Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menyoroti budaya laporan yang tidak akurat sekaligus mengapresiasi langkah penindakan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah.

Terkait program MBG, Prabowo menyebut pemerintah langsung melakukan pengecekan saat muncul kritik.

"MBG diserang cek saya langsung cek panggil kepala BGN dan saya terus saya terus cross check saya kirim orang-orang saya ngecek," kata Prabowo kala menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan pakar dan jurnalis di Hambalang, Kamis (19/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa penindakan telah dilakukan terhadap dapur yang bermasalah.

"Sudah peningkatan yang sudah di-suspend 1030," jelasnya.

Selain itu, pemerintah menerapkan standar dan membuka akses pengaduan publik.

"Kalau enggak beres ditutup disuspen aja sudah terserah kau," tegasnya.

"Habis itu kita kasih nomor telepon bebas pulsa. Siapapun boleh cek dan titik koordinat dari dapur itu diketahui oleh masyarakat sekitarnya," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu Presiden juga menanggapi terkait budaya ABS asal bapak senang lewat laporan-laporan data palsu.

"Jadi kita ini apalagi saya saya selalu katakan saya sudah lama jadi orang Indonesia ya. Jadi budaya ABS ini asa Bapak senang, asal Ibu senang, laporan palsu ini sudah membudaya saya kira di semua institusi. This is part of our problem," kata Presiden.

