- 5 menit yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah tengah mengkaji kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan global akibat konflik Iran vs Israel.
Kebijakan ini direncanakan berlaku satu hari dalam sepekan dan masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menilai implementasi WFH bukan hal baru, mengingat pengalaman selama pandemi COVID-19.
Selain itu, Pemprov juga telah mendorong efisiensi BBM melalui kebijakan penggunaan transportasi umum setiap hari Rabu bagi ASN.
Sementara itu, Ekonom INDEF, Abra Talattov, menilai bahwa kebijakan WFH selama satu hari per minggu tidak cukup signifikan dalam menekan konsumsi BBM secara nasional.
Baca Juga [FULL] Direktur Eksekutif CORE Indonesia Bicara soal Wacana WFH hingga Strategi Hemat BBM di https://www.kompas.tv/nasional/659137/full-direktur-eksekutif-core-indonesia-bicara-soal-wacana-wfh-hingga-strategi-hemat-bbm
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659138/full-chico-hakim-dan-indef-soal-wacana-wfh-asn-untuk-hemat-bbm-singgung-efektivitas-kebijakan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara pemerintah sudah membahas wacana kerja dari rumah atau work from home bagi aparatur sipil negara atau ASN sebagai bagian
00:07dari penghematan dampak perang Iran.
00:10Kebijakan ini rencananya akan diterapkan sehari dalam seminggu.
00:13Lantas apakah kebijakan ini akan efektif untuk menekan konsumsi BBM nasional dan apa solusi lain untuk menghemat BBM?
00:20Kita bahas bersama di pagi hari ini melalui sambungan daring, sudah hadir melalui sambungan daring ada ekonom Indef Abra Talatov
00:28dan juga ada staf khusus Gubernur NKI Jakarta Ciko Hakim.
00:31Selamat pagi, Assalamualaikum Bapak-Bapak.
00:34Selamat pagi, Waalaikumsalam.
00:36Saya mau ke Mas Ciko dulu, Mas Ciko ini kan kalau pemerintah pusat sudah sepakat untuk akan menerapkan kebijakan work
00:42from home,
00:43tapi kemudian ini akan dilaporkan kepada Presiden dan rencananya akan diumumkan langsung oleh Menko Perekonomian Erlangga Hartarto.
00:51Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta kesiapannya seperti apa untuk menghadapi UEFA ini?
00:57Saya rasa Pemprov DKI Jakarta yang pertama seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Pramono Anum, posisi kita adalah standby.
01:03Artinya kita menunggu arahan dari pemerintah pusat dan ketika arahan itu sudah keluar, pastinya kita langsung akan mengeksekusi itu.
01:11Dan rasa-rasanya ini sesuatu hal yang kita suka sangat cukup siap, karena memang Pemprov DKI Jakarta sebelum ini seperti
01:18disampaikan oleh Patito Karnavian tadi,
01:20seluruh Indonesia bahkan telah melakukan pekerja di dalam rumah atau pekerja from anywhere di masa pandemi yang lalu.
01:31Bahkan itu juga tahunan ya, bukan cuma beberapa bulan.
01:34Dan ini saya rasa bukan hal yang baru, tetapi prinsipnya ya kita tetap menunggu arahan pemerintah pusat.
01:41Sampai hari ini kita tetap bekerja seperti apa yang dilakukan oleh semuanya,
01:50yaitu kalau ASN sampai tanggal 27 ini memang masih WFA, namun kembali kota kemarin kayaknya semuanya sudah pada masuk deh
02:00kalau yang di lingkungan balai kota ya.
02:02Kita lihat tempat-tempat lain.
02:04Jadi ini suatu hal yang bukan baru, tadi disampaikan Pak Patito dan bagi kami, kami siap-siap aja.
02:11Oke, jadi berarti Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini adalah stand-by dan siap mengikuti arahan dari pemerintah pusat terkait
02:19dengan kebijakan work from home ini.
02:21Nah, saya ingin...
02:23Tentunya tapi ada beberapa pekerjaan yang memang tidak bisa dilakukan di luar kantor ya terkait dengan pelayan publik.
02:32Oke, saya ingin ke Mas Abra dulu. Mas Abra ini kan kalau kita lihat ya, potensinya akan sehari dalam sepekan.
02:41Nah, kalau dari Indef sendiri menilai efektif nggak sih untuk bisa mengurangi konsumsi BBM kalau WFH-nya ASN itu sehari
02:50dalam sepekan?
