dari 95.
09:34Ketika masuk talk,
09:35maka kemudian tadi yang diharapkan oleh Pak Dubes,
09:39bahwa ini kemudian bisa berujung dulu,
09:40kira ceasefire.
09:41Karena sulit,
09:43sulit untuk kemudian ada negosiasi damai,
09:46atau ada pembicaraan damai,
09:47apabila kondisinya masih perang,
09:50terus berlangsung.
09:51Jadi memang salah satu kuncinya,
09:54kemudian harus ada gencatan senjata dulu.
09:55Terlepas beberapa lama,
09:57itu nanti akan menjadi bahasan dari negosiasi.
10:01Baru kemudian kita akan mendiskusikan 15 dan 5.
10:04Walaupun bagi saya,
10:06kalau misalnya Iran mengadopsi yang 15,
10:08itu seperti yang tadi Pak Adrian bilang,
10:09bahwa Iran dalam posisi terjipit.
10:11Kenyatannya enggak.
10:12Iran enggak jadi posisi terjipit.
10:14Kenapa?
10:14Karena mereka kemudian bisa mengontrol Hormuz.
10:18Justru,
10:19lima ini menjadi menarik tawaran Iran.
10:21Iran itu kan sebenarnya,
10:22kalau misalnya dilihat dari lima,
10:24itu kan kita bisa bagi-bagi ya.
10:25Yang dua pertama adalah ketika dia minta,
10:27ini serangan harus berhenti,
10:29dan tidak ada jaminan,
10:30ada jaminan,
10:31tidak ada serangan berulang di masa depan,
10:33itu adalah sebuah prasyarat utama.
10:35Jadi ini adalah syarat dasar yang bagi Iran.
10:37Ini yang utamanya.
10:38Lalu kemudian kedua adalah materi negosiasinya.
10:42Yang pertama adalah,
10:43ada adanya reparasi,
10:45jadi ada yang membayar biaya kerusakan ini.
10:47Lalu yang kedua adalah,
10:49diakhiri hostilities ya,
10:51di regional.
10:52Itu yang kedua.
10:53Jadi,
10:54yang ketiga,
10:55adalah ini yang,
10:57kalau Iran kemudian disetujui,
10:59ini kemudian dia menunjukkan kemenangan.
11:01Kenapa?
11:02Karena di poin yang nomor lima,
11:03dia menulang,
11:03bahwa dia diizinkan,
11:06untuk mengontrol stat hormus.
11:08Yang notabit.
11:09Itu yang selalu di challenge oleh Amerika Serikat.
11:11Jadi,
11:11bagi saya ini menjadi menarik tawaran.
11:13Tawaran Iran,
11:14sebenarnya jauh lebih bisa didiskusikan,
11:17ketimbang poin lima belas yang lebih banyak,
11:20kemudian membatasi ruang gerakiran,
11:22apa namanya,
11:24seakan-akan meniadakan bahwa Iran adalah negara yang berdaulat.
11:28Bagi saya,
11:30perundingan,
11:31kemudian kalau ini memang di sejumlah media,
11:33kalau tadi Pak Dian menyebut ada tiga negara,
11:36Al-Zazira setahu saya sudah menyebutkan gitu,
11:39bahwa tiga negara ini terlibat dalam perundingan itu.
11:42Jadi, kita akan menunggu,
11:44apakah memang di akhir pekan ini,
11:46akan sudah dimulai perundingannya.
11:49Entah itu nanti perundingannya secara langsung atau tidak langsung,
11:52jadi ada indirect,
11:52ada direct talks,
11:54ini yang akan kita tunggu.
11:55Tapi apakah itu kemudian komposisi ini,
11:58jadi komposisi siapa yang menjadi perwakilan dari Amerika Serikat,
12:01ini akan menjadi indikator utama.
12:03Posisi Amerika Serikat,
12:04apakah memang benar di atas angin,
12:05atau sekarang sudah memang,
12:07mau tidak mau,
12:08dia mendapat tekanan dari global,
12:10ketika ada banyak krisis terjadi di mana-mana.
