Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat dan Israel dianggap unggul secara militer dibanding Iran.

Namun hingga saat ini, Amerika Serikat dan Israel belum mampu menumbangkan rezim di Iran.

Dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel, Iran memakai strategi yang digambarkan sebagai perang atrisi.

Iran membuat konflik berlarut-larut dan berkepanjangan hingga melemahkan lawan dengan menguras sumber daya dan menimbulkan kerugian berkelanjutan sampai kemampuan bertempur lawan lemah.

Selain itu, salah satu strategi Iran adalah menutup Selat Hormuz.

Iran juga menarget kapal-kapal asing yang melewati jalur utama ekspor minyak ini.

Imbasnya lalu lintas pengiriman minyak tersendat dan memicu turbulensi harga minyak dan bahan bakar, khususnya di AS.

AS pun terpaksa menguras cadangan minyak strategisnya demi menurunkan harga BBM di negaranya.

#strategi #iran #perang #as #israel

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658569/iran-gunakan-perang-atrisi-benarkah-as-israel-sudah-terjebak-konflik-panjang-dan-melelahkan

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Amerika Serikat dan Israel dianggap unggul secara militer dibanding Iran.
00:04Namun hingga saat ini, Amerika Serikat dan Israel belum mampu menumbangkan rezim di Iran.
00:10Dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel, Iran memakai strategi yang digambarkan sebagai perang atrisi.
00:17Iran membuat konflik berlarut-larut dan berkepanjangan hingga melemahkan lawan dengan menguras sumber daya
00:24dan menimbulkan kerugian berkelanjutan sampai kemampuan bertempur lawan melebah.
00:32Selain itu, salah satu strategi Iran adalah menutup Selat Hormuz.
00:37Iran juga menargetkan kapal-kapal asing yang melewati jalur utama ekspor minyak ini.
00:42Imbasnya lalu lintas pengiriman minyak tersendat dan memicu turbulensi harga minyak dan bahan bakar, khususnya di Amerika Serikat.
00:50Amerika Serikat pun terpaksa mengurus cadangan minyak strategisnya demi menurunkan harga BBM di negaranya.
01:00Selain itu, Iran diam-diam telah menghabiskan puluhan tahun untuk membangun bangker bawah tanah
01:07guna melindungi persenjataan rudalnya dari kehancuran.
01:11Namun nampaknya Amerika Serikat dan Israel telah mengetahui lokasi ini.
01:15Pesawat tempur Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus beroperasi di atas puluhan pangkalan besar Iran.
01:22Amerika Serikat dan Israel diklaim telah menyerang bangker tempat penyimpanan rudal Iran.
01:30Para pengamat menyebut, perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel ini sebagai perang asimetris.
01:37Iran meluncurkan sejumlah rudal dan drone kamikaze yang berbiaya murah untuk menyerang Amerika Serikat dan Israel.
01:44Sementara Israel memiliki Iron Dome untuk mencegat serangan Iran.
01:50Namun biaya operasional Iron Dome ini sangat mahal saudara,
01:54yakni mencapai Rp50.000 hingga Rp150.000 USD per intersepsi.
02:02Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tak akan ada opsi untuk gencatan senjata
02:07karena merasa pasukannya telah menang dan menyebut pihak Iran telah kehilangan banyak infrastruktur militer dan juga pemimpin di setiap level.
02:20I don't want to do a ceasefire.
02:22You know, you don't do a ceasefire when you're literally obliterating the other side.
02:26They don't have a navy.
02:28They don't have an air force.
02:29They don't have any equipment to...
02:31They don't have any spotters.
02:32They don't have anti-aircraft.
02:34They don't have radar.
02:35And their leaders have all been killed at every level.

Dianjurkan