02:51Atau seperti apa kalau dari kacamata Indef sendiri?
02:53Ya, Mbak. Jadi kan tujuan utama dari wacana kebijakan WFH ini kan untuk pengendalian konsumsi BBM.
03:02Supaya penjualan BBM-nya, baik yang subsidi maupun yang non-subsidi ini bisa mengalami penurunan di tengah stok BBM nasional
03:09terbatas.
03:10Dan di negara-negara lain sudah semua dalam situasi yang kritis.
03:14Australia, Filipina misalnya sudah mendeklarasikan darurat energi.
03:18Australia, peratusan SPBU juga sudah kehabisan stok.
03:21Jadi, WFH ini saya pikir hanya menjadi salah satu cara saja, Mbak.
03:26Untuk menimbulkan sense of crisis kepada masyarakat juga.
03:31Jadi, kalau bicara efektivitas tentu satu hari sangat tidak cukup.
03:36Dan kita bandingkan dengan pengalaman 2020 ketika itu PSBB tahap pertama pandemi COVID-19.
03:43Itu kan dilaksanakan secara masif.
03:46Kemudian juga lebih lama.
03:48Dan ada paksaan, masyarakat tidak bisa keluar rumah.
03:51Saat itu saja penjualan BBM bisa turun 12,8%.
03:56Premium turun 26%, Pertolet turun 6% di tahun 2020.
04:01Tapi memang kondisinya sangat jauh berbeda dibandingkan saat ini.
04:05Bagaimana cara memastikan pemerintah untuk bagi ASN tidak melanggar, tidak keluar rumah.
04:11Tidak pelesiran tadi, apalagi kalau sampai WFH-nya hari Jumat.
04:14Jadi, saya melihat ini sebagai sebuah kampanye yang mulai ditunjukkan pemerintah ke masyarakat.
04:22Agar sama-sama kita sadar bahwa nanti akan ada situasi kritis yang mungkin saja kita hadapi.
04:30Jadi, masyarakat tidak boleh panik.
04:32Tidak boleh terjadi panik baying.
04:33Dan tentunya harus ada strategi lain selain WFH tadi, Mbak.
04:37Nah, itu dia. Harus ada strategi lain yang kemudian harus dipikirkan oleh pemerintah pusat.
04:41Kalau Anda menyebutkan langkah untuk work from home ini merupakan sense of crisis saja untuk jangka pendek.
04:48Tapi harus ada backup plan jangka panjang yang harus segera dirancang oleh pemerintah pusat
04:56untuk bisa mengantisipasi ketika dampak perang ini masih berjalan secara panjang.
05:01Nah, dari kacamata indef, backup plan seperti apa lagi dari jangka panjang selain kebijakan work from home?
05:07Kalau dari Mas Abra?
05:09Ya, WFH ini saya pikir hanya sebagian kecil langkah untuk mengurangi konsumsi.
05:13Yang paling fundamental adalah pertama pemerintah segera mempercepat reformasi subsidi BBM
05:22dari yang saat ini sifatnya terbuka menjadi targeted ataupun tertutup.
05:25Jadi, kan pertalai atau konsular subsidi ini ada kuotanya.
05:29Kalau misalnya nanti tidak segera subsidi-nya targeted atau tepat sasaran,
05:34ini akan ada potensi over kuota.
05:36Apalagi nanti di awal April biasanya kan seluruh SPBU, Pertamina maupun swasta
05:40akan melakukan koreksi harga BBM non-subsidi.
05:43Nah, sudah pasti nanti BBM non-subsidi akan ada kenaikan dan disparitas harganya akan jauh.
05:48Nah, itu akan berpotensi meningkatkan migrasi konsumen yang non-subsidi ke subsidi.
05:53Nah, over kuota itu bisa terjadi.
05:55Makanya yang pertama adalah pembatasan BBM subsidi ini hanya untuk masyarakat menengah bawah.
06:00Yang kedua, juga melihat nanti bagaimana stok BBM nasional,
06:05karena kan nanti ada potensi disrupsi ini, supply baik crude maupun BBM.
06:09Jadi, pemerintah juga mungkin di internal harus bisa memetakan kondisi darurat seperti apa,
06:15sehingga perlu dipertimbangkan adanya kuota pembelian.
06:19Misalnya, untuk BBM per hari itu dijatah satu mobil 40 liter.
06:24Karena di beberapa negara sudah mulai ada, Mbak.