12:13Itu, Mas.
12:14Terjepit tidaknya,
12:15baru kita bisa tahu beberapa waktu ke depan,
12:18singkat ini ya,
12:18mungkin semingguan ini ya, Mas Anton.
12:20Tapi, tadi soal lima poin-poin dari Iran,
12:23yang mungkin lebih masuk akal untuk bisa dipenuhi.
12:26Kalau menurut Pak Dian,
12:27juga seperti apa nih Pak,
12:28kalau melihat lima syarat tersebut,
12:29dibandingkan dengan lima belas poin yang dianjukan oleh Amerika Serikat?
12:34Begini loh,
12:35Iran itu,
12:37negara yang dalam kasus perang ini,
12:39kan negara defensif.
12:41Negara yang itu,
12:43itu lebih bisa mengajukan persyaratan yang sebenarnya lebih mudah diterima,
12:51daripada mendiktik.
12:52Kalau syaratnya Amerika tadi,
12:54seperti juga Mas Anton,
12:55kita sepakat,
12:56bahwa yang namanya lima belas poinnya Amerika itu,
12:59itu adalah syarat yang menunjukkan sebuah negara sudah kalah,
13:04sehingga harus,
13:05kalau perundingan damai itu diterima,
13:08usulan itu diterima,
13:09itu sudah merupakan pernyataan kekalahan.
13:13Tidak mungkin dilakukan oleh Iran.
13:15Makanya,
13:15Mas Anton tadi sudah betul menyatakan yang pertama itu,
13:19bahwa memang yang dibutuhkan adalah penghentian perang dulu,
13:22kita sepakat juga dalam hal ini.
13:25Ya kalau menurut saya begini loh,
13:27selain tanpa syarat untuk menghentikan,
13:30seperti yang bulan Juni tahun lalu,
13:32buat saya,
13:33enggak usahlah dalam kondisi seperti ini.
13:36Timnya Trump itu gembar-gembur,
13:38apalagi juru bicaranya tadi,
13:40sudah menyatakan,
13:41Iran sudah divitif,
13:43atau sudah kalah,
13:44enggak perlulah mengucapkan itu.
13:47Maksud saya begini loh,
13:48kalau memang punya niat benar,
13:50untuk mencapai sebuah sepakatan ceasefire,
13:54tingkatan senjata,
13:55mau berapa lama,
13:56tidak usah dilakukan konferensi per seperti ini,
14:01yang menyatakan sebuah pihak sudah kalah.
14:03Itu sudah merupakan pelecehan,
14:06buat memulai sebuah perundingan,
14:08mendingan begini kalau saya bilang,
14:10tapi mungkin akan susah diterima oleh Amerika nih,
14:13Trump mbok ya,
14:15bahasa urdunya tuh mbok ya gitu ya,
14:19mestinya Trump ya udah diem,
14:21bilang Israel,
14:22yuk kita stop,
14:23seperti perang bulan Juni.
14:25Itu lebih kondusif buat membuka sebuah dialog,
14:28mau itu lewat mediasi siapa,
14:30siapapun,
14:31itu lebih kondusif,
14:33daripada mengajukan,
14:36menunjukkan apa ya,
14:38keinginan untuk berdialog,
14:40untuk memulai sebuah,
14:42sebuah apa,
14:43perundingan,
14:44tapi dengan pernyataan yang menunjukkan kemenangan setiap gitu loh,
14:47gak akan jalan.
14:48Jadi kalau boleh,
14:50kalau mau jujur,
14:53siapapun yang mungkin mendengar akara kita ini,
14:55sampaikan kepada si Trump,
14:57gak usah gembar-gembur,
14:59diem,
14:59bilang Israel,
15:00bilang anak Arab yang royok itu,
15:02yuk kita jeda dulu,
15:04udah selesai,
15:05seperti itu.
15:06Disitulah negosiasi baru dimulai.
