00:00Saudara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Junior pada selasa menyatakan keadaan darurat energi nasional
00:06sebagai respon terhadap kondisi di negaranya imbas konflik Timur Tengah.
00:12Para pekerja transportasi, penumpang, dan kelompok konsumen di Manila
00:17berencana mengadakan mogok selama dua hari mulai Kamis.
00:21Hal ini dilakukan sebagai protes kenaikan harga bahan bakar
00:25dan mereka juga menyebutnya sebagai kegagalan pemerintahan Marcos.
00:30Sebelumnya Saudara Presiden Filipina Marcos menyatakan bahwa konflik Timur Tengah
00:35telah menimbulkan ketidakpastian di pasar energi global,
00:39gangguan rantai pasok parah, serta kenaikan harga minyak internasional.
00:58Di kota Ahmedabad, India, para pengendara harus mengantri panjang di pembensin
01:04karena pasokan bahan bakar menipis akibat krisis di Timur Tengah.
01:08Sejumlah konsumen kehilangan kesabaran.
01:11Pasalnya Saudara, antrian panjang tersebut telah berlangsung selama lima hari terakhir.
01:42Pasalnya Saudara, antrian panjang tersebut telah berlangsung selama lima hari terakhir.
01:46Kisah kendaraan mengantri berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU
01:51usia beberapa SPBU sudah ditutup.
01:53Asosiasi pemilik pompa bensin Bangladesh memperingatkan
01:57beberapa SPBU mungkin terpaksa ditutup
02:00sambil mendesak pihak berwenang untuk memperketat keamanan
02:04di tengah laporan penyitaan bahan bakar dan kerusuhan di pompa bensin.
Komentar