Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah kekosongan kursi pemimpin tertinggi Iran selama lebih sepekan, akhirnya Majelis Ahli resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pengganti Ali Khamenei yang tewas akibat serangan militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Putra Ayatollah Ali Khamenei ini dipandang sebagai kandidat terdepan dalam pemungutan suara Majelis Ahli, yakni badan yang terdiri dari 88 ulama yang bertugas memilih pemimpin baru setelah Ali Khamenei.

Respons Trump sudah dapat ditebak. Ia menolak pemilihan Mojtaba dan menuntut ikut serta dalam suksesi. Bahkan Trump mengatakan kepemimpinan Mojtaba tidak akan lama.

Hingga kini konflik Iran dan Amerika Serikat yang didukung Israel masih berlangsung dan tak kunjung mereda. Di luar prediksi Amerika Serikat, serangan besar-besaran Washington tidak membuat pemerintah Teheran tumbang. Apa pun alasan Amerika dan Israel, Iran memutuskan untuk tetap melawan habis-habisan.

Pertanyaan kini, siapa yang akan jadi penentu berakhirnya perang.

Baca Juga Iran Bersiap Luncurkan Serangan Rudal Gelombang ke-51, Targetkan Pasukan AS di Arab Saudi di https://www.kompas.tv/internasional/657095/iran-bersiap-luncurkan-serangan-rudal-gelombang-ke-51-targetkan-pasukan-as-di-arab-saudi