15:08Tapi sulit nih,
15:09Pak Dian,
15:10kan Amerika Serikat segengsi itu.
15:11Saya mau tanya ke Mas Anton,
15:13ini kalau misalnya,
15:14betul Trump bisa dikontrol seperti itu,
15:17untuk narasinya,
15:18apakah kemudian tadi,
15:19negosiasi dan juga,
15:21kesepakatan juga bisa lebih mudah untuk terwujud,
15:23dibandingkan selalu nih narasinya dikeluarkan,
15:25selalu kontroversial,
15:27selalu berlawanan dengan apa yang disebutkan sebelumnya.
15:29Gimana Mas Anton?
15:30Ya,
15:31memang Mas Dere,
15:33di satu sisi,
15:34Trump ini,
15:35menerapkan strategi ambiguity.
15:37Jadi,
15:38dia,
15:39jadi ambiguitas,
15:40ada inconsistensi,
15:43itu merupakan bagian dari strateginya.
15:45Yang memang harus kita cermati adalah,
15:47apa yang dia lakukan.
15:49Jadi,
15:49apa yang dilakukan dalam hal ini,
15:50adalah pergerakan apa yang dilakukan.
15:52Jadi kan,
15:53ketika di satu sisi,
15:54dia bilang,
15:55dia,
15:55apa,
15:55Amerika sudah menang,
15:57Iran sudah kalah,
15:58gitu ya,
15:59lalu ngomong tentang negosiasi,
16:00tapi ada pergeseran pasukan.
16:03Jadi,
16:04yang kita harus cermati memang,
16:06apa yang dilakukan tadi,
16:07ada pergeseran apa,
16:09gitu.
16:09Jadi,
16:10kita kan juga masih menerka-nerka,
16:12apakah memang misalnya Amerika Serikat
16:13akan jadi untuk melakukan
16:16serangan darat ke Iran.
16:18Di situ ada marinir,
16:19di situ ada airborne,
16:20misalnya sudah mulai digeser ke situ.
16:22Apakah memang untuk mereka,
16:23untuk mempersiapkan itu atau tidak.
16:24Nah,
16:24ini kan yang kita masih nunggu.
16:26Jadi,
16:26memang,
16:27apa namanya,
16:28Trump ini menerapkan strategi ambiguitas.
16:30Walaupun saya tetap masih dalam keyakinan saya,
16:33bahwa Trump itu adalah orang yang rasional.
16:36Problemnya hari ini adalah,
16:38kita itu tidak pernah tahu sebenarnya,
16:40rencana yang jelas,
16:42terkait serangan mereka ke Iran.
16:45Kenapa?
16:45Saya bilang kita tidak tahu,
16:46karena,
16:47satu,
16:47strategi objektif dari perang ini,
16:49tidak berganti-ganti.
16:50Mulai dari dismantlingnya nuclear facilities,
16:54lalu mengalahkan militer,
16:55membunuh,
16:56dan lain-lain,
16:57mengganti rezim,
16:58dan lain-lain.
16:59Itu selalu berganti-ganti.
17:00Sehingga,
17:01kalau misalnya kita mau tick list,
17:02apakah mereka sudah,
17:03misalnya sudah berhasil atau tidak berhasil,
17:05ini yang kita masih tebak-tebak.
17:06Apakah mereka berhasil untuk melumpuhkan militer,
17:09misalnya,
17:10sampai hari ini,
17:10Iran masih mampu.
17:12Itu yang selalu berulang-ulang diklaimnya.
17:15Tapi,
17:15Iran sampai sekarang masih mampu untuk melakukan perlawanan.
17:17Dan ketika kita bicara tentang perang asimetris,
17:19kan kuncinya adalah endurance.
17:21Nah,
17:21itu yang ditunjukkan oleh Iran,
17:22endurance.
17:23Jadi,
17:24ini yang menjadi menarik,
17:25bahwa kemudian,
17:26apa yang disampaikan oleh Amerika Serikat,
17:29itu kemudian dibantah sendiri dengan kenyataan.
