Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
FILIPINA, KOMPAS.TV - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Junior pada Selasa (2/3/2026) menyatakan keadaan darurat energi nasional sebagai respons terhadap kondisi di negaranya imbas konflik Timur Tengah.

Para pekerja transportasi, penumpang dan kelompok konsumen di Manila berencana mengadakan mogok selama dua hari mulai Kamis (26/3/2026) mendatang.

Hal ini dilakukan sebagai protes kenaikan harga bahan bakar dan mereka juga menyebutnya sebagai kegagalan pemerintahan Marcos.

Sebelumnya, Presiden Filipina Marcos menyatakan bahwa konflik Timur Tengah telah menimbulkan ketidakpastian di pasar energi global, gangguan rantai pasok parah serta kenaikan harga minyak internasional.

Di Kota Ahmedabad, India, para pengendara harus mengantre panjang di pom bensin karena pasokan bahan bakar menipis, akibat krisis di Timur Tengah.

Sejumlah konsumen kehilangan kesabaran.

Pasalnya, antrean panjang tersebut telah berlangsung selama lima hari terakhir.

Sementara di Dhaka, Bangladesh kendaraan mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU, usai beberapa SPBU sudah ditutup.

Asosiasi pemilik pompa bensin Bangladesh memperingatkan, beberapa SPBU mungkin terpaksa ditutup, sambil mendesak pihak berwenang untuk memperketat keamanan di tengah laporan penyitaan bahan bakar dan kerusuhan di pom bensin.

Baca Juga Kala Iran Ancam Harga Minyak 200 Dolar: Filipina, Thailand, Bangladesh, Terapkan Hemat Energi di https://www.kompas.tv/internasional/656581/kala-iran-ancam-harga-minyak-200-dolar-filipina-thailand-bangladesh-terapkan-hemat-energi

#filipina #minyak #bbm

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/659026/presiden-filipina-tetapkan-darurat-energi-harga-bbm-naik-picu-aksi-mogok-kerja
Transkrip
00:00Saudara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Junior pada selasa menyatakan keadaan darurat energi nasional
00:06sebagai respon terhadap kondisi di negaranya imbas konflik Timur Tengah.
00:12Para pekerja transportasi, penumpang, dan kelompok konsumen di Manila
00:17berencana mengadakan mogok selama dua hari mulai Kamis.
00:21Hal ini dilakukan sebagai protes kenaikan harga bahan bakar
00:25dan mereka juga menyebutnya sebagai kegagalan pemerintahan Marcos.
00:30Sebelumnya Saudara Presiden Filipina Marcos menyatakan bahwa konflik Timur Tengah
00:35telah menimbulkan ketidakpastian di pasar energi global,
00:39gangguan rantai pasok parah, serta kenaikan harga minyak internasional.
00:58Di kota Ahmedabad, India, para pengendara harus mengantri panjang di pembensin
01:04karena pasokan bahan bakar menipis akibat krisis di Timur Tengah.
01:08Sejumlah konsumen kehilangan kesabaran.
01:11Pasalnya Saudara, antrian panjang tersebut telah berlangsung selama lima hari terakhir.
01:42Pasalnya Saudara, antrian panjang tersebut telah berlangsung selama lima hari terakhir.
01:46Kisah kendaraan mengantri berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU
01:51usia beberapa SPBU sudah ditutup.
01:53Asosiasi pemilik pompa bensin Bangladesh memperingatkan
01:57beberapa SPBU mungkin terpaksa ditutup
02:00sambil mendesak pihak berwenang untuk memperketat keamanan
02:04di tengah laporan penyitaan bahan bakar dan kerusuhan di pompa bensin.
Komentar

Dianjurkan