#mojtabakhameni #trump #netanyahu #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/657108/mojtaba-khamenei-bawa-semangat-balas-dendam-iran-trump-netanyahu-langsung-ubah-strategi-perang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Berita utama kembali, saudara setelah kekosongan kursi pemimpin tertinggi Iran selama lebih sepekan,
00:06akhirnya Majelis Ahli resmi menunjuk Mujtava Hamene sebagai pengganti Ali Hamene
00:11yang tewas akibat serangan militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
00:18Putra Ayatollah Ali Hamene ini dipandang sebagai kandidat terdepan dalam pemungutan suara Majelis Ahli,
00:24yakni badan yang terdiri dari 88 ulama yang bertugas memilih pemimpin baru setelah Ali Hamene.
00:31Respon Trump sudah dapat ditebak, ia menolak pemilihan Mujtava dan menuntut ikut serta dalam suksesi.
00:38Bahkan Trump bilang kepemimpinan Mujtava tidak akan lama.
00:45Sontak, keputusan ini mendapatkan sambutan luar biasa dari bangsa Iran dan seluruh institusi negara
00:53untuk memperkuat persatuan.
00:55Para pendukung turun ke jalan-jalan di Teheran pada Senin pagi 9 Maret
00:59untuk merayakan pengangkatan Mujtava.
01:02Mereka berharap pemimpin baru mereka membalaskan dendam terhadap Israel dan Amerika.
01:20Seiring terpilihnya pemimpin tertinggi Iran, Mujtava Hamene, Iran terus melancarkan serangannya ke Israel.
01:28Serangan terbaru Iran berlangsung tak lama setelah Majelis Paikar memilih Mujtava Hamene sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
01:36Serangan ini dipandang sebagai deklarasi bahwa Iran tetap bertekad melawan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik ini.
01:45Iran bahkan menyatakan siap perang habis-habisan setelah sebelumnya Amerika membuka opsi melakukan invasi darat Iran.
01:54Korps Garda Revolusi Iran siap berperang skala penuh intensitas tinggi selama 6 bulan.
02:00Iran klaim rudal yang telah digunakan, sebagian besar, termasuk generasi pertama dan kedua produktsi tahun 2012.
02:08Iran bahkan belum menggunakan rudal yang diproduksi 10 tahun terakhir dan diklaim banyak peningkatannya.
02:20Terima kasih telah menonton!
02:34Terima kasih telah menonton!
02:48Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak takut dengan siapapun pemimpin yang terpilih di Iran.
02:55Trump pastikan pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.
03:02Trump juga secara terang-terangan menegaskan kekecewaannya soal pemimpin baru Iran Mujtava Hamene.
03:09Menurutnya, masalah di Iran bakal tetap sama seperti era Ali Hamene.
03:18Dan I'm once again calling on all members of the Iranian Revolutionary Guard, the military, and the police to lay
03:24down their arms.
03:26They're only going to be killed.
03:27And now is the time to stand up for the Iranian people and help take back your country.
03:32The United States will ensure that whoever leads the country next, Iran, will not threaten America or its neighbors, Israel,
03:39anybody.
03:40If you look at what happened, they had missiles aimed at all of these other countries, Qatar, Saudi Arabia, UAE,
03:47many others that weren't really involved very much.
03:51And they had missiles aimed.
03:52Well, they were aimed there long before this ever started.
03:54They were going after the entire Middle East.
03:57And then we came along.
03:59We blew up their party.
04:03Dentuman rudal dan syrinya peringatan masih memecah malam di sejumlah kawasan teluk.
04:08Iran terus melancarkan serangan ke sejumlah target yang berkaitan dengan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya.
04:17Pangkalan militer hingga fasilitas strategis menjadi sasaran dan memaksa negara-negara sekutu pamesang meningkatkan kewaspadaannya.
04:29Orang antara Amerika Serikat, Israel, melawan Iran tidak hanya membidik wilayah berkonflik.
04:35Lebih dari itu, beberapa negara di sekitarnya juga kena getahnya.
04:40Mulai dari Oman, Bahrain, hingga Kuwait turut menjadi target penyerangan.
04:46Rudal juga menyasar negara-negara teluk yang memiliki basis pangkalan militer milik AS dan menimbulkan kekhawatiran.
05:03Puncaknya adalah ketika pilar stabilitas Uni Eropa di Siprus ikut diusik.
05:08Iran dilaporkan menembakkan dua rudal ke pangkalan Inggris di Siprus.
05:13Hal itu memicu ketegangan negara-negara Uni Eropa.
05:16Mau tak mau, Inggris dan Perancis pun turun tangan mengerahkan kapal induk mereka ke Laut Mediterania.
05:23Kedua negara itu mengklaim pengerahan militer semata-mata untuk pertahanan.
05:32Presiden Perancis Emmanuel Macron mengerahkan kapal induk andalan Perancis dari Atlantik Utara menuju Mediterania Timur.
05:39Kapal induk Charles de Gaulle menjadi satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir di luar Amerika Serikat yang mampu menjalankan misi
05:47tempur jarak jauh secara mandiri.
05:49Kapal berbobot 38 ribu ton ini mampu menampung 40 jet tempur Rafale M, pesawat radar E-2C Hawkeye, dan sejumlah
05:59helikopter, serta Dovin, Karekal, dan HN-90.
06:15Tidak hanya kapal induk Perancis, Inggris juga mengirim kapal perang HMS Dragon menuju Laut Mediterania Timur pada selasa lalu.
06:24Langkah ini diambil setelah pangkalan udara Inggris di Siprus diserang oleh drone pasca serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel
06:33terhadap Iran.
06:34HMS Dragon adalah kapal perusak pertahanan udara tipe 45 yang dilekapi sistem rudal Sivaipar dan radar canggih yang dirancang untuk
06:44melacak dan menetralkan ancaman udara.
06:56Secara taktik, AS berhasil melancarkan serangannya ke target-target tujuan penyerangan.
07:02Bahkan, AS juga mampu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam serangannya.
07:09Namun, Iran tetap bertahan dengan terus melawan melalui rudalnya.
07:14Bahkan, Iran mengandalkan rasa kelelahan musuh dengan mengurus sumber daya pertahanan AS, Israel, dan sekutunya melalui eskalasi asimetris.
07:25Iran pun kini melancarkan perang asimetris dengan menyerang infrastruktur ekonomi,
07:30membuat AS kebingungan, dan mengancam stabilitas perdagangan global.
07:39Dalam upayanya untuk bertahan dari gempuran AS, Israel,
07:43Iran melancarkan serangan drone yang menyasar penyimpanan bahan bakar di sejumlah negara tetangganya.
07:49Salah satunya milik Oman.
07:51Akibat serangan itu, penyimpanan bahan bakar di pelabuhan salalah Oman terbakar hebat.
08:06Tak hanya di Oman, Iran juga menyerang tangki penyimpanan bahan bakar Bahrain.
08:11Kementerian Dalam Negeri Bahrain merilis video kebakaran besar yang terjadi di tangki penyimpanan bahan bakar,
08:17menyusul serangan Iran di kawasan Manama.
08:20Bahrain pada hari Rabu mengatakan bahwa militernya telah mencegat lebih dari 170 drone dan lebih dari 100 rudal
08:29sejak Iran mulai menargetkan negara-negara di kawasan itu.
08:34Usai serangan AS dan Israel terhadap Teheran.
08:45Dalam strateginya, Iran juga menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur perdangan global.
08:52Iran tak memperbolehkan kapal-kapal tanker pembawa minyak dan pupuk melintas.
08:57Penutupan ini menyebabkan kapal-kapal tanker tertahan dan antre di sekitar Selat Hormuz
09:02dan mengganggu pasokan minyak dunia.
09:04Taktis Asymetris Iran ini berhasil kerana banyak negara kalengkabud dengan mengguncang ekonomi yang ditimbulkan Iran.
09:14Kondisi ini tak diperkirakan Amerika Serikat sebelumnya.
09:24Terima kasih.
09:35selamat menikmati
10:00strategi yang dilancarkan
10:01Mojtama ini bukan sekedar
10:03geretakan militer, melainkan sebuah
10:05senjata ekonomi yang dirancang
10:07untuk mengguncang stabilitas
10:09ekonomi global. Iran bahkan
10:10mengancam dunia akan membuat harga minyak
10:13dunia membumbung mencapai 200 dolar
10:15AS per barel. Presiden
10:17Donald Trump mengatakan, angkatan laut
10:18AS bakal segera mengawal kapal-kapal
10:21tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz
10:23Trump sesumbar pihaknya
10:25bisa mengatasi ketegangan yang terjadi
10:27Selat Hormuz
10:47Hingga kini konflik Iran dan
10:49Amerika Serikat yang didukung Israel
10:51masih berlangsung dan tak kunjung meredah
10:53Di luar prediksi Amerika Serikat
10:55serangan besar-besaran Washington
10:57tidak membuat pemerintah Teheran tumbang
10:59Apapun alasan Amerika dan Israel
11:02Iran memutuskan untuk
11:03tetap melawan habis-habisan
11:05Pertanyaannya kini, siapa
11:07yang akan jadi penentu
11:09berakhirnya perang?
Komentar

Dianjurkan