17:32Gitu.
17:33Ini yang memang,
17:34apa namanya,
17:35kalau padanya itu capek nih,
17:37ngelihatnya nih,
17:38ular dari pendukungnya Trump ini,
17:41beda-beda,
17:42terus kemudian,
17:43omongnya sangat besar,
17:45tapi ya,
17:45mereka akan tetap,
17:47ya kan kami adalah negara besar.
17:49Jadi,
17:49mereka menunjukkan gesture itu.
17:51Tapi,
17:52ketika kita bicara tentang negosiasi,
17:54yang penting adalah goodwill gesture-nya,
17:56ini sebenarnya itikat baiknya adalah enggak.
17:58Ini yang kita masih tunggu.
18:00Jadi,
18:00kita lihat,
18:01sepanjang Amerika masih telah melakukan serangan,
18:04lalu tidak bisa untuk dalam beberapa saat untuk melakukan kencatan senjata,
18:10gitu.
18:11Ini sulit,
18:12gitu,
18:12untuk perundingan,
18:13perundingan entah itu nanti berjalan,
18:15mau di belakang layar,
18:17mau secara langsung,
18:18tidak langsung.
18:19Kalau tidak ada kencatan senjatanya,
18:21kenapa?
18:21Menjadi sulit.
18:22Karena,
18:23Iran itu,
18:24sangat tidak percaya pada Amerika Serikat.
18:27Itu problemnya.
18:29Perundingan akan bisa terlaksana,
18:31apa namanya,
18:32kepercayaan itu bisa perlahan-lahan dibangun.
18:34Dan sampai saat ini masih pada level terendah.
18:36Itu yang akan menjadi problem.
18:38Jadi,
18:38yang kita butuhkan adalah gesture awalnya dulu nih.
18:40Nah, gesture awalnya ini yang belum kelihatan.
18:42Kalau kata padanya,
18:43ini ngomongnya aja masih ngomong besar,
18:45gimana mau kita kelihatan gesture-nya gesture baik,
18:47gitu.
18:47Itu, Mas Bre.
18:48Betul ya,
18:48berarti karakter,
18:49saya mau kepadanya.
18:50Ini karakter dari Iran,
18:51memang sampai sekarang kepercayaan terhadap Amerika Serikat masih sangat tipis.
18:54Apalagi serangan masih terus dilancarkan Amerika Serikat ke Iran,
18:58kemudian juga tadi ada rencana pengerahan pasukan ke darat.
19:01Anda melihatnya Iran ini siap juga nggak untuk melihat bahwa
19:03sebenarnya tidak ada negosiasi loh,
19:05yang ingin dibuat oleh Amerika Serikat.
19:09Terima kasih, Mas Bre.
19:11Begini,
19:12betul tadi,
19:13Mas Anton.
19:15Kita menunggu semua sikap Amerika.
19:18Dalam bahasa Mas Anton tadi,
19:19gesture-nya Amerika.
19:21Selama ini,
19:23Iran sudah dua kali ditipu,
19:26mentah-mentah.
19:27Yaitu,
19:28bulan Juni kurang 12 hari,
19:30dan saat ini.
19:31Dia pasti tidak mau ditipu ketiga kali.
19:33Ketika ceasefire,
19:35ternyata diserang mendadak lagi.
19:36Artinya apa?
19:38Diputuhkan niat baik,
19:40mulai dari Amerika dan Israel,
19:42sebagai penyerang utama,
19:45yang pertama kali menyerang Iran.
19:48Dan,
19:48mestinya,
19:50buat saya negara Arab juga harus lebih realistis dan rasional,
19:54untuk mulai,
19:56mulai dari mereka,
19:58tidak mau dilibatkan lebih lanjut.
20:01Buat saya,
20:02sikap-sikap ini,
20:03yang dalam bahasa Mas Anton itu gesture,
20:05mulai dari Trump,
20:07diikuti oleh negara Arab dulu deh.