Ia menegaskan pentingnya menerima laporan yang tidak menyenangkan dan melakukan verifikasi langsung.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Aktivis Andrie Yunus Diserang, Prabowo Tegaskan Usut Siapa Yang Nyuruh, Yang Bayar! di https://www.kompas.tv/nasional/658154/aktivis-andrie-yunus-diserang-prabowo-tegaskan-usut-siapa-yang-nyuruh-yang-bayar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658168/presiden-prabowo-apresiasi-bgn-suspend-dapur-mbg-bermasalah-singgung-budaya-laporan-palsu
Transkrip
00:00Terima kasih Pak Presiden, juga terima kasih atas kesempatan diskusinya yang kesekian kali, sebuah kehormatan juga untuk saya.
00:07Waktu melihat pesertanya Pak, saya sudah terbayang ini pasti nanti topiknya akan banyak menghalet soal geopolitik dan soal ekonomi.
00:16Tapi itu saya serahkan Pak Ijin ke pakar-pakar yang hadir di sini.
00:21Justru saya ingin menyoroti pidato Bapak beberapa hari lalu Pak.
00:27Bapak, waktu ulang tahun dan antara yang pertama.
00:31Waktu itu Bapak, ini saya ada kutipannya memberikan statement, jangan main-main lagi dengan saya.
00:38Laporan palsu, laporan menyenang-nenangkan supaya bisa akal-akalan.
00:43Saya kasih peringatan keras ya.
00:45Nah, terkait ini, boleh kasih konteksnya Pak.
00:49Ini kira-kira laporan palsu ini terkait apa?
00:52Bapak, oleh siapa, seberapa sering dan kira-kira bagaimana Bapak bisa sadar bahwa selama ini Bapak ada beberapa data yang
01:06palsu ya dalam laporan yang Bapak terima.
01:08Karena gini Pak, kesalahan data itu dalam laporan akibatnya bisa fatal.
01:15Bisa salah prioritas, Bapak bisa salah alokasi sumber daya juga.
01:21Apalagi Bapak kan pemimpin militer ya.
01:24Setidaknya dulu pernah menjadi pemimpin militer.
01:26Dan dalam militer itu kalau salah data itu taruhannya nyawa Pak.
01:30Nah, pertanyaan saya, apakah Bapak siap, benar-benar siap Pak untuk menerima laporan yang tidak menyenangkan?
01:41Itu yang pertama.
01:43Kemudian, saya ingin tahu juga upaya-upaya apa yang Bapak lakukan untuk meng-cross-check kebenaran laporan-laporan yang Bapak
01:52terima.
01:52Apakah Bapak misalnya mencari second opinion, atau Bapak mencoba mencari fakta di lapangan, mungkin Bapak sidak,
02:04atau Bapak mungkin melihat keluhan-keluhan masyarakat di sosmed, atau mungkin ada rencana, atau sudah ada,
02:11mungkin Bapak membuka saluran khusus untuk pengaduan dari masyarakat, merangkali.
02:17Dan apakah Bapak juga selama ini mencermati, tadi kan Bapak menyampaikan jam 3 memantau Youtube dan segala macam,
02:28mungkin kritikan-kritikan dari pengamat Pak, atau dari pers seperti kami, gitu ya.
02:35Dan yang ketiga saya ingin tahu, siapa teman diskusi Bapak?
02:40Karena gini Pak, apakah masih ada sosok-sosok non-birokrat ya Pak ya, yang selama ini menjadi teman diskusi Bapak?
02:53Semacam West Wing lah katakan seperti itu.
02:56Apakah mungkin, saya nggak tahu apakah KSP masih menjalankan fungsi itu, gitu ya.
03:01Karena dalam pengambilan keputusan atau kebijakan, biasanya untuk mematangkan itu perlu diskusi.
03:06Jadi, saya ingin tahu siapa Pak yang memainkan peran devil's advocate selama ini, untuk Bapak.
03:14Panjang ya Mas Moderator ya?
03:16Tidak ada pertanyaan tadi ya.
03:17Ah, tiga ya. Tapi satu topik, satu topik ya ya.
03:19Baik, jadi kita ini, apalagi saya, saya selalu katakan, saya sudah lama jadi orang Indonesia.
03:27Jadi, budaya ABS ini, asal Bapak senang, asal Ibu senang, laporan palsu ini, sudah membudaya.
03:42Saya kira di semua institusi.
03:51This is part of our problem.
03:55Benar.
03:56Kalau salah informasi, ya, keputusan tidak baik.
04:01Dan ini masalahnya, ya, sehingga kita harus punya mindset untuk waspada terhadap setiap laporan.
04:21Dan, benar, Mbak Retno, kita harus mau dan berani untuk menerima laporan yang paling tidak enak.
04:35Dan, benar, saya suka monitor, posting, podcast, yang menyakitkan pun saya nonton.
04:49Karena saya anggap, walaupun dia nyerang begitu dengan cara yang tidak baik,
04:54umpamanya ya, dan kadang-kadang saya ambil kesimpulan, oh ya, dia hanya, motivasinya hanya dendam aja,
05:01tidak apa-apa, tapi bagi saya ini, bagi saya itu adalah justru membuat saya lebih waspada.
05:13Jadi, saya sebetulnya, walaupun kurang ajar ya, tapi, oh ya, saya harus lebih waspada.
05:18Baru saya cek, MBG diserang, saya langsung cek.
05:27Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check, saya kirim orang-orang saya yang ngecek.
05:35Saya kira kalau nggak salah ya, mungkin saya bisa cek langsung malam ini.
05:38Dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu.
05:43Lebih dari seribu.
05:45Iya kan?
05:46Iya, benar, udah datanya ada ya, lebih dari seribu.
05:49Ini saya punya wakil kepala, satu ibu ya, ibu ini, ibu nani ya, ini galak sekali dia.
05:59Dia sidak terus kerjanya.
06:02Seribu tiga puluh ya?
06:05Iya, datanya seribu tiga puluh, Pak.
06:09Ada yang SP1, SP2 juga itu, Pak.
06:12Total seribu tiga puluh.
06:13Yang sudah di-suspend, seribu tiga puluh.
06:17Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi.
06:21Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan,
06:28kamu harus lulus sertifikasi kebersihan,
06:31sertifikasi keamanan makanan,
06:34dicek airnya gimana,
06:39airnya aman, airnya dimasak atau di apa tuh,
06:43kemudian omprengnya di,
06:45semua itu ada kriterianya.
06:47Mulai ada standarisasi.
06:49Oh iya, standarisasi.
06:50Dan kalau nggak beres, ditutup.
06:52Disuspend aja, sudah terserah kau.
06:54Habis itu kita kasih nomor telepon bebas pulsa,
06:58siapapun boleh cek,
07:00dan titik koordinat dari dapur itu diketahui oleh masyarakat sekitarnya.
07:06Jadi siapapun, ibu-ibu, orang tua, kepala sekolah,
07:10dia boleh masuk.
07:12Dan dia boleh komplain.
07:15Jadi memang laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik.
07:27Dan itu mungkin budaya Indonesia adalah,
07:30mungkin niatnya baik,
07:32tidak mau menyusahkan pimpinan.
07:36Mungkin ya niatnya baik.
07:40Contoh,
Komentar

Dianjurkan