Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, satu per satu para pejabat tertinggi Iran berguguran karena dibidik oleh Amerika Serikat dan Israel.

Namun alih-alih meredup, tewasnya para tokoh kunci ini justru membuat Iran kian agresif, memburu mata-mata Mossad di lingkaran dalam, dan mengencarkan serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah.

Situasi ini membuat bara di Timur Tengah kian membara, bahkan memancing reaksi dari negara-negara Teluk.

Setelah kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, satu per satu para pejabat tertinggi Iran berguguran karena dibidik oleh Amerika Serikat dan Israel. Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 16 pejabat tinggi Iran dan Garda Revolusi Iran.

Tiga di antaranya merupakan tokoh kunci, yakni Komandan Pasukan Basij Iran Gholam-Reza Soleiman, Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani, dan yang terbaru Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib.

Baca Juga Keras! Trump Beri Iran Waktu 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik di https://www.kompas.tv/internasional/658563/keras-trump-beri-iran-waktu-48-jam-untuk-buka-selat-hormuz-ancam-hancurkan-pembangkit-listrik

#mossad #matamata #perang

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/658564/pimpinan-berguguran-iran-makin-agresif-buru-mata-mata-israel-amerika-serikat-berut

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Sri Gunawan.
00:04Saudara Teheran sedang menghadapi situasi kehilangan besar setelah kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
00:12satu persatu para pejabat tertinggi Iran berguguran karena dibidik oleh Amerika Serikat dan Israel.
00:19Namun Ali Ali meredup tewasnya para tokoh kunci ini justru membuat Iran kian agresif
00:24memburu mata-mata musad di lingkaran dalam dan mengencarkan serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah.
00:32Situasi ini membuat bara di Timur Tengah kian membara, bahkan memancing reaksi dari negara-negara teluk.
00:42Kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat serangan Amerika Serikat Israel pada 28 Februari
00:49jadi pukulan telak bagi Iran.
00:51Warga Iran turun ke jalan berduka atas kematian pemimpin tertinggi mereka.
00:58Mujtaba Khamenei akhirnya ditunjuk untuk memegang tongkat komando pemimpinan tertinggi Iran menggantikan sang ayah.
01:06Kematian Ali Khamenei ini jadi pemicu Iran untuk melancarkan serangan balasan pada Amerika Serikat dan Israel.
01:19Setelah kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei,
01:24satu persatu para pejabat tertinggi Iran berguguran karena dibidik oleh Amerika Serikat dan Israel.
01:31Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 16 pejabat tinggi Iran dan garda revolusi Iran.
01:38Tiga di antaranya merupakan tokoh kunci yakni Komandan Pasukan Basit Iran Golam Reza Suleiman,
01:45Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani,
01:49dan yang terbaru Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib.
02:02Kematian sejumlah tokoh kunci Iran secara berturut-turut menjadi pukulan bagi warga Iran.
02:09Ribuan orang berkumpul di Teheran, Iran untuk menghadiri pemakaman Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Larijani,
02:16serta Kepala Pasukan Basit Golam Reza Suleiman.
02:20Larijani adalah tokoh politik paling menonjol di Iran yang juga pernah menjabat sebagai penasehat pemimpin tertinggi
02:28serta Ketua Parlemen dari 2008 hingga 2020.
02:40Kehilangan tiga pejabat penting dalam dua hari berturut-turut memantik respons dari Presiden Iran Masud Pezeskiyah.
02:49Melalui unggahan di Platform X, Pezeskiyah mengecam keras serangan yang membunuh para pejabat tinggi Iran.
02:56Pezeskiyah bahkan menyebut dengan istilah pembunuhan pengecut.
03:00Ia menambahkan bahwa jalan mereka akan berlanjut lebih kuat dari sebelumnya.
Komentar

Dianjurkan