00:00Saudara diduga kelelahan seorang kepala pos pengamanan lebaran di kota Yogyakarta meninggal dunia.
00:07Sebelumnya almarhum tanpa libur bertugas mengamankan operasi Ketupat Progo sejak 13 Maret lalu.
00:23Jenazah almarhum Ibtu Nur Alim dievakuasi pada Rabu Siang.
00:28Setelah ditemukan meninggal dunia di sebuah warung makan, tak jauh dari pos pengamanan lebaran tempatnya bertugas di kawasan Tugu Palputih,
00:37kota Yogyakarta.
00:43Sebelum meninggal dunia, almarhum yang bertugas sebagai kepala pos pengamanan meminta izin kepada rekan-rekannya untuk makan siang.
00:52Saat itu almarhum mengeluh, kondisi kesehatannya menurun.
00:58Tak lama berada di warung makan, kepala unit lantas polsek gedong tengah ini mendadak jatuh pingsan.
01:06Kuat dugaan, almarhum kelelahan setelah tanpa libur bertugas mengamankan lebaran sejak 13 Maret lalu.
01:21Sebelumnya memang sehari sebelumnya memang mengeluh sama Pak Ares terkait kondisi badan beliau karena mungkin kelelahan diduga sempat dimasuk angin
01:38ya.
01:38Masuk angin, sempat mengeluh masuk angin.
01:41Pak, sebenarnya beliau mengeluh sakit itu baru kemarin ya? Hari-hari sebelumnya tidak ada keluhan ya Pak?
01:45Iya, betul. Hari kemarin beliau menyatakan agak kurang enak jadi sempat beliau itu di terok.
01:51Di terok, tapi beliau tidak mencapai bahwa beliau disakit.
01:55Saya sudah panggungan-panggungan beliau.
01:58Pak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak, nolak.
02:14Namun almarhum mendadak jatuh pingsan.
02:22Makan, setengah makan atau gimana sih?
02:24Belum sempat makan, baru dua suapan paling itu.
02:27Oh dibawa sama apa tadi yang anugas itu masih penuh kok itu tadi.
02:35Oh ya iya, memang sudah.
02:38Pernyataan juga puncak dengan kami.
02:42Kecapean Bapak Ibu.
02:44Tapi tadi waktu datang, pas-pas ini tuh kondisinya terlihat masifit atau gimana?
02:49Tidak, tidak lalu.
02:50Kondisinya sudah sakit.
02:53Setelah dibawa ke rumah duka,
02:55jenazah almarhum langsung dimakamkan pada Rabu kemarin.
03:00Michael Aryawan, Kompas TV, Yogyakarta.
Komentar