20:10Jadi,
20:11artinya apa?
20:12Negara Arab sudah bisa mulai,
20:14menunjukkan,
20:16mereka tidak mau terseret,
20:18berlarut-larut,
20:18dalam skenario perannya Amerika.
20:21Mereka bukan antek Amerika.
20:24Mereka bukan,
20:25apa ya,
20:26bahasa,
20:27bahasa eskimoinnya,
20:28bukan cetungguk Amerika.
20:30Nah,
20:31tunjukkan itu dulu,
20:33dengan mulai mereka menahan diri,
20:35tidak usah ikut-ikutan perang.
20:37Sekarang saja,
20:38negara Arab masih punya narasi,
20:40yang digembar-gemburkan,
20:42terutama oleh Bahrain,
20:44dan juga Qatar,
20:45bahwa,
20:46mereka lah yang mengalami agresi pertama dari Iran.
20:49Ya,
20:50buat saya,
20:51tolong,
20:52dunia pun terlihat kok,
20:54bahwa Iran itu,
20:56membalas serangan yang dilakukan,
20:59dari pangkalan Amerika,
21:00di negara mereka.
21:02Tidak disasarkan kepada,
21:04negara-negara Arab itu,
21:06tapi pada,
21:08apa namanya,
21:09poin-poin,
21:10di mana Amerika mempunyai kekuatan militer,
21:12yang juga digunakan menyerang Iran.
21:14Nah,
21:14artinya apa?
21:15Kembali tadi,
21:16masalah gesture.
21:17Jelas,
21:17gesternya harus mulai dari,
21:19Trump.
21:20Seperti perang,
21:21Juan Juni itu,
21:23gesternya nyata,
21:24Israel disuruh stop,
21:25berditu semua.
21:27Nah,
21:27sekarang kok,
21:28sudah dalam kondisi gini,
21:30malah cari bantuan,
21:31mengeroyok,
21:32buatkan,
21:33narasi yang,
21:34tadi itu pelintut-pelintut,
21:36tidak perlu,
21:36seperti karakternya si Trump itu,
21:39bilang mau damai,
21:40tapi katanya harus,
21:42Iran harus mengikuti persyaratan dia.
21:45Aduh,
21:46lupa,
21:47mengusul,
21:48apa ya,
21:48mengusulkan,
21:49atau meminta,
21:50orang seperti Trump itu,
21:52untuk lebih berkaca diri,
21:53gitu,
21:54ya.
21:54Buat saya,
21:55dunia menunjukkan,
21:58mengharapkan sikap Amerika,
22:00yang lebih bijak,
22:02sebagai katanya,
22:03kekuatan dunia.
22:03sekarang,
22:05untuk kebijakan Amerika,
22:07mulai untuk menahan diri,
22:10dalam bernarasi saja.
22:11Itu sudah bagus,
22:12gesture yang bagus.
22:14Nah,
22:14di tengah itulah,
22:15para mediator,
22:17pasti akan tetap bergerak,
22:19dan,
22:19yang tidak kurang pentingnya,
22:21Rusia dan Amerika,
22:22eh,
22:22Rusia dan China,
22:23di PBB juga,
22:25terus bergerak dalam,
22:28menggalak,
22:29dukungan,
22:30lewat jalur PBB tentunya,
22:33untuk mulai,
22:34meyakinkan Amerika,
22:36yang masih tetap,
22:38merupakan anggota,
22:39tetap PBB,
22:40untuk mulai lebih,
22:42rasional,
22:43dan,
22:43mendengarkan,
22:45suara dunia.
22:46Lebih kalem,
22:47lebih rasional,
22:48lebih mendengarkan suara dunia.
22:49Saya mau ke Mas Anton,
22:51Mas Anton,
22:52jika kita melihat,
22:53mungkin,
22:53kita tidak ingin,
22:54semuanya terjadi,
22:55gitu.
