00:00Di sebuah dasa kecil yang dikelilingi Bukit Hijau, hiduplah lima sahabat yang selalu bersama kemanapun pergi.
00:07Mereka adalah Raka yang pemberani, Dira yang cerdas, Bayu yang kuat tapi mudah kaget, Lene yang ceria dan penuh Yede,
00:15serta Tiu yang pendiam namun sangat teliti.
00:18Suatu sore, saat bermain di tepi sunga, Raka menemukan sesuatu yang aneh di balik batu besar.
00:24Eh, lihat ini, serunya, itu adalah peta tua, warnanya sudah kecoklatan, dengan gambar tengkorak kecil dan tulisan,
00:34Harta karun gua serigala, Bayu langsung merinding,
00:38Gua, serigala, jangan-jangan ada serigala beneran, Lene tertawa, pasti cuma nama,
00:45masa serigala simpan harta karun, Dira mengamati peta itu dengan serius,
00:50peta ini menunjuk ke bukit sebelah utara, Gua serigala memang ada di sana.
00:56Tio menatap peta lama-lama, lalu berkata pelan,
00:59kalau mau ke sana, kita harus kerjasama, mereka saling pandang, dan tersenyum.
01:06Petualangan pun dimulai, keesokan paginya, lima sahabat membawa bekal,
01:11air minum, santar, roti, dan tali kecil.
01:15Mereka berjalan menyusuri hutan, melewati jembatan kayu, dan mendaki bukit.
01:20Kalau aku takut, jangan ditinggal ya, kata Bayu.
01:24Raka menepuk bahunya, tenang, kita bareng-bareng.
01:28Tak lama kemudian, mereka melihat mulut gua besar berbentuk seperti mulut serigala itulah sebabnya disebut gua serigala.
01:36Dari dalam gua terdengar suara angin,
01:39Uhuh, Bayu memeluk tasnya.
01:41Itu, itu suara serigala, Dira tersenyum.
01:45Bukan, itu angin yang masuk ke telah batu.
01:48Mereka menyalakan sentar dan melangkah masuk.
01:51Di dalam gua, dindingnya berkilau terkena cahaya sentar.
01:55Ada gambar-gambar lama di batu, jejak kaki, simbol matahari, dan tanda panah.
02:02Ini seperti petunjuk.
02:04Seru lain, Tio memperhatikan lantai gua.
02:07Jangan sembarang melangkah.
02:08Ada batu yang berbeda.
02:10Benar saja saat Raka hampir melangkah, Tio menahannya.
02:15Batu itu bergoyang sedikit.
02:17Wah, hampir saja, kata Raka.
02:19Mereka berjalan perlahan, mengikuti simbol di dinding.
02:23Kadang lorongnya sempit, kadang melebar menjadi ruangan besar.
02:28Di salah satu ruangan, mereka menemukan teka-teki batu bertuliskan,
02:32Bersatu kita kuat, sendiri kita tersesat.
02:36Dira berpikir keras, kita harus melakukan sesuatu bersama.
02:40Mereka lalu berdiri melingkar dan mendorong batu besar itu bersama-sama.
02:45Jireyeka.
02:46Batu bergeser, membuka lorong rahasia.
02:49Lorong rahasia itu gelap dan berbelok-belok.
02:53Tiba-tiba terdengar suara.
02:54Au, Bayu menjerit kecil.
02:57Itu asai jelailah.
02:59Semua berhenti.
03:00Jantung berdebar.
03:02Tio mengarahkan senter ke depan.
03:04Ternyata itu gemangin yang keluar dari lubang batu berbentuk serigala.
03:09Lane tertawa lega.
03:10Gua ini pinter banget bikin orang takut.
03:13Di depan mereka ada jembatan batu kecil dengan aliran air di bawahnya.
03:17Kita harus satu-satu, kata Raka.
03:20Bayu ragu, aku takut jatuh.
03:23Dira menggenggam tangannya.
03:25Kami ada di sini.
03:26Bayu pun berani melangkah.
03:28Dan, berhasil.
03:30Akhirnya, mereka sampai di ruangan paling dalam gua.
03:34Di tengah ruangan itu ada peti kayu tua.
03:37Itu dia, Triak Line.
03:39Dengan hati-hati, mereka membuka peti itu.
03:42Isinya bukan emas atau perhiasan.
03:45Di dalamnya ada.
03:47Buku tua berisi cerita petualangan medali kayu bertuliskan sahabat sejati
03:52dan sebuah pesan.
03:53Harta karun sejati bukan emas,
03:56melainkan keberanian, kejujuran, dan persahabatan.
04:00Mereka saling pandang.
04:02Lalu tersenyum lebar.
04:03Jeti, harta karunnya kita, kata Bayu.
04:07Raka mengangguk.
04:08Yah, kita berlima.
04:10Terima kasih.
04:10Terima kasih.
Komentar