06:26Dijatah per hari itu kan per bulan.
06:28Nah, ini apa? Ini untuk bisa menghela nafas stok BBM nasional kita.
06:33Dan yang kedua juga, selain membatasi kuota per mobil,
06:37adalah mulai mengidentifikasi sektor-sektor mana yang diproyitaskan.
06:41Karena pada akhirnya ketika nanti stok itu mulai menipis,
06:46itu nanti seluruh sektor akan berbutan.
06:47Maka pemerintah harus sedini mungkin mengidentifikasi sektor-sektor strategis.
06:52Misalnya logistik, manufaktur.
06:54Dan itu kan mau tidak mau harus tetap terjaga supply BBM-nya.
06:59Makanya harus mulai dipetakan sektor-sektor dan juga perusahaan-perusahaannya.
07:03Jangan sampai nanti hanya segelintir kelompok yang mendapatkan akses BBM tadi.
07:07Oke, itu tadi yang Anda katakan bahwa memang ada beberapa hal yang perlu didetailkan lagi oleh pemerintah
07:16untuk jangka panjangnya.
07:17Salah satunya tadi disebutkan ada pembatasan BBM bersubsidi,
07:21pembatasan penggunaan BBM,
07:23terus juga ada memprioritaskan sektor-sektor mana yang harus WFA,
07:28mana yang tidak perlu WFA,
07:29itu yang harus didetailkan lagi oleh pemerintah pusat untuk jangka panjangnya.
07:34Tapi yang kemudian menjadi pertanyaan saya ke Mas Ciko,
07:37Mas Ciko, kalau Pemprov Jakarta sendiri kan sebenarnya setiap hari Rabu ini
07:40sudah ada kebijakan ya bahwa ASN-nya harus menggunakan transportasi publik.
07:45Apakah nanti ke depannya akan ada penambahan hari?
07:48Tidak hanya hari Rabu saja, tapi mungkin hari Jumat atau hari Senin.
07:52Jadi tidak hanya satu hari untuk kemudian bisa melakukan efisiensi lagi
07:56untuk penggunaan BBM.
07:58Bagaimana?
07:59Ya tentunya pertanyaan seperti ini sering banget dilontarkan kepada kami ya,
08:04dan ini satu hal yang memang sebagai gebrakan dari Pak Pramuno Anung dan Pak Rano Karno
08:10ketika pertama kali menjabat di tahun lalu.
08:13Dan tentunya penghematan BBM di hari itu,
08:18walaupun kami belum menghitung secara pasti,
08:20tapi yang bisa dipastikan pengguna transportasi itu naik ke 100 ribu orang
08:27setiap hari Rabu.
08:28Yang biasanya 1 juta pengguna menjadi 1 juta 100 ribu,
08:31dan itu konsisten setiap hari Rabu naik.
08:34Artinya ada sekitar ratusan, mungkin hampir puluhan ribu kendaraan bermotor
08:40yang tidak beroperasi pada hari itu,
08:43dan rasa-rasanya ini juga adalah bagian dari penghematan BBM tadi.
08:47Yang pertama itu, yang kedua terkait dengan penambahan hari,
08:51sampai hari ini Bapak Pramuno Anung dan Pak Rano Karno
08:54belum menyampaikan terkait hal itu,
08:56tapi mungkin-mungkin saja salah-salah-salahnya,
08:58tapi prinsipnya kami tetap menunggu bagaimana arahan dari pemerintah pusat
09:02terkait dengan berapa hari akan ada work from anywhere,
09:06atau work from home,
09:07dan keputusan itu...
09:13Oke, ini masih dipikirkan lagi ya,
09:16apakah nanti akan ditambah untuk kebijakan tidak hanya hari Rabu,
09:19tapi juga ada hari lainnya yang kemudian harus ASN untuk bisa menggunakan transportasi publik,
09:25termasuk juga ini, menyiapkan transportasi publik agar masyarakat yang sebelumnya
09:30menggunakan kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi publik.
09:34Tentu ini juga harus disiapkan.
09:36Apakah nanti juga akan disiapkan bagaimana insentif-insentif,
09:39misalkan ada penurunan harga, ada diskon tarif ketika masyarakat,
09:46ataupun para pekerja di luar golongan yang digratiskan begitu ya,
09:51untuk transportasi publiknya.
09:53Jadi ada migrasi masyarakat yang biasanya naik kendaraan pribadi,
09:57bermigrasi menggunakan transportasi publik, Mas Ciko.
