Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SOLO, KOMPAS.TV - Warga antusias berebut gunungan hasil bumi serta makanan tradisional dalam tradisi Grebeg Poso atau Syawal yang digelar di halaman Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Warga yang sudah menunggu sejak Minggu (22/3/2026) pagi langsung menyerbu gunungan di halaman Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, usai didoakan.

Dalam waktu singkat, gunungan berisi hasil bumi dan makanan tradisional tak bersisa.

Tradisi Grebeg Poso atau Syawal digelar Keraton Kasunanan Surakarta sebagai simbol kemenangan di bulan suci. Bagi warga, tradisi ini juga merupakan sebuah berkah.

Keraton Kasunanan menyediakan dua gunungan yang diarak dari keraton menuju Masjid Agung Surakarta.

Kedua gunungan ini disebut jaler atau laki-laki dan wadon atau perempuan yang melambangkan kodrat manusia.

Tradisi yang sudah berjalan setiap tahun ini selalu mendapat antusias warga. Bahkan, mereka yang tidak kebagian rela mengais sisa gunungan yang berserakan.

Baca Juga Warga Aceh Tamiang Rayakan Idulfitri di Hunian Sementara Pascabanjir, Tetap Jaga Tradisi Silaturahmi di https://www.kompas.tv/nasional/658417/warga-aceh-tamiang-rayakan-idulfitri-di-hunian-sementara-pascabanjir-tetap-jaga-tradisi-silaturahmi

#grebegsyawal #solo #surakarta



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/658576/tradisi-grebeg-syawal-solo-yang-disambut-warga-gunungan-hasil-bumi-ludes-dalam-sekejap

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Berikutnya saudara warga antusias berebut gunungan hasil bumi serta makanan tradisional dalam tradisi gerebek sposo atau syawal yang digelar di
00:08halaman Masjid Agung Kraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.
00:18Warga yang sudah menunggu sejak minggu pagi langsung menyerbu gunungan di halaman Masjid Agung Kraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, usai
00:26didoakan.
00:27Dalam waktu singkat, gunungan berisi hasil bumi dan makanan tradisional tak bersisa.
00:33Tradisi gerebek sposo atau syawal digelar Kraton Kasunanan Surakarta sebagai simbol kemenangan di Pulau Suci.
00:41Bagi warga, tradisi ini juga merupakan sebuah berkah.
00:46Bapak kacang panjang sama dapat ini.
00:49Ini rencana mau diapakan ini?
00:51Mau dibuat sayur, nanti buat dimasak sama ibu di rumah.
00:54Apa sih yang dipercaya dari ini?
00:57Nanti biar bisa dapat berkahnya, kan tadi sudah didoain sama Abdindalem.
01:05Kraton Kasunanan menyediakan dua gunungan yang diarak dari Kraton menuju Masjid Agung Surakarta.
01:12Kedua gunungan ini disebut Jaler atau laki-laki dan Wadon atau perempuan yang melambangkan kodrat manusia.
01:21Seorang laki-laki itu harus mencari kebutuhan, mencari nafkah untuk mencukupi keluarganya.
01:26Makanya simbolnya adalah polo tadi.
01:29Gunungan perempuan, Pak Westri atau istri ini wujudnya adalah makanan-makanan yang siap saji.
01:36Artinya seorang perempuan harus mampu memanage hasil kerja suami, penghasilan suami,
01:41kemudian diolah sepemikian lupa untuk disiapkan, sajikan kepada keluarganya.
01:48Tradisi yang sudah berjalan setiap tahun ini selalu mendapat antusias warga.
01:53Bahkan mereka yang tidak kebahagiaan rela mengais sisa gunungan yang berserakan.
01:58Widi Nugroho, Kompas TV, Solo, Jawa Tengah
Komentar

Dianjurkan