22:55Benar-benar,
22:56terjadi invasi darat,
22:57gitu,
22:57ke Iran,
22:58dari Amerika Serikat.
22:59Seperti apa,
22:59kemudian,
23:00petanya,
23:01dan juga,
23:01mungkin,
23:01kekuatan masing-masing,
23:02apakah kemudian,
23:03Iran masih bisa,
23:04untuk mempertahankan diri,
23:05nah,
23:06Amerika Serikat,
23:06apakah,
23:06mampu,
23:07untuk bisa,
23:08menginvasi,
23:09Iran,
23:09lewat darat?
23:11Ya,
23:13problemnya sih,
23:14bagi saya kan,
23:15kalau kita bicara tentang military campaign,
23:17itu pasti ada perencanaannya,
23:19gitu ya.
23:19Ini kan problemnya adalah,
23:20perencanaannya itu,
23:21tidak matang.
23:22Dari,
23:23ini kata,
23:23tidak matang adalah,
23:24ketika kita bicara,
23:25strategik objektifnya berbeda-beda.
23:27Itu satu.
23:27Kedua,
23:28apakah kemudian,
23:29mereka akan bisa berhasil,
23:31atau tidak berhasil,
23:31tempatnya di mana dulu?
23:33Gitu ya.
23:33Kenapa?
23:34Karena kalau misalnya,
23:35mereka bilang,
23:35oh,
23:36kami sukses dulu,
23:38memukul mundur Irak,
23:39lalu,
23:402003 kami bisa,
23:41Irak dan Iran,
23:42kondisinya berbeda,
23:43terakhirnya.
23:43Gitu,
23:44di daratannya berbeda.
23:45Gitu.
23:45Itu yang kedua.
23:47Yang ketiga,
23:48mereka mau pendaratannya di mana?
23:49Gitu.
23:50Mau di K,
23:51mau di,
23:52mau ke daratan Iran,
23:54gitu.
23:55Lalu,
23:56kalau kita bicara tentang pasukan,
23:57ini memang,
23:58ada marinirnya,
24:00ada airborne-nya,
24:01gitu ya.
24:02Tapi kan mereka butuh,
24:04dukungan udara.
24:05Dukungan udaranya sudah,
24:06cukup mampu atau tidak?
24:08Gitu.
24:08Untuk perlindungan mereka ya,
24:09mereka melakukan pendaratan,
24:11mereka melakukan penerjunan,
24:12itu kan harus ada dukungan,
24:13dalam perlindungan udaranya,
24:14dalam pertahanan udaranya.
24:16Nah,
24:16itu di mana?
24:17Itu yang akan menjadi problem.
24:18Jadi,
24:19ada sejumlah analis yang sudah menggambarkan,
24:21bahwa,
24:22kalau,
24:23itu,
24:24mereka benar-benar,
24:25itu,
24:25dieksekusi,
24:26apa namanya,
24:28rencana untuk pendaratan ke Iran-Daratan terlepas itu nanti di Pulau Karg atau di itu,
24:34tetap dilakukan,
24:35itu namanya adalah bunuh diri.
24:36Kenapa?
24:37Situasinya saat sekarang,
24:38gitu.
24:39Risikonya adalah,
24:40risiko gagalnya,
24:41itu besar ketimbang risiko berhasilnya.
24:44Gitu.
24:44Sekalipun,
24:45klaimnya mereka bahwa,
24:46ini,
24:48apa namanya,
24:49tentara,
24:49atau kemampuan militernya Iran itu sudah lemah,
24:53sudah hampir 100 persen,
24:54sampai hari ini tetap bisa melakukan perlawanan.
24:57Jangan-jangan,
24:58nanti adalah,
24:59killing field yang jadi,
25:01yang jadi,
25:02apa namanya,
25:02jadi problem.
25:03Itu ya,
25:04jadi,
25:04Iran itu,
25:05jadi,
25:06Amerika harus belajar dari apa yang mereka lakukan dulu di Vietnam,
25:10lalu kemudian di Irak,
25:11berapa ratus ribu ton bom untuk turun,
25:15dijatuhkan ke situ,
25:16apakah mereka menang?