10:01Jadi Adisti, sebenarnya kan seperti Adisti mention barusan,
10:04bahwa memang ada 15 golongan yang kita gratiskan
10:08untuk transportasi umum yang ada di Jakarta.
10:12LRT Jakarta, MRT, dan Transjakarta.
10:15Atau Transjakabodetabek sekarang namanya,
10:16karena juga bukan hanya melayani dari point dari Jakarta ke Jakarta,
10:21tapi juga dari luar pinggiran Jakarta.
10:23Yang kedua, terkait dengan 15 golongan gratis ini sendiri pun belum begitu maksimal.
10:29Banyak yang masih belum mendaftarkan dirinya,
10:31sehingga belum mendapatkan gratis ya,
10:33dari Lansia, dari pekerja dengan penghasilan di bawah 6,5 juta,
10:38dari banyak lagi gitu, ASN,
10:40kalau ASN sudah pasti, tapi TNI Polri juga,
10:44tetapi banyak lagi golongan-golongan lain yang masih belum mendaftarkan dirinya.
10:47Dan kini dalam kesempatan ini juga kami mengajak untuk mendaftarkan diri,
10:50karena sesungguhnya,
10:52sorry,
10:53transportasi umum di Jakarta ini ketersambungannya sudah di atas 90 persen,
10:57sementara penggunaannya masih di bawah 25 persen.
11:01Jadi masyarakat ini masih belum terbiasa,
11:03from point A to point B,
11:05biasa masih menggunakan kendaraan bermotor,
11:08walaupun deket gitu jaraknya ya.
11:09Kebetulan saya tinggal di Jara Mampang, Jakarta Selatan,
11:12itu banyak sekali yang pergi ke warung,
11:14walaupun jaraknya nggak nyampe 300 meter aja naik motor gitu.
11:17Sementara sebenarnya ada mikrotrans misalnya,
11:20ada minitrans misalnya,
11:22dan juga masyarakat ini tidak harus berjalan lebih dari 500 meter
11:27untuk mendapatkan transportasi umum yang ada di Jakarta.
11:32Dan harapannya memang ini betul-betul harus dipikirkan
11:35bagaimana caranya kita sama-sama mensosialisasikan agar masyarakat menggunakan ini.
11:40Apakah nanti akan ada pengurangan lagi rasanya
11:42dengan kondisi ekonomi hari ini,
11:46kita tetap berpegangan pada 15 golongan gratis dulu, Adisti.
11:50Karena kalau kita lihat dari 15 golongan gratis itu, Adisti,
11:53sesungguhnya hampir di setiap rumah tangga itu ada 15 golongan itu.
11:56Ada lansia, ada pelajar, ada mahasiswa, gitu ya.
12:01Sesungguhnya kan artinya hampir di setiap rumah tangga ada itu
12:04dan pastinya itu akan mengurangi pengeluaran dari rumah tangga tersebut,
12:08khususnya juga terkait dengan pembelian BBM.
12:11Mudah-mudahan ke depan masyarakat mau untuk kemudian beralih secara total
12:17atau minimal separuh dalam seminggu untuk menggunakan transportasi masyarakat.
12:22Oke, indis ekonomi ya, rasa-rasanya 15 golongan dulu
12:26yang kemudian diprioritaskan untuk bisa dimaksimalkan,
12:29begitu untuk bisa menggunakan transportasi publik.
12:31Nah, saya mau ke Mas Abra dulu.
12:33Mas Abra, apa yang kemudian perlu diperhatikan oleh pemerintah,
12:37tidak hanya pemerintah pusat, tapi Pemprov lainnya,
12:39tidak hanya DKI Jakarta, tetapi semua pemerintah provinsi
12:43untuk kemudian mengantisipasi dampak terhadap produktivitas
12:46juga mendorong kebijakan lain seperti penggunaan transportasi umum yang tadi disebutkan
12:51dan juga pembatasan BBM bersubsidi.
12:54Iya, Mbak. Jadi tentunya UEFA ini ya harus sifatnya terukur dampaknya.
13:00Jadi, selain selektif ya, ASN maupun kepentingan lembaga yang memang non-esensial,
13:07yang kedua swasta juga ini sifatnya himbawan,
13:10jadi tidak boleh dipulur rata, karena tetap pelayanan publik harus diutamakan.
13:13Yang kedua adalah parameter keberhasilan.
