Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memasuki pekan ketiga konflik AS-Israel dengan Iran, Donald Trump harus berhadapan dengan persoalan baru.

Direktur Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent, tiba-tiba mundur.

Pada Selasa, 17 Maret, Kent dikabarkan menyampaikan langsung surat pengunduran dirinya ke Donald Trump di Washington, D.C., dan mengumumkan keputusannya itu di media sosial miliknya.

Pengunduran diri Joe Kent tentu mengejutkan karena selama ini Kent dikenal sebagai pendukung setia Donald Trump.

Sepak terjangnya sebagai veteran tempur juga menambah tanda tanya besar soal alasan kemundurannya.

Melalui akun X-nya, Joe Kent menjelaskan ia tak setuju dengan perang yang dimulai AS bersama Israel ke Iran.

Menurut Kent, posisi Iran tidak memberi ancaman langsung ke Amerika Serikat.

Kent menuding perang ini ulah provokasi PM Israel, Benjamin Netanyahu, ke Presiden AS, Donald Trump.

Tidak hanya ditinggal pengikut setianya, Trump juga harus menelan pil pahit dipunggungi oleh sekutu-sekutunya.

Sejumlah negara menolak permintaan Trump untuk memblokade Selat Hormuz oleh Iran.

Inggris, Jepang, dan Jerman misalnya, sudah memberi pernyataan tegas tak akan mengirimkan kapal perang mereka ke Selat Hormuz.

Pemerintah Spanyol juga menyampaikan hal senada, tidak akan ikut serta dalam operasi militer di Selat Hormuz karena menilai perang AS-Israel melawan Iran sebagai tindakan ilegal.

#trump #perangiran #sekutu #as

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658566/trump-hanya-berteman-netanyahu-di-perang-iran-loyalis-mundur-dan-sekutu-tolak-blokade-selat-hormuz

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Memasuki pekan ketiga konflik Amerika Serikat Israel dengan Iran, Donald Trump harus berhadapan dengan persoalan baru.
00:07Direktur Kontra Terorisme Nasional Amerika Serikat, Joe Kent, tiba-tiba mundur.
00:13Pada selasa 17 Maret, Kent dikabarkan menyampaikan langsung surat pengunduran dirinya ke Donald Trump di Washington DC
00:20dan mengumumkan keputusannya yaitu di media sosial miliknya.
00:23Pengunduran Joe Kent tentu mengejutkan karena selama ini Kent dikenal sebagai pendukung setia Donald Trump.
00:32Sepak terjangnya sebagai veteran tempur juga menambah tanda tanya besar soal alasan kemundurannya.
00:43Melalui akun X-nya, Joe Kent menjelaskan ia tak setuju dengan perang yang dimulai Amerika Serikat bersama Israel ke Iran.
00:52Menurut Kent, posisi Iran tidak memberi ancaman langsung ke Amerika Serikat.
00:57Kent menuding perang ini ulah provokasi PM Israel Benyamin Netanyahu ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
01:09Tidak hanya ditinggal pengikut setianya, Trump juga harus menelan pil pahit dipunggungi oleh sekutu-sekutunya.
01:17Sejumlah negara menolak permintaan Trump untuk memblokade Selat Horbus oleh Iran.
01:23Inggris, Jepang, dan Jerman misalnya sudah memberi pernyataan tegas tak akan mengirimkan kapal perang mereka ke Selat Horbus.
01:32Pemerintah Spanyol juga menyampaikan hal senada.
01:35Tidak akan ikut serta dalam operasi militer di Selat Horbus karena menilai perang Amerika Serikat Israel melawan Iran sebagai tindakan
01:44ilegal.
01:47Tidak hanya mengajak sekutunya saudara, Trump bahkan merayu Tiongkok agar mengirimkan bantuan militer untuk membuka blokade di Selat Horbus.
01:56Alasan Trump ikut menyentil Xi Jinping karena menilai Tiongkok jadi salah satu negara yang paling diuntungkan dari stabilitas jalur Selat
02:05Horbus.
02:05Sehingga sudah sepatutnya Tiongkok ikut serta dalam operasi pengamanan di Selat Horbus.
02:11Tapi dengan tegas Tiongkok bilang tak akan membantu Amerika Serikat.
02:21Trump menyampaikan kekecewaannya atas penolakan negara-negara sekutu dalam membantu perang melawan Iran di Selat Horbus.
02:30Trump menyindir kalau NATO tak tahu berterima kasih dan tak setia pada Amerika Serikat.
02:36Padahal Trump merasa Amerika Serikat selalu siap sedia untuk NATO.
02:42Well, they should be thanking me because many of them get 90% China as an example.
02:48Should be thanking us, but I don't expect to thank you, but they should be thanking us.
02:52Japan gets 95%, China 91%.
02:57Many of the country, South Korea gets a tremendous percentage of their oil and therefore their energy from the Straits.
03:14Di tegah ribut-ribut penutupan Selat Horbus hingga mendorong telah meminta dukungan sana-sini,
03:20Iran justru dengan santai mengklaim tak pernah memblokade Selat Horbus.
03:25Otoritas Iran bilang kapal-kapal dari negara yang tak terlibat perang tetap diizinkan untuk melintasi Selat Horbus.
03:32Dengan tegas, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragji menyebut,
03:37Selat Horbus hanya akan ditutup untuk musuh dan pihak yang mendukung agresi militer Amerika Serikat Israel.
Komentar

Dianjurkan