25:17Jawabannya tidak.
25:19Jadi,
25:19bagi saya,
25:20bahwa mereka,
25:21sasa saja untuk mengeserasi itu,
25:23boleh?
25:23Boleh saja,
25:24gitu.
25:24Tinggal kita lihat,
25:25ada berapa banyak,
25:26korban jiwa yang akan di situ.
25:28Walaupun,
25:28sebenarnya,
25:30kalau tadi kita melihat bahwa,
25:31kenapa kemudian Trump ini menyampaikan message yang berbeda-beda,
25:34bagi saya memang,
25:34itu harus dilihat,
25:35ini audiensnya memang beda-beda.
25:37Ada audiensnya untuk publik domestik,
25:39lalu ada audiensnya untuk kemudian sekutunya,
25:43lalu ada audiensnya untuk kemudian musuh dalam hal ini,
25:46Iran.
25:46Jadi,
25:46ada menyampaikan pesan yang berbeda-beda,
25:48gitu.
25:49Tapi,
25:49misalnya sukses,
25:51saya sejauh ini,
25:51saya belum yakin dia sukses,
25:53karena,
25:54apakah misalnya,
25:55bahwa hari ini,
25:55ketika ada pergeseran,
25:56pasukan,
25:57itu memang adalah tahapan persiapan.
25:58Tapi,
25:59kemudian kita harus menunggu,
26:00karena mereka tidak hanya bisa berhenti kepada pasukan yang tertempur saja,
26:03mereka kan butuh tadi bantuan tempurnya,
26:05ada kesehatannya,
26:06logistiknya,
26:07dan lain-lain,
26:07itu sudah dilakukan semua atau belum.
26:09Baru kan kita,
26:10oh ya,
26:10ini memang untuk perkencanaan.
26:12Walaupun,
26:12misalnya,
26:13Trump,
26:14itu memang yang harus kita lihatkan dari tadi,
26:16pergerakan-pergerakannya,
26:17apa yang terjadi di Venezuela,
26:18lalu kita juga bisa bandingkan,
26:20apa yang terjadi di Greenland,
26:22kan itu beda-beda.
26:23Kalau cerita di Venezuela,
26:25memang sudah ada pergerakan pasukan,
26:26ada omongan,
26:27jadi memang sejalan.
26:28Tapi cerita tentang Greenland,
26:30hanya ada omongan,
26:31tidak ada pergerakan pasukan,
26:32tidak jalan.
26:33Ini yang kemudian kita lihat,
26:35apakah kemudian,
26:36pergerakan pasukan ini,
26:37diikuti dengan pasukan-pasukan yang lain,
26:39untuk dukungan tempurnya.
26:40Karena kalau misalnya,
26:40cuma untuk pasukan tempur,
26:42itu hanya,
26:43artinya adalah,
26:43Amerika membuka risiko yang jauh lebih besar,
26:46untuk kehilangan pasukannya.
26:48Pak Dian,
26:50kalau Anda melihat,
26:51mungkin tadi potensi,
26:51boleh saya tambahkan nggak?
26:52Ya, silakan Pak,
26:53ini soal tadi,
26:54kemungkinan invasi darat,
26:55dari Amerika Serhat ke Iran,
26:56seperti apa?
26:58Udah,
26:58saya sepakat sama Mas Anton,
27:00bunuh diri itu ya,
27:02belajar,
27:03pastinya,
27:04Mas Anton menyebutkan perang Vietnam,
27:06saya tambahkan,
27:07perang Iran-Irak,
27:09di mana waktu itu,
27:10tahun 80,
27:11Iran dalam kondisi,
27:13dianggap lemah,
27:14diserang oleh Irak,
27:15dengan harapan,
27:16akan dapat ditundukkan,
27:18dengan mudah,
27:19tapi siap orang pun tahu,
27:20di belakang Iran,
27:21pada waktu itu,
27:22Amerika pun ikut cawe-cawe,
27:25jelas,
27:25dan ternyata,
27:26salah perhitungan juga,
27:27pertama.