13:17Nah, kalau saya mencoba membuat simulasi sederhana,
13:19misalnya taruhlah target pemerintah terhadap UEFA untuk ASN ini 2 juta.
13:242 juta pekerja dengan asumsi satu hari misalnya kita bisa menghemat 2 liter,
13:29karena ini skenario yang cukup moderat,
13:33itu paling tidak satu minggu itu bisa kita menghemat BBM itu sekitar 4,2 juta liter.
13:41Dalam satu bulan 17,8 juta liter.
13:43Nah, kalau kita konversi ke nilai subsidi,
13:46itu ada penghematan sekitar 30,4 miliar rupiah per bulan.
13:50Jadi, kalau dari sisi nilai subsidi memang ya sangat kecil,
13:53hanya sekitar 30 miliar dalam satu bulan.
13:56Tetapi, esensinya adalah setiap kebijakan itu harus bisa diukur keberhasilan.
14:00Jadi, kan nanti UEFA satu hari.
14:03Entah itu hari Jumat atau hari Rabu,
14:05pemerintah harus bisa mereview dalam hari itu UEFA,
14:09kira-kira penurunan penjualan BBM itu berapa persen.
14:12Nah, ketika memang dianggap cukup efektif,
14:14di minggu ke-2, minggu ke-3,
14:15baru nanti bisa jadi ada adjustment lagi.
14:18Apakah itu harinya diganti ataupun ditambah hari.
14:21Tergantung tadi efektivitas.
14:22Karena sangat tergantung dengan kedisiplinan para pekerja juga.
14:26Nah, yang kedua, selain UEFA,
14:28tentu tadi selain mendorong penggunaan kendaraan umum,
14:33masyarakat juga paling tidak sebagian bisa kembali ke kebiasaan yang lama.
14:38Misalnya, bersepeda ke kantor, mbak.
14:40Dulu kan ada back to work.
14:41Bahkan, kalau kondisi ekstrim, mbak, di Kuba,
14:44itu karena di sana energinya sedang krisis,
14:47itu masyarakat berjalan ke kantor dalam kondisi kritis.
14:50Jadi memang harus ada pilihan-pilihan bagi masyarakat.
14:54Nah, yang terakhir, yang menurut saya juga menarik adalah
14:56perlu adanya percepatan penggunaan kendaraan listrik.
15:00Baik mobil maupun motor listrik.
15:02Nah, contoh ini, mbak.
15:04Ada 7 juta pekerja ojek online.
15:08Nah, kalau kita simulasikan dari 7 juta itu,
15:11per kendaraan dalam satu hari itu 5-10 liter BBM,
15:18kalau sebagiannya kita 20-30% saja kita arahkan
15:22untuk menggunakan motor listrik dengan danyakan pemerintah,
15:24itu bisa ada penghematan BBM sekitar 2,5-2,7 miliar liter per tahun.
15:29Dan otomatis juga masih akan mengurangi subsidi BBM.
15:32Jadi memang harus ada diversifikasi penggunaan
15:36kendaraan dari berbasis BBM menjadi berbasis listrik, mbak.
15:39Itu sebagai cara untuk juga mengurangi resiko
15:41akibat krisis BBM ke depan.
15:44Oke, mau tidak mau, suka atau tidak suka,
15:46kita harus tetap adaptif begitu ya,
15:48beradaptasi terhadap keadaan dan juga kondisi
15:51yang saat ini terjadi begitu.
15:53Saya ingin tahu juga, terakhir,
15:56karena menyinggung soal WFA,
15:58ini kan sehari dalam sepekan ya, Mas Ciko ya.
16:01Kalau jadi, kita belum ada finalnya sebenarnya,
16:05hari apa begitu.
16:06Tapi kemudian ada pengamat mengatakan,
16:08kalau hari Jumat ya sama aja bohong,
16:10bisa jadi long weekend,
16:11bukannya di rumah, malah di puncak, di Bandung.
16:14Nah, bagaimana kemudian bisa menjamin
16:16bahwa AS dan Pemprov DKI Jakarta
16:18benar-benar melakukan walk from home,
16:21bukan anywhere?
16:24Kalau menjamin itu kan kita lebih berpatokan,
16:27kita berharap ada integritas daripada para ASN-nya,
16:32itu aja sih.
16:32Kita kan nggak bisa pasang ankle bracelet misalnya,
16:35untuk dengan GPS misalnya ya,
16:38kan mereka berada di mana.
