00:00Terima kasih Pak Presiden, juga terima kasih atas kesempatan diskusinya yang kesekian kali, sebuah kehormatan juga untuk saya.
00:07Waktu melihat pesertanya Pak, saya sudah terbayang ini pasti nanti topiknya akan banyak menghalet soal geopolitik dan soal ekonomi.
00:16Tapi itu saya serahkan Pak Ijin ke pakar-pakar yang hadir di sini.
00:21Justru saya ingin menyoroti pidato Bapak beberapa hari lalu Pak.
00:27Bapak, waktu ulang tahun dan antara yang pertama.
00:31Waktu itu Bapak, ini saya ada kutipannya memberikan statement, jangan main-main lagi dengan saya.
00:38Laporan palsu, laporan menyenang-nenangkan supaya bisa akal-akalan.
00:43Saya kasih peringatan keras ya.
00:45Nah, terkait ini, boleh kasih konteksnya Pak.
00:49Ini kira-kira laporan palsu ini terkait apa?
00:52Bapak, oleh siapa, seberapa sering dan kira-kira bagaimana Bapak bisa sadar bahwa selama ini Bapak ada beberapa data yang
01:06palsu ya dalam laporan yang Bapak terima.
01:08Karena gini Pak, kesalahan data itu dalam laporan akibatnya bisa fatal.
01:15Bisa salah prioritas, Bapak bisa salah alokasi sumber daya juga.
01:21Apalagi Bapak kan pemimpin militer ya.
01:24Setidaknya dulu pernah menjadi pemimpin militer.
01:26Dan dalam militer itu kalau salah data itu taruhannya nyawa Pak.
01:30Nah, pertanyaan saya, apakah Bapak siap, benar-benar siap Pak untuk menerima laporan yang tidak menyenangkan?
01:41Itu yang pertama.
01:43Kemudian, saya ingin tahu juga upaya-upaya apa yang Bapak lakukan untuk meng-cross-check kebenaran laporan-laporan yang Bapak
01:52terima.
01:52Apakah Bapak misalnya mencari second opinion, atau Bapak mencoba mencari fakta di lapangan, mungkin Bapak sidak,
02:04atau Bapak mungkin melihat keluhan-keluhan masyarakat di sosmed, atau mungkin ada rencana, atau sudah ada,
02:11mungkin Bapak membuka saluran khusus untuk pengaduan dari masyarakat, merangkali.
02:17Dan apakah Bapak juga selama ini mencermati, tadi kan Bapak menyampaikan jam 3 memantau Youtube dan segala macam,
02:28mungkin kritikan-kritikan dari pengamat Pak, atau dari pers seperti kami, gitu ya.
02:35Dan yang ketiga saya ingin tahu, siapa teman diskusi Bapak?
02:40Karena gini Pak, apakah masih ada sosok-sosok non-birokrat ya Pak ya, yang selama ini menjadi teman diskusi Bapak?
02:53Semacam West Wing lah katakan seperti itu.
02:56Apakah mungkin, saya nggak tahu apakah KSP masih menjalankan fungsi itu, gitu ya.
03:01Karena dalam pengambilan keputusan atau kebijakan, biasanya untuk mematangkan itu perlu diskusi.
03:06Jadi, saya ingin tahu siapa Pak yang memainkan peran devil's advocate selama ini, untuk Bapak.
03:14Panjang ya Mas Moderator ya?
03:16Tidak ada pertanyaan tadi ya.
03:17Ah, tiga ya. Tapi satu topik, satu topik ya ya.
03:19Baik, jadi kita ini, apalagi saya, saya selalu katakan, saya sudah lama jadi orang Indonesia.
03:27Jadi, budaya ABS ini, asal Bapak senang, asal Ibu senang, laporan palsu ini, sudah membudaya.
03:42Saya kira di semua institusi.
03:51This is part of our problem.
03:55Benar.
03:56Kalau salah informasi, ya, keputusan tidak baik.
04:01Dan ini masalahnya, ya, sehingga kita harus punya mindset untuk waspada terhadap setiap laporan.
04:21Dan, benar, Mbak Retno, kita harus mau dan berani untuk menerima laporan yang paling tidak enak.
04:35Dan, benar, saya suka monitor, posting, podcast, yang menyakitkan pun saya nonton.
04:49Karena saya anggap, walaupun dia nyerang begitu dengan cara yang tidak baik,
04:54umpamanya ya, dan kadang-kadang saya ambil kesimpulan, oh ya, dia hanya, motivasinya hanya dendam aja,
05:01tidak apa-apa, tapi bagi saya ini, bagi saya itu adalah justru membuat saya lebih waspada.
05:13Jadi, saya sebetulnya, walaupun kurang ajar ya, tapi, oh ya, saya harus lebih waspada.
05:18Baru saya cek, MBG diserang, saya langsung cek.
05:27Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check, saya kirim orang-orang saya yang ngecek.
05:35Saya kira kalau nggak salah ya, mungkin saya bisa cek langsung malam ini.
05:38Dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu.
05:43Lebih dari seribu.
05:45Iya kan?
05:46Iya, benar, udah datanya ada ya, lebih dari seribu.
05:49Ini saya punya wakil kepala, satu ibu ya, ibu ini, ibu nani ya, ini galak sekali dia.
05:59Dia sidak terus kerjanya.
06:02Seribu tiga puluh ya?
06:05Iya, datanya seribu tiga puluh, Pak.
06:09Ada yang SP1, SP2 juga itu, Pak.
06:12Total seribu tiga puluh.
06:13Yang sudah di-suspend, seribu tiga puluh.
06:17Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi.
06:21Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan,
06:28kamu harus lulus sertifikasi kebersihan,
06:31sertifikasi keamanan makanan,
06:34dicek airnya gimana,
06:39airnya aman, airnya dimasak atau di apa tuh,
06:43kemudian omprengnya di,
06:45semua itu ada kriterianya.
06:47Mulai ada standarisasi.
06:49Oh iya, standarisasi.
06:50Dan kalau nggak beres, ditutup.
06:52Disuspend aja, sudah terserah kau.
06:54Habis itu kita kasih nomor telepon bebas pulsa,
06:58siapapun boleh cek,
07:00dan titik koordinat dari dapur itu diketahui oleh masyarakat sekitarnya.
07:06Jadi siapapun, ibu-ibu, orang tua, kepala sekolah,
07:10dia boleh masuk.
07:12Dan dia boleh komplain.
07:15Jadi memang laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik.
07:27Dan itu mungkin budaya Indonesia adalah,
07:30mungkin niatnya baik,
07:32tidak mau menyusahkan pimpinan.
07:36Mungkin ya niatnya baik.
07:40Contoh,
Komentar