27:28Kedua,
27:29di Afganistan,
27:31melawan Taliban,
27:31Taliban itu dibentuk oleh dia sendiri,
27:34untuk menghadapi,
27:35apa namanya,
27:36Uni Soviet sebelumnya,
27:38ternyata,
27:38berbalik melawan Amerika,
27:40dan berapa tahun,
27:41hampir 10 tahun mungkin,
27:43melawan Taliban,
27:45di Afganistan,
27:46juga tidak mampu,
27:47padahal,
27:48di Afganistan itu,
27:50secara militer,
27:52tidak imbang,
27:54apa Taliban,
27:55persenjataannya,
27:56persenjataan,
27:57peninggalan Uni Soviet yang kuno,
27:59sementara,
28:00Amerika,
28:01dengan,
28:02isapnya itu,
28:04dengan kekuatan koalisi,
28:06yang juga,
28:06modern senjatanya,
28:08bisa menggunakan,
28:10galur darat dari,
28:12Syria,
28:12dan sebagainya itu,
28:13juga,
28:14tidak mampu,
28:15menundukkan,
28:17menundukkan,
28:19sebuah,
28:20kelompok,
28:21yang namanya Taliban,
28:23yang akhirnya pun,
28:24diselesaikan di perjanjian,
28:26Doha,
28:26kalau tidak salah,
28:28dia mundur,
28:29artinya apa,
28:30mustinya Amerika belajar,
28:32dari seperti itu ya,
28:33artinya,
28:34perhitungan militernya,
28:35dia itu,
28:35perhitungan militer,
28:36yang mungkin,
28:37paradigmanya,
28:37sudah tidak berlaku,
28:39dalam konteks,
28:41Iran tadi,
28:43apa mungkin,
28:44mereka mengerahkan tank,
28:45apa hanya pasukan darat,
28:46bagaimana pendaratannya,
28:48tadi disebutkan,
28:49Mas Anton,
28:50di Pulau Hark,
28:51Pulau Hark,
28:52itu,
28:52pulau kecil,
28:53dia mendarat di situ,
28:54Iran pun,
28:55dengan mudah,
28:56memblokade,
28:58selat di antara,
28:59Pulau Kaktamadarata,
29:01hmm,
29:02oke tentunya,
29:04kita tidak inginkan ya,
29:05Pak Dian,
29:06dengan tadi,
29:06mungkin kemungkinan,
29:07yang akan dialami,
29:08oleh Amerika Serikat,
29:09kerugian-kerugian,
29:10yang mungkin,
29:10akan dialami mereka,
29:11dan,
29:12kita harapkan,
29:13semoga,
29:13kedepannya ini,
29:14kita lihat,
29:14beberapa waktu,
29:15kedepan,
29:16apakah memang,
29:16negosiasi ini,
29:17benar-benar terjadi,
29:18baik secara langsung,
29:19atau tidak,
29:20jangan sampai,
29:20negosiasinya,
29:21berakhir,
29:22seperti tahun 2025,
29:24yang ternyata,
29:24dalam tanda kutip ini,
29:25hanya tipu-tipu,
29:26dari Amerika Serikat,
29:28terima kasih,
29:29Pak Dian Wirengjurit,
29:31Tubas Indonesia,
29:32untuk Iran,
29:332012,
29:342016,
29:35dan juga,
29:35Mas Anton,
29:36Ali Abbas,
29:37pengamat militer,
29:38sekaligus,
29:39Kepala Center,
29:40for Intermatic,
29:40and Diplomatic Engagement,
29:42sudah bergabung bersama kami,
29:43di Sapa Indonesia Pagi,
29:44selamat pagi,
29:45Pak Dian,
29:45Mas Anton,
29:46terima kasih,
Komentar

Dianjurkan