16:39Tetapi artinya, tentunya,
16:42kita akan tetap mengeluarkan aturan
16:45yang kemudian berharap
16:47dan juga meyakini bahwa
16:49sebagian besar dari ASN kita
16:52juga akan patuh terkait dengan itu.
16:54Dan mudah-mudahan,
16:54apapun yang diputuskan oleh pusat,
16:57bisa berdampak,
16:58dan semoga bisa segera juga
17:00keputusannya dikeluarkan,
17:02supaya kita juga bisa bersiap,
17:04dan saya rasa Pak Pramono Anung
17:06telah juga menyampaikan
17:08bahwa beliau juga siap
17:10mengeluarkan aturan-aturan lain
17:13yang mudah-mudahan bisa berdampak juga
17:15terkait dengan bagaimana pengurangan
17:17dari penggunaan BPN ini,
17:19supaya kita bisa men-support
17:21nasional, secara nasional
17:22program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
17:25Oke, sanksi apa yang bisa diberikan
17:27oleh Pemprov DKI Jakarta
17:29kepada ASN yang kemudian masih nakal nih,
17:31ketika work from home,
17:33bukannya di home,
17:33tapi kemudian di cafe,
17:34atau kemudian justru malah liburan?
17:37Pertanyaannya apakah aturannya itu
17:39betul-betul WFH atau WFA,
17:42work from anywhere,
17:43kalau work from anywhere,
17:44kan saya rasa boleh.
17:46Tapi kalau misalkan work from home?
17:48Kalau misalnya work from home,
17:50tentunya nanti akan pasti ada teguran,
17:52sifatnya.
17:52Pertama, sesuai dengan aturan-aturan lah,
17:55akan ada bertahap terkait dengan itu.
17:57Biasanya kalau ditegur aja,
17:59udah pasti biasanya patuh selama ini.
18:03Oke, baik.
18:03Saya ke Mas Abra.
18:04Mas Abra, terakhir Mas Abra,
18:06tiga poin kritis Anda
18:07untuk soal efisiensi BBM
18:09di tengah dampak perang Iran,
18:11Israel, dan juga Amerika Serikat
18:13kepada Indonesia.
18:14Ya, Mbak, jadi pesan penting
18:16yang harus kita sampaikan ke publik
18:19bahwa strategi diet BBM ini
18:21jangan sampai hanya bertumbuh pada WFH.
18:24Yang lebih penting adalah
18:25kesadaran bahwa kita harus bisa
18:27melakukan pengendalian perjalanan
18:29yang tidak perlu.
18:30Perjalanan menggunakan kendaraan,
18:32khusus kendaraan pribadi.
18:33Jadi, kesadaran ini harus dibangun
18:35sehingga hemat BBM itu
18:37jangan kita maknai
18:38untuk membatasi kegiatan ekonomi.
18:41Jadi, antara pembatasan penggunaan BBM
18:43jangan sampai dikontradiksikan
18:45dengan akan menurunkan produktivitas ekonomi.
18:48Jadi, tetap ekonomi kita
18:49bisa akan tumbuh
18:50sepanjang masyarakat sadar
18:52bahwa kita harus mengendalikan
18:54konsumsi BBM yang tidak perlu.
18:55Harus efisien.
18:56Baik individu maupun di sektor bisnis,
18:59usaha, logistik, dan sebagainya.
19:01Itu pemerintah harus bisa
19:02memastikan penggunaan BBM itu
19:05efisien dan bisa cukup
19:07untuk situasi kritis ini.
19:10Sehingga pertumbuhan ekonomi
19:11tetap bisa kita harapkan
19:13sesuai dengan target
19:14sama-sama gitu, Mbak.
19:16Oke, baik.
19:17Terima kasih nanti kita akan
19:18jumpa lagi di
19:20perbincangan selanjutnya.
19:21Terakhir dengan ketika
19:23pemerintah pusat sudah
19:24benar-benar memutuskan
19:25work from home
19:27untuk berapa hari dalam sepekan.
19:28Terima kasih.
19:29ekonom dari Indef Abra Talatov
19:32dan juga staf khusus
19:33Gubernur DKI Jakarta
19:34Mas Ciko Hakim
19:35juga telah bergabung bersama kami.
19:36Sehat selalu, Bapak-Bapak.
19:37Assalamualaikum.
19:38Selamat pagi.
19:39Terima